NovelToon NovelToon
Ku Balas Pengkhianatanmu Dengan Bismillah

Ku Balas Pengkhianatanmu Dengan Bismillah

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Pelakor / Pelakor jahat / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Queen_Fisya08

Mengkisahkan seorang wanita yang bernama Aulia Az-Zahra yang hidup dalam dunia penuh intrik, pengkhianatan, dan tipu daya orang-orang terdekatnya, dari suami yang berkhianat hingga keluarga yang ikut campur, ia belajar bahwa kepercayaan bukanlah sesuatu yang bisa diberikan begitu saja.


Dengan keberanian dan prinsip, Zahra memutuskan untuk membalas dengan bismillah, bukan dengan dendam, tapi dengan strategi, keteguhan, dan kejujuran...


Akan kah Zahra bisa membalaskan sakit hati nya? dan apakah Zahra juga bisa menemukan kebahagiaannya setelah ini?

Jangan lupa tekan love sebelum melanjutkan membaca dan tinggalkan komentar juga ya besty!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen_Fisya08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 Misteri Kematian Ayahnya Zahra Terungkap

      Malam itu hujan turun tipis di pinggiran kota, di sebuah rumah kontrakan sempit, Siti mondar-mandir tanpa arah...

   Wajahnya pucat, tangannya gemetar, suaminya bernama Roy duduk di lantai dengan punggung bersandar ke dinding, kepala tertunduk, napas berat..

   “Mereka pasti sudah dekat, polisi itu tidak akan berhenti" ucap Siti dengan suara bergetar.

   "Apakah kamu sudah telpon Bu Ratna?" Tanya Roy

  "Saya sudah telpon dia akan tetapi ia tidak mau bertanggung jawab, malah menyalahkan kita

   Roy mengusap wajah.

“Brengsek kamu Ratna..! Kita harus pergi, sekarang Siti kalau tidak polisi akan menangkap kita"

  "Mas, Bu Ratna bilang kita tidak boleh membuka mulut kalau tidak Keluarga kita yang dikampung akan dihabisi" ucap Siti lirih

  "Jangan pikirin hal itu dulu yang terpenting kita selamat dulu, cepat kita pergi dari sini" ucapnya sambil menarik lengan istrinya

   Sejak sore, kabar tentang pengejaran polisi menyebar cepat, nama mereka sudah masuk daftar pencarian...

   Nomor ponsel mereka dilacak, setiap suara kendaraan di luar membuat jantung mereka serasa berhenti..

   Mereka keluar lewat pintu belakang kontrakan, membawa tas kecil berisi pakaian seadanya dan sedikit uang, tidak ada tujuan jelas, yang penting menjauh..

   Mobil patroli polisi melintas di jalan utama, lampunya menyala, sirenenya sesekali berbunyi...

   Siti menahan napas, mereka menyusuri gang sempit, melewati rumah-rumah padat penduduk, keringat dingin mengalir di punggung..

   "Ke rumah saudara di luar kota,” ucap Roy cepat.

   "Di sana kita bisa sembunyi.” lanjutnya

   Namun rencana itu gagal, beberapa jam kemudian, polisi menemukan kontrakan yang baru saja mereka tinggalkan...

   Tetangga memberi keterangan, kamera pengawas di ujung gang merekam pergerakan mereka..

   Tim kepolisian membagi diri, pencarian dilakukan menyeluruh, jalur keluar kota diawasi, terminal, stasiun, dan rumah-rumah kerabat didata..

   Siti dan Roy suaminya akhirnya bersembunyi di sebuah rumah kosong di daerah pinggiran..

   Rumah itu lama tidak dihuni, listrik mati, bau lembap memenuhi ruangan, mereka bersembunyi di kamar belakang, duduk berdekatan dalam gelap.

   "Kalau kita tertangkap, apa yang akan terjadi?” tanya Siti lirih.

   Suaminya tidak menjawab, ia tahu jawabannya, mereka terlibat dalam kejahatan berat...

   Kebakaran yang merenggut nyawa seseorang, tidak ada jalan kembali..

   Di luar, langkah kaki terdengar, suara radio komunikasi terdengar samar, Siti menutup mulutnya agar tidak menangis, tubuhnya gemetar hebat..

   Polisi mengepung rumah itu, seorang perwira memberi aba-aba.

   “Pastikan aman, masuk pelan-pelan.”

    Pintu rumah dibuka paksa, cahaya senter menyapu ruangan..

   “Polisi! Cepat lari Siti, ayo kita keluar dari sini" ucap Roy kepada Siti istrinya

   "Angkat tangan kalian dan jangan bergerak" ucap salah satu polisi

    Siti dan Roy saling pandang, tidak ada jalan keluar lagi untuk lari dan tidak ada keberanian untuk melawan..

   Mereka keluar perlahan dari kamar belakang, tangan terangkat, wajah mereka pucat dan lelah..

   “Jangan tembak kami" ucap Roy dengan suara putus asa.

   Polisi mendekat, memborgol tangan mereka, tidak ada perlawanan, tidak ada teriakan, hanya napas berat dan tatapan kosong.

   Mereka dibawa ke mobil polisi, lampu merah biru menyala, hujan semakin deras..

    Di kantor polisi, mereka dipisahkan, Siti duduk di ruang interogasi kecil, lampu terang menyilaukan...

   Kursi besi dingin, di hadapannya dua penyidik duduk dengan wajah serius..

   "Nama lengkap,” kata salah satu penyidik.

    Siti menyebutkan namanya pelan.

    “Saudari tahu kenapa berada di sini?”Siti mengangguk tanpa suara.

    Interogasi dimulai, pertanyaan demi pertanyaan diajukan, tentang kebakaran, tentang rumah Zahra, tentang korban yang meninggal dunia..

   Siti menunduk, tidak menjawab, ia teringat kata-kata Bu Ratna di telepon..!

   Di ruang lain, Roy juga diinterogasi, tekanan terus diberikan, bukti diperlihatkan..

    Jam demi jam berlalu, mereka tetap diam, tidak mengakui apa pun dan tidak menyebut nama siapa pun.

     Penyidik berganti, nada suara berubah lebih tegas.

“Kami tahu kalian yang melakukannya, kalau kalian terus diam, hukuman kalian akan lebih berat.” ucap seseorang penyidik

    Siti mulai menangis, bahunya bergetar. Namun ia masih menutup mulutnya.

   Hari berganti, interogasi berlanjut, tubuh mereka lelah, pikiran mereka terkuras, tekanan semakin kuat.

   Akhirnya, di hari ketiga, Siti tidak sanggup lagi..

    Ia mengangkat wajahnya, matanya merah.

“Saya mau bicara,” ucapnya pelan.

    Penyidik mencondongkan badan.

“Silakan.”

    Air mata mengalir di pipi Siti.

“Kami yang menyebabkan kebakaran itu.”

    Ruangan hening.

    "Kami yang membuat listrik di rumah itu korslet, kami tahu itu berbahaya" lanjut Siti dengan suara pecah

    Penyidik mencatat.

“Kenapa kalian melakukannya?”

    Siti menutup wajahnya dengan tangan.

“Karena kami disuruh.”

    “Disuruh siapa?” tanya penyidik tegas.

    Siti terdiam lama, napasnya tersengal.

“Bu Ratna.”

   Nama itu menggantung di udara..

    "Bu Ratna menyuruh kami,” ulang Siti dengan suara lebih jelas..

   "Saya disuruh datang ke rumah orang tua Zahra, pura-pura dari kelurahan dan suami saya disuruh mengatur listriknya.”

    Penyidik saling pandang..

     “Kami dibayar, kami diancam, kalau tidak mau, kami akan celaka.” lanjut Siti

    “Apakah kalian tahu akibatnya?” tanya penyidik

    Siti mengangguk sambil menangis..!

“Ada satu orang meninggal, ayah Zahra.”

     Di ruang sebelah, suami Siti juga akhirnya berbicara, ceritanya sama, perintah, uang dan ancaman, nama Bu Ratna disebut berulang kali..

    Semua pengakuan dicatat, ditandatangani dan direkam..

   Kasus itu berubah besar dari kebakaran akibat korsleting, menjadi pembunuhan berencana dengan perintah pihak lain..

    Penyidik keluar dari ruang interogasi dengan wajah serius..

   "Kita sudah punya cukup bukti dan perintah penangkapan juga sudah datang dari komandan" ucap salah satu dari mereka.

   Di sel tahanan, Siti duduk memeluk lutut, tangisnya pelan namun terus mengalir, penyesalan datang terlambat, tidak ada yang bisa mengembalikan nyawa yang hilang..

    Di luar sana, proses hukum mulai bergerak ke arah yang lebih gelap bagi seseorang yang selama ini merasa kebal..

   Nama Bu Ratna kini tidak lagi hanya bisikan, ia telah menjadi pusat dari sebuah kejahatan yang merenggut nyawa seseorang yang tidak bersalah..!

1
Anonymous
kayak bahasa AI
Queen_Fisya08: apanya kak ?

tolong di cerna lagi ya kak setiap tulisan saya di novel dan bedakan bahasa Ai atau karangan sendiri!
total 1 replies
Anonymous
dengan siapapun, kok oleh siapapun
Queen_Fisya08: kalau mau tulis pada siapapun! dengan siapapun dan oleh siapapun tergantung bahasa penulis nya ya kak.... maaf loh 🙏
total 1 replies
Anonymous
sebaiknya cepat dimasukkan ke rumah sakit hewan
Anonymous
akhirnya sidang yang berlarut larut berakhir juga
Anonymous
dan ternyata ego+cemburu mu menutup mata mu dan kembali ke ketek emak ya genta..
Anonymous
segera berakhir ya sidang nya
Queen_Fisya08: ya kak gak lama lagi dan Bu Ratna pun akan kena batunya 🙏
total 1 replies
Umi Asijah
lanjut
rian Away
SEMUA NYA AKAN BERHENTI KETIKA KAU MENGHILANG TUA BANGKA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!