NovelToon NovelToon
Trapped In Forbidden Desire

Trapped In Forbidden Desire

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Saudara palsu
Popularitas:78.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Axeline tumbuh dengan perasaan yang tidak terelakkan pada kakak sepupunya sendiri, Keynan. Namun, kebersamaan mereka terputus saat Keynan pergi ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikannya.

Lima tahun berlalu, tapi tidak membuat perasaan Axeline berubah. Tapi, saat Keynan kembali, ia bukan lagi sosok yang sama. Sikapnya dingin, seolah memberi jarak di antara mereka.

Namun, semua berubah saat sebuah insiden membuat mereka terjebak dalam hubungan yang tidak seharusnya terjadi.

Sikap Keynan membuat Axeline memilih untuk menjauh, dan menjaga jarak dengan Keynan. Terlebih saat tahu, Keynan mempunyai kekasih. Dia ingin melupakan segalanya, tanpa mencari tahu kebenarannya, tanpa menyadari fakta yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Keynan mengerjapkan matanya perlahan, merasakan pusing yang menusuk di kepalanya. Ia mengerang pelan, memijat pelipisnya untuk meredakan rasa sakit yang mengganggu. Tarikan napasnya dalam, mencoba menenangkan diri. Namun, saat pandangannya mulai fokus, sesuatu yang lain membuatnya tersentak.

Napasnya terasa berat, saat mengetahui dirinya yang berantakan dan yang paling mengejutkan, ia bertelanjang dada.

Refleks, Keynan langsung bangkit dari sofa, tempat ia tidur. Tapi begitu ia bergerak, sensasi perih menyengat di punggungnya. Rasa sakit itu bukan hanya fisik, melainkan juga meninggalkan jejak samar di pikirannya.

"Apa yang terjadi?" gumamnya pelan, mencoba merangkai ingatan yang terasa kabur.

Samar-samar, bayangan seorang wanita muncul dalam benaknya. Mata itu … mata yang basah oleh air mata. "Axeline?" lirihnya.

Seperti tersambar petir, Keynan terperanjat.

"Shit!"

Tanpa berpikir panjang, ia bergegas keluar dari ruangan dengan langkah yang terburu-buru. Namun, di depan pintu, Andrian segera menghalanginya dengan ekspresi terkejut.

"Tuan, Anda mau ke mana dengan penampilan seperti ini?"

Keynan terhenti. Ia baru menyadari betapa berantakan dirinya saat ini. Ia mengumpat dan menatap Andrian dengan tatapan tajam.

"Siapkan bajuku."

Tanpa menunggu jawaban, Keynan kembali masuk ke dalam ruangan, meninggalkan Andrian yang hanya bisa menghela napas dan bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi pada tuannya?

Keynan berdiri di bawah pancuran, membiarkan air dingin mengguyur tubuhnya yang masih terasa lelah dan nyeri. Ia berharap sensasi dingin itu bisa meredakan kekacauan di kepalanya.

Namun, saat perih menyengat punggungnya, ingatan itu kembali. Potongan kejadian tadi malam berkelebat, tatapan matanya, tangisannya, suaranya yang memohon, membuat darah Keynan berdesir. Rahangnya mengatup rapat dan napasnya memburu.

Tiba-tiba, amarah yang ditujukan pada dirinya sendiri meledak. Tanpa berpikir, ia menghantam dinding kamar mandi. Sekali. Dua kali. Hingga buku-buku jarinya memerah.

Tapi rasa sakit itu tidak sebanding dengan apa yang berkecamuk dalam dadanya. Dia benci pada dirinya sendiri.

"BRENGSEK!! KAU BENAR-BENAR BRENGSEK, KEYNAN!"

Suara teriakannya menggema di kamar mandi, tenggelam dalam derasnya air yang terus mengalir. Napasnya berat, dadanya naik turun, dipenuhi amarah dan penyesalan yang menghimpit.

Ia menunduk, membiarkan air dingin membasuh tubuhnya, seolah bisa meredakan bara yang menyala di kepalanya. Tapi sia-sia. Sesakit apa pun ia menghantam dinding, tak ada yang bisa menghapus kenyataan bahwa ia telah melangkah terlalu jauh.

Setelah beberapa saat, ia mendongak perlahan, wajahnya yang basah kini penuh dengan tekad.

"Aku harus bicara dengan Axeline."

Tanpa membuang waktu, Keynan mematikan shower dan keluar dari kamar mandi. Ia mengenakan pakaian yang sudah disiapkan Andrian, lalu berdiri di depan cermin. Matanya menatap bayangannya sendiri yang kini ia benci.

Setelah menarik napas panjang, ia melangkah keluar dari ruang pribadinya dan duduk di kursi kebesarannya. Tangannya bertaut di depan meja, rahangnya mengatup rapat sebelum mengeluarkan perintah dengan suara dingin.

"Minta manajemen departemen untuk mengumpulkan anak magang di aula sekarang!"

Andrian, yang berdiri tegap di hadapannya, segera mengangguk. "Baik, Tuan." Tanpa banyak bertanya, ia menunduk hormat sebelum berbalik dan meninggalkan ruangan untuk menjalankan perintah.

Begitu pintu tertutup, Keynan menghela napas panjang. Ia menyandarkan punggungnya di kursi, menutup matanya sejenak.

Niatnya sejak awal adalah menghindar. Pergi ke luar negeri bukan hanya untuk melanjutkan pendidikan, tapi juga untuk menjauh, untuk membunuh perasaan yang seharusnya tidak ada.

Ia percaya, dengan jarak, ia bisa melupakan segalanya. Bisa menghapus debaran yang seharusnya tidak pantas ada di hatinya. Namun ternyata, semuanya sia-sia. Begitu ia kembali, hanya perlu satu tatapan dari Axeline untuk meruntuhkan semua pertahanan yang susah payah ia bangun.

Ia berusaha sekuat mungkin mengabaikan Axeline, berharap wanita itu akan mundur dengan sendirinya. Namun kenyataannya, justru sebaliknya.

Kini, ia telah melakukan sesuatu yang membuat segalanya hancur. Bukan hanya hubungan mereka, tapi juga dirinya sendiri.

Dan Keynan tahu, setelah ini, tidak akan ada jalan kembali.

Tok Tok Tok

Suara ketukan pintu membuat Keynan tersadar dari lamunannya. Ia menghela napas, menekan kembali emosi yang sempat memenuhi pikirannya.

"Masuk!"

Pintu terbuka perlahan, dan Andrian melangkah masuk dengan sikap hormat. Setelah menundukkan kepala sedikit, ia menyampaikan laporannya.

"Mereka sudah berkumpul di aula, Tuan."

Keynan hanya mengangguk pelan. Lalu tanpa banyak bicara, ia bangkit dari kursinya dan melangkah keluar. Sementara Andrian, seperti biasa, berjalan di belakangnya.

Saat tiba di aula, suara obrolan para anak magang yang semula memenuhi ruangan langsung mereda. Semua orang terdiam, berdiri tegak dengan wajah tegang begitu melihat sosok Keynan memasuki ruangan.

Matanya tajam menyapu mereka satu per satu, mencari sosok yang sejak tadi ada di pikirannya. Tapi, ia tidak menemukannya.

"Apa hanya ini?" tanyanya, dengan suara yang terdengar dingin dan berat.

Andrian melirik daftar absensi sebelum menjawab, "Ada dua orang yang tidak bisa hadir, Tuan."

Keynan mengalihkan pandangannya ke arah Andrian. "Siapa? Dan apa alasannya?"

Sejenak, Andrian tampak ragu sebelum akhirnya menjawab, "Stefany dan … Axeline. Mereka izin karena sakit, Tuan."

Jantung Keynan berdebar tak nyaman. Tangannya mengepal tanpa sadar.

Sakit? Apakah karena kejadian semalam? Apa yang sebenarnya terjadi padanya sekarang?

Tatapan Keynan menggelap. Ia menarik napas dalam, mencoba menekan emosi yang tiba-tiba meluap. Dan tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Keynan berbalik dan pergi dari aula.

Andrian hanya bisa menggeleng pelan, merasa bingung dengan sikap atasannya.

"Untuk apa tadi dia menyuruhku mengumpulkan anak magang?" pikirnya. Ia mengira Keynan akan memberikan arahan atau setidaknya berbicara sesuatu. Tapi ternyata, pria itu justru pergi begitu saja tanpa penjelasan apa pun.

Sementara itu, Keynan kembali ke ruangannya. Pintu tertutup dengan sedikit keras.

Pikirannya kacau. Ia berjalan mondar-mandir dengan tangan yang sesekali mengepal, berusaha mengendalikan diri. Tapi semakin ia mencoba mengabaikan semuanya, semakin jelas bayangan semalam memenuhi benaknya.

Hingga akhirnya, pandangannya jatuh pada sofa di sudut ruangan. Sofa itu menjadi saksi bisu dari perbuatannya.

Ia menatapnya lekat, dan seketika tubuhnya menegang saat melihat noda merah samar yang tertinggal di sana.

Jantungnya berdegup kencang, dan tanpa sadar, emosi kembali menguasainya.

"BRENGSEK!"

Keynan menggeram marah, tinjunya menghantam meja dengan keras.

Napasnya memburu. Ia menutup matanya sesaat, mencoba menenangkan diri. Butuh beberapa detik baginya untuk kembali berpikir dengan jernih.

"Bagaimanapun juga, aku harus bicara dengannya."

1
Nar Sih
ahir nya keyra mengatakan semua rahasia tentang axeline ,semoga alin mau menerima kenyataan ini ,dan bisa hidup bersama keynan
Nar Sih
smoga keyra megatakan siapa alin yg sbnr nya pada axel
✯Fᴀᴋᴇ 𝐅✯ʰⁱᵃᵗᵘˢ: Semoga semua terungkap 🥺
total 1 replies
Nar Sih
lanjutt kak👍👍
✯Fᴀᴋᴇ 𝐅✯ʰⁱᵃᵗᵘˢ: Siyap, kak
total 1 replies
+86
penjarain.. perlu matiin aja
+86: kaka gemoy busy2 sekali sepertinya 😶
✯Fᴀᴋᴇ 𝐅✯ʰⁱᵃᵗᵘˢ: Anjayyyy ..... dicabuli 🥲🥲
total 6 replies
THV
makin gk sabar kak buat kelanjutannya 🤩🤩🤩
✯Fᴀᴋᴇ 𝐅✯ʰⁱᵃᵗᵘˢ: Sabar, ya ... orang sabar, pantatnya lebar. Eh, rejeki lancar. Aamiin
total 1 replies
Baper kusut
Lama ya,,, lamban alurnya.. yg baca gk sabar nich
✯Fᴀᴋᴇ 𝐅✯ʰⁱᵃᵗᵘˢ: Hehehe😁😁😁
total 1 replies
axm
ah gak kapok2 jh si nenes/Awkward/
✯Fᴀᴋᴇ 𝐅✯ʰⁱᵃᵗᵘˢ: Belum kapok kalau belum di gaplok 😂
total 1 replies
Nelita Nopitasari
apa yg akan di rencanakan oleh Ahnes yah
jadi penasaran
thor jgn lama2 up nya
✯Fᴀᴋᴇ 𝐅✯ʰⁱᵃᵗᵘˢ: Yang jelas, anu ... bukan hal yang baik🤭
total 1 replies
Nar Sih
sugeng riadin ngeh kak thor ,mugi sedoyo klentu ugi lepat di pun pangapunten wonten dinten niki ,minal aidin wal faizin mohon maaf lahir batin🙏🙏
+86
jalang plok2 pasti 🌚🌚🌚
Enik Dwi Maritanias
👍
THV
lagiii kakk lagiii gak cukup panjang ini masih kurang 😭😭😭
IamEsthe
kata Daddy, Uncle, Mom itu termasuk ke dalam bahasa asing/daerah, kamu ganti font nya ke italic sbg tanda kalo itu bahasa asing/daerah
+86
dari semua karya kaka gemoy.. lu doank kepan yang banyak tingkah, beneran al ga oong 🦖🦖🦖
THV
lagii dong kakk😭😭😭
Esther Alviah Ekawati Ndoen
Apakah Keyra masih belum tau rahasia Alexin kalau ternyata bukan anak kandung nya
Nar Sih
sabarr ya keyra ,tpi bnr kta kakak mu klau kmu mesti jujur dan bilang yg sbnr nya demi kebahagiaan putri mu
CTzue Bai'Hamsya II
Luar biasa
𝓜egi
gimana yaa nasib axeline kalo tau kebenarannya, pasti hancur banget dia😭
Nar Sih
seperti nya yg dtg keyvan dan nayya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!