NovelToon NovelToon
Harga Diri Yang Tergadaikan

Harga Diri Yang Tergadaikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: dewidewie

Seorang gadis yang memiliki kelainan jantung sejak lahir, harus bertahan hidup sendiri membesarkan kedua adiknya.

Kerja keras dan banting tulang sanggup dia lakukan demi masa depan adik adiknya. Bahkan masa depannya sendiri tak pernah dia pikirkan.

Hingga suatu ketika keadaan memaksanya untuk menggadaikan harga diri serta hidupnya.

Dan dengan terpaksa harus menikah dengan orang yang tak pernah mencintainya.

Nah, untuk mengetahui kisah selanjutnya? Simak saja di karyaku yang terbaru berjudul
" Harga Diri Yang Tergadaikan ".

Selamat membaca, jangan lupa subscribe, like, vote, dan semua dukungan. 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewidewie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter: 3

Bruaks

Erick bertabrakan dengan seorang gadis yang sedang membawa semangkok bakso tepat di jalan kecil belakang kantin karena saat itu Erick ditugaskan untuk mengecek barang di gudang belakang.

" Hei punya mata gak sih! au huff panas" Ketus Nabila karena bakso yang dia bawa tumpah mengenai bajunya dan kuahnya yang panas membuat tangannya sedikit terbakar.

Deg

Deg

Deg

Dadanya kembali berdetak hebat setelah kaget karena bertabrakan dengan Erick hingga tangannya terkena kuah bakso panas.

Nabila pun terdiam sambil menggigit bibirnya menahan perih di tangan dan sesak di dadanya.

Erick hanya tersenyum miring " Hei nona, bukannya kamu yang menabrakku kenapa kamu yang marah marah, hhh aneh" Ucap Erick dengan lagaknya yang sok kemudian melanjutkan langkahnya tanpa memperdulikan Nabila yang kesakitan menahan nyeri dan sesak di dadanya.

" Hahh dasar brengsek kamu, au au au" Nabila mencoba menahan sesak yang hampir saja membuatnya tak bisa bernafas dan hanya bisa meringis kesakitan sambil memegangi dadanya

" Bil Bil kamu gak apa apa kan? " Teriak Emma dari kejauhan ketika melihat Nabila yang menunduk sambil memegangi dadanya serta mangkok bakso yang pecah berserakan di bawahnya.

 " Kamu gak apa apa kan Nabila? Aku antar kamu ke rumah sakit ya? ".

" Tidak perlu kak, huff hufff sudah lebih mendingan" Jawab Nabila dengan wajah sedikit pucat.

Emma menuntun Nabila untuk duduk di salah satu bangku yang berada di belakang kantin tersebut.

" Lagi pula ngapain sih makan kok di belakang kantin Bil " Tanya Emma yang merupakan kepala bagian gudang lebih tepatnya atasannya.

" Di depan rame kak, aku gak dapat tempat duduk"

Emma menghela nafas " Tapi beneran kamu sudah mendingan atau aku pesankan bakso lagi ya? Pasti kamu belum makan "

"Gak usah kak terimakasih sudah hilang selera makanku gara gara cowok brengsek itu"

Emma mengulas senyum di wajahnya yang bersih dan nampak dewasa " Siapa sih Nabila? oh itu( Emma melihat punggung Erick yang berjalan dari arah belakang)Jangan ketus gitu dong ntar kamu suka lo? ".

" Ih najis suka sama dia!".

" Eh beneran lo benci dan cinta itu jaraknya tipis banget setipis tisu, eh tahu kan tisu lama lama bukannya tambah benci tapi jadi semakin rindu dan cinta pun tumbuh hahaha" Goda Emma sambil tertawa lepas.

Nabila tersenyum tipis sambil menggeleng perlahan " Kak Emma bisa saja, kali ini beda kak, aku tidak akan semudah itu untuk jatuh cinta karena aku belum kepikiran ke arah sana. Ada dua adikku yang masih butuh banyak biaya jadi aku harus fokus dulu ke pekerjaan kak ". Jawabnya sambil menunduk sejenak kemudian tersenyum tipis untuk menguatkan hatinya.

" Sampai kapan Bil? "

Nabila menggeleng " Gak tahu kak, karena sebagai seorang kakak aku harus bisa menjadi pengganti posisi orang tuaku yang sudah berpulang, aku harus bisa menjamin masa depan mereka".

" Tapi kamu melupakan masa depanmu sendiri Bil. Ini tidak adil Bil kamu juga harus memikirkan masa depanmu. Ingat Bil, kalau kamu sukses kedua, adikmu akan mudah meraih mimpinya "

Ternyata ucapan Emma mampu merasuk ke dalam dadanya meskipun pada akhirnya Nabila menipisnya karena untuk memikirkan masa depannya sendiri berarti dia harus kembali melanjutkan kuliahnya, dan untuk masuk kuliah lagi membutuhkan biaya besar rasanya itu tidak mungkin dia capai.

"Aku tahu kak, tapi hanya pekerjaan ini yang bisa aku andalkan.Karena untuk mencapai mimpiku itu butuh biaya besar, belum lagi untuk pengobatan jantungku. Aku hanya takut tiba tiba jantungku berhenti berdetak di saat kedua adikku belum mencapai impiannya" Ucapnya mulai menitikkan air mata dan menunduk menahan sesak di dadanya.

Emma menghela nafasnya dalam dalam dan mengusap lembut bahu Nabila " Aku tahu perasaanmu Bil. Aku bisa mengerti dan sungguh aku salut dengan ketegaranmu dan rasa sayangmu kepada adik adikmu. Aku do'akan semoga mimimu segera terwujud Bil dan adik adikmu sukses semua. Oke kamu harus semangat ya, kita akan berjuang bersama sama aku akan selalu membantumu "

" Terimakasih kak, kak Emma sudah terlalu banyak membantuku, aku tidak bisa membalasnya, justru selalu merepotkan mu''

" Eh ngomong apa sih Nabila. Apa yang bisa aku berikan kepadamu untuk membalas kebaikanmu belum lah cukup Bil. Seandainya malam itu kamu tidak datang kembali ke pabrik mungkin aku sudah stress karena para penjahat itu. Untung kamu datang dan dengan berani memukul mereka yang hendak melecehkan aku " Jawab Emma kemudian menggenggam lembut tangan Nabila yang juga ikut tersenyum.

Emma yang awalnya wanita angkuh dan kejam akhirnya bisa luluh dengan keberanian Nabila yang menolongnya dari tindak percobaan pelecehan beberapa minggu yang lalu. Awalnya Emma sangat membenci Nabila karena wajah cantiknya yang selalu menarik perhatian kaum adam termasuk pak Erland yang sepertinya menaruh perhatian khusus padanya.

#

#

#

Erlan duduk di kursi kebesarannya dengan laptop di depannya. Wajahnya yang datar selalu menunjukkan aura dingin dan keseriusan tapi sebenarnya sangatlah berbeda apabila sedang bersama dengan pujaan hatinya.

Tok tok tok

Ceklek

" Ehm, sayang kok serius amat? Ada yang bisa saya bantu gak? " Ucap Revi yang mengulas senyum manis semanis madu di depan pemuda tampan yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.

Erlan, melirik sebentar kemudian menutup laptopnya dan mengakhiri pekerjaannya. Senyum manis sang kekasih tentu tidak ingin dia lewatkan begitu saja.

" Sini sayang, kamu bisa membantuku melemaskan semua otot otot di otakku yang mulai menegang " Jawab Erlan kemudian melepaskan kecamatannya dan merentangkan kedua tangannya agar Revi segera duduk di pangkuannya.

Revi pun dengan senang hati segera menyambutnya dan duduk di pangkuan pria dingin yang menakutkan bagi beberapa orang.

" Erlan, sampai kapan kita begini terus " Ucap Revi manja sambil memanyunkan bibirnya dan memainkan rambut sang kekasih.

Erlan tersenyum tipis kemudian mengusap lembut rambut Revi dan menarik dagunya

" Kenapa? Apakah kamu sudah tidak sabar ingin segera menjadi nyonya Frederick Erlando Mondelez? ".

Revi mengangguk perlahan yang membuat Erlan semakin gemas kemudian mendaratkan ciuman di bibir sang kekasih. Revi menyambutnya dengan senang hati dan mereka pun saling berpagutan.

Tiba tiba saja Revi menjambak rambut Erlan dan menghentikan kegiatan mereka membuat Erlan keheranan dan memicingkan matanya

" Ada apa Revi? "

" Erland, aku baru ingat kejadian kemarin setelah adik kamu pergi dari sini aku bertemu dengan nyonya Rima Frederick di bawah "

Erlan menegakkan posisi duduknya dan menatap tajam wajah kekasihnya yang nampak tegang " Kamu bertemu dengan ibuku? "

Revi pun mengangguk.

Erlan menghela nafas panjang kemudian meminta Revi untuk turun dari pangkuannya dan menarik tangannya untuk duduk bersebelahan di sofa " Vi, apa yang dikatakan oleh ibuku? Apakah dia menyakitimu? ".

Revi terdiam dan menunduk seakan memberikan jawaban yang pasti sudah dipahami oleh Erlan.

Erlan pun segera meraih tubuh Revi dan memeluknya untuk menenangkan hatinya yang terluka karena kata kata kasar ibunya tempo hari yang memang dari awal tidak menyukainya apalagi menjadi pasangan untuk putra pertamanya.

Sedangkan Revi yang sejak tadi menahan air matanya, akhirnya dia pun menangis di dalam dekapan Erlan yang hangat dan penuh kasih.

" Tenangkan dirimu sayang? " Bisik Erlan sambil mengusap punggung Revi.

" Aku sungguh tidak mengerti Erlan kenapa ibu kamu begitu tidak menyukaiku. Apa karena aku orang biasa sedangkan kamu kaya raya"

Erlan terus mengusap lembut punggung sang kekasih " Husss ngomong apa sih sayang, mamaku bukanlah orang seperti itu. Dia sangat menghargai orang lain bukan karena status sosial. Tapi entahlah kenapa dia tidak menyukaimu , aku pernah menanyakan padanya tapi dia tidak mau mengatakannya ".

1
Widia Ningsih
konyol yaa ....masa di tangga/Facepalm/
dewidewie: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Nazefa
lanjut dong kak../Smile/
Nazefa
wah, Wiliam kebablasan ini../Joyful//Joyful/
Nazefa
pasti hati Erick sangat hancur sekarang../Sob//Sob/
Nazefa
ya ampun, berarti selama ini Rima tidak benar-benar ikhlas../Grimace/
F.T Zira
ish..ini sih modusss😏😏😏
F.T Zira
ngakak aku bacanya/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
F.T Zira
sepertinya ada kata yg kurang/CoolGuy//CoolGuy/
dewidewie: heeh kak, kurang nya /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Zhu Yun💫
Selalu pas adegan begini pasti dipertontonkan 🙈🙈🙈🙈
Zhu Yun💫
Waduh apanya yang mengunci nih, atasnya apa bawahnya 🙈🙈🙈🙈
dewidewie: jiahhhhhh/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Mamah dini
cari kes
Nazefa
Si Erland, situasi lagi tegang dan serius gitu malah menegangkan sesuatu yang lain😭
dewidewie: apaan tuh/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Nazefa
semakin menegangkan.. lanjut thor.../Determined/
Nazefa
pas ini Nabila sakit jantungnya.. sayang nggak ada Erick../Curse//Curse/
Nazefa
waduh... kenapa bisa tiba-tiba kecelakaan terus meninggal. apa aku melewatkan satu bab tentang mereka?
dewidewie: enggak kak nanti penjelasan di bab selanjutnya ada flashback nya
total 1 replies
Nazefa
sayang sekali, Kania yang masih SMA harus melakukan semua ini../Cry//Cry/
dewidewie: itulah kenakalan remaja kak yang perlu diwaspadai
total 1 replies
Nazefa
Udah, nggak usah pura-pura.. /Joyful//Joyful/
Nazefa
wah, sudah terlihat ini alurnya ke mana... pasti itu anu anu../Smirk//Smirk/
Nazefa
jadi curiga../Chuckle/
Nazefa
nah kan, kena batunya sendiri..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!