NovelToon NovelToon
TIARA

TIARA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:277.4k
Nilai: 5
Nama Author: Serra R

Tiara nama panggilan yang cantik, secantik orang yang menyandangnya
Namun siapa sangkah ada terselip kisah kelam dibalik nama cantiknya.Kehilangan orang tua, suami dan adik nya membuatnya menjadi wanita tangguh demi sang anak dan keluarga barunya

Bram ayodya seorang pembisnis kenamaan yang menyamar jadi seorang pengajar disebuah sanggar seni.
Karna hoby nya melukis Dia bisa menghabiskan waktunya berlama-lama didepan kanvas

Dion mantan suami Tiara.
pemuda baik yang hanya menjadi korban kelicikan orang-orang terdekatnya. Kehilangan cinta sejatinya hanya karna sebuah kebohongan.

Willi dokter tampan nan rupawan. Dokter ternama yang tidak pernah sepi pasien.

Elisya seorang publick figure yang sedang naik daun.
Bertemu tanpa sengaja dan menjalin persahabatan dengan Tiara, namun siapa sangkah ada kisah dibalik ketenaran Elisya

Penasaran dengan kisah mereka?

Ikuti kisah mereka dalam kisah Tiara yang Serra buat, selamat menikmati dan semoga terhibur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serra R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dilema

Sasya

Aku kebingungan dengan apa yang kualami saat ini, ketika terbangun Aku sudah berada dikamar yang semuanya serba putih.

Bukan hanya perkara dimana Aku berada tapi lebih mengagetkan lagi dengan apa yang ada dalam tubuhku. Seharusnya kabar dan keadaan ini membahagiakan bukan? tapi Aku sendiri bingung, harus bahagia atau malah bersedih.

Aku hamil !!

Kenyataan pahit menyambut hari ku kedepan, bukan karna anakku namun lebih karna nasibku sekarang, terlontang lantung tanpa tau arah dan tujuan. Nanti setelah keluar dari rumah sakit ini Aku harus melangkahkan kaki kemana? bahkan mempunyai kenalan atau teman dekat pun Aku tidak ada.

5 bulan bukan waktu sebentar memang untuk beradaptasi, akan tetapi Aku yang memang jarang keluar rumah belum mempunyai seorang teman dekat pun.

Untuk kenalan, Aku hanya mengenal beberapa orang itu pun para pekerja suamiku.

Suami !!

Satu kata yang membuat hatiku semakin teriris, dimana Dia. Taukah Dia apa yang ku alami ini? ataukah Dia akan sama saja seperti mereka?

Segala macam pertanyaan yang entah harus kulontarkan pada siapa untuk mendapatkan jawaban, berkeliaran bebas dibenakku.

Tok tok tok

Ku alihkan pandanganku kearah pintu yang perlahan terbuka. Ku pandangi Dia, sosok tampan penuh rupawan yang sedang tersenyum dan melangkah kearahku.

Dia penyelamatku !!

Entah bagaimana nasibku semalam, jika bukan Dia yang menemukanku, mungkin pula Aku tidak akan berada di rumah sakit ini.

" Selamat pagi Tasya"

Senyumnya menularkan energi positif padaku pagi ini, bagaimana tidak secara reflek Aku ikut tersenyum menyambut sapaannya.

" Pagi"

Tiara nama yang cantik dia gunakan untuk memanggilku, sudah ku bilang bahwa namaku Sasya bukan Tiara tapi Dia tetap saja memanggilku begitu.

" Bagaimana kabarmu pagi ini?"

Senyumnya kembali mengembang, wajah tampan nan rupawan dan berhati baik menambah kharisma didirinya.

" Sudah lebih baik, terima kasih."

Bram Yudhistira Aldert, Nama yang indah sesuai dengan artinya " Mulia dan tegas"

" Tinggal tunggu dokter datang untuk memeriksa kondisimu pagi ini, kalau semua baik-baik saja. Nanti siang kemungkinan Kamu bisa keluar dari sini."

Aku menunduk, keluar dari rumah sakit ini ? bukannya Aku tidak mau, Aku senang tapi setelah keluar Aku harus pergi kemana?

" Setelah keluar dari sini Kamu bisa tinggal dirumahku, sampai Aku bisa menemukan keluargamu."

Bram berucap seolah dia mengetahui kegundahanku.

" Aku akan merepotkanmu sekali lagi, maaf kan Aku."

" Jangan terlalu banyak berfikir, fokus pada kesehatanmu dan juga bayimu."

Aku mengangguk, Dia benar Aku harus kembali bangkit demi diriku juga anakku kelak.

Mas dimana kamu? apakah kau mencariku mas? Aku hamil, anak kita sudah hadir.

" Makan dulu sarapanmu, biar ada tenaga untuk tersenyum hari ini."

Bram membuyarkan lamunanku yang sedikit mengenang suamiku, yang entah dimana sekarang. Jangan bertanya padaku alamatnya karna Aku tidak tau.

" Terima kasih"

" Makanlah, Aku keluar dulu. Sebentar lagi Willi datang, bertanyalah apa yang ingin Kamu tanya tentang kesehatanmu jangan sampai ada yang terlewat."

Aku mengangguk mengiyakan, Bram melangkah menjauh menyisahkan bayangan dan bau parfumnya. Segar itu kesan yang Kudapati menghirup parfumnya.

***

" Suta bagaimana?."

" Siang Tuan, masih dalam perjalanan. Harap Tuan bersabar karna tempatnya yang lumayan jauh dari sini Tuan."

" Usahakan semua aman, Aku hanya ingin tau semua tentangnya sebelum kemari."

" Baik Tuan."

" Tentang orang yang baru kau rekrut itu bagaimana kelanjutannya Suta?"

" Masih dalam tahap pembinaan Tuan, karna Kami juga tidak mau gegabah dalam memilih orang."

" Bagus, lakukan yang terbaik dan terima kasih untuk semuanya ya. Selamat bekerja Suta, hubungi Aku jika ada hal yang penting."

" Baik Tuan, terima kasih."

Kuhempaskan tubuh lelahku disofa ruangan Willi, Lama sekali Dia. Tumben !!. Tidak biasanya Willi terlambat.

****

Ku hempaskan tubuh lelahku, putus asa bergelanjut dalam benakku. Satu minggu sudah istriku menghilang tanpa jejak, kecelakaan yang merenggut nyawa sopir dan meninggalkan misteri hilangnya Sasya membuat ku tidak berdaya.

Sasya wanita yang paling Aku cintai menghilang tanpa ada seorangpun yang tau keberadaannya.

Bahkan orang-orang suruhan Leo pun belum membuahkan hasil sampai detik ini, polisi yang menangani kasusnya pun belum memberikan beritanya.

Sasya tidak mengenal kota ini, baru 5 bulan Aku mengajaknya pindah dan menetap bersama Mama.

Senyum itu selalu membayang dipelupuk mataku, Aku sangat merindukannya, merindukan Sasya ku .

" Nak, bagaimana apa masih belum ada kabar sama sekali?."

Pertanyaan mama membuyarkan lamunanku tentang Sasya ku, membawaku kembali menapaki kenyataan pahit tentang kepergiannya.

" Belum Ma"

Ku lihat air mata disudut mata Mama, Aku tau beliau juga sangat merindukan Sasya sama denganku.

*****

" Sudah siap semua?"

Ku lihat Dia mengangguk dan tersenyum, senyum yang indah. Aku tidak tau apa yang terjadi padaku, akhir-akhir ini wajah nya selalu berhasil mengalihkan semua isi otakku.

Melihat senyumnya membuat ku merasa damai, Aku bertekat untuk membantunya menemukan kembali keluarganya, terlebih suaminya.

" Willi sudah memeriksamu?."

" Kau pikir Aku disini untuk apa jika tidak memeriksanya?."

" Aku tidak bertanya padamu!!."

" Jelas-jelas kau menyebut namaku, minggirlah jangan terlalu dekat. Mengganggu konsentrasiku saja."

Pada akhirnya aku mengalah, membiarkan Willi memeriksanya dengan teliti. Willi teman terbaik yang Aku punya, Dia bahkan rela meninggalkan keluarganya hanya demi membantuku.

" Mulai sekarang kamu harus berhati-hati melakukan pekerjaan apapun, usahakan untuk tidak melakukan pekerjaan berat terlebih dahulu di trisemester kehamilanmu, minum vitamin dan perbanyak konsumsi buah."

" Terima kasih banyak dokter"

Willi menoleh sebentar kearahku, aku faham akan kodenya untukku. Aku bangkit dan berjalan keluar tanpa menunggu Willi tetlebih dahulu, Aku tau ada sesuatu yang ingin dia sampaikan padaku.

Kring!! Kring!!

" Ya Suta."

" ???"

" Benarkah lalu?."

" ???"

" Ada yang lain?"

" Baik kirimkan segera padaku sedetail yang Kamu tau, terima kasih banyak Suta."

Aku tersenyum, titik terang telah kutemukan. Walau perjalanan panjang masih harus dilewati tapi setidaknya ada cahaya yang bisa jadi penerang untukku membantunya.

" Ada apa?"

" Kau seperti orang yang menang lotre saja."

Willi berucap penuh selidik, Aku hanya tersenyum menanggapinya. Belum saatnya !!

" Bagaimana dengan kesehatannya Wil? tidak ada hal yang serius kan?"

" Secara garis besar tidak ada, tapi secara spesifiknya psikologisnya harus tetap dijaga Bram, Dia mengalami tekanan mental yang berat. Beruntung Dia termasuk wanita yang kuat."

" Ada solusi untuk itu Wil, apa pengaruhnya?"

" Pengaruh terbesar pada mentalnya, buat dia senang dan nyaman dengan lingkungannya, usahakan tidak ada tekanan yang membuatnya bersedih."

" Masalah Dia lumayan berat, terpisah dari suami dan keluarganya disaat Dia sedang hamil muda, itu sangat rentan. Kamu yakin akan membiarkan Dia tinggal di rumahmu?"

" Tidak ada pilihan lain Wil, orang-orang ku belum berhasil menemukan info tentang nya. Aku juga tidak mungkin membiarkan nya hidup dikontrakan sendiri atau membiarkan Dia tetap tinggal disini bukan? itu akan membuatnya semakin stress."

Kamu masih sama seperti dulu Bram tidak pernah berubah, Aku salut dan bangga bisa menjadi temanmu.

****

TO BE CONTINUE

1
Hasni Lovelyx Fenydimasrezky
tiaranya hamidun bram
Hasni Lovelyx Fenydimasrezky
nara anak kandung pak andrew yg di cari
Abcdefghiloveyou⏤
Semangat KK😍😍
ㅤKᵝ⃟ᴸraisya 𝐙⃝🦜
duh ...galpok Karo fotene, guanteng😍😍😍
🍒⃞⃟🦅𝕟𝕠𝕥 me❗𝓸𝓯𝓯 akun🙏
udah part 2 aja semangat ante ry
Chika£Hiats
Bahagianya kakek Andrew mempunyai cucu kembar😚
Ehh semua bahagia pokoknya 😚😁

Mark siap2 puasa nih kata Abang, tak apa ya Mark puasa juga demi istri tercinta dan si twins buah hati kalian 😁😚
Chika£Hiats
Qeenan lucu n pinter banget 😚😘
Nah, papah Bram jangan bicara sembarangan didepan Qee dia pasti keppo apa yang papahnya ucapkan😁
ㅤKᵝ⃟ᴸraisya 𝐙⃝🦜
jois Jody.....jodoh gak yo
ㅤKᵝ⃟ᴸraisya 𝐙⃝🦜
so sweetttt ❤️❤️❤️❤️❤️❤️
AndreaLeOny
Cerita yang bagus dan menarik. Semangat berkarya Thor sukses selalu 💪😚
Ony6
Cerita yang bagus dan menarik, enak untuk dibaca. Suka sama tokoh Bram yang begitu tulus mencinta Tiara😚
Semangat berkarya dan sukses selalu Thor 💪😚
ㅤKᵝ⃟ᴸraisya 𝐙⃝🦜
sabar ya Mark, lope lope deh buat mu❤️❤️❤️❤️
ㅤKᵝ⃟ᴸraisya 𝐙⃝🦜
moga sll sehat Nara, bocil ...gemesin😍😍😍
𝔄𝔰 ⁸
like
𝓢𝓸𝔂 𝓱𝓮𝓻𝓶𝓸𝓼𝓪
lagi kak
𝓢𝓪𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓴𝓪𝓶𝓾
next
ℱera 𝓢 ℰ
lanjut
ℱioℰ²
good 👍
ℱiaℰ¹
🤗
𝐒𝐡𝐚𝐡𝐢𝐫𝐚
like it
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!