NovelToon NovelToon
KINAN DAN RADIT

KINAN DAN RADIT

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / CEO / Single Mom / Crazy Rich/Konglomerat / Keluarga / Tamat
Popularitas:649.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Armasita Wardhojo

Hidup Kinan berubah ketika pergantian CEO terjadi di kantor ia bekerja. Walaupun ia hanya seorang office girl, namun CEO yang baru tampak tak menyukainya. Berbagai alasan dibuat sang CEO untuk membuat kerja Kinan menjadi sulit. Hingga pada saat ia melakukan kesalahan sepele namun berdampak hingga ia dipecat. Kebenciannya kepada sang CEO pun semakin menjadi.

Raditya Abhimanyu, CEO tampan dan (tentunya) kaya raya kembali pulang dari Amerika dan menjadi pimpinan perusahaan konstruksi besar milik ayahnya. Raditya adalah pria dingin yang "mati rasa". Segala hal bisa ia dapatkan membuatnya ingin mencari hal baru untuk hidupnya. Untuk itu ia memulai sebuah petualangan. Petualangan yang membuat ia mengetahui sebuah rahasia yang sangat penting untuk hidupnya.

Bagaimana pertemuan Raditya dan Kinan terjadi?

Apakah mereka berakhir saling jatuh cinta?

Ini novel romantis komedi pertama saya. Semoga banyak yang suka dan menikmatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Armasita Wardhojo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEMBALI BEKERJA

Pukul 15.30

Matahari mulai berangsur turun dari tahta tingginya. Sinarnya pun tak seterik tadi siang. Kini sinar hangatnya itu menerobos masuk melewati jendela sebuah rumah di komplek perumahan kecil.

Ruang tamu yang hanya sebesar 3x2 meter itu hanya berisi satu meja kaca kecil dan lima kursi kayu yang mengitarinya. Tidak ada hiasan disana, melainkan hanya satu pajangan dinding lukisan Kinan waktu sekolah dasar dulu.

Nenek dan Bima saling menatap. Di hadapan mereka sedang duduk Raditya, Kinan dan Shandy. Shanju telah masuk kamar terlebih dahulu. Tidak ada apapun di atas meja seolah Nenek tidak menerima tamu. Padahal Nenek selalu memberikan jamuan kepada tamu yang datang kerumahnya. Entah itu hanya secangkir kopi atau teh.

"Karena dia mau mati, jadi aku mengijinkan dia tinggal selama seminggu disini" ucap Kinan dengan kasar. Diikuti senyuman Shandy yang merasa lucu dengan ucapan Kinan.

Bima dan Nenek serentak melihat Shandy dari atas hingga bawah. Pria dihadapan mereka itu nampak baik-baik saja. Tidak ada yang berubah dari pria itu selain penampilannya yang acak-acakan. Rambutnya yang gondrong dan wajah yang dipenuhi jenggot dan kumis adalah penampilan baru Shandy.

Shandy dulu memang tampan, wajar jika Juliana sangat terpikat dengannya. Mereka berpacaran ketika masih kuliah. Shandy adalah mahasiswa senior dan juga aktivis kampus. Juliana adalah adik tingkat Shandy. Mereka bertemu ketika acara penerimaan mahasiswa baru. Shandy langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Juliana. Wanita itu adalah idaman hampir setiap mahasiswa di kampus. Badannya tinggi dan ramping, kulitnya bersih, bermata coklat, berhidung mancung dan berambut panjang hampir sepinggang.

Tak ada yang menyangka bahwa Juliana adalah anak orang kaya raya. Ia selalu tampil sederhana. Ia tak pernah membawa mobil ataupun diantar sopir, ia berangkat ke kampus menggunakan bus kota. Dengan kesederhanaan itu membuat Shandy berani mendekatinya.

Shandy kala itu adalah pemuda yang tergolong mampu. Kedua orang tuanya adalah pedagang kain yang mempunyai beberapa toko di kota. Namun sayang, Ayah Shandy jatuh sakit dan meninggal sehingga membuat bisnis toko kain terbengkalai. Tak lama kemudian Ibu nya menyusul Ayahnya berpulang. Shandy yang yatim piatu, ikut dengan Bibinya. Namun sayang, bisnisnya bangkrut karena kebiasaan buruk bibinya yang doyan berjudi. Shandy tak punya saudara lagi selain Bibinya itu. Saudara lain tak mau mengakuinya karena ia dianggap tak mempunyai masa depan.

"Kau bisa menerima laki-laki yang mencampakkanmu?" tanya Bima dengan geregetan. Raditya melirik Kinan. Wanita itu mengangguk pelan.

"Ini permintaan Shanju. Hanya seminggu, pergunakan waktumu dengan baik. Jadilah ayah yang keren walaupun itu hanya sebentar"

Shandy mengangguk, "Terima kasih"

Nenek menghela nafas panjang, walaupun ia nampak masih menyimpan sakit hatinya namun setelah mendengarkan cerita Kinan ia menjadi iba dengan Shandy. Terlebih ketika ia melihat Shanju yang bahagia bisa bertemu kembali dengan ayahnya, hatinya luluh.

Raditya hanya bisa terdiam. Ia sadar ia tak bisa ikut campur dengan keputusan Kinan. Apalagi jika itu menyangkut kepentingan Shanju. Ia hanya bisa berjanji untuk mengawasi Shandy dan apapun yang dia lakukan. Ia masih belum bisa mengampuni lelaki itu.

"Oh ya, aku juga mulai bekerja besok" ujar Kinan.

"Bekerja?" tanya Raditya.

"Ya, aku akan bekerja di perusahaanmu lagi Pak CEO. Akan kubuatkan kau kopi sebanyak 18 kali" jawab Kinan sembari menggoda Raditya.

"Jangan! Jangan kembali ke kantor dengan seperti itu. Aku akan perbaiki kedaimu namun jangan kembali ke kantor sebagai office girl. Aku tidak mau melihatmu seperti itu"

"Kenapa? kau malu?" Sahut Shandy ikut campur. Raditya lalu menoleh ke arahnya dan berbicara dengan geram.

"Bukan begitu. Kinan kekasihku, apa aku bisa menyuruh kekasihku sendiri menjadi office girl sedangkan aku adalah direktur?"

"Lalu kau berharap aku jadi apa? manajer keuangan? Hahaha.. Raditya, aku tak ingin terlihat konyol. Sudahlah, aku sudah berjanji dengan Bang Miko untuk kembali bekerja disana. Kau bersikaplah seperti biasanya. Jangan menunjukkan kalau kita berpacaran!" jawab Kinan dengan santai.

Raditya masih menunjukkan raut tak menyenangkan. Ia tetap tak bisa memperlakukan kekasihnya seperti itu. Namun melihat semangat Kinan, ia tak bisa melarangnya lagi.

"Wah..kisah cinta kalian menarik sekali" tukas Shandy. Nenek dan Bima tidak berkomentar. Mereka masih menyesuaikan diri dengan keadaan. Keadaan yang cepat sekali berubah.

...***...

Esok harinya.

Semua orang di Pantry sedang tersenyum menatap Kinan dengan sumringah. Kinan menjadi salah tingkah karenanya. Apalagi Bang Miko, yang berulang kali memeluknya. Ia merasa sangat bahagia karena bisa membujuk Kinan untuk kembali bekerja. Dengan begitu ia bisa menyelesaikan misinya.

Tak disangka Raditya tiba-tiba datang ke Pantry, membuat semua karyawan Pantry menjadi gugup. Hal pertama yang ia tuju adalah Kinan. Wanita itu tersenyum kearahnya.

"Hai Boss! Saya kembali" ujarnya sambil melambaikan tangan. Raditya memandangnya tanpa berekspresi. Bang Miko mencoba untuk meregangkan situasi. Ia menarik bahu Kinan dan memeluknya.

"Aku bahagia sekali kau bekerja disini lagi" ucapnya sambil menepuk-nepuk punggung Kinan. Kinan hanya bisa tersenyum karena ini adalah pelukan ketujuh Bang Miko. Raditya segera melepaskan pelukan Miko. Dengan satu tangan ia mencengkram bahu Miko.

"Jangan memeluk orang sembarangan!"

Bang Miko meringis kesakitan. Cengkraman tangan Raditya cukup membuat tulangnya ngilu. Kinan melotot kearah Raditya. Mengisyaratkan laki-laki itu untuk melepaskan cengkraman tangannya.

"Aku perlu bicara denganmu. Datanglah ke ruanganku" perintah Raditya kepada Kinan sambil berlalu meninggalkan Pantry.

"Semoga dia mau menerimamu kembali" harap Bang Miko. Kinan hanya mengerlingkan mata.

--

Ruangan Presiden Direktur. 08.50.

Kinan masuk dengan perlahan setelah mengetuk pintu. Raditya sedang duduk di tepi meja kerjanya. Kedua tangannya bersilang di depan dada. Entah kenapa ia terlihat marah.

"Aku tak bisa melihatmu seperti ini. Keluarlah, aku akan mencarikan kerja untukmu di tempat yang lain. Apa kau mau bekerja dengan Kak Bima di konstruksi ku pribadi?"

"Boss.."

"Jangan panggil aku Boss! Kinan, kita ini sepasang kekasih" Raditya mengatakannya dengan manyun.

Kinan mencoba menahan tawa. Namun kemudian ia memahami apa yang dirasakan Raditya. Ia pasti merasa tak nyaman melihat Kinan menjadi bawahannya. Apalagi tugasnya yang menjadi pesuruh. Namun, Kinan telah membulatkan tekad untuk kembali bekerja di perusahaan ini. Ia ingin segera melupakan kejadian kebakaran yang menimpa kedainya. Ia juga membutuhkan penghasilan, ia tak mungkin meminta kepada Raditya secara cuma-cuma. Ia tetap harus bekerja. Ketika Bang Miko menghubunginya dan memintanya untuk kembali ke Pantry, Kinan dengan cepat mengatakan iya. Apalagi Bang Miko mengatakan bahwa kantor sedang kekurangan pegawai pantry.

Kinan menghampiri Radit. Setelah mendekat, ia merapikan dasi yang dipakai pria itu. Raditya menahan nafas, Kinan berada sangat dekat didepannya.

"Ah, kau kembali ke kantor ini karena ingin dekat denganku setiap hari?" goda Raditya sembari melingkarkan kedua tangannya di pinggang Kinan.

"Bersikaplah seperti biasanya. Jangan perlakukan aku secara spesial. Aku tak ingin karyawan lain mengetahui hubungan kita"

"Kenapa?"

"Belum waktunya. Kau harus menjaga wibawamu, bukankah ada Nuri disini?"

"Aku tak peduli itu.."

Raditya tak melanjutkan kata-katanya. Bibir Kinan telah melekat membungkam mulutnya. Raditya melingkarkan tangannya, memeluk pinggang Kinan. Menikmati ciuman selamat pagi dari kekasihnya.

Tiba-tiba pintu diketuk. Bang Miko masuk ke dalam ruangan sebelum Raditya menjawab ketukan pintunya. Kinan segera mendorong Raditya. Membuat laki-laki itu oleng hingga tersungkur ke lantai.

"Boss..Boss.. ada apa ini? kau tak apa?" ucap Bang Miko panik. Kinan hanya melongo, tak beranjak dari tempatnya berdiri.

"Kau gila? kenapa kau mendorong Boss dengan begitu keras?" Bang Miko mengomeli Kinan yang lebih nampak panik ketahuan daripada merasa bersalah. Raditya bangun dibantu Bang Miko. Ia langsung melirik Kinan. Wanita itu hanya tersenyum dengan terpaksa.

"Wah, kau mau dipecat lagi? kenapa kau begitu marah? aku hanya menyuruhmu membuat kopi" ujar Raditya membuat alasan. Ia mencoba membohongi Bang Miko yang nampaknya tidak melihat mereka berciuman.

"Maaf Boss, saya akan membuatnya sekarang" jawab Kinan dengan santai.

"Cepat buatkan sekarang!" perintah Bang Miko kepada Kinan. Raditya tersenyum simpul. Lucu juga.

Sampai di depan pintu, Kinan dikejutkan dengan Nuri yang tiba-tiba muncul di hadapannya. Wanita itu tidak terkejut sama sekali dengan kehadiran Kinan. Ia malah tersenyum walau senyumnya terlihat licik.

"Selamat datang kembali. Bekerjalah dengan baik dan berhenti menggoda Bossmu. Kau harus sadar diri." ucapnya dengan setengah mengancam. Kinan tak menjawab, hanya berlalu tanpa melihat wajah Nuri.

...***...

Kinan pulang cukup larut malam ini. Jam dinding menunjukkan pukul 08.16. Semua telah selesai makan malam. Setelah sampai di rumah, segera ia tidur di lantai ruang tengah. Tanpa alas. Dinginnya lantai membuat tenang punggungnya yang tak menyentuh sandaran apapun sejak sore tadi. Sewaktu di Bus Kota pun ia harus berdiri karena bus sangat penuh orang pulang kerja. Hari pertamanya sangatlah melelahkan.

"Kau mau makan?" tanya Shandy yang berdiri tepat disampingnya.

"Kau menawariku makan tapi seperti melihat sampah" jawab Kinan dengan sinis. Shandy tertawa.

"Kinan, bolehkah aku mengajak Shanju jalan-jalan ke Pasar Malam?"

Kinan tak menjawab, hanya memandang dengan tatapan tidak setuju.

"Shanju ingin bermain lempar botol, dia juga ingin naik bianglala, aku juga ingin menghabiskan banyak waktu dengannya"

"Mas.."

"Ya"

"Apa yang membuatmu seperti ini? Kau ingin menebus kesalahan? Atau kau sudah bertaubat?"

"Dua-duanya"

"Kau tidak bermaksud ingin mengajakku rujuk juga kan?"

Shandy tersedak, menahan tawa yang hampir saja keluar namun ia menutup rapat bibirnya. Kinan memicingkan mata. Menunggu klarifikasi dari ekspresi Shandy yang ia nilai tidak sopan.

Shandy berjongkok lalu mendekatkan wajahnya kearah Kinan.

"Apa kau mencintaiku?"

"Tidak"

"Kau yakin?"

"Sangat yakin"

"Kalau begitu kau tak perlu khawatir aku meminta rujuk." ucap Shandy sambil memukul pelan dahi Kinan. Ia lalu berdiri dan meninggalkan wanita itu. Kinan masih belum berubah dari posisi telentang diatas lantai.

Kinan menghela nafas panjang. Tangannya lalu menggosok pelan dahinya yang baru saja disentil Shandy. Sejak dulu, pria itu selalu memperlakukannya seperti adik. Kinan memang pernah menaruh hati pada Shandy, ia mencoba untuk membuka hati ketika Shandy masih menjadi suaminya. Namun, tak lama ketika ia mulai menunjukkan cintanya, Shandy pergi dari rumah dan menghilang.

Setahun, dua tahun, ia mencoba mencari dimana Shandy namun tak bisa menemuinya. Hingga ia memutuskan untuk menceraikan Shandy di tahun ketiga setelah Shandy menghilang. Sidang berjalan tanpa dihadiri Shandy sekalipun, pria itu benar-benar menghilang bak di telan bumi.

Kinan berhenti berharap. Ia lalu mulai melupakan Shandy, membuang rasa yang pernah ia tumbuhkan namun tak pernah berbalas. Kinan pun mencurahkan segenap hidupnya untuk Shanju. Merawat anak malang itu sendirian. Dengan dibantu Nenek dan Kakaknya. Hari demi hari ia lewati, rasa yang pernah ada untuk Shandy pun kikis perlahan. Hingga akhirnya tak meninggalkan bekas sama sekali.

...***...

...***...

1
💦tiatiandra💦
bagus banget... singkat tapi mengena di hati... Alhamdulillah sejauh ini tidak ada istilah yg menjengkelkan seperti "mension" dan "hiks"... /Joyful/ sukses selalu Thor...
Armasita Wardhojo: thank you yaa❤️❤️
total 1 replies
💦tiatiandra💦
benar2 kisah masa lalu yang tak terduga...
Kusmia Mia
ini lanjutan ke episode selanjutnya ko jyk diputuskan HD dak nyambung
Riyantie Yanzz
🤣🤣🤣🤣🤣 sirik Bosque
Armasita Wardhojo
Terimakasih mbak untuk semua komentar komentarnya ❤️
Hesty Mamiena Hg
Selamat Kinan.. hidupmu berubah drastis dlm semalam 🤭
Hesty Mamiena Hg
Akhirnya Bu Merliana sadar juga, sebelum kehilangan anak utk kedua kalinya 🙂
Hesty Mamiena Hg
ikutan sedih 😔
Hesty Mamiena Hg
Ternyata Shandy pria yg tampan, baik dan setia.. hanya nasibnya aja yang buruk ☹️
Hesty Mamiena Hg
Kasih sayang Kinan melebihi nenek kandung Shanju sendiri 😔
Hesty Mamiena Hg
Kirain nyonya besar ini udah berubah. Gk taunya 😒
Mau ngorbanin anakmu yg tinggal satu2nya ini ya Nyonya, demi status dan gengsimu?
Hesty Mamiena Hg
Mau dipecat kayaknya nih /Facepalm//Facepalm/
Hesty Mamiena Hg
wkwkwk 😂🤭
Hesty Mamiena Hg
Siapa tuh Dahlia? Jangan2 ibunya Kinan 🤔
Hesty Mamiena Hg
Begitupun Radit akan memperjuangkan cintanya..
Hesty Mamiena Hg
Oo.. Jadi Shandy itu licik, pengecut dan pecundang..
Apa Shandy ingin memanfaatkan Shanju, utk mendapatkan uang dari orang tua Juliana?
Hesty Mamiena Hg
Mungkin Shandy nih?
Hesty Mamiena Hg
Untung Nuri bertemu orang baik, syukurlah.. Mungkin itu Bima abangnya Kinan?
*k🎧ki€*
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Hesty Mamiena Hg
Shanju nya nangis krn apa nak? Krn bahagia atau sedih? 😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!