Kembalikan senyumku, kebahagiaan, keceriaanku yang telah kau bawa pergi dariku. Kenapa kau begitu kejam...? Kembalikan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurusysyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20.Nabrak Angin.
Setiap hari David selalu saja mengejar Airin entah itu di kampus atau entah itu di kontrakan. setiap hari dia akan datang ke kontrakan ya meskipun hanya sekedar melihat Airin saja.
hari ini David pun sama dia datang dengan sebuah buket bunga di tangannya tak pernah ada yang terlewatkan setiap dia datang entah bunga, entah coklat entah bakso kesukaan Airin atau entah hanya cemilan saja. dia akan selalu senang saat bisa memberi sesuatu pada Airin.
tapi tidak dengan saat ini, David datang di saat yang tidak tepat ada Fadil di sana. mereka berdua tengah berbincang-bincang dengan hangat. gejolak cemburu langsung memenuhi David. matanya menajam giginya menggemurutuk. langkah di percepat
" Sayang..!!! teriak David dia berlari dan langsung berdiri di samping Airin. " nih buat kamu.. " David memberikan buket bunga pada Airin.
" ngapain loh kesini..? ketus David menatap Fadil dengan tajam.
Fadil malah dengan sengaja dia tersenyum menampilkan kebahagiaan yang palsu pada David dan Airin. " cemburu amat luh bro! . nggak asyik dong, tuh kasihan Airin apa nggak bisa percaya sedikit saja dengan nya.." ucap Fadil.
" sampai kapanpun aku akan selalu percaya padanya tapi tidak dengan mu.. " jawab David.
keduanya saling berdebat dan itu sungguh membuat Airin sangat pusing " Diam..!!! kalian ini bisa nggak sih nggak usah kayak anak kecil gini, apa kalian nggak bisa akur gitu dan menjadi teman. " ucap Airin sedikit meninggi.
keduanya langsung menatap Airin yang sudah berdiri dengan kesal. " maaf... " ucap keduanya.
" lebih baik kalian pulang, lagian ini sudah mau petang juga nggak enak dilihat para tetangga di kira gue cewek nggak bener nanti" ucap Airin.
" baiklah saya pulang dulu Rin, besok saya akan datang lagi.. " ucap Fadil dan mulai berjalan " bey Rin..., " Fadil melambaikan tangan.
Airin menatap David, " loh juga pulang..!
" hehehe, tega amat ngusir loh Rin baru datang juga, buatin minuman atau di kasih apa gitu.. " ucap David.
" ya nih aku kasih.. " Airin mengangkat satu kakinya mengambil sendal yang ia kenakan
" pulang nggak.. " Airin mengangkat Sendal nya tinggi-tinggi.
" ampun.. ampun.. oke oke.. gue akan pulang. astaga sadis amat ya nasib gue mau ketemu ama calon bini malah mau di gampar pakai sendal, " David mengelus dada.
" David...
" i-iya.. gue pulang..Bye sayang jumpa besok ya, muach.. muach...
David memberikan Kiss bye pada Airin lalu meniup tangannya sendiri kearah Airin.
" dah... sayang..!! teriak David.
sementara Airin hanya diam
" jangan cemberut, nanti ada tornado..!! teriak David.
Airin berjalan masuk dan David pun kembali meneriaki nya " Airin awasss...!!!
Airin berhenti." kenapa...? dan kembali menoleh ke arah David.
" awas nabrak angin.! hahaha..." tawa David lantang.
" David..!!! teriak Airin dan David sudah dengan cepat melesat pergi dari sana dengan motornya.
" sialan tuh orang, hampir saja gue lari ternyata dia hanya ngerjain gue. " gumam Airin kemudian tersenyum dan geleng-geleng kepala.Airin pun hendak masuk namun kembali terhenti.
" permisi Nona. " sapa seseorang
" iya..
" ini motor yang Anda minta, " ucap orang itu dan ini kunci beserta surat-suratnya
" orang itu menyodorkan semuanya pada Airin.
Airin menerimanya lalu berjalan mendekati sepada motor yang ia inginkan, sebuah motor matic berwarna putih itulah yang selalu Airin idam-idamkan sejak lama. " makasih paman. ini sangat indah. " ucap Airin, " oh ya paman tolong paman selidiki siapa yang mempunyai cincin ini dan saya mau semua informasi tentang dia. "
" baik Nona, secepatnya Anda akan mendapatkan apa yang anda inginkan, saya permisi Nona. " orang itu membungkuk lalu pergi. ya orang itu adalah orang kepercayaannya yang akan senang hati memberikan apa yang Airin inginkan.
Airin terus memeriksa motornya dan mencoba menghidupkannya. " wah keren,..
" motor siapa Rin...? ucap Mitha yang baru pulang dari kerjanya, dan berjalan dengan gontai masuk ke halaman Rumah.
Airin menoleh " ya motor ku lah, emang punya siapa lagi. " Jawab Airin.
" bagus, aku jadi pengen juga besok beli ah.. " ucap Mitha
" bolehlah bolehlah.. " jawab Airin.
****
pagi-pagi Airin dan Mitha bersiap, seperti biasa mereka akan ke kampus dan kali ini tidak dengan naik angkot melainkan motor baru milik Airin.
" nih pakai. " Airin memberikan helm pada Mitha dan dia pun langsung memakainya.
keduanya berangkat bersama menyusuri sejengkal demi sejengkal jalan raya yang sangat padat di saat pagi hari. kemacetan pasti akan terjadi itu kenapa Airin lebih memilih motor daripada mobil.
dengan motor dia bisa dengan mudah menyalip kendaraan yang lain dan dia juga bisa lebih leluasa pastinya.
setelah lima belas menit mereka sampai di kampus, Airin parkirkan motornya ke tempat parkir " sudah yuk masuk.. " ajak Airin.
Airin dan Mitha berjalan namun baru saja beberapa langkah si tukang bikin onar alias si lambe turah itu menghadangnya dengan bersedekap dada. " oh mulai peningkatan seperti nya si kutub. barusan dapat kupon ya, atau dapat arisan. " ledek Siska
ledekan dari Siska tak akan pernah terpengaruh oleh Airin namun berbeda dengan Mitha dia yang selalu saja menjadi juru bicara untuk Airin. " terus kenapa masalah buat loh..!! sinis Mitha.
" ya masalah sih buat mata gue. rasanya mata gue tak pantas melihat sampah kayak itu.. ihhh... " ucap Siska dengan pelan namun benar-benar menyinggung Mitha
" ya kalau mata loh nggak mau lihat ya nggak usah lihat gitu aja susah.!!
" udah lah Mit. nggak usah ladenin dia kayak loh nggak tau aja watak biang keladi. " ucap Airin lalu menarik tangan Mitha untuk pergi " yuk Pergi...
" Huhh dasar..!! ucap Mitha dengan mata melotot.
jalan Mitha dan Airin semakin jauh dari Siska, Siska berbalik badan menatap punggung Airin dan Mitha dengan kekesalan. Siska berlari mengejar Mitha dan Airin..
" Bruk...
" Bruk...
Airin dan Mitha terjatuh di lantai karena di dorong Siska dari belakang. " hahaha..!! maaf ya gue sengaja.. Ups.. sorry keceplosan "
ucap Siska lalu menutup mulutnya
Airin dan Mitha berdiri, wajah mereka sudah sangat merah, Airin benar-benar berusaha menahan amarah itu supaya tidak keluar tapi ternyata dia benar-benar hilang kendali.
" gue diam bukan berarti loh bisa seenaknya perlakukan gue seperti ini,..!! ucap Airin dengan marah tangannya mendorong satu bahu Siska hingga dia mundur beberapa langkah.
" terus apa.. loh berani sama gue..!! teriak Siska.
" gue gak pernah takut sama orang kayak loh. orang yang sukanya menindas orang lain, kita ini sama-sama mahasiswa di sini seharusnya kita bisa lebih fokus belajar menimba ilmu dengan benar bukan nya malah sok-sokan berkuasa..!! ucap Airin.
" gue memang berkuasa di sini, kalau gue mau loh bisa saja di keluarin dari sini hari ini juga. !!
" silahkan kalau mau keluarin gue, gue nggak masalah masih banyak kampus yang bisa menerima gue lagian kemanapun gue pasti bisa, gue bisa mengandalkan otak gue kalau loh..!! loh hanya bisa masuk di sini saja karena bokap loh kan .!! loh itu nggak bisa apa-apa tanpa nyokap dan bokap loh..!! sinis Airin.
semua pasang mata menatap Airin yang begitu berani pada Siska, karena selama ini tak ada yang pernah berani melawan Siska, apalagi Airin yang terkenal pendiam dan dingin.
" berani juga ya tuh Airin ngelawan Siska. bisa-bisa di keluarin dia...
" iya. gue nggak nyangka gadis kutub itu bisa berani begitu...
" Alhamdulillah Akhirnya ada juga yang bisa melawan cewek tak tau malu itu...
" ayo Airin loh pasti bisa membuat nya kalah. sesekali dia juga harus di kasih pelajaran.
itulah kira-kira yang mereka bicarakan, ada yang mendukung Airin ada pula yang mendukung Siska.
" abis lah kau Siska, kalau Airin sudah berucap dan bertindak apapun yang loh katakan dan loh lakukan tak akan ada faedahnya lagi. " gumam Mitha.
" dasar kurang ajar loh ya.. beraninya loh bawa-bawa orang tua gue..!! kesal Siska dan tangannya dia angkat untuk menampar Airin.
dengan cepat Airin menangkap tangan Siska sebelum sampai di pipi nya, Airin memegang nya dengan sangat kuat hingga Siska sedikit kesakitan.
Airin memutar Tubuh Siska dan masih tetap memegangi tangan Siska yang kini ada di punggung nya. " loh pikir gue ini lemah ,Iya..!! bentak Airin.
" loh pikir gue bakal selalu diam loh bertingkah seperti ini. mungkin dulu iya tapi tidak untuk sekarang berani loh berulah lagi pada gue loh bakal habis.!! sambung Airin.
karena begitu kuat nya Airin memegangi tangan Siska, membuat nya harus mengeluh kesakitan dengan ringisan yang tak pernah di hiraukan oleh Airin.
Airin melepaskan tangan Siska sembari mendorongnya hingga Siska hampir saja terjatuh kalau saja dia tak bisa menahannya.
Airin berbalik menggandeng tangan Mitha dan mengajak nya pergi dari sana " yuk Mit urusan gue di sini sudah selesai . " ucap Airin.
Mitha mengangguk dan menurut pada Airin dan mulai melangkah mengikuti Airin. " yuk.. " jawabnya singkat.
Siska berbalik. " Awas loh ya..!! gue bakal buat perhitungan sama kalian, lihat aja nanti apa yang bisa gue lakukan pada kalian.. " teriak Siska.
" Huuu..!!! teriak semua mahasiswa yang ada di sana mereka menyoraki Siska yang masih tak mau kalah.
" ngapa lihat-lihat.. apa perlu kalian juga keluar dari kampus ini..!! bentak Siska. " bubar..!!
" pergi yuk pergi. nggak ada gunanya bicara sama dia. " ucap salah satu dari mereka.
" awas loh Airin, berani nya loh ngelawan gue loh belum tau siapa gue, gue pastikan loh bakal hancur.. " gumam Siska dengan tatapan penuh amarah.
sebenarnya LOE ya, thor??
David SDH sehat juga ,
terimakasih othor cantik sudah menenani selama ini sukses buat karya selanjutnya