NovelToon NovelToon
Love In Pesantren

Love In Pesantren

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:7.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rifa Rivianti

Sisi lain dari Pesantren.

Cinta itu ada di Pesantren, cinta yang tak melulu soal manusia.




Terinspirasi dari kisah seorang santri, saya coba angkat ke dalam novel ini.
Semoga banyak hikmah yang bisa dipetik.

17+

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifa Rivianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal rasa

Siang hari yang menyengat teriknya mentari dirasa Nimas begitu sejuk.Semilir angin menerpa-nerpa kerudungnya, menambah syahdu suasana.

Nimas dan Ustadz Zamzam tengah berada di belakang rumah, tepatnya di pinggir kolam ikan.

Setelah tadi sempat melepas rindu, mereka memutuskan untuk menyegarkan fikiran dengan memancing ikan.

Nimas menemani saja duduk di bawah pohon jambu yang daunnya begitu lebat. Memperhatikan sang suami yang sedang memancing.

Sesekali suaminya menoleh sekedar memberikan senyuman.

Ya, senyuman.

Beberapa minggu menjadi istrinya, Nimas merasa nyaman bersama Ustadz Zamzam.

Terlebih Ustadz yang baik dan menghargainya membuatnya bertekad untuk menjadi istri terbaik pula.

Jangan tanya, semua kewajiban Nimas kerjakan dengan ikhlas sebagai seorang istri bahkan melayani kebutuhan biologis pun sudah dilaksanakannya semenjak malam pertama mereka.

Ikhlas Nimas memberikan jiwa dan raganya pada Ustadz Zamzam semata Lillah.

"Embernya sayang, tolong!"

Nimas terbangun dari lamunan karena mendengar sang Ustadz berbicara.

"Ah iya ember.. Nih aku datang bawa ember," batinnya mencoba menormalkan suasana hati bekas lamunan tadi.

Nimas berjalan mendekati suaminya sambil membawa ember yang ada di dekatnya.

"Ini Stadz, wah dapat gede yaa ikannya," seru Nimas.

Nimas pun duduk dekat suaminya, sementara Ustadz Zamzam kembali melempar kailnya ke tengah kolam.

"Ustadz kalo pulang selalu mancingkah?" Pertanyaan yang meluncur polos dari bibir Nimas membuat sang Ustadz tersenyum manis. Aih perlu ga sih dijabarkan semanis apa senyumannya itu.

"Nim, jangan panggil Ustadz!!"

Eh ko, bukannya jawab pertanyaan Nimas. Sang Ustadz justru merubah topik pembicaraan.

Nimas mengernyit heran, "terus apa dong?"

"Hemmm aku udah mikirin sii waktu berpisah kemarin, aku kan suamimu lebih tua pula umurnya. Gimana kalo Nimas manggil aku kakak aja."

Hah kakak? Boleh juga tuh Nim.

"Terus aku manggil istriku yang cantik ini 'adek' gimana?"

Nimas tersipu, entah mengapa panggilan sederhana itu membuatnya bahagia.

Kemudian Nimas mengangguk.

"Ok dek Nimas, istri kakak yang cantik. Sini liat mata kakak."

Mungkin sang Ustadz kasihan melihat istrinya terus menunduk, eh apa lehernya gak kaku yak.

Nimas mengangkat wajahnya menatap sang suami.

Disambut senyuman lembut yang pasti membuat meleleh hati Nimas sampai cair deh tuh.

"Aku bahagia jadi suami kamu," kata sang Ustadz setelah pandangan mereka bertemu.

Ini bisa dikata gombal ga yaa, yang jelas Nimas tak terpengaruh dia hanya mengangguk tanpa tersenyum entah apa yang ada dalam fikirannya saat ini.

"Zamzam!!"

Teriakan di seberang kolam membuat Ustadz dan Nimas menoleh bersamaan.

"Eh Pandu.."

Seseorang yang dipanggil Ustadz Zamzam Pandu itu berjalan mendekat ke arah Nimas dan Ustadz.

"Assalamualaikum Zam."

"Waalaikumusalam, gimana nih kabarnya?"

Mereka pun berpelukan sejenak melupakan seseorang yang terbengong diantara mereka.

"Oh iya Pan, ini istriku Nimas."

Sang Ustadz ngenalin juga akhirnya.

"Dek, ini Pandu teman kecilku."

Nimas tersenyum kaku.

"Nimas? bukankah Sofia?" tanya Pandu.

Demi apa, Nimas benar-benar sakit untuk kedua kalinya ada orang yang menganggap dirinya Sofia.

Sang Ustadz menatapnya gugup, kemudian pandangannya kembali ke Pandu.

"Iya Nimas, Sofia itu masih sodaraku Pan"

"Ah maaf ya, soalnya kan waktu kamu ngasih undangan namanya Sofia."

Lagi.. Lagi, rasanya Nimas sudah tidak kuat dia memilih pergi ke dalam rumah dengan rasa sesak di dada.

Sementara sang Ustadz melanjutkan perbincangan dengan Pandu di teras rumah. Mungkin semacam melepas rindu pada sahabatnya.

Nimas terluka hati kali ini sedang menangis dalam diam di kamar, sesekali terdengar suara tawa di luar sana, membuat Nimas semakin ingin menangis.

Oh wahai Ustadz, lihatlah istrimu ini.

#sabar ya Nimas (author)

1
Cah Dangsambuh
aku masih kadang buka kak jadi masih tersimpan dan di tunggu karya berikutnya
Dikdik Suarna
suka ceritanya, tapi kok sama kaya cerita nyata teman
Chiwank Ayu
Buruk
Izna Nur'aini
lebih suka Haqi sama sypa daripada nimas Sam bang usta5
Gina Savitri
Makanya beni jangan jadi jahat dapet balasan kan 😏
Gina Savitri
Tuh bnr kata abang nya nimas klo adek nya gak mungkin berulah klo suaminya gak bego belain perempuan lain dengan dalih bantuin panti tapi gak ada izin ke istri 😏
Gina Savitri
Makanya jadi laki jangan bego nggak bisa lihat celah perempuan lain berusaha mengusik rumah tangga nya dengan dalih donatur panti ngajak suami orang tanpa izin ke istri nya 😏
Gina Savitri
Mau istri ustadz sekalipun klo punya suami gak jujur ya pasti marah, apalagi asyik haha hihi sama perempuan lain sedangkan istri di rumah kerepotan 😏
husnel
aku udah like author. jangan lupa mampir di novel ku Dibalik kesabaran istri cantikku
Endang Rianii
Luar biasa
Renjani Soraya
ga ngerti sumpah sma si ustadz
Rf Rivi
ok
Rinjani
jgn biasain thor nulis trus bicara tanya aneh juga ..kadang gak ngertiin alur cerita acak kadut.maaf ya u koreksi deh ...bingung ngertii ngaclok sana sini🙏🙏🙏🙏🤲🤲🤲
Rf Rivi: klo bingung, g ngerti atau gasuka tinggal skip gampang. ini novel taun 2021 ya, selama itu saya berusaha lbh baik..klo emg gasuka knp anda merasa paling benar dan seolah meremehkan. jgn bilang saya lebay terbawa perasaan(ngakak) karena balas ya..sepertinya anda harus belajar bagaimana cara menghargai org lain tanpa merendahkan. trimakasih
total 1 replies
Rinjani
thor jgn ada komen jd gak fokus bacanya ..thor iki lebay
Rinjani
thor jangan bicara sendiri nulis jawab diri yg baca males jd nya maaf kayak anak kecil aja jawab2 dewe gak asyik .maaf br kali ini baca bt aja
Rf Rivi: entah apa yg merasukiku waktu itu😂pengalaman adalah guru paling berharga. So, kamu adalah org kesekian yg protes😁terimakasih sudah peduli dan menyadarkanku kikikik.
coba baca novelku yg lain ya😉disitu km akan tau seberapa keras aku kluar dr zona yg ga nyaman ini. terimakasih sudah membaca.
total 1 replies
Rinjani
author lebey nulis di jawab dewe iki novel opo curhat🤣🤣🤣
Rinjani
thor katanya ustadz kok gak ada adab blas masa beristri antar perempuan tanpa ngabarin dulu ..kluar ma sesama guru novel aneh
Rinjani
ustadz gak punya hati istri sakit bukan abis anter sofia pulang malah ikut nunggu sebel nih juga ngomong asal jeplak Huliah teman baik tp gak liat situasi
Rinjani
tahu istri sakit. honeymoon pret paling takut Nimas ngapa2in dasar Laki2 pret😄😄😄👊👊👊
Rinjani
aduh Zamzam kok ajak tp teernyata tak peduli enak di rumah aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!