Seorang pasutri yang belum di karuniai momongan selama 4 tahun .. Dan sang istri yang selalu di bohongi oleh suaminya ,karena suaminya memiliki anak dari wanita lain .. hingga akhirnya sang istri mengetahui kebusukan suaminya .. namun saat suami akan mentalak istri sahnya, istrinya mengandung ..
sang istri akan mempertaruhkan semua demi anaknya ..
ikuti terus kisahnya ..
silahkan baca tapi jangan lupa like and komen ya supaya bisa membuat semanggat untuk membuat ceritanya ..
mohon maaf ketika ada persamaan nama dan kisahnya .. karena novel ini di buat dengan pemikiran saya sendiri tanpa meniru karangan orang lain :)
salam membaca ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yessie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AKBAR PULANG MAKAN SIANG
Tak lama suara mobil akbar datang dan kia mebukakan pintu rumahnya dengan mata sedikit memerah karena habis menanggis.
"Ibuk mana? "
"Ada mas di kamar tamu." Jawab kia sambil menundukan kepalanya yang menutupi matanya memerah karena sehabis menanggis..
Akbar segera masuk dan mendekati ibunya untuk bersalaman.
"Buk, ibuk, akbar pulang.."
"Hhaaayyy nak, kamu sudah pulang, "
"Iya buk, ini gado gadonya, mari kita makan sama sama buk,"
"Iya nak, ayuk , ibuk udah lapar sekali, "
"Sebentar, aku panggil kia ya buk,"
"Gak usah sama dia, kita berdua aja dulu yang makan,"
"Kan nanti kasihan kia makan sendiri buk, biar akbar panggil kia sebentar ya buk.."
"Hheeeemmmmm ..." Dengan muka cemberut..
Akbar berjalan menuju kamarnya dan mencari kia. Ternyata kia sedang di kamar mandi.
"Kia ,,, kia,,, kia,," sambil mengetuk ngetuk pintu kamar mandi..
"Iya mas, "
"Kamu lagi ngapain di kamar mandi ? Aku beli gado gado tuh, ayo makan dulu dan tolong siapkan ya makanannya.. "
"Iya mas , sebentar,, nanti aku siapkan.." jawab kia sambil membasuh mukanya dengan air karena kia tidak ingin suaminya melihat kalau kia habis menanggis dengan perkataan ibunya tadi..
"Kamu ngapain sih di dalam?"
"Buang air kecil mas, ini udah selesai, kamu nemenin ibuk dulu nanti aku siapkan semuanya.."
"Ya udah kalau gitu, aku tinggal nemenin ibuk ya ,"
"Iya mas, "
Lalu akbar pergi menuju ibuknya yang ada di ruang tenggah itu. Tak lama kia keluar dari kamar mandi dan menuju meja makan untuk menyiapkan semuanya. Selesai menyiapkan kia menghampiri ibuk dan akbar...
"Buk, mas , makannya udah aku siapkan, mari kita makan bersama,,"
"Iya makasih ya kia, yuk buk tadi katanya udah lapar.." kata akbar..
Mereka berjalan menuju meja makan. Selesai makan akbar tiduran di sofa ruang tenggah karena waktu istirahat masih lama, dan di temani ibuknya. Kia datang mendeketi akbar dan ibunya yang sedang menonton televisi.
"Nak, " kata dewi memanggil anaknya..
"Iya buk, kenapa?" Jawab akbar..
"Kamu nanti bisa antar ibuk pulang ?"
"Ibuk mau pulang nanti ? "
"Kenapa tidak bermalaman di sini buk?" Sahut kia,,
"Iya buk, tidur dan menginap di sini aja buk," kata akbar...
"Ya ampun akbar, sebentar aja ibuk di sini sudah merasa kesepian, ini rumah seperti tidak ada penghuninya, sepi kayak kuburan, gak kerasan ibuk di sini."
Saat dewi berkata seperti itu, akbar seketika melihat kia yang menunduk dengan beribu ribu kesedihan karena perkataan ibuknya. Akbar tau kalau ibunya sangat membenci kia. Memang dewi berkata seperti itu untuk menyindir kia. akbar tidak tega melihat kia bersedih, akhirnya akbar menglihkan pembicaraan karena akbar tau jika percapakan ini berlanjut akan menyakiti hati kia. Dan kia akan semakin sedih mwndengar perkataan ibunya yang sangt membencinya.
"Iya ibuk, nanti pulang kerja akbar akan mengantarkan pulang."
"Tapi ibuk ingin kamu aja yang mengantar jangan ajak orang lain."
"Tapi buk, kasihan kia sendirian di rumah.."
"Kalau kamu ajak istrimu, ibuk akan pulang sendirian saja ! Biar, di jalan kecelakaan sekalian."
"Taaappppiiii....,." Jawab akbar..
Saat akbar ingin menjawab perkataan ibuknya yang sedang marah, kia langsung memegang tangan suaminya mengisyaratkan untuk menuruti kemauan ibunya.
"Baik buk, nanti biar mas akbar saja yang mengantarkan ibuk pulang, kia akan di rumah.."kata kia sambil tersenyum kepada ibuknya dengan menahan air mata yang hampir keluar..
Bersambung...