Cherry adalah seorang gadis yang beruntung, ia memiliki keluarga yang hangat dan sangat menyayanginya, hidupnya seperti impian banyak gadis seusianya terlebih ia memiliki Kakak Laki laki yang selalu melindunginya Kevin, di sekolah berpacaran dengan pria paling populer sekaligus ketua OSIS Dion Prince, namun setelah kehadiran dua Pria bernama Bumi dan Langit hidupnya berubah, masa lalu yang selama ini ia cari kebenarannya perlahan mulai terungkap. Akankah Cherry berhasil mengetahui masa lalunya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YirumaNitya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Putus
Semalam Cherry hanya menangis di kamarnya, dalam tangisnya ia teringat saat pertama kali bertemu dengan Dion, waktu itu Dion menolong Cherry saat tak sengaja terkunci di gudang sekolah.
Lalu pertemuan kedua saat Dion menolong Cherry yang di rundung oleh Kakak Kelas karena tak sengaja menumpahkan minuman pada salah satu kakak kelas itu.
Pertemuan ketiga bertemu tak sengaja saat sedang jalan jalan di mall, lalu Meraka malah asik main time zone bareng dan ngobrol ringan layaknya teman akrab.
Pertemuan keempat saat menghadiri konser musik tak sengaja mereka berpapasan lalu akhirnya nonton konser bareng, pertemuan kelima saat tak sengaja mencegat Taxi online yang sama ketika pulang les.
Setelah itu mereka bertukar no WA dan intens berkomunikasi lewat chat dan telepon, kemudian Cherry yang duluan mengutarakan perasaannya pada Dion, ia tak menembaknya, hanya mengutarakan perasaan suka yang dimilikinya, kemudian Dion pun menyambutnya.
Mereka jadian diam diam tanpa sepengetahuan siapapun, sialnya Riana ternyata adalah sepupunya Dion dan sahabat Cherry tau karena tak sengaja memergoki mereka sedang bergandengan tangan sepulang les.
Hingga saat kelas 2 mereka bertiga pun tanpa sengaja sekelas.
Baru saja jadian setengah tahun akhirnya Kevin mengetahui hubungan backstreet itu, Kevin tak langsung membenci Dion, ia menyelidikinya pelan pelan, namun ia mendengar banyak rumor tentang Dion yang suka gonta ganti pacar.
Untuk mencari tau kebenarannya Kevin sampe rela mengeluarkan banyak uang jajannya untuk memberi traktiran kepada siapa saja temannya yang bisa memberikan info akurat soal Dion yang dirumorkan suka main perempuan.
Hingga ada beberapa saat ia menerima foto foto Dion memang bersama perempuan lain, baik itu jalan ke mall, ke taman, atau mojok di sekolahan, meskipun foto foto itu tak pernah menunjukan kemesraan apapun, hanya sekedar jalan.
Jadi walopun Kevin membenci Dion karena berani memacari adiknya iapun tak bisa menyuruh mereka untuk putus begitu saja, dia menghargai pilihan Cherry walau dengan was was dan cemas.
Cherry membenamkan dirinya di bawah bantal, ia terus mengingat kenangan bersama Dion, mengingat senyumnya, mengingat kebaikannya, tapi saat mengingat kejadian kemarin dan foto yang baru saja dilihatnya ia menjadi sangat sakit hati.
Selama ini Cherry selalu memaafkannya, selama ini selalu dimakluminya tingkah Dion yang sering jalan dengan banyak cewek lain, tapi kali ini rasanya ia sudah cukup muak dan mati rasa.
Sudah cukup baginya untuk bersabar dan menerima, sekarang waktunya ia melepaskan Dion untuk melepaskan pula luka hatinya.
Keesokan harinya di sekolah
Dion masuk sekolah setelah ijin pada hari sebelumnya, terlihat wajahnya yang masih lebam lebam karena pukulan yang dilayangkan Kevin dan Bumi.
Dikelas Cherry mencoba untuk menghindari Dion, karena ia tak ingin menjadi pusat perhatian teman temannya, gosip kemarin belum reda, ia tak ingin semua orang tau bahwa dialah yang menyebabkan Dion menjadi bahan keroyokan Kevin dan Bumi.
Cherry dan Kevin tak pernah mengungkapkan identitas mereka di sekolah, jadi tak satupun selain Riana dan Bumi dan Dion yang tahu kalau mereka adik dan kakak, bahkan seringnya Kevin dan Cherry dirumorkan sebagi sepasang kekasih.
Itu sangat menguntungkan seperti disaat ini, meskipun gosip itu sudah merebak tapi tak ada yang menyangka bahwa pemantik amarah Kevin dan Bumi kepada Dion, adalah dirinya.
Jam istirahat pun tiba, Cherry ijin pada Riana untuk pergi ke bukit belakang sekolah.
"Ri kalau gue kebablasan tidur jemput ya." Pinta Cherry sebelum pergi.
"Lo Yakin gamau gue temenin"
"I need a space Ri" Ucapnya
"Baiklah." Kata Riana walau dengan perasaan was was, tampak jelas mata Cherry yang sembab.
Akhirnya mereka berpisah, Riana ke Kantin, sedangkan Cherry pergi ke Bukit Belakang Sekolah membawa kotak bekal yang memang dibawanya dari rumah.
Bukit itu bukan tempat yg luas, hanya sebuah bukit berumput hijau dengan beberapa pepohonan dan sebuah Ayunan kecil yang Cherry dan Riana buat sendiri, juga ada banyak bunga yg juga Cherry dan Riana yg menanamnya, mereka berdua memang menjadikan Bukit itu sebagai base camp dan tempat healing saat di sekolah.
Anak anak yg lain tidak tertarik dengan bukit itu, jadi Cherry dan Riana hampir tak pernah bertemu dengan siapapun disana.
Kenapa bisa begitu, tentu saja alasannya karena rumor tak berdasar, rumor itu membuat anak anak yang lain sangat takut dengan hutan dan bukit belakang sekolah, kabarnya dulu ada seorang siswa yg bunuh diri di hutan lalu di kuburkan di bukit belakang sekolah.
Sungguh cerita yang bagi Cherry dan Riana hanya sebuah rumor tak berdasar.
Cherry berjalan perlahan melewati pepohonan, dedaunan kering berserakan, hutan ini tak terurus sama sekali, padahal hutan ini cukup estetik dan indah, vibesnya seperti sedang ada di dunianya Edward Cullen dan Bella Swan, tak lama berjalan menanjak Cherry sampai di Bukit belakang sekolah, di Bukit Cherry melihat seseorang sedang duduk di rerumputan, ia memakai seragam sekolah yang sama dengan Cherry, tentu saja Cherry mengenalinya.
Di bawah sinar matahari siang, sosok lelaki itu tampak seperti pahatan sempurna. Blasteran Belanda-Indonesia mengalir di setiap inci tubuhnya. Kulitnya berwarna cokelat terang, seperti kopi susu, dengan jejak-jejak sinar matahari yang menambah kesan maskulin. Rambutnya cokelat tua, disisir rapi, membingkai wajahnya yang proporsional.
"Dion..."
Dion menoleh mendengar asal suara yang memanggilnya. Ia berdiri dan menghampiri Cherry, Alisnya berkerut. "Cherry, maafin aku " Kata Dion lirih penuh penyesalan.
"Maaf kamu udah basi Di, kali ini aku udah bener bener muak." Ujar Cherry menahan pedih dihatinya. Wajah cantiknya tampak sangat murung dan lesu.
"Aku bener bener nyesel, kali ini aku bener bener sadar udah nyakitin kamu, tolong maafin aku." Pinta Dion.
Cherry tersenyum sinis, bibirnya bergetar, iya menarik nafasnya kemudian berkata "Waktu kamu mesra mesraan sama mantan kamu, dan kamu mengabaikan aku demi mantan kamu itu, apa kamu pernah takut hari ini terjadi, hari dimana aku gak akan bisa kamu rayu lagi, dari awal kamu emang gak pernah sesuka itu sama aku Dion, aku terlalu bodoh untuk selalu maafin kamu."
Tetesan air mata mulai tumpah membasahi pipi Cherry, emosinya meluap, ia berusaha menahan dirinya tapi gagal.
"Baru kali ini aku sesuka ini sama cowok, dan itu kamu Di, tapi kamu juga yang nyakitin aku, kamu yang selalu mainin perasaan aku, kamu gak pernah mau hubungan kita ke publish, kamu pura pura gak ada hubungan apa apa sama aku, sekarang kamu minta aku maafin kamu? Egois." Segala kata yang selalu Cherry pendam akhirnya terucap dengan lancar.
DEG!!! Perasaan sakit yang menusuk terasa sangat nyata memenuhi hati Dion, kata kata yang Cherry ucapkan menusuk tepat di hatinya, ternyata Dimata Cherry dirinya kini sebajingan itu.
Dion tertunduk lesu sepertinya mau beralasan apapun Cherry tak akan menerimanya.
"Aku harus apa biar kamu maafin aku Cherry, aku mohon kasih aku kesempatan, sekali lagi aku mohon."
Dion mengusap air mata yang mengalir di pipi Cherry. Namun Cherry menepisnya. "Lepasin" ucapnya.
"Waktu kamu ketauan jalan sama Arin, aku udah kasih kamu kesempatan sekali lagi Dion, aku udah janji sama diriku sendiri, kalau terulang lagi aku gak akan mau maafin kamu lagi, kali ini kamu udah bener bener keterlaluan Dion, kamu ciuman sama dia, kamu bahkan ciuman di tempat umum, aku tau aku gabisa kasih kamu ciuman mesra, atau physical touch lainnya, tapi kenapa kamu harus lakuin itu saat masih pacaran sama aku Dion, kenapa kamu gak putusin aku, kenapa gak bilang kalau kamu masih sayang dia, seakan kamu sayang sama aku, kenyataannya kamu nusuk aku dibelakangku, maaf kamu udah gak berlaku lagi sekarang." Kata Cherry sambil menahan sesak di dadanya.
Dion terdiam tak mampu berkata kata, baru kali ini Cherry benar benar tak mau mendengar permintaan maafnya. Dion merasa ada kekosongan dalam hatinya. Apakah benar dia mulai sangat menyayangi Cherry, apakah perasaan ini lebih dari sekedar sayang, sepertinya Dion sudah benar benar salah langkah dan terlalu jumawa.
Cherry menghela nafas panjang kemudian berkata "Kita berakhir disini Dion, aku minta kamu tinggalin aku sendirian."
"Aku gak terima" Sela Dion. "Mau kamu bilang kita udahan, atau apapun, bagi aku itu gak berlaku Cherry, aku janji setelah ini aku bakal akuin kamu, aku bakal tunjukin kamu di medsos aku, aku gak akan ladenin cewek cewek lain, dan juga Lulu, aku janji"
Cherry terdiam air matanya menetes lagi, ia mengepalkan tangannya menahan gejolak perasaan tak nyaman dalam hatinya, sejujurnya ia masih sangat menyukai Dion, namun kali ini ia benar benar sudah muak dan sudah bosan mengalah.
Gimana Dion nggak jadi tukang selingkuh?!
Lah ternyata bokapnya aja kayak begitu... 🗿🗿🗿
Itu tiap satu bulan, gonta-ganti terus dong?!
Ya Salaam... 🗿🗿🗿