Jingga membuka mata, kembali ke masa sebelum tragedi besar menimpa keluarga Amazon.
Kali ini, tidak ada lagi gadis lugu yang mudah dimanfaatkan, matanya penuh dendam dan kebencian.
Hanya ada satu hal, Balas Dendam!
Mari kila mulai permainannya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. Menonton pertunjukan
"Cepat! Nanti bengkaknya makin parah," kata Jingga sambil meringis.
"Baiklah," Arga mengangguk, segera menggendong Jingga masuk ke rumah.
Mereka pun pergi ke kamar Jingga, membantu Jingga berbaring di kasur.
"Aku akan menyuruh pelayan mengompres lukamu,' kata Arga.
"Ok," jawab Jingga tersenyum.
"Beristirahatlah Kak, aku masih harus mengurus sesuatu," ucap Tasya mengikuti Arga keluar kamar.
Begitu pintu kamar di tutup, Tasya langsung memeluk Arga.
"Kak Arga, tadi itu... Aku sangat cemburu tahu!" gerutu Tasya sambil memonyongkan bibirnya.
Arga membalas pelukan Tasya, menunduk menatap wajah manja Tasya yang menggemaskan.
"Untuk apa kau cemburu? Kau jelas tahu aku hanya menyukaimu saja. Seumur hidupku hanya akan mencintaimu!" kata Arga dengan lembut mencubit pipi Tasya.
"Tapi kau bilang akan menikahi Jingga jika di hari upacara kedewasaan nya dia memilihmu untuk dinikahi," kata Tasya dengan muka sedih.
"Jangn konyol! Aku tidak akan pernah menikahinya. Tahanlah dua minggu lagi, aku akan membuktikan ucapanku padamu," ucap Arga.
"Memangnya apa yang akan kau lakukan?" tanya Jingga.
"Hari itu, aku kan membuatmu menjadi pewaris tunggal keluarga Amazon," kata Arga.
"Hah?" Tasya bersemangat, "benarkah? Tapi bagaimana caranya?" tanya Tasya.
"Aku akan memberitamu, tapi sekarang, bukankah kamarmu kosong?" tanya Arga sambil merramas lembut benjolan kenyal di bawa pinggang Tasya.
"Ah,,," Tasya meringis manja, "kak Arga nakal, ini masih di depan pintu kamar Kak Jingga, bagaiman kalau dia mendengar kita," kata Tasya.
"Heh, memangnya apa yang bisa ia lakukan?" Arga menunduk mendapatkan bibir Tasya dengan rakus, menjulurkan lidahnya dan bermain di tempat basah itu dengan lincah.
Tangannya bergerak di paha Tasya, mengelus plan bagian dalam gaun Tasya, ia mengabsen satu per satu titik sensitif Tasya tanpa peduli dimana mereka berada.
"Ah,,, kak, ayo pindah ke kamarku," ucap Tasya dengan suara seksinya, ia memeluk erat leher Arga, menempelkan tubuhnya erat-erat ke tubuh Arga.
"Ayo sayang," Ucap Arga menarik kedua kaki Tasya melingkar di pinggangnya, lalu membawa perempuan itu menuju kamar Tasya.
Suara kenikmatan yang penuh gairah segera membanjiri kamar Tasya, terdengar sampai ke depan pintu hingga membuat para pelayan merasa merinding sekaligus jijik dengan tingkah dua orang itu.
"Si pelaccur itu bereaksi lagi."
"Miliknya terlalu gatal, jadi tak tahan kalau tidak di garuk barang sehari saja!"
"Iyyuh... Jadi perempuan kok kelakuannya memalukan begitu, ditiduri dua pria sekaligus, apa tidak bengkak punyanya itu ya!"
"ha ha ha... Biar bengkak yang penting puas! Puas di bawah, puas juga di kantong!"
"Cuih! Paling-paling nanti di tinggalkan saat sudah bosan. "
"Tapi kasihan Nona muda, dia sama sekali tidak tahu apa pun."
"Begitulah kalau terlalu bodoh dan lugu. Memangnya selama ini kita kurang apa memperingatkannya? Bukankah dia tidak pernah percaya? Ya sudah, biar dia sadar stelah menyesal nanti!"
Dari kamarnya, Jingga menonton semua pertunjukan lewat kamera CCTV yang terhubung ke ponsel rahasianya.
"Dasar, kalian membuat aku semakin mudah menyingkirkan kalian di dua minggu lagi!" kata Jingga segera menyimpan rekaman Video itu ke beberapa perangkat yang sudah ia siapkan.
Tak lupa pula mengirimnya pada Asisten Rama agar di siapkan untuk pertunjukan besar nanti.
"Hah... Aku tidak sabar melihat wajah lucu kalian nanti," Kak Jingga penuh semangat.
Notes: Jingga punya dua ponsel.