🚧🚧🚧🚧Bocil di larang mampir🚧🚧🚧🚧
🔥🔥🔥Area 18 +++😂
#Di sarankan membaca Wanita Ranjang Mr. Zee terlebih dahulu agar ngakaknya kuadrat😂
Tiba-tiba harus menikah di usia muda saja sudah membuat semua planning hidup Anne MAry yang begitu perfect harus menjadi berantakan. Hal ini semakin buruk saat pria yang menjadi suaminya itu adalah mahasiswa yang paling tulalit di kelas nya, tentu membuat Anne merasa sangat sangat frustasi. Anne benar-benar merasa tuhan sedang bermain-main dengan garis tangan nya.
"Kenapa nasib ku begitu buruk?"Seru Anne sambil menegak wine itu di depan sepupu nya Elka. "Aku mencintai kakaknya, tapi kenapa kini malah terjebak dengan adik nya yang tulalit itu?" Ujar Anne dalam keadaan mabuk.
Andaikan malam itu Anne tidak memutuskan untuk pergi minum-minum usai mengetahui istri pria yang dicintainya hamil maka semua ini tidak perlu terjadi.
"Kenapa tuhan tidak membiarkan ku memilih? Paling tidak jika aku tidak bisa bersama pria yang aku cintai, aku bisa bersama dengan dokter jenius yang brilian itu! Bukan malah dengan mahasiswa tulalit seperti si pucuk daun cabe itu!" Teriak Anne Frustasi meratapi nasib nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak UPe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 23
#Yang belum vote.. boleh Vote dulu biar kak UPe semangat nulis nya...
📢:::::: Happy reading
Hari sudah menunjukkan pukul Sembilan malam saat Anne Mary terbangun karena bunyi ponsel yang tidak ada henti-hentinya dari tadi.
Anne melihat ke arah ponsel itu dan tertulis Raya.
Sebenarnya Anne berharap Denis lah yang menelpon nya, ya paling tidak mengabari Anne dimana Denis berada.
Untuk saat ini, Anne masih mengira semua perasaan risau yang dimiliki nya untuk Denis hanya perasaan gelisah terhadap seorang adik kecil. Anne belum menyadari kalau dia memilik perasaan lain terhadap pria itu sebab yang ada di dalam pikiran Anne saat ini hanya Mr. D. Pria yang dia kagumi setelah Zayden Hardata.
Anne pun akhirnya mengangkat telpon itu.
"Ya Raya..." Ujar nya dengan suara yang masih mengantuk.
"Anne!! Kau itu dimana???" Seru Raya dengan nada kesal.
"Aku? Aku di rumah, tidur. Ada apa? " Tanya Anne bingung.
"Astaga Anne Mary! aku menelpon mu hampir empat jam dan kau ternyata tidur?!!" sentak Raya yang tidak percaya ternyata Anne malah asik tidur saat Denis sedang di rawat di rumah sakit.
"Wait. ... Raya! disini aku klarifikasi sesuatu dulu pada mu!! Aku itu baru tidur satu jam ini, dan tiga jam lainnya itu aku tidak dengar kau menelpon ku." Jelas Anne Mary.
"Oke..! Kalau sekarang juga kau harus ke rumah sakit sebab Denis tertembak." ujar Raya yang berhasil membuat tangan Anne Mary gemetar.
"Anne!! Anne!! Kau masih di situ??" Teriak Raya dari dalam telpon.
"Ya.. yaa! Aku masih disini Raya!!" Jawab Anne dengan perasaan tak menentu.
"Lekas kemari Anne! Kami semua di rumah sakit saat ini." Ujar Raya dan mematikan telepon itu.
Anne langsung bergegas mencuci muka nya dan mengganti baju nya. Lalu pergi menuju rumah sakit
☘️☘️☘️
"Raya ..Denis mana?" Tanya Anne yang sedang berada di depan pintu ruangan operasi.
Anne yang mendapat kabar hanya tentang Denis mengira Denis lah yang ada di dalam ruangan operasi itu.
"Denis sudah di pindahkan ke ruangannya." Jawab Raya lemah, sebab yang sedang di tunggui nya kini ia lah suaminya, Zayden Hardata yang baru menjalani operasi pasca kejar kejaran mobil dengan Delka dari laboratorium itu.
Mobil Zee yang sedang mengejar mobil Delka terpaksa harus banting stir ke kiri guna menghindari truk yang datang dari arah muka usai hampir menabrak mobil Elka yang akhirnya jatuh ke dalam tebing dan meledak.
Ini sudah hampir empat jam Zee di dalam ruang operasi itu. Tapi belum ada tanda-tanda bahwa operasi itu akan segera usai.
"Lalu siapa yang kau tunggui..." Tanya Anne, yang sebenarnya sudah bisa menebak siapa di dalam ruangan operasi itu dari raut wajah cemas Raya.
"Zee.. mobil nya mengalami kecelakaan. Cerita nya sangat panjang Anne, tapi sebaiknya kau lihat keadaan Denis dulu. Dia juga terluka. Pergilah.Dia pasti sangat ingin kau ada disampingnya saat ini." Ujar Raya.
"Dia ada di kamar Venus 27." ucap Raya memberitahu nomor kamar Denis pada Anne.
Anne mengangguk dan akhirnya menuju kamar Denis.
Anne sengaja mengambil jalan yang dengan rute tidak biasanya menuju kamar Denis sebab dia ingin mengambil sekotak coklat di dalam laci meja kerja untuk dia berikan pada Denis.
Tapi alangkah terkejutnya Anne saat melihat pria yang mengantarkannya ke kamar Mr. D semalam keluar dari kamar Denis.
"Pria itu .." Gumamnya sambil bersembunyi di balik dinding persimpangan arah ke kamar Denis.
Otak Anne jadi berpikir keras. Segala kemungkinan muncul di kepalanya, dan kemungkinan paling kuat ialah....
Anne menyipitkan matanya.
Dalam kepalanya kini ada sebuah kesimpulan yang masih belum bulat sempurna yang sangat memerlukan banyak bukti untuk membuktikan bahwa ada yang Anne pikirkan ini adalah benar.
Setelah lima belas menit Anne pun masuk ke kamar Denis.
"Hai.. " Sapa Anne sambil tersenyum.
"Anne? Hai... " balas Denis menyapa Anne.
"Bagaimana kau bisa tahu aku ada disini?" Tanya Denis sambil ingin duduk.
"eeit! kau guling saja..Raya bilang bahu mu tertembak." ucap Anne sambil melarang Denis untuk duduk.
Anne memegang lengan Denis lalu tiba -tiba meraba wajah Denis.
"Wajah ini..." Gumam Anne dalam hati semakin yakin.
"Anne! Apa yang kau lakukan?" Seru Denis tidak paham mengapa Anne tiba-tiba meraba wajah nya.
"Aaah...aku ingin memeriksa apakah kau demam setelah terluka tadi. Beberapa orang ada yang mengalami demam sebagai reaksi tubuh nya jika dia tidak bisa menahan rasa sakit yang begitu kuat." Kilah Anne yang tetap berusaha sebisa mungkin terdengar logis.
"Benarkah?" tanya Denis yang terdengar ragu.
"Tentu saja! nanti di semester atas kau akan mempelajari hal itu di kampus." Jawab Anne asal.
"Lalu kau terluka di mana Denis? di sini?" tunjuk Anne pada bahu Denis.
"Ya.. disini." Tunjuk Denis pada bahu nya.
"Boleh aku lihat.." tanya Anne.
"aaah...tidak usah Anne..Ini sakit sekali. Sulit untuk di gerakkan." Tolak Denis halus.
"Benarkah?" Tanya Anne Mary yang masih tetap berjalan mendekati Denis.
"Aku ini dokter Denis..Kau tidak perlu khawatir, aku tahu di bagian mana harus menyentuh mu agar tidak terasa sakit." Paksa Anne.
Anne ingin melihat apakah luka itu masih ada atau tidak sana.
"Tidak perlu Anne. Sungguh ini sangat sakit. " Denis terus menolak Anne Mary. Bagaimana tidak, Denis sangat takut kalau sampai Anne melihat luka pasca operasi nya sudah mengering karena obat yang dipasangkan oleh William tadi.
Denis yang sangat tidak tahan akan rasa sakit itu memang sudah meminta Willian untuk membawakan obat mujarab hasil penelitian nya.
Denis bahkan mengatur orang nya lah yang akan menjadi perawat nya selama di rawat di rumah sakit ini.
"Aku ini istri mu Denis! Dan aku juga seorang dokter. Paling tidak biarkan aku mengecek luka mu parah atau tidak." Ucap Anne, sambil melipat tangannya.
"Sungguh tidak perlu Anne. Tadi dokter sudah menangani ku dengan baik.heem...hari sudah sangat malam, sebaiknya kau pulang saja." Ujar Denis.
"Kau mengusir ku?" Seru Anne sambil menyipitkan matanya.
"ha? bukan!! bukan begitu!! Heeem...maksud ku! Hari sudah malam. Dan besok kau kan harus masuk kerja di rumah sakit dan universitas. Jadi sebaiknya kau pulang dan beristirahat saja." Jawab Denis tergagap gagap. Dia tidak boleh membiarkan Anne Mary berada di kamar ini bersama nya.
Apalagi kalau sampai Anne Mary yang merawat nya langsung selama dia terluka. Bisa-bisa kedok Denis bisa terbuka.
"Oo... kau khawatir tentang hal itu?!" ucap Anne Mary sambil tersenyum.
"Jangan khawatir suami ku, aku ini sudah biasa tidur di rumah sakit pada malam hari bahkan sampai pagi lalu masuk kerja lagi dan pergi mengajar ke universitas setelah itu. Aku sudah menjalani hal ini ratusan kali. Jadi percayalah tidak ada hal yang perlu kau khawatir kan." Tukas Anne sambil tersenyum membuat Denis menelan salivanya.
"Apa yang sebenarnya terjadi pada Anne Mary? Apakah karena diri ku terluka maka nya dia menjadi sangat perhatian begini? atau apakah ada hal lain?"
Denis menjadi sangat takut melihat Anne Mary yang berubah drastis.
"Baiklah.. aku akan ambil bantal dan selimut ku di kantor." Ujar Anne Mary yang langsung di cegat oleh Denis.
"Anne! Kau serius mau tidur disini? Tapi untuk apa?" tanya Denis yang berupaya menutup rasa panik nya.
"Ya untuk menjaga mu!" jawab Anne dengan santainya.
"Tapi kan ada perawat, Anne?" Desak Denis.
"Apa perawat itu istri mu?" Anne Mary balik bertanya.
Denis sudah kehabisan akal. Dan berkata,
"Kalau kau memang memaksa untuk tidur disini, ya sudah ...kau tidur saja di ranjang ini bersama ku. Bukan kah aku sudah bilang kita akan menghabiskan malam pertama kita di saat umur ku 18 tahun dan itu tinggal 2 jam lagi saja." tukas Denis dengan wajah polosnya. Denis merubah taktik nya.
Dalam pikiran Denis kalau tidak dapat di usir ya sudah di peluk saja sekalian.
"Cepat!! kemari lah jika kau memang sangat ingin menjaga ku!!!"
Melihat Anne Mary yang tidak bergerak sama sekali, Denis mendapat ide di dalam pikirannya yang Genius itu.
Denis ingat saat dia bermain dengan bayangan nya sewaktu kecil.
Saat dia berlari, bayangan itu selalu mengejarnya, tapi saat dia ingin menangkap bayangan itu, bayangan itu malah menjauh.
Saat ini diri nya dan Anne Mary persis seperti bayangan. Semakin Denis menghindar, Anne Mary semakin kekeuh berada disisinya. Sekarang Denis akan menggunakan ilmu bayangan yang kedua, dia ingin melihat apakah Anne akan seperi bayangan yang jika ingin kita tangkap dia malah menjauh.
"Apa lagi yang kau tunggu Anne! Kemari lah tidur di sebelah ku saja." pinta Denis dengan yakin.
Tapi ada satu hal yang Denis tidak tahu bahwa dalam pikiran Anne saat ini hanya satu, Anne ingin membuktikan hipotesis milik nya.
Dan satu hipotesis sudah terbukti. Anne Mary hanya perlu membuktikan hipotesis nya yang lain sebelum membuka kedok laki-laki ini.
Anne berjalan mendekat ke arah Denis dan membaringkan diri nya tepat di samping Denis dengan menatap lurus ke mata Denis, membuat pria ini kelagapan sendiri karena ulah Anne Mary yang tidak sesuai dengan prediksi nya.
"Kalau Anne Mary disini terus bagaimana cara nya aku keluar dari kamar ini?" pikir Denis panik.
☘️☘️☘️☘️☘️
😏😏😏Mr..D Jantung, jantung masih aman Bro???"
Ayahnya Raya = Mr B jg
Sempat bingung.....