Di Benua Tianxu, setiap orang terlahir dengan kemampuan menyerap Qi untuk berkultivasi. Namun Xiao Yun, bocah yatim dari Desa Kabut, lahir tanpa memiliki Qi sedikit pun dan hidup sebagai bahan hinaan seluruh desa.
Setelah kakek angkatnya meninggal, Xiao Yun bertahan hidup seorang diri dengan mencari tanaman obat di Hutan Terlarang. Hingga suatu hari, sebuah kecelakaan membawanya ke Lembah Iblis — tempat ia bertemu roh petapa kuno bernama Luo Hai.
Tanpa disadari siapa pun, di dalam tubuh Xiao Yun tersegel kekuatan kuno bernama Nadi Kekosongan, kekuatan terlarang yang bahkan ditakuti langit.
Dari bocah tanpa Qi yang dipandang sampah, Xiao Yun memulai perjalanan untuk mengguncang dunia kultivasi.
{ Update setiap hari }
Mohon dukungannya 👍🏻⭐🔁
Terima kasih 🙏🏻
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.20 — Benua Tianxu
Luo Hai dapat melihat kebingungan yang masih tersimpan di wajah muridnya. Ia tersenyum tipis sebelum kembali menjelaskan.
"Pegunungan Tulang Naga berada di dalam wilayah Kerajaan Yan Utara."
"Tempat itu merupakan salah satu kawasan paling kuno di kerajaan tersebut."
"Menurut berbagai catatan yang masih tersisa, wilayah itu telah ada jauh sebelum Kerajaan Yan Utara didirikan."
"Banyak orang mengatakan bahwa di sanalah naga-naga purba pernah gugur pada masa yang bahkan tidak lagi tercatat dalam sejarah."
Mendengar penjelasan itu, rasa penasaran di mata Xiao Yun semakin bertambah. Semakin banyak ia mengetahui dunia luar, semakin ia menyadari betapa sedikit pengetahuan yang dimilikinya.
Melihat reaksi muridnya, Luo Hai kembali melanjutkan.
"Namun kau harus memahami satu hal terlebih dahulu."
"Jangan mengira bahwa Pegunungan Tulang Naga hanyalah sebuah gunung biasa. Begitu pula dengan Kerajaan Yan Utara."
"Dunia yang akan kau masuki nanti jauh lebih luas daripada apa pun yang pernah kau bayangkan selama tinggal di Desa Kabut."
Xiao Yun mendengarkan setiap kata dengan penuh perhatian.
Luo Hai mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah pegunungan yang tampak samar di kejauhan.
"Desa Kabut yang selama ini kau anggap sebagai dunia yang luas sebenarnya hanyalah sebuah titik kecil di tepi Hutan Terlarang."
"Jika dibandingkan dengan Kerajaan Yan Utara, desa itu bahkan nyaris tidak berarti."
"Di dalam wilayah kerajaan tersebut terdapat ratusan kota besar, ribuan kota kecil, serta desa-desa yang jumlahnya mencapai puluhan ribu."
"Bahkan ratusan atau ribuan Desa Kabut sekalipun masih dapat ditampung di dalam wilayahnya."
Mata Xiao Yun perlahan membesar.
Selama hidupnya, ia tidak pernah meninggalkan Desa Kabut. Baginya, hutan yang mengelilingi desa saja sudah tampak tidak berujung. Kini Luo Hai mengatakan bahwa tempat kelahirannya hanyalah bagian yang sangat kecil dari sebuah kerajaan.
Sulit baginya membayangkan ukuran dunia seperti itu.
Luo Hai tersenyum kecil melihat ekspresi muridnya yang dipenuhi keterkejutan.
"Itu baru sebuah kerajaan."
Nada suaranya menjadi sedikit lebih dalam.
"Padahal Kerajaan Yan Utara sendiri hanyalah salah satu kerajaan di wilayah utara Benua Tianxu."
"Masih ada banyak kerajaan lain yang memiliki wilayah sama luasnya, bahkan ada pula kekaisaran yang menguasai daerah jauh lebih besar daripada Kerajaan Yan Utara."
Xiao Yun menarik napas perlahan.
Semakin banyak ia mendengar, semakin kecil dirinya terasa.
Namun Luo Hai belum berhenti.
"Benua Tianxu adalah dunia yang sangat luas."
"Banyak kultivator menghabiskan seluruh hidup mereka untuk menjelajahinya, tetapi hingga akhir usia mereka masih belum mampu melihat seluruh penjuru benua."
"Ada pegunungan purba yang tidak pernah dijamah manusia, lautan luas yang bahkan para ahli pun enggan memasukinya, hutan-hutan kuno yang menyimpan Binatang Iblis mengerikan, serta wilayah-wilayah rahasia yang hanya muncul sekali dalam ratusan atau ribuan tahun."
Tatapan Xiao Yun perlahan berubah.
Dunia yang dahulu hanya terdiri dari Desa Kabut dan Hutan Terlarang kini seolah berkembang tanpa batas di dalam pikirannya.
Luo Hai kemudian melanjutkan penjelasan mengenai para penguasa dunia kultivasi.
"Di Benua Tianxu berdiri berbagai sekte kuno yang telah bertahan selama ribuan bahkan puluhan ribu tahun. Setiap sekte memiliki warisan, teknik kultivasi, dan para ahli yang sangat kuat."
"Selain sekte, masih ada pula klan-klan kuno yang mewariskan kekuatan mereka melalui garis keturunan selama banyak generasi."
"Beberapa di antara mereka bahkan mampu memengaruhi keseimbangan seluruh wilayah."
Roh tua itu kembali menunjuk ke arah langit biru yang membentang di atas mereka.
"Ketika kekuatan seorang kultivator mencapai tingkat yang benar-benar tinggi, berjalan di udara bukan lagi sesuatu yang mustahil."
"Mereka mampu terbang melintasi langit, melintasi ribuan li hanya dalam waktu singkat, menghancurkan gunung dengan satu serangan, membelah sungai hanya dengan ayunan tangan, bahkan mengubah jalannya sebuah peperangan seorang diri."
Mendengar penjelasan itu, Xiao Yun tanpa sadar menelan ludah.
Selama ini ia menganggap Luo Hai sudah merupakan sosok yang sangat luar biasa. Namun setelah mendengar semua cerita tersebut, ia mulai menyadari bahwa dunia kultivasi ternyata jauh lebih luas daripada apa yang dapat dibayangkannya.
Beberapa saat lamanya tidak ada seorang pun yang berbicara.
Xiao Yun hanya berdiri memandang ke arah utara.
Di balik pegunungan yang membentang di kejauhan, masih ada Kerajaan Yan Utara.
Di balik Kerajaan Yan Utara, masih ada wilayah-wilayah lain yang belum pernah didengar oleh penduduk Desa Kabut.
Di balik semua itu, tersembunyi delapan altar lain yang menunggu kedatangannya.
Perlahan kedua tangannya mengepal.
Matanya yang semula dipenuhi keterkejutan kini berubah menjadi penuh tekad.
Ia memecah keheningan dengan suara yang mantap.
"Guru."
Luo Hai menoleh.
"Hanya ada sembilan altar warisan, bukan?"
"Benar."
Luo Hai menganggukkan kepala.
"Sembilan altar merupakan inti Warisan Nadi Kekosongan. Kau telah memperoleh pengakuan dari Altar Pertama."
"Masih ada delapan altar lain yang tersebar di berbagai penjuru Benua Tianxu."
Xiao Yun mengangkat pandangannya ke arah langit yang cerah.
Sorot matanya dipenuhi keyakinan yang tidak lagi sama seperti bocah lima tahun yang pertama kali memasuki Lembah Iblis.
"Kalau begitu, suatu hari nanti aku akan menemukan semuanya."
Nada suaranya terdengar tenang, tetapi mengandung keteguhan yang tidak dapat digoyahkan.
"Aku akan mendatangi setiap altar itu satu per satu, memperoleh seluruh warisan yang ditinggalkan para pendahulu, mencari tahu siapa musuh yang telah memburu para pewaris selama ribuan tahun, dan membuka seluruh rahasia Nadi Kekosongan."
Luo Hai memandang muridnya cukup lama.
Perlahan senyum tipis muncul di wajah roh tua itu.
Di balik tubuh kecil Xiao Yun, ia melihat semangat yang pernah dimiliki para kultivator besar pada masa mudanya.
"Itulah tekad yang seharusnya dimiliki oleh seorang kultivator sejati," ucap Luo Hai dengan suara penuh kepuasan.
"Tidak peduli seberapa luas dunia ini, tidak peduli seberapa tinggi langit di atas kepalamu, seorang kultivator tidak boleh berhenti melangkah."
"Selama hatimu tetap teguh, jalan menuju puncak Dao akan selalu terbuka."
Xiao Yun menganggukkan kepala dengan mantap.
Di hadapannya terbentang perjalanan yang panjang, penuh bahaya, dan dipenuhi misteri yang belum terpecahkan. Namun sejak saat itu, langkahnya tidak lagi dipenuhi keraguan. Bersama Luo Hai, ia mulai berjalan meninggalkan Hutan Terlarang menuju dunia luar yang selama ini hanya hidup di dalam cerita para pengembara. Sementara itu, jauh di utara Benua Tianxu, Pegunungan Tulang Naga yang menyimpan Altar Kedua masih terdiam dalam kesunyian, seolah telah menunggu kedatangan Pewaris Kesepuluh sejak ribuan tahun yang lalu.
...BERSAMBUNG...
Yun ada kaitannya sama tokoh sblm nya nggak sih?