Apa jadinya jika pahlawan elit Rank-A meregang nyawa di dasar Dungeon hanya karena menenggak sebotol air garam?
Di dunia yang memuja sihir tempur, Arka hanyalah kuli Porter F-Rank. Nyawanya dihargai lebih murah dari selembar poster promosi Vanguard Guild. Tapi para elit arogan itu melupakan satu hukum mutlak: Jangan pernah merendahkan orang yang memegang kunci gudang obatmu.
Berbekal Skill [Logistics Grid], Arka meretas sistem dari dalam. Dia memanipulasi data manifes, menukar ramuan bernilai miliaran rupiah dengan air garam, dan memutus rantai pasokan tepat saat pasukan elit itu terjebak di hadapan bos monster mematikan.
Tanpa perlu mengangkat pedang, Arka membalikkan hierarki dunia Hunter. Saat Mana mengering dan taring monster mengincar leher, para pahlawan palsu itu dipaksa menangis, berlutut, dan menjual seluruh jiwa mereka hanya demi setetes ramuan dari tangan sang Porter.
Sistem telah diretas. Monopoli Grey Underground baru saja dimulai!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VANDEMIC, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34: Anatomi Jantung Baja
Ruang mesin utama Dewi Andalas bukanlah tempat bagi manusia. Tempat ini adalah perut raksasa baja yang didesain untuk mesin diesel berkekuatan belasan ribu tenaga kuda.
Suhu di area catwalk (titian lantai besi berlubang) melampaui empat puluh lima derajat Celcius. Bau solar mentah, pelumas terbakar, dan logam panas mengaduk isi perut Arka yang kosong. Dengingan di telinga kirinya perlahan mereda, digantikan oleh deru mesin yang sangat memekakkan telinga—suara berfrekuensi rendah yang membuat tulang rusuknya bergetar selaras dengan putaran piston raksasa.
Arka merayap keluar dari bawah jejaring pipa uap. Keringat membanjiri tubuhnya, bercampur dengan debu hitam dan sisa-sisa darah yang merembes dari perban darurat di dadanya. Udara yang sangat panas ini menyiksa luka bakarnya, seakan ribuan semut api sedang menggerogoti dagingnya yang melepuh.
Namun, di dalam neraka bising ini, Arka aman dari pemindai suara atau langkah kaki musuh.
Sambil menyeret kaki kirinya yang kram, ia merambat menuju sebuah ruang kaca berbingkai logam di sudut ruangan mesin. Itu adalah Ruang Kendali Teknisi (Chief Engineer's Booth). Beruntung, saat alarm darurat berbunyi akibat ledakan di ruang medis tadi, seluruh teknisi mesin tampaknya telah dievakuasi atau dipanggil ke geladak atas. Ruangan itu kosong.
Arka membuka pintu gesernya. Suara bising mesin sedikit teredam di dalam sini. Ia menjatuhkan diri ke kursi putar usang di depan meja konsol yang dipenuhi tombol analog dan layar cembung berbendar hijau.
Ia tidak mencari senjata. Ia mencari kelemahan.
Mata Arka menyapu tumpukan kertas, log perawatan, dan gulungan cetak biru (blueprint) fisik yang berserakan di atas meja. Tangannya yang gemetar membuka salah satu cetak biru skema pemipaan lambung kapal.
Sebagai mantan teknisi sistem integrasi, membaca diagram perpipaan industri adalah bahasa ibu bagi Arka. Matanya menelusuri garis-garis biru pada kertas usang itu. Ia langsung mencari rute menuju "Dek Kargo 3"—tempat Sitorus menyimpan tangki "Benih" Living Mana.
"Bingo..." desis Arka dengan napas tersengal.
Di cetak biru itu, ada satu jalur pipa tambahan yang ditandai dengan tinta merah tebal, digambar secara manual di atas cetak biru asli. Pipa itu mengarah langsung ke lambung tengah. Simbol di sebelahnya adalah Nitrogen Cair.
Jika Sitorus mengalirkan nitrogen cair secara konstan dari tangki cadangan ke kargo utamanya, sistem itu pasti menggunakan pompa sentrifugal bertekanan tinggi. Memotong pipanya akan memicu alarm digital seketika, tetapi jika aku menghitung titik kavitasi pada katup manualnya...
BZZZZT!
Sengatan jarum imajiner menusuk lobus frontalnya. Arka terkesiap, menjatuhkan cetak biru itu dan mencengkeram kepalanya yang berdenyut brutal. Mimisan kembali menetes dari hidungnya, menodai meja konsol. Neural Feedback menghukum otaknya yang mencoba memproses kalkulasi tekanan fluida secara instan.
"Berhenti menghitung... gunakan logika dasar," rintih Arka memperingatkan dirinya sendiri.
Ia mengusap darah di hidungnya. Ia tidak perlu menghitung kavitasi. Ia hanya perlu menemukan katup distribusi utama (main valve) dan menutupnya secara fisik. Tanpa nitrogen, suhu kargo Living Mana itu akan naik. Sitorus yang sangat memuja angka dan kestabilan sensor pasti akan panik luar biasa.
Ia melihat kembali ke peta. Katup distribusi utama itu berada di Lorong B-4, tepat di bawah geladak kargo.
Tiba-tiba, getaran di lantai ruang kaca itu berubah ritme.
Arka menoleh dengan cepat ke arah palka besi tempat ia masuk tadi. Melalui dinding kaca ruang kendali, ia melihat roda palka di atas langit-langit ruang mesin mulai berputar terbuka.
Seseorang sedang turun. Bukan hanya satu orang, melainkan tiga pasang sepatu bot taktis berlapis baja mulai menapaki tangga besi yang mengarah langsung ke ruang mesin. Sorot senter taktis menyapu kegelapan di sekitar palka.
"Periksa ruang kendali bawah! Pastikan tikus itu tidak menyabotase generator!" teriak salah satu suara, nyaris tenggelam oleh deru mesin.
Arka tidak punya tempat untuk lari. Pintu keluar utama dijaga, dan mereka sedang berjalan langsung ke arah ruang kaca sempit tempatnya berada sekarang. Ia melirik ke sekeliling meja konsol, tangannya meraih sebuah kunci pas inggris berbahan baja padat seberat dua kilogram, satu-satunya benda keras di sana.
Ia harus keluar dari ruang kendali ini sekarang, atau ia akan dieksekusi tepat di atas kursi teknisi ini.
***
**[AUTHOR NOTE] **Ini yang namanya observasi taktis! Arka akhirnya tahu rahasia kapal ini dengan membaca cetak biru manual di ruang mesin. Dia tahu dia harus menutup katup Nitrogen di Lorong B-4! TAPI, masalah terbesarnya adalah SEKARANG: Tiga tentara bayaran elit bersenjata lengkap turun ke ruang mesin dan langsung menuju tempat Arka sembunyi! Arka sendirian, terluka parah, dan cuma pegang kunci pas! Bagaimana caranya dia lolos dari kepungan di dalam ruang mesin yang bising dan panas ini?!
kalian harus pada baca kawan kawan yang suka manga atau manhwa, please kepada editor mangatoon/noveltoon angkat ini jadi karya di platform ini karena di platform ini banyaknya cerita percintaan perempuan saja
Semangat thoorr😼