NovelToon NovelToon
AKAD TANPA CINTA

AKAD TANPA CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:10.5k
Nilai: 5
Nama Author: 𝐈𝐩𝐞𝐫'𝐒

Di usianya yang masih belia, Amara dipaksa menghadapi kehilangan, penolakan, dan kenyataan pahit, bahwa terkadang dosa orang tua meninggalkan luka bagi anak-anaknya.
Menjadi anak dari seorang yang bersalah, bukan berarti ia harus menanggung hukuman yang sama. Mampukah Amara meyakinkan dunia tentang itu? ketika perempuan yang paling ia cintai, yang dipanggilnya mama telah lebih dulu menjauhinya. Dan di saat hatinya masih porak poranda, Amara dipaksa menikah dengan laki-laki yang berusia lebih dari dua kali usianya.

Yuk ikuti kisahnya, Akad Tanpa Cinta

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝐈𝐩𝐞𝐫'𝐒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 24

Tubuh Abimanyu ambruk di atas Amara setelah bibirnya me-ngerang panjang, ia terkulai lemas dengan pandangan yang mengabur. Puas, nikmat dan lelah bercampur menjadi satu ditubuhnya yang terasa remuk redam. Padahal beberapa saat lalu saat dirinya tengah dalam pendakian tubuhnya terasa baik-baik saja, bahkan jauh lebih baik dibandingkan tadi sebelum memulainya.

Di sisa kesadarannya, Abimanyu menggeser tubuhnya perlahan, untuk melepaskan pusakanya dari Amara.

"Sshhh!" Amara mendesis, remaja yang sudah tak lagi gadis itu terlihat meringis menahan sakit dan perih yang seketika terasa mengoyak sebagian tubuhnya, membuat mata Abimanyu yang sudah hampir terpejam kembali terbuka lebar. "Kenapa?" Tanyanya penasaran.

Mendengar pertanyaan Abimanyu, Amara mendelikkan mata. "Masih nanya, sudah tahu sakit juga perih!" jawabnya ketus kemudian membalikkan badan memunggungi pria yang tadi dengan tanpa sadar lehernya terus dipeluknya erat-erat.

"Perih?" Abimanyu membeo. "Perasaan tadi enggak kenapa pas masih dipakai, cuma pertama aja kan sakitnya sebentar." Ucapnya pelan. Tangannya mengusap punggung Amara perlahan.

"Diam!"

"Maaf."

Huh... Tadi merem melek enggak mau berhenti, sekarang galaknya kayak singa. Gumam Abimanyu membatin, pria itu menghembuskan napasnya yang perlahan mulai normal.

-

-

Fajar perlahan merekah di ufuk timur, membelah gelap yang semalaman menyelimuti langit. Semburat keemasan merambat lembut di antara gedung-gedung tinggi, membawa kehangatan yang perlahan mengusir dinginnya malam.

Embun masih setia menempel di dedaunan, sementara angin pagi berembus pelan, menghadirkan udara yang segar dan menenangkan.

Di kejauhan, hiruk-pikuk kota mulai terbangun. Kendaraan satu per satu memenuhi jalanan bersamaan dengan sang mentari yang perlahan menampakkan dirinya, memancarkan cahaya hangat menerobos jendela-jendela apartemen. Seolah mengajak setiap insan untuk kembali bangun dan memulai perjalanan hidupnya termasuk Amara yang masih terlelap dibuai alam mimpi.

Dering ponsel memekik di atas meja samping tempat tidur, membangunkan Amara dari tidur lelapnya namun tidak dengan Abimanyu. Pria itu tetap lelap, dengan wajahnya yang tenang tanpa terusik.

Dengan malas Amara meraih benda pipih itu tanpa beranjak, setelah dalam genggamannya tanpa melihat nama ia langsung menggeser layar. "Ya halo." Sapanya dengan suara serak.

[Assalamualaikum... Mara sayang! Ini mama nak. Gimana keadaan Abi sekarang, sudah baikan belum? Semalam mama kepikiran terus]

Sapaan lembut dari seberang sana membuka lebar mata Amara, kantuknya seketika hilang. Ia berusaha bangun perlahan menahan sakit di inti tubuhnya. "Iya ma, waalaikumsalam. Udah baikan ma semalam juga, sekarang om Abi nya masih tidur."

Sesaat terdengar bu Halimah mengembuskan napas leganya. [Alhamdulillah kalau begitu. Bilangin Abi harus istirahat yang cukup jangan kerja dulu, juga sarapannya harus bubur, habis ini mama pesenin makanan buat kalian. Kamu juga harus makan dan istirahat teratur, jangan sampai karena mengurus Abi kamu jadi ikutan sakit gara-gara kurang istirahat dan makan]

"Iya ma, terimakasih banyak." Sahut Amara pelan, ia menganggukkan kepala meskipun tahu sang mama mertua tidak melihatnya.

[Ya sudah mama tutup dulu teleponnya, mudah-mudahan setengah jam lagi makanannya sudah datang, terimakasih ya sudah mau merawat Abi... Assalamualaikum]

"Waalaikumsalam." Amara meletakkan asal ponselnya di atas meja, ia menunduk sesaat menatap tubuhnya yang hanya mengenakan pakaian dalam. Tanpa menoleh pada Abimanyu, Amara menarik selimut dan kembali menggulung tubuhnya yang masih terasa letih. Baginya saat ini jangankan untuk beraktivitas, bergerak pun rasanya malas karena seluruh tubuhnya terasa remuk redam terlebih bagian intinya.

Lagi sakit juga tapi tenaganya masih kuat banget, astaga.... Aku enggak mau melakukannya lagi, sakit banget. Tapi orang-orang kenapa kayak ketagihan ya padahal sakit banget, aku sekali saja kapok.

Gumam Amara dalam batinnya, kesal dan lelah bercampur menjadi satu membuatnya kembali merebahkan tubuh dengan posisi memunggungi Abimanyu.

-

Amara menggeliat pelan di atas ranjang. Kelopak matanya terasa begitu berat, seolah masih enggan berpisah dari sisa kantuk yang bahkan belum sempat terbayarkan. Semalaman, tepatnya dari tengah malam ia hampir tak benar-benar tidur. Baru menjelang subuh matanya berhasil terpejam setelah bergulat dengan rasa lelah, cemas, dan berbagai pikiran yang memenuhi kepalanya setelah melayani sang suami untuk pertama kalinya.

Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama.

Ting... tong... Ting... tong...

Suara bel apartemen yang terus berbunyi memecah sunyi pagi. Bunyinya terdengar berulang-ulang, nyaring dan tidak sabar. Seakan orang di balik pintu tak memiliki sedikit pun kesabaran untuk menunggu.

Amara mengernyit pelan. Dengan napas berat, ia membuka matanya yang masih sembap karena kurang tidur. Kepalanya terasa berat, begitupun dengan tubuhnya masih memohon agar bisa kembali merebahkan diri beberapa saat lagi.

Bel itu kembali berbunyi.

Ting... tong... Ting... tong...

Amara menghela napas panjang seraya mengusap kasar wajahnya dengan kedua telapak tangan. Dengan gerakan malas, ia menyingkirkan selimut yang masih menutupi tubuhnya, lalu menurunkan kedua kaki ke lantai. "Sshhh..." Desisnya dibarengi ringisan yang tertahan. Ia memutar leher mencari piyama yang entah dilempar kemana oleh Abimanyu semalam.

Sampai beberapa saat ia menyapukan pandangan di sekitar lantai dan tempat tidur, namun piyamanya tak terlihat hingga akhirnya tatapannya jatuh pada kaos oblong Abimanyu yang teronggok dilantai.

Tanpa berpikir panjang Amara langsung turun perlahan meraih kaos suaminya. Tak butuh waktu lama, kaos Abimanyu sudah melekat longgar di tubuh mungilnya sampai setengah paha.

Sambil merapikan rambutnya yang berantakan dan mengucek kedua mata yang masih berat, gadis yang baru semalam melepaskan kegadisannya itu melangkah perlahan keluar dari kamar menuju pintu apartemen dengan langkah yang setengah diseret menahan perih.

"Siapa sih jam segini pakai datang ke apartemen orang? sudah tahu masih pagi pakai bertamu segala." Sepanjang langkah Amara terus menggerutu, bertanya-tanya siapa gerangan yang datang sepagi itu hingga berani membunyikan bel berkali-kali tanpa henti.

"Iya sebentar!" Serunya setelah bel kembali berbunyi. Amara membuka pintu dengan wajah masamnya. "Mau bertemu siap-"

"Selamat pagi... Dengan mbak Amara? saya kurir mengantar kiriman untuk anda." Seorang laki-laki berdiri memegang dua paper bag cukup besar berlogo resto dan hotel ternama.

Amara menatap pria dihadapannya kemudian beralih pada paper bag. "Kiriman?" Cicitnya bingung. Namun tak lema kemudian perempuan delapan belas tahun tersebut beristighfar. "Astaghfirullah..." Ucapnya mengusap wajah bantalnya. "Ini kan mama yang kirim. Terimakasih banyak mas." Amara mengangguk kemudian tersenyum kaku pada sang kurir, yang langsung membalas dengan anggukkan sopan kemudian berpamitan.

Amara kembali menutup pintu dan menguncinya. "Kenapa aku tu la lit sih? Kan tadi mama sudah bilang mau pesenin makanan, kenapa malah lupa? Bikin malu saja!" gerutunya seraya melangkah menenteng dua paper bag kemudian meletakkannya di meja makan.

-

Jam sudah menunjuk ke angka setengah delapan saat Amara baru selesai membersihkan badan, meski tak lama ia sempat berendam air hangat untuk mengurangi pegal-pegal dan perih dibagian intinya.

Setelah mengenakan pakaian lengkap ia melangkah ke kamar utama hendak membangunkan suaminya. Dengan ragu-ragu tangannya terulur menyentuh kepala Abimanyu, sesaat keningnya mengernyit. "Kok masih panas sih? Apa dia masih sakit?" Ucap Amara kemudian memindahkan tangannya, menyentuh leher Abimanyu lalu ke pundaknya. "Panas juga..."

Amara segera menyibakkan selimut yang menggulung tubuh Abimanyu, berharap panas tubuh suaminya karena disebabkan oleh selimut tebal itu.

"Om, bangun! sarapan dulu." Ucapnya pelan tanpa melepaskan tangannya dari bahu sang suami.

Abimanyu bergumam tanpa membuka mata, kemudian pria itu kembali terdiam.

Amara menghela napas, ada rasa takut yang seketika merayap. Takut Abimanyu semakin parah, terlebih semalam pria itu sangat ugal-ugalan. "Om bangun, sarapan dulu nanti tidur lagi." Ucapnya dipenuhi kekhawatiran. Namun lagi-lagi Abimanyu tak meresponnya.

Pikiran Amara semakin tak karuan, ia akhirnya naik ke atas ranjang mengabaikan rasa sakitnya. "Om... Om, ayo bangun dulu! Jangan kayak gini..." Rengek Amara, raut khawatir terpancar jelas diwajah sayu nya.

"Enghhh...." Abimanyu menggeliat kemudian mengerjapkan matanya perlahan. "Jam berapa ini?" Tanya nya serak.

"Hampir jam delapan, ayo bangun sarapan dulu!" Amara berusaha menarik tangan Abimanyu. "Mama tadi nelepon nanyain om."

Abimanyu tak bergerak, pria itu meringis kemudian mendongakkan wajah. Mata merahnya menatap Amara dalam-dalam. "Kamu enggak kenapa-napa?"

"Hah?!" Mendengar pertanyaan Abimanyu kening Amara mengernyit, namun sesaat kemudian wajahnya langsung memerah seolah baru paham maksud pertanyaan suaminya itu kemana.

"Mara! Kamu ada yang sakit enggak?" Suara serak Abimanyu kembali terdengar menyadarkan Amara dari kegugupannya.

"Apaan sih?" Jawab Amara ketus, raut wajahnya seketika berubah masam.

Abimanyu menghela napas, tubuhnya yang tidak baik-baik saja membuat dirinya cepat lelah dan malas berdebat. Namun hatinya terlalu khawatir pada gadis di depannya itu, karena seringkali mendengar pengalaman pertama bagi seorang perempuan saat berhubungan ba-dan. Tak hanya meninggalkan kesan nik-mat dan nagih tapi juga rasa sakit dan perih yang luar biasa. "Memangnya enggak dengar pertanyaanku?"

Amara mendelikkan matanya, menatap Abimanyu penuh kesal. "Enggak usah dibahas! Lagian mikir aja sendiri."

Melihat kekesalan Amara, Abimanyu bukannya marah. Pria itu malah terkekeh, "padahal semalam kamu kelihatan menyukainya."

"Diam enggak?!" Amara melepaskan tangannya yang memegang lengan Abimanyu, kemudian menghentakkan kakinya turun dari tempat tidur. Namun tak lama kemudian ia seketika mematung merapatkan kedua kakinya sembari meringis.

"Mara!" Abimanyu yang masih tergeletak seketika berusaha bangun, ia duduk beberapa saat di tepi ranjang tanpa bergerak untuk menahan tubuhnya yang hampir limbung. Amara yang melihatnya segera menggeser kaki, menyeret langkahnya mendekati Abimanyu.

"Pelan-pelan! Kalau enggak, duduk saja disitu." Abimanyu menunjuk tepi ranjang di hadapannya.

"Tapi badan om enggak seimbang, nanti jatuh!"

"Enggak akan! Kamu yang lagi kesakitan.." Ucap Abimanyu memelan kemudian....

Brukk.

"Omm!"

1
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Yaaa itu kan sebelum Abi menikah, kalau sekarang setelah menikah ngapain juga menggilai perempuan lain, lebih baik tergila-gila sama istri sendiri.
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Sekarang udah punya guling hidup, yang bikin nyaman, hangat, membuat tidur makin nyenyak😅
Emily
modus x ni om Abi
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Kalau udah punya kegiatan favorit pasti lupa segalanya nihh mantan bujang lapuk😅
Iper: wkwkwk
total 1 replies
M⃟3💋AisyahRendra
gasabar update lagiiii euyy.. makin gemas sm duo A ini 🥰🥰🥰🥰❤️❤️
Jenny kelaut aja buang ke samudera Atlantik 🤣
Iper: waktunya tidur🙄
total 1 replies
M⃟3💋AisyahRendra
bergetar hati bergetaaarr.. 🤣❤️❤️
bergetar dilanda kasmaran ❤️❤️❤️
Abi oh abimanyuu..akhirnyaaa jatuh sejatuh-jatuhnya sudah cintamu untuk Amara 🤣🤣🤣 dan Amaraaa..bentar lagii yaaa sabaar tunggu kejutan Abi yg berikutnya soal perasaan 🥰 ihhh aku kan jadi senyum-senyum gemassss 😍😍
teh lagiii ya tehhh 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 mau bobok beldua lagi soalnyaaa hihiihiiii 😆
Iper: heiii🤧🤧🤧
total 1 replies
🪱ᵘᵄᵟᵘᵎᵓᵄᵓᑕᗴՏᵖˡᵉⁿᵍ𖤝🇳
istri kecilmu udh sukses bikin kamu makin kesengsem kn Biii🤣😅🏃🏃
🪱ᵘᵄᵟᵘᵎᵓᵄᵓᑕᗴՏᵖˡᵉⁿᵍ𖤝🇳
banyak surprise 😕
Iper: mau juga di surprise in?
total 1 replies
🦋⃟🍾⃝ ʜͩᴀᷞᴍͧɪᷠᴅͣ✿᭄ᶥⁱᵒⁿ⚔️⃠ᴸᴷ
Hahhhhhhhhh
siapaaaa ini dateng sekeluarga.

ditunggu bab berikut nya tteh tayankkk🌻
Iper: udah up noh😭
total 1 replies
🦋⃟🍾⃝ ʜͩᴀᷞᴍͧɪᷠᴅͣ✿᭄ᶥⁱᵒⁿ⚔️⃠ᴸᴷ
pelan pelan ommmmm

nanti semoga jd om tua bucin ya🤣
🦋⃟🍾⃝ ʜͩᴀᷞᴍͧɪᷠᴅͣ✿᭄ᶥⁱᵒⁿ⚔️⃠ᴸᴷ
Hehhhh...
sahabat macam apa kau ini?
sahabat dah nikah mau diojok2in sama mantannya😏
🦋⃟🍾⃝ ʜͩᴀᷞᴍͧɪᷠᴅͣ✿᭄ᶥⁱᵒⁿ⚔️⃠ᴸᴷ
Keyyeeeennnnn om tua,
badai apapun nanti kedepannya semoga tetap konsisten dg kata2 ini om tua..
🦋⃟🍾⃝ ʜͩᴀᷞᴍͧɪᷠᴅͣ✿᭄ᶥⁱᵒⁿ⚔️⃠ᴸᴷ
Eaaa
perlahan lahan pikiran om tua isinya istri kecilnya,,
.
lama2 nanti ga bisa jauh2 dr Amara, wkwkwk (menantikan ini)
M⃟3💋AisyahRendra
Tya....
kamu sm Amara sama² perempuan, smg aja suamimu kelak juga baik² aja yaa ga ada sipengganggu, krn semua yg menanam pasti akan menuai hasilnya.
M⃟3💋AisyahRendra
loh loh lohhhh 🙄🙄🙄
siapa yg datang pake satu keluarga segala pula ini.. apakah Jenny dan orang tuanya yaa mau meminang Abimanyu secara kontan 🤣 ohh Tidak bisaaa... tak tutuukk ntar duo melonmu klo macem² yaa Jenn 🙄🤣 tapii klo lain Jenny siapa yaaa 🤔🤔🤔 Teh oneeeeellll jangan digantunggg aku kasih kopiii nih cepet up lagiiii yaaaa ❤️
M⃟3💋AisyahRendra: assseeeeeeekkkkkk❤️❤️❤️❤️❤️❤️
total 8 replies
Mimi Yoh
kenapa langsung wus garam ma kecapnya, nggak dicicip dulu rasanya...lagian kemaren masak sop sama tumis brokoli, rasa kayak apa ya 😁😁
Iper: Kalau masak sop sama brokoli sudah terlatih dia sama mama mertuanya meskipun rasanya entah seperti apa🤣
total 1 replies
Mimi Yoh
itu kan dulu...sekarang mah ada mara yg bisa membuat abi senyam senyum 😄😄
Mimi Yoh
dengerin tuh...malu nggak...
Mimi Yoh
ini nih temen yg ngejerumusin temen..bukannya ngingetin malah jadi setannya..
Iper: Jinnn Dasim dia😭
total 1 replies
Mimi Yoh
lalu..apa urusannya dgn abi...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!