Embun baru saja tamat Sekolah dari Desa, Sehingga dia terpaksa ikut dengan Bu Wina, Warga tetangganya karena dia memang butuh pekerjaan dalam menyambut hidup.
Embun tinggal seorang diri, setelah ibunya meninggal dunia, sejak saat itu dia menghadapi getirnya hidup didunia ini.
Sementara Rido Prasetio adalah Pewaris Talzus Group, dia terus dipaksa nikah oleh sang Ibu, Karena menurut sang Ibu, Usia Rido Sudah sangat Jauh berumur.
Karena merasa kesal dengan ibunya, Rido mengajak teman temannya untuk datang ke Bar, sehingga mereka mabuk dan mengalami kecelakaan beruntun.
Penasaran dengan ceritanya, ayo terus ikuti ceritanya disini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeprism4n Laia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20. Rido Telah Sadar
Rido menggerakan tangannya dengan pelan, dia tidak ingin mengganggu mimpi indah gadis itu yang masih terbang di kahyangan langit ketujuh.
Namun tanpa sengaja dia sudah menyenggol tangan gadis itu, yang membuat sang gadis terganggu mimpi indahnya, sehingga dalam sekejab dia sudah membuka mata, dengan mencari sisa sisa napas embun menggerakan tangannya keatas langit dan mengucek matanya yang masih terlilit dengan air mata.
“kamu siapa sih? Kok kamu ada diatas ranjang tuan muda?” ucapnya dengan santai sambil tangannya masih menggosok matanya yang merah. Dia masih belum sadar siapa pria itu yang sedang duduk diatas ranjang pasien.
Rido masih posisi menghadap lurus kedepan, sehingga embun tidak bisa memindai wajahnya dengan sangat jelas, sehingga dia membual dengan sesuka hatinya.
Setelah hidupnya sudah sepenuhnya kembali dalam dirinya, dia menatap sosok didepannya dengan mata terbelalak, embun kembali mengusap matanya dengan teliti dia masih tidak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya.
“Tu, tuan muda! Apakah anda Tuan Muda saya?” Tanya embun dengan sangat keheranan, yang membuat Rido menatapnya dengan tatapan sedikit kesal.
“Apakah matamu sudah berusia? Sehingga kamu tidak bisa melihatku dengan jelas!” ucap Rido dengan tegas, yang membuat orang yang mendengarnya bagaikan suara raja neraka yang baru saja terbangun.
“ii, iya, iya tuan muda! Sekarang saya bisa melihat dengan jelas, ternyata tuan muda sangat berwibawa sekali kalau pagi pagi ya” sewot embun menjawab perkataan dari sang tuan muda atau sang suami.
“saya mau kekamar mandi, bantu saya untuk ke kursi roda” ucap Rido dengan melihat kearah embun, yang membuat langsung menganggukkan kepalanya.
Embun membantu Rido untuk naik ke kursi rodanya, kemudian dia langsung mendorong Rido menuju kamar mandi rumah sakit.
Berys datang keruangan Rido dirawat bersamaan dengan dokter dan suster, mereka semua terbelalak kaget ketika mendapati ranjang pasien itu dalam kosong.
“Dokter! dimana Tuan Muda kami? Kenapa bisa hilang?” teriak Berys kepada dokter itu, namun dokter itu tidak bisa memberikan jawaban yang mutlak dia hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan sangat cepat.
“Sus, kenapa bisa seperti ini! Cepat kau panggilkan satpam biar dicek CCTV rumah sakit” seru dokter itu kepada suster yang ada disampingnya, saat ini sang Dokter sangat gemetar ketakutan karena dialah yang diutus oleh pihak rumah sakit untuk merawat Rido sampai selesai.
“Mati aku! Kalau sempat terjadi apa apa dengan tuan muda itu, maka tamatlah riwayatku di kota ini, pasti saya di blacklist di seluruh rumah sakit, Sial banget awak!” gerutu dalam hati.
Namun dengan tiba tiba embun mendorong kursi roda masuk kedalam ruangan rawat, berys dan sang dokter langsung memalingkan pandangan mereka ketika mendengar suara kursi roda itu.
Berys dan sang dokter sangat terkejut, ketika mereka melihat Rido yang sedang duduk diatas kursi roda dengan santai dia di dorong oleh embun.
“Tu, tuan muda! Anda sudah siuman?” Tanya Berys dengan sangat senang, sehingga dia langsung berlari kearah Rido yang sedang menatapnya dengan tatapan biasa.
“Yaah. Seperti yang kau lihat! Inilah aku” jawab Rido dengan singkat tapi padat.
‘‘Syukurlah Tuan Muda anda sudah pulih” sahut Berys dengan nada senangnya tiba tiba berubah ketika dia teringat akan dengan sesuatu hal.
Sang dokter langsung memeriksa kondisi Rido “Maaf Tuan Muda! Biarkan saya memeriksa kodisi anda terlebih dahulu”.
Tanpa ada perlawaanan kata kata, Rido langsung bergerak keatas ranjang dengan dibantu oleh embun, namun tindakan embun langsung di hentikan oleh Berys “biarkan saya saja Nyonya”.
Mendengar ucapan Berys barusan membuat Rido mengerutkan keningnya sedikit, namun dia tidak terlalu perduli karena dia sekarang dalam proses pemeriksaan oleh Dokter.
Bersamaan di waktu yang sama, suster kembali bersama dengan satpam, sambil mereka memegang sebuah Laptop.
“maaf Dok! Ini rekaman CCTV tadi yang anda minta” ucap sang suster.
Dokter itu langsung mengalihkan pandangannya kearah sang suster, kemudian dia berkata “sudah tidak perlu lagi sus, karena yang dicari sekarang sudah kembali dengan aman”.
“Oh baguslah kalau begitu” ucap suster itu dengan lirih, namun masih bisa didengarkan oleh orang lain.
Setelah pemeriksaan telah selesai sang doker berkata kepada Rido “Maaf Tuan Muda, sampai saat ini kondisi anda sudah sepenuhnya pulih, terkecuali kaki anda yang mengalami kelumpuhan, itu masih belum menunjukkan tanda apa apa”.
“Apakah saya bisa pulang kerumah hari ini dokter?” Tanya Rido dengan santai tapi sangat tegas.
“Emm.. menurut pemeriksaan saya, Tuan Muda sudah bisa pulang kerumah hari ini, tinggal pengurusan administrasi saja” sahut sang dokter.
“Emm Baiklah, Berys! Kau urus administrasinya di Resepsionis, setelah itu saya mau pulang kerumah” titah Rido kepada Berys yang membuat sang sekretaris langsung OTW melaksanakan perintah itu.