NovelToon NovelToon
Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku

Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Pelakor jahat
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

Jihan Fahira memergoki suaminya selingkuh dengan sahabatnya. saat dia kembali dari rumah sakit. Saat itu suami dan sahabatnya sedang melakukan hubungan yang tidak pantas di dalam sebuah villa.

Saat itu Jihan tewas di tangan suami dan sahabatnya sendiri. Namun keajaiban muncul dalam hidupnya. Dia di beri kesempatan kedua. Jihan kembali hidup ke enam tahun yang lalu.

Kesempatan kedua untuk membalas dendam dan mengubah kembali takdir tragis yang akan terjadi di masa depan.

Mampukah Jihan membalas dendam dan mengubah takdir tragis yang akan menimpanya ?

Follow Ig: Hans_Sejin13.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

2 Hari setelah pemakaman sang ayah. Jihan memutuskan untuk libur selama beberapa hari untuk menenangkan pikirannya.

Jihan termenung menatap Poto mendiang ayahnya. Wajahnya berkaca-kaca saat menatap Poto sang ayah.

"Ayah! Kenapa ayah meninggalkan ku lagi...!" ucap Jihan, dengan kesedihan yang mendalam.

"Maaf kan aku ayah! Seharusnya aku jujur saat itu! Bahwa ayah akan mengalami kecelakaan... Ternyata aku salah, takdir tidak bisa dirubah... Hiks! Hiks!" ucap Jihan, matanya berkaca-kaca dan tanpa sadar air mata mengalir dengan sendirinya.

Jihan tidak bisa mengubah takdir ayahnya. Tubuhnya gemetar saat mengetahui bahwa takdir buruk akan terulang kembali.

Setelah merasa lebih tenang. Jihan memutuskan untuk pergi ke taman yang sering dia kunjungi bersama dengan mendiang ayahnya.

Jihan pergi ke taman itu. Setelah sampai di taman tersebut. Kenangan indah bersama dengan mendiang ayahnya kembali terlintas di benaknya.

Jihan duduk di bangku taman, sambil memandangi pemandangan yang indah, dan kenangan indah bersama dengan mendiang ayahnya.

Jihan menundukkan kepalanya, kemudian kembali menangis tersedu-sedu, "Hiks... Hiks...! Ayah!".

Saat Jihan menangis, seseorang menyodorkan sapu tangan di depan nya.

"Menangis lah... Gunakan sapu tangan ini untuk menghapus air matamu."

Jihan melihat sapu tangan itu, lalu menoleh ke atas dan melihat direktur Hans berdiri di depannya.

"Direktur Hans...!" ujar Jihan melihat wajah direktur Hans yang tersenyum kepadanya. Matanya masih bengkak karena terlalu banyak menangis.

Direktur Hans kemudian duduk di samping Jihan. Sambil menatap wajah Jihan yang penuh dengan kesedihan.

Jihan mengambil sapu tangan yang di berikan oleh sang direktur. Jihan hanya menggenggam sapu tangan, wajahnya masih bercucuran air mata.

"Luapkan semuanya... Aku tahu apa yang kamu rasakan saat ini!" ucap direktur Hans, dirinya tahu rasanya kehilangan anggota keluarga yang sangat ia cintai.

Direktur Hans menatap Jihan, yang sedang menangis tersedu-sedu. Tatapannya penuh makna dan merasakan apa yang sedang Jihan rasakan.

Jihan menghapus air matanya, sembari berusaha berhenti untuk menangis.

" Hiks..! Hiks...! Direktur Hans, sedang apa direktur di sini...?" tanya Jihan dengan suara yang terisak-isak.

Direktur Hans mengatakan bahwa dia sedang berjalan-jalan di sekitar taman dan tidak sengaja melihat Jihan yang sedang duduk sambil menangis di sana.

"Saya sedang berjalan-jalan di sekitar sini dan melihat kamu yang sedang duduk di sini!" ucap direktur Hans.

"Saya turut berdukacita! Kamu harus sabar dan berlapang dada, serta mengikhlaskan kepergian ayah mu Jihan..." ujar direktur Hans, sambil mengelus-elus pundak Jihan.

Jihan terharu mendengar perkataan sang direktur. Jihan merasa sedikit lebih lega karena sudah melupakan semua emosi dan kesedihan yang ada dalam hatinya.

Jihan dan direktur Hans, mereka memandang satu sama lain dan akhirnya Jihan sedikit tersenyum.

"Hiks...!" Jihan sedikit tersenyum.

Jihan merasa bahwa direktur Hans, memiliki kepribadian yang hangat, walaupun dirinya terlihat dingin dari luar.

"Apa direktur Hans selalu seperti ini? Dia terlihat dingin dari luar, namun sangat perhatian... Sebelumnya aku tidak tahu tentang nya...!" ucap Jihan dalam hati.

Direktur Hans yang melihat Jihan yang tersenyum dan merasa lebih tenang. Akhirnya memutuskan untuk bertanya kepada Jihan mengapa dia menangis di taman.

"Bu Jihan!" ucap direktur Hans sedikit ragu-ragu.

"Hem... Ia direkrut ..." jawab Jihan, menoleh kearahnya.

"Apa yang membuatmu menangis di sini seperti tadi...?" tanya sang direktur.

Jihan dengan suara yang serak memberi tahu alasan dia menangis di taman itu.

"Taman ini adalah tempat yang sering aku kunjungi bersama dengan ayahku... Di sini aku dan ayahku sering menghabiskan waktu bersama..." jawab Jihan dengan suara yang serak dan sedikit terisak-isak.

"Oh... Jadi disini banyak kenangan antara kamu dan ayah mu... Sama sepertiku, di taman ini banyak kenangan indah bersama mendiang kedua orang tuaku...!" ucap direktur Hans.

Mereka berdua akhirnya menceritakan kenangan indah bersama dengan orang yang mereka sayangi.

Direktur Hans kemudian mengambil air minum dan membukanya. Saat itu Jihan melihat bekas luka bakar di tangan kanannya.

Bekas luka bakar tersebut sama dengan bekas luka yang dia miliki di kehidupan sebelumnya.

Jihan kemudian memegang tangan kanan direktur Hans dan melihatnya dengan seksama. Ternyata benar-benar mirip dengan bekas luka yang pernah dia miliki.

"Direktur Hans! Tangan mu...!" ucap Jihan sambil memegang tangan kanan direktur Hans, kemudian melihat wajah sang direktur

Direktur Hans kemudian melepaskan tangan Jihan. Dia melihat tidak ada yang aneh dengan bekas luka tersebut. Namun Jihan begitu terkejut setelah melihatnya.

"Tidak apa-apa! Ini hanya bekas luka saja" ujar direktur Hans.

"Maafkan aku direktur! Karena aku tangan mu jadi terluka dan berbekas seperti itu" ucap Jihan, dengan suara yang penuh rasa bersalah.

Direktur Hans kemudian berdiri dan bertanya apakah Jihan masih ingin berada di taman atau pulang.

" Bu Jihan! Apa kamu masih ingin disini atau saya antar Bu Jihan pulang!" ucap direktur Hans.

Sebelumnya Jihan berterima kasih kepada sang direktur karena sudah menemani dan menghibur dirinya. Namun Jihan menolak tawaran direktur Hans.

"Terima kasih atas tawarannya pak direktur! Namun sepertinya saya masih ingin berada di sini! Masih ada sesuatu yang harus saya urus!" ucap Jihan, dengan tulus berterima kasih kepada sang direktur.

"Kalau begitu saya pergi dulu." ucap direktur Hans, kemudian pergi meninggalkan Jihan di taman.

Direktur Hans terus berjalan sesekali melirik ke belakang sampai akhirnya Jihan tidak lagi melihat sang direktur.

Jihan kembali duduk, tanpa sadar tangannya masih memegang sapu tangan milik sang direktur.

Jihan akhirnya mengerti apa yang terjadi saat ini. Takdirnya harus di serahkan kepada orang lain, dan orang itu harus mengambil takdirnya.

"Aku sekarang mengerti! Seseorang harus mengambil takdirku... Luka di ganti luka, pernikahan di ganti dengan perikanan lalu nyawa harus di ganti dengan nyawa...!" gumam Jihan.

Jihan akhirnya mengerti saat itu juga. Jika dia ingin terbebas dari takdir buruknya dia harus menyerahkan nya kepada orang lain.

Saat itu hanya satu orang yang ada di benaknya yang harus menggantikan dirinya. Orang itu adalah Regina.

"Regina! Dari sekian banyaknya orang, harus kamu yang mengambil takdirku... maka dari itu, tolong sekali lagi... Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku." Ucap Jihan dalam hati, dirinya bertekad akan membuat Regina mengambil takdirnya.

𝐵ℯ𝓇𝓈𝒶𝓂𝒷𝓊𝓃ℊ...ღ

1
Sandrina
cocok, emang munafik banget, sahabat macam apa itu 🤬🤬🤬
Sandrina
greget banget sama sahabat nya ini, playing fictim
Sandrina
astaghfirullah, baru baca udah di suguhin yg kayak gini 😭
Nana✨
Tabiat sahabatmu yang sangat kau percaya, Jihan🥺
Rahma
ini lagi
Rahma
astaga 😭 baru baru baca, udah di kasih yg becekbecek😭
Tina
Kopi untukmu Thor 🤗
Tina
Bisa²nya pembukaan aku langsung reflek istighfar 😭
Sishrye
ohhhhh......
Nana✨
Belahan jiwa maksudnya belahan suami apa gimana, jir!
한스Hans: , emm, makasih udah mampir kak🙏, pantai terus ya ceritanya, nanti ada
total 1 replies
Nana✨
Astaghfirullah😭😭
pojok_kulon
Jangan sampai Regina yang menjadi madunya 🤭🤭
한스Hans: 🤣 Kaka bisa aja🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!