ini adalah part 2 dari novel "Diremehkan Karena Miskin Ternyata aku punya sistem analisis nilai"
disarankan baca part 1 terlebih dahulu
**
setelah mendapatkan kemampuan sistem, kehidupan Rahmat Pratama berubah drastis. Dia yang awalnya dihina, miskin, dan terlilit hutang, kini telah berdiri di puncak .
Namun, kejayaan itu hanyalah awal dari badai yang sesungguhnya.
Saat Rahmat merasa telah menguasai segalanya, sebuah serangan siber mematikan dari organisasi misterius bernama Black Spider nyaris menghapus seluruh asetnya.
Sertifikat Galeria yang ia bangun dengan darah dan keringat hampir saja berpindah tangan dalam hitungan detik.
Black spider kembali menyerang, bukan dengan fisik melainkan dengan serangan dari dalam.
Rahmat juga menyadari satu kenyataan pahit: Sistem Analisis Nilai miliknya bukan
sekadar keberuntungan jatuh dari langit.
Ada sejarah gelap yang ditinggalkan oleh sang pemilik pendahulu, dan mengenai sang pencipta asli yang kini datang untuk menagih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9--Bella si karyawan kedua
Rahmat terbelalak. Ia menatap Bella yang kini berdiri tegak dengan mata berbinar penuh tekad, sementara topi telinga kucingnya seolah ikut menegang menunggu jawaban. Di pojokan, Maya yang baru saja pulih dari syok harga 500 juta, kini kembali mematung.
Dia jadi tidak sendirian lagi sekarang, karyawan ada dua! Dan terlebih dia terlihat sangat ceria!
"K-karyawan? Bel, kamu kan masih sekolah. Bukannya kamu sibuk sama kegiatan SMA Batu Bara?" Rahmat mencoba melogika, meski dalam hati ia tahu energi Bella adalah aset berharga.
"Eh, kak. Maaf aku juga anak sma. Eh, kita semua anak SMA!" Ucap Maya menegah baru sadar bahwa mereka bertiga itu makhluk anomali aneh.
Bella menggembungkan pipinya, tampak tidak terima. "Ish, Kak Rahmat meremehkan ya! Aku ini jago bagi waktu tahu! Lagian, melihat Maya yang tadi kayak robot korsleting pas ngadepin tamu, Kakak beneran butuh orang kayak aku buat jadi 'wajah' Galeria ini!"
Maya yang merasa disindir hanya bisa menunduk lesu. 'Benar sih... aku emang nggak guna kalau urusan ngomong,' batin Maya meratapi nasib introvert-nya.
[DING!]
━━━━━━━━━━━━━━━
[SISTEM ANALISIS HUBUNGAN]
Target: Bella (The Lucky Charm).
Status: Ingin Mengabdi.
Potensi: Frontliner / PR Specialist.
Efek Sinergi: Jika Bella & Maya bekerja bersama, efisiensi operasional Galeria meningkat 40% (Kombinasi Teknis & Sosial).
Saran Sistem: Terima tawarannya. Beri dia posisi khusus.
━━━━━━━━━━━━━━━
Rahmat mengusap dagunya, menyeringai tipis. "Oke. Tapi aku nggak mau kamu cuma jadi karyawan biasa. Gimana kalau kamu jadi Public Relations sekaligus sales marketing Galeria Spesial Rahmat?"
Mata Bella langsung berbinar seribu watt. "Public Relations ?! Wah, keren banget judulnya! Deal, Kak! Eh, maksudnya... siap, Pak Bos!" Bella melakukan hormat gerak dengan gaya yang sangat imut.
"Tapi ada satu syarat," Rahmat menunjuk ke arah Pak Hendra yang masih sibuk mengelap keringat sambil memeluk kotak kerisnya. "Kamu harus bisa pastikan Pak Tua ini jadi pelanggan tetap kita. Museum Nasional itu punya dana besar, dan aku mau kita jadi pemasok utama mereka."
Bella menoleh ke arah Pak Hendra, lalu memberikan senyum 'predator' yang sangat manis. Pak Hendra yang tadinya merasa dirampok 500 juta, mendadak merasa seolah menghabiskan uang itu adalah keputusan terbaik dalam hidupnya hanya karena melihat senyum Bella.
"Beres, Kak! Pak Hendra ini mah sudah masuk dalam kantong Bella!"
Setelah Pak Hendra pulang dengan perasaan campur aduk (senang dapat barang langka tapi perih di dompet), Rahmat mengumpulkan dua gadis itu di meja jati utama.
"Maya, jangan cemberut terus. Kamu tetap aset pentingku, otak di balik semua sistem keamanan dan analisis barang. Dan Bella, mulai sekarang kamu adalah suaranya Galeria," ucap Rahmat sambil meletakkan kartu hitamnya di meja.
Sementara itu, Maya perlahan mendekat ke arah Bella. Dengan gerakan patah-patah, ia menyodorkan tangannya.
"M-mohon bantuannya... Bella. Tolong... jangan biarkan aku bicara sama manusia lagi... Ah, aku juga minta ajarin dong cara bicara."
Bella tertawa lepas dan menjabat tangan Maya dengan erat. "Tenang aja, Maya! Kamu imut juga ya! Serahkan urusan komunikasi ke aku!"
Rahmat melihat interaksi mereka dan tersenyum puas. Dengan tim impian ini—si Jenius IT dan si Jenius Sosial—Galeria miliknya bukan lagi sekadar hobi. Ini adalah awal dari sebuah kekaisaran bisnis yang sesungguhnya.
[DING!]
[Misi Tersembunyi: Membentuk Tim Inti (2/2) Selesai!]
[ Anda mendapatkan: Skill Pasif - "Super sosial skil" (Level 1) ]
[ Deskripsi: Meningkatkan kemampuan interaksi tuan sebanyak 50% anda bisa lebih pintar dalam dunia negosiasi dan membuat orang lebih menyukai dan setuju dengan argumentasi anda]
[ Bonus Tambahan: Dana Pengembangan Infrastruktur sebesar Rp250.000.000 (Hanya dapat digunakan untuk kebutuhan Galeri). ]
Notifikasi sistem belum juga berhenti saat dia ingin mematikannya
[Ding!]
[Sekarang anda resmi memiliki bawahan!]
[Kemampuan Empire Aura aktif ]
[Orang yang bekerja di bawahmu akan mendapatkan peningkatan kecerdasan/keberuntungan +20%]
[Peningkatan kepintaran dan keberuntungan untuk Bella +20%
[Bella siap bekerja dengan anda]