NovelToon NovelToon
Dendam Flora

Dendam Flora

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sayong

Flora, putri sulung keluarga Amor, kehilangan ibunya saat usianya baru 17 tahun—sebuah luka yang tak pernah benar-benar sembuh. Kepergiannya ke luar negeri untuk kuliah menjadi pelarian, hingga tanpa ia sadari, hidupnya berubah.
Di sana, ia bertemu seorang pria yang membuatnya bisa melupakan kesedihan nya.

Namun kedua nya hanyalah hubungan Tampa status.lebih tepat nya keduanya hanya teman tidur saja.mereka tidak tahu identitas masing masing.
hubungan mereka berakhir dengan damai.
Flora kembali ke tanah air, bersiap mengambil alih perusahaan peninggalan ibunya. Tapi hidup tak pernah sesederhana rencana. Ayahnya telah menikah lagi, dan dunia yang ia tinggalkan kini terasa asing.
Di sisi lain, pria yang pernah mengisi malam-malamnya—Evan—terpaksa menerima perjodohan demi kepentingan politik keluarga.
Keduanya melangkah ke masa depan masing-masing… tanpa tahu bahwa takdir belum selesai mempermainkan mereka.
Karena ketika rahasia mulai terungkap, dan masa lalu kembali .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sayong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketenangan Flora

Suasana di ruang rapat utama perusahaan Amor terasa tegang.

Para pemegang saham sudah duduk di tempat masing-masing.Wajah mereka serius.

Beberapa bahkan terlihat tidak sabar.

Di ujung meja Lemos Amor berdiri dengan ekspresi berat.Tangannya bertumpu di meja.

“Kita mulai saja.”Suaranya tegas.

Flora duduk di salah satu kursi.Wajahnya tenang.Namun tatapannya tajam.

Ia sudah tahu apa yang terjadi.

Lemos menarik napas.“Beberapa jam yang lalu… terjadi kebocoran data penting perusahaan.”

Ruangan langsung riuh.Para pemegang saham mulai berbisik.

“Data klien utama bocor ke pihak luar!”

“Ini bisa merusak reputasi perusahaan!”

Salah satu pemegang saham berdiri.“Nona Flora yang memegang kendali proyek itu, bukan?”

Semua mata langsung tertuju pada Flora.

Namun Flora tidak panik.Ia hanya mengangkat dagu sedikit.

“Benar. Itu tanggung jawab saya.”

Jawaban yang tenang itu justru membuat suasana semakin menekan.

Lemos menatap Flora dalam.“Flora, kamu punya penjelasan?”

Hening sejenak.Sebelum Flora sempat menjawab suara lembut terdengar.

“Papah…”

Semua menoleh kearah Agnes.

Ia duduk dengan ekspresi ragu.Seolah tidak ingin bicara namun terpaksa.“Aku yakin Kak Flora tidak melakukannya dengan sengaja.”

Suaranya lembut.Namun cukup jelas.

Beberapa pemegang saham mengangguk.

Namun ada juga yang mulai curiga.

Agnes melanjutkan“Selama ini Kak Flora selalu bekerja dengan baik…”Ia menunduk sedikit.“Ini mungkin hanya… kelalaian kecil.”

Kalimat itu terdengar membela.Namun

justru mempertegas satu hal. Ini tetap kesalahan Flora.

Bisik-bisik kembali terdengar.

“Kelalaian?”

“Data sebesar itu bisa bocor karena lalai?”

“Ini bukan hal kecil!”

Agnes menunduk.Seolah tertekan.Namun di balik itu senyum tipis hampir tak terlihat muncul di sudut bibirnya.

Flora yang sejak tadi diam akhirnya bersandar sedikit.Tatapannya mengarah ke Agnes.Dia tidak panik sama sekali.

Lemos kembali berbicara.“Masalah ini tidak bisa dianggap ringan.”Tatapannya serius.

“Jika ini benar kesalahan internal maka harus ada yang bertanggung jawab.”

Ruangan kembali sunyi.

Semua mata kembali tertuju pada satu orang.

Flora.Namun wanita itu hanya tersenyum tipis.

Dia memahami permainan di balik layar.Dan kali ini tidak akan tinggal diam. Dia akan melihat siapa yang berpihak kepadanya dan siapa yang ingin melawan nya.

Suasana ruang rapat semakin panas. Bisik-bisik mulai berubah menjadi suara yang lebih terang-terangan.

Salah satu pemegang saham senior berdiri. Wajahnya serius.Tatapannya langsung tertuju pada Flora.

“Jika data ini sampai jatuh ke tangan perusahaan saingan…”

Nada suaranya menekan.“…kerugian yang kita tanggung tidak akan kecil.”

Beberapa orang mengangguk setuju.

Ia melanjutkan dengan suara lebih tegas“Ini bukan sekadar kelalaian biasa.”

Tatapannya semakin dalam kepada Flora.“Ini kesalahan besar.”

“Kepemimpinan seperti ini… sangat berbahaya bagi perusahaan.”

Suasana Hening.Namun tekanan terasa jelas.

Seorang pria Tua juga berkata“Kalau memang tidak mampu memimpin…”Ia berhenti sejenak.Lalu melanjutkan dengan nada dingin

“…maka berikan saja posisi itu pada yang lebih mampu.”

Kalimat itu terdengar biasa.Namun

arah tatapannya…perlahan bergeser.Menuju satu orang.Agnes.

Beberapa pemegang saham lain mulai saling berpandangan.Seolah mulai mempertimbangkan hal yang sama.

Agnes yang menyadari itu langsung terlihat panik.Ia sedikit menggeleng.“Tidak… saya tidak berani.”Suaranya lembut.Seolah benar-benar menolak.

Ia menunduk.Ekspresinya ragu.“Saya masih harus banyak belajar…”

Namun ia melirik sekilas ke arah Flora.Hanya sepersekian detik.Lalu kembali berkata pelan

“Kalau pun diberi kesempatan… saya hanya ingin membantu perusahaan.”Nada suaranya rendah.“Tentu saya akan berusaha sebaik mungkin.”

Kalimat itu terdengar rendah hati.Namun maknanya jelas ia siap.

Bisik-bisik kembali terdengar di ruangan itu.

“Setidaknya dia punya sikap.”

“Lebih baik daripada ceroboh seperti ini…”

“Mungkin memang perlu perubahan.”

Lemos duduk diam.Tatapannya dalam.Namun wajahnya sulit ditebak.

Sementara itu Flora masih duduk dengan tenang.Seolah semua pembicaraan itu…tidak menggoyahkannya sedikit pun.

Ia perlahan menyilangkan tangan.Tatapannya beralih dari satu orang ke orang lain.

Hingga akhirnya berhenti pada Agnes. Senyum tipis muncul di bibirnya.

Tatapan para pemegang saham masih tertuju pada Flora.

Lemos akhirnya membuka suara lagi.“Flora,” ucapnya tegas,

“apa kamu masih belum punya penjelasan?”

Flora duduk tenang.Tatapannya lurus ke depan.

“Aku tidak tahu tentang kebocoran data itu.”

Ruangan langsung kembali riuh.Namun Flora melanjutkan dengan suara datar.“Tapi karena itu terjadi di bawah tanggung jawabku… aku tetap meminta maaf.”

Permintaan maaf itu tidak meredakan suasana.Justru semakin membuat para pemegang saham tidak puas.

Flora lalu menambahkan“Namun satu hal yang pasti…”Tatapannya beralih.Langsung ke arah Agnes.

“Dia tidak bisa menggantikan ku.”

Semua orang terdiam.Tatapan mulai berpindah-pindah.Penuh tanda tanya.

Pemegang saham yang tadi berdiri kembali berbicara.“Kenapa tidak pantas?” tanyanya tajam.

“Dia juga putri keluarga Amor.”

Flora tersenyum tipis.Namun kali ini senyumnya dingin.

“Dia bukan putri keluarga Amor.”Kalimatnya tegas.Tanpa ragu.“Tidak ada hubungan darah.”

Suasana langsung membeku.

“Flora!”Suara Lemos menggema.

Wajahnya memerah.“Jaga ucapanmu!” Tatapannya penuh amarah.

“Di depan semua orang, kamu berani mempermalukan keluargamu sendiri?!”

Flora tidak bergeming.

Di sisi lain Agnes tiba-tiba menunduk.

Bahunya sedikit bergetar.Air mata mulai jatuh.

“Tidak apa-apa, Papah…” ucapnya pelan dengan suara bergetar.

Semua mata kini tertuju padanya.

“Aku memang bukan anak kandung keluarga ini…” lanjutnya lirih.

“Tapi selama ini… aku sudah berusaha menganggap Kak Flora sebagai kakakku sendiri.”

Ia mengangkat wajahnya.Matanya merah.

Penuh luka.“Kalau keberadaan ku hanya membuat Kak Flora tidak nyaman…”

Suaranya semakin kecil.“…aku bisa pergi dari keluarga ini.”

Beberapa pemegang saham terlihat tersentuh.

“Agnes!”Lemos langsung berdiri.Wajahnya penuh amarah.Namun kali ini arahnya pada Flora.

“Lihat apa yang kamu lakukan!”Ia menatap Flora dengan tajam.

Agnes lanjut berkata."Aku tidak menginginkan apapun.Aku hanya ingin membantu meringankan beban Papah."

" Oh.Aku hampir lupa berapa hari yang lalu kamu tidak luas dengan posisi kamu sekarang."

" Kamu..." Agnes terdiam tidak bisa berkata.

“Flora Papah sangat kecewa dengan mu.ini adalah data penting.bagaimana bisa kamu lalai."

" Tentu saja ada pengkhianat." Ucap Flora santai.

Kalau kamu tidak bisa membuktikan bahwa ini bukan kesalahanmu…maka posisi itu akan digantikan oleh Agnes.” Suara Lemos tegas.

Kalimat itu membuat ruangan kembali riuh.

Agnes menunduk.Namun di balik itu senyum tipis hampir tak terlihat muncul di bibirnya.

Tatapannya sekilas mengarah ke Flora.Penuh provokasi.

Namun Flora tetap tenang.Ia bersandar sedikit.Lalu berkata datar.“Dia tetap tidak pantas.”

Kalimat itu membuat semua orang kembali terdiam.

Flora lalu menoleh sedikit.“Rosi.”

Pintu terbuka.Asistennya masuk dengan cepat.Membawa beberapa dokumen.

Flora mengambilnya.Lalu meletakkannya di atas meja.“Ini hasil tes dan wawancara masuknya.”

Beberapa orang mulai membaca.Ekspresi mereka perlahan berubah.

Flora berbicara dengan tenang“Dengan kemampuan seperti ini..."

Tatapannya menyapu seluruh ruangan. “Apakah kalian benar-benar yakin… dia bisa menggantikan ku?”

Tidak ada yang langsung menjawab.Tekanan berbalik arah.

Flora berdiri perlahan.Auranya berubah.Lebih kuat.Lebih menekan.

“Aku tidak akan lari dari tanggung jawab.”

Suaranya tegas.“Dalam waktu tiga hari—”

Tatapannya tajam.“Aku akan menemukan siapa pelaku kebocoran data ini.”

Ia menatap satu per satu orang di ruangan itu.Hingga akhirnya berhenti pada Agnes.

“Dan saat itu…”Senyumnya tipis.“…kita akan lihat siapa yang benar-benar tidak pantas berada di sini.”

Tanpa menunggu jawaban Flora berbalik dan berhenti di depan Agnes sebelum pergi.dia berbisik."Permainanmu… cukup rapi. Tapi belum cukup untuk menjatuhkan ku.”

Pintu tertutup.Meninggalkan ruangan yang penuh ketegangan.

1
Himna Mohamad
lanjut kk,,ceritanya bagus👍👍👍👍👍
Laar Ani
cerita hebat
Fulayah Haddad
Good , keren & menarik alur ceritanya bagus
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!