NovelToon NovelToon
Tuan Putri Manja Dan Dua Pangeran Penakluk Hati.

Tuan Putri Manja Dan Dua Pangeran Penakluk Hati.

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:263
Nilai: 5
Nama Author: Nakorang

Zinnia, putri cantik yang manja dari keluarga kaya cavendish. Yang jadi kesayangan semua orang, selalu mendapat apa yang ia mau. Di kenal tak suka di kekang dan sudah banyak menolak banyak lamaran lelaki muda kaya raya. Suatu ketika dia mengincar perhiasan dari batu langka di sebuah pelelangan, namun dua perhiasan yang ia incar justru jatuh ke tangan dua pengusaha muda yang langsung membuatnya kesal. Ternyata pertemuan singkat mereka kala itu adalah cerita pembuka untuk cinta segitiga di antara mereka di masa depan. Kecantikannya yang luar biasa memikat kedua pengusaha kaya itu, tanpa ia sadari. Dan perlahan kedua cowok tersebut dapat meruntuhkan tembok pertahanan yang selama ini ia buat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nakorang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 : Sihir pemikat.

Kesabaran Rion mulai habis. Dia sudah tak mau mendengar alasan, tak mau mendengar penjelasan, tak mau lagi mendengar namanya disejajarkan dengan benda mati. Dengan gerakan cepat, kepalanya menunduk turun, bibirnya mendarat tepat di sisi leher putih mulus Zinnia, lalu dia menggigit dan mengisap lembut tapi pasti, meninggalkan bekas merah gelap yang jelas terlihat. Sebuah kiss mark mulai terlihat, yang menandakan gadis itu sudah disentuh dan dimiliki olehnya.

" Aahh... "

Zinnia mendesah pelan, tubuhnya seketika menggigil hebat. Sensasi yang muncul di kulitnya aneh sekali, ada rasa geli, panas, lemah, dan sesuatu yang lain yang tak bisa dia namakan, mengalir dari titik yang disentuh itu ke seluruh tulang sumsumnya, membuat kakinya lemas dan seluruh ototnya melebur.

" Rion kenapa?? " tanyanya dengan suara bergetar, matanya terpejam erat.

Rion mengangkat sedikit kepalanya, bibirnya masih menyapu kulit leher gadis itu saat menjawab dengan nada berat dan mendesak.

" Jangan tanya kenapa.. kamu tahu sendiri kenapa... "

Dia kembali mencium, kali ini di sisi lain lehernya, meninggalkan bekas lain sebagai tanda.

" Zinnia jangan hanya kalung itu... kamu bahkan bisa memiliki lebih dari itu..."

Lebih dari itu... kata-kata itu tergantung di udara, penuh makna dan janji yang mengguncang hati Zinnia, membuat dia terdiam dan tak mampu bicara apa-apa lagi.

Tuuut... tuuut...

Suara klakson halus terdengar, disusul suara pak supir yang berbicara dengan nada sangat sopan dan hati-hati, seolah takut mengganggu mereka.

" Tuan... kita sudah sampai.. " ucap Pak harun.

Ternyata mobil sudah berhenti di depan sebuah rumah mewah bertingkat, tapi baik supir, maupun bodyguard yang kini sudah berdiri di luar sengaja berpura-pura jadi benda mati. Tak berani mengganggu sedikitpun apa yang di lakukan tuannya itu.

Suara itu seolah air dingin yang disiramkan ke kepala Rion, seketika kesadarannya kembali utuh. Dia baru sadar, dia baru menyadari apa saja yang sudah dia lakukan, hal-hal yang selama ini tak pernah terlintas di pikirannya, hal-hal yang bertentangan dengan semua prinsip dan kendali dirinya.

Perlahan dia mengangkat tangan, jari-jarinya mulai merapikan helai demi helai rambut Zinnia yang berantakan tergerai karena perbuatan dirinya sendiri. Jemarinya menyapu lembut kulit leher gadis itu, mengusap-usap bekas tanda merah yang dia buat tadi seolah ingin menghapusnya, padahal tahu betul bekas itu tak akan hilang dalam waktu dekat.

" Maaf.. Kejadian tadi di luar kendali.. jujur saja aku tak bisa mengendalikan diri. " Ucapnya pelan, suaranya terdengar berat dan sedikit kacau.

Dia menarik napas panjang, berusaha kembali memasang topeng wajah datar dan dinginnya seperti biasa.

" Tunggulah disini, aku segera kembali. Soal kalung itu aku akan dengan senang hati memberikan padamu, sebagai ucapan permintaan maafku. " Jelas Rion dengan nada tegas.

Zinnia tak menjawab, dia hanya diam di tempatnya, berusaha mencerna setiap kejadian yang terjadi sebelumnya dengan begitu cepat itu.

Setelah berkata demikian, Rion langsung turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam rumah, meninggalkan Zinnia sendirian di dalam.

Gadis itu masih diam terpaku, otaknya masih berputar-putar mencerna semua kejadian yang baru saja berlalu. Dia menoleh melihat ke kaca spion kecil di depan, dan matanya membelalak saat melihat jelas beberapa tanda merah keunguan yang tersebar di leher putihnya. Seketika wajahnya memerah lagi, dan jantungnya berdegup kencang sampai dia sendiri pusing karenanya.

Di satu sisi, hatinya melompat senang. Akhirnya dia akan mendapatkan barang yang sudah lama dia incar, sesuatu yang dia kira tak akan pernah bisa dia miliki. Tapi di sisi lain... perasaan aneh, rasa malu, dan sesuatu yang tak bisa dia jelaskan ikut bercampur aduk di dalam dada.

Bagaimana kelanjutannya nanti? Apa yang akan terjadi selanjutnya? Dia tak tahu, dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia merasa bingung dan tak punya kendali atas situasi.

Tak lama kemudian, Rion kembali keluar dan masuk ke dalam mobil. Wajahnya masih terlihat datar, tapi ada garis halus di dahinya, rahangnya mengeras, dan aura dinginnya kali ini terasa lebih tajam dan menusuk dari biasanya. Dia baru saja bertemu ibunya, dan ada masalah yang membuat emosinya langsung meledak, amarahnya berkobar hebat sampai dia ingin menghancurkan apa saja yang ada di dekatnya, ingin memaki, ingin melepaskan semuanya.

Tapi tepat saat matanya bertemu dengan tatapan Zinnia, semua api amarah itu seolah disiram air laut, perlahan tapi pasti padam habis digantikan perasaan lain yang makin rumit.

Melihat perubahan wajah Rion, Zinnia menatapnya dengan pandangan khawatir, lalu mengeluarkan suara lembutnya.

" Kamu baik-baik saja? "

Rion menatapnya lama, lalu menjawab singkat dan ketus.

" Tidak sama sekali. "

" Kenapa? Apa yang terjadi? " Tanya Zinnia lagi, lalu tanpa berpikir panjang dia mengangkat tangannya, ujung jarinya menyentuh pipi dan dahi Rion, seolah ingin menghilangkan kerutan di wajah lelaki itu.

Sentuhan kecil itu... cukup untuk membuat seluruh benteng pertahanan Rion runtuh lagi. Dia berusaha terlihat acuh, berusaha mengalihkan pandangan, berusaha berkata ini tidak ada apa-apa, tapi kenyataannya? Sejak jari gadis itu menyentuh kulitnya, semua rasa kesal, marah, dan sakit hati yang dia bawa tadi perlahan lenyap, digantikan rasa tenang dan nyaman yang tak masuk akal.

" Entah. " jawabnya akhirnya, suaranya terdengar lemah tak seperti biasanya.

" Katakan saja, aku akan mendengarkan semuanya.. " Ucap Zinnia lagi.

Rion menatap wajah cantik di hadapannya itu, matanya menyelidik seolah ingin mencari sesuatu di balik kulit halus dan mata indah itu. Dalam hati dia bergumam terus-menerus.

" Benar-benar seperti sihir...Hanya dengan melihatmu, hanya dengan sentuhanmu, semua amarahku hilang begitu saja. " Batin Rion dalam hati.

" Zinnia.. Apa jangan-jangan... kamu sebenarnya seorang penyihir? Kenapa sihirmu kuat sekali.. "

" Penyihir? Maksudmu semacam dukun? "

" Ya mungkin saja.. "

" Kamu bicara apa sih ngawur banget. "

" Entahlah aku pun gak ngerti, kamu membuatku mabuk. " Bisik Rion di telinga Zinnia membuat gadis di hadapannya itu langsung bergidik ngeri.

" Tapi, apa amarahmu sudah hilang? " Tanya Zinnia penasaran sekaligus heran dengan perubahan sikap yang di tunjukan Rion padanya.

" Sudah, berkat kamu. " Balas Rion sambil meraih tangan Zinnia dan mecium lembut punggung tangan gadis itu.

" Dia gadis yang berbahaya.. Aku harus terus siaga.. Tak boleh runtuh hanya karna nafsu semata. Zinnia seperti seorang penyihir yang punya mantra ajaib sampai bikin orang hilang akal sehatnya.." Gumam Rion dalam hati.

Pikiran itu berputar terus di kepalanya, dan semakin dia memikirkannya, semakin dia yakin kalau itu memang kenyataannya. Zinnia Nora Cavendish bukan sekedar gadis cantik biasa... Dia memilik pesona yang sulit di tolak oleh siapapun.

Bahkan seorang Riondra yang di kenal sebagai sosok yang dingin, keras, dan acuh pada lawan jenisnya itu, kini seperti anjing yang sedang manja pada tuannya. Bongkahan Es dalam dirinya itu seketika meleleh runtuh dikala berhadapan dengan Zinnia yang panas dan mengoda.

***

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!