Leonel adalah seorang hantu yang bersemayam di dalam patung.
Keberadaannya sudah bertahun-tahun lamanya dan tidak pernah keluar menampakkan wujudnya pada siapa pun.
Sampai suatu hari ada seorang wanita yang mengusik keberadaannya, sehingga dia terpaksa keluar dan menampakkan wujud aslinya, seorang hantu tapi tampan meskipun dengan wajah pucat, dia memang tidak bisa dilihat oleh mata awam kecuali orang itu sama energinya dengan hantu Leo, pasti manusia itu akan melihatnya seperti wanita yang mengusiknya hari itu ternyata sama energinya dengan hantu leo.
jadi siapakah yang bisa melihat leonel.
kalau mau tau ikutin kisahnya ya teman-teman ☺️🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widianti dia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21. Dimas tak percaya ada makhluk astral.
Dimas sehabis telfon sekertaris nya, langsung masuk lagi kekamar dan melihat Arun tidur masih dengan isak tangisnya,
Hantu leo yang melihat kejadian ini tadi bener-bener marah sama Dimas.
Langsung hantu Leo,menendang kaki Dimas.
"Dukk"
"Aduh siapa sih yang nendang aku,hai kalau kamu bukan manusia keluar dong!"
Tantang Dimas ke hantu Leo.
Arun yang mendengar ribut-ribut langsung tebangun dari tidurnya.
Dan melihat Dimas tersungkur disamping Ranjang Arun.
"Lo Mass kenapa?""
Kata Arunn sambil berusaha berdiri menarik Dimas,
"Sudah aku gak papa,Mba aku mau bertanya kekasih Mba Leo itu sudah mati atau masih hidup sih?""
"Memang kenapa Pak Dimas tanya seperti itu?""
Jawab Arun ke Dimas,
"Begini lo Mba aku tu orangnya tak percaya sama mahkluk astral,apa lagi ini sudah jaman moderen jadi mana ada mahkluk astral atau goib orang halu saja Mba yang mempercayai itu semua."
Dalam hati Arun.
"Astaghfirullah orang ini?""
Belum sempat Arun jawab,langsung Dimas tersungkur lagi.
"Ahhh"
"buk""buk"buk"
Suara tendangan lagi yang terdengar,kali ini Arun pun melihat dan mendengar ketika Dimas tersungkur.
Dengan marah-marah Dimas,mencaci maki gak karuan.
"Dasar kau setan,kalau memang kamu punya nyali hadapi aku gak main belakang seperti ini,kalau kau memang setan lelaki mana nyalimu untuk hadapi aku terang-terangan!!""teriak Dimass dengan geram dan mengepal kan tangan nya.
"Pak Dimas kenapa bilang seperti itu," kata Arun dengan teriakk.
"Kenapa Mba, kamu marah kalau aku panggil pacar kamu setan!""kata Dimas ke Arun bikin Arun marah.
"Plakkk""
Langsung Arun dengan emosi menampar pipi Dimas dengan kencang.
Dimas yang sudah emosi, langsung berdiri sambil melototkan matanya dan mengangkat tanganya,untuk berbalik menapar Arun,tapi belum sempat Dimas mengayunkan tangannya langsung ditendang hantu Leo yang tiba-tiba muncul dihadapan mereka berdua.
"Dasar anak tidak tau diri!!""
""Bukkk""
"Ahhhggg""Dimas yang kesakitan megangi perutnya,dan betapa terkejutnya dia melihat bayangan tapi jelas diahadapanya lebih terkejut lagi karena bayangan itu mirip banget dengan dirinya.
Lalu hantu Leo akan menendang yang sekian kalinya,langsung dihalangi Arunn,
"Leoo jangan aku mohon jangan?"""
Hantu Leo dengan tatapan tajam penuh amarah,melihat Dimas,tapi sekarang yang dihadapanya adalah Arun,wanita yang amat disayangi nya.
"Kenapa Arun bela anak bangsat tidak tau diri ini?"" Kata hantu Leo ke Arun.
"Leo,Leo sayang kan sama dia seperti Leo sayang ke aku?"
"Arun tau kok pasti Leo punya hubungan sepesial sama dia."
"Memang sih Pak Dimas itu salah,gak pernah percaya atau menghormati yang gaib dan astral."
"Aku yakin karena dia tidak tau."
"Leoo maafin dia Ya?? Sambil memeluk tangan hantu Leo Arun meredakan amarah hantu Leo.
Leo yang mendengar kata-kata Arun seketika bisa menetralkan marahnya.
Lalu hantu Leo dengan lembut membelai rambut Arun,
"Leo terimakasih yaaa,Leo sudah mau memperlihakan diri Leo lagi ke Arunn."
Sambil bersandar dipundak hantu Leo,Arun bercerita.
Dimas yang melihat semua itu dihatinya ada rasa kesal dan jengkel.
"Gilaa,kenapa aku bisa-bisanya terseret dengan kehidupan yang gak wajar ini apa sebenarnya yang terjadi padaku,nyata atau hanya halusinasi."
"Ahhhggg"
Sambil ngacak-ngacak rambut nya Dimas keluar dari kamar itu,untuk menenangkan hatinya.
Sedang kan hantu Leo dan Arun masih bercerita.
"Arunn setelah ini sepertinya Arun Dan Dimas akan terus melihat hal-hal yang gaib,karena hari ini adalah kesalahan Leo lagi karena kebawa emosi karena ulah anak tidak tau diri itu,Dimasss." Kata hantu Leo ke Arun.
"Gak apa-apa Leo Arun siap yang penting Arun bisa lihat Leo." jawab Arun.
"Tapi Leo kenapa Leo sama persis seperti Pak Dimas ya,?"
Tanya Arun ke hantu Leo.
Dengan menghela nafas,hantu Leo menceritakan.
"Yang aku coba cari tau dalam beberapa minggu ini,ternyata dia adalah cucu dari Kakak ku Kak Lala,
Kak Lala punya anak pertama namanya Leni wajah nya mirip sama Kak Lala,Leni punya anak cowok dua yang pertama sudah meningkah namanya Deon,dan yang kedua ini ya itu Dimas itu.
"Antara Deon sama Dimas dia lah paling bandel dan nakal kecilnya, sifat dan wajahnya hampir sama sepertiku,cuma dia sejak dulu tidak percaya hal gaib seperti sekarang,maka dari itu tadi aku bener-bener terpancing emosi dengan kata-kata nya sehingga aku menyalurkan energi buruk supaya bisa melihatku, sehingga tidak bisa ditutup lagi dampaknya Arun juga kena jadinya." Kata hantu Leo penuh penyesalan.
"Leo gak salah kok,malah Arun bahagia,bisa melihat Leo lagi tapi tolong ya kalau marah jangan main pukul dan tendang ya,kasian juga Pak Dimas Leo?""
Diwaktu Arun bilang begetu Dimas sudah ada dikamar perawatan Arun lagi dan Dimas mendengar yang dikatakan Arun.
"Arun kenapa belain Dimas sekaran!"
Dengan nada tegas hantu Leo bertanya pada Arun.
"Maksud Arun bukan belain Leoo,tapi kalau Leo seperti itu kan bertolak belakang sama batin Leo kan?"
Dalam hati Dimas bergumam."
"Dasar hantu bisa cemburu juga dia,"
Sedang kan dalam batin hantu Leo,juga berbicara, "Kenapa Arun sekarang belain Dimas kan harusnya aku yang harus dibela."
"Ahh sudah lah aku harus pulang kerumah Dimas supaya aku bisa meditasi dengan tenang."
"Ya sudah Arun,Leo pergi dulu ya?" Kata hantu Leo ke Arun.
"Leo kemana?""tanya Arun.
Sambil pegang kepala Arun Leo bilang.
"Leo akan membersihkan energi Leo dulu,supaya tidak dikuasai ego Leo."
"Arun jaga diri baik-baik ya?"kata Leo ke Arun.
"Emm iya Leo hati-hati ya?"
Dengan tersenyum penuh bahagia Arun melambaikan tangannya kehantu Leo.
Disaat itu lah Dimas melihat ada yang berbeda dengan hati Dimas, bisa-bisanya dia ini tersenyum begitu bahagia nya dengan hantu? Dasar aneh." dalam hati Dimas.
Setelah hantu Leo pergi Dimas masuk.
Dan dia bertanya pada Arun.
"Mba kok bisa-bisanya sih Mba itu pcaran sama hantu,?"
"Mba,Mba tau gak kalau manusia itu dilarang berteman dan memuja apalagi pacaran sama mahkluk astral,apalagi dia itu mirip menyerupai aku mba,pasti Mba arun itu menyangkanya kalau dia itu aku kaan?mereka itu bisa menyeee"""
Sebelum Dimas melajutkan ngomongnya arun sudah menutup mulut Dimas yang asal bicara itu.
"Pak Dimas,maaf sini saya bantu obati luka Bapak yang dimulut itu ya,supaya gak lebih bengkak."
"Gak usah Mba,gak papa tapi aku harus cari seseorang yang mengerti hal ini,supaya Mba gak dibikin tersesat sama dia."
Langsung Dimas Telfon sekertaris untuk mengobrol kan masalah yang terjadi hari ini.
"Tapi belum sepat Dimas telfon Arun sudah pura-pura sakit kakinya.
"Aduhhh kakiku sakit betul."
Langsung Dimas buru-buru matikan ponselnya.
"Yang mana Mba yang sakit."
Kata Dimas mapah Arun untuk bareng lagi diranjang.
Lalu Arun pegang tangan Dimas.
"Pak bisa kah kita bicara tentang semua yang terjadi diantara kita bertiga."
Kata Arun ke Dimas,Arun akan menceritakan semuanyake Dimas supaya Dimas tidak mencari orang pintar untuk mengurung hantu Leo.
"Maksudnya betiga Mba?"
Jawab Dimas.
"Yah Leo,Pak Dimas dan saya?"
"Pak bisa minta tolong ambil kan barang saya itu?"
Arun menujuk kan sebuah kotak kecil diatas meja,lalu Dimas nengambilnya dan nemberikan ke Arun dan Arun langsung membukanya.
Setelah dibuka Arun memberikan beberapa lembar foto dan ikat kepala kepada Dimas.
Dimas melihatnya tidak sengaja langsung meneteskan air mata nya.
"Eyanggg Lala,loh Mba kamu dapet darimana foto dan ikat kepala ini Mba?"
"Saya dapat dari Leo Pak,"
Lalu Arun menceritakan semua yang dia alami sama Leo kepada Dimas dari awal berteman dan dekat dengan Leo,dari situ Dimas mulai paham dan menyesal telah menyakiti perasaan omnya sendiri.
Malam berlalu sampai tak terasa mereka berdua bercerita hingga menuju pagi tiba,dan Arunpun karena kelelahan tertidur,Dimas yang merasa kasian lalu menyelimuti Arun dan dia menuju sofa,dipojok disandarkan badanya sambil memegangi foto keluarga yang terdiri dari eyang buyut,eyang putri Dimas dan om Dimas yaitu Leo yang masih berusia 25 tahun.
Karena kecapekan juga akhirnya Dimas pun terlelap.