NovelToon NovelToon
Darah Ratu 1000 Tahun

Darah Ratu 1000 Tahun

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Perperangan / Balas Dendam
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Naomihanaaya

Seorang Raja Vampir yang kehilangan ratunya di medan perang, lalu menunggu 1000 tahun untuk menemukan reinkarnasi istrinya di dunia manusia. Namun ketika ia menemukannya kembali, sang ratu tidak lagi mengingat masa lalu mereka, sementara ancaman perang antara bangsa vampir dan manusia serigala kembali muncul.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naomihanaaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 Kemarahan Dan Rahasia terungkap

Hutan di luar desa masih menyisakan sisa ketegangan. Di balik pepohonan yang lebat, beberapa serigala yang selamat kembali kepada Raja mereka, membawa kabar buruk. Raja Serigala, makhluk yang telah lama mengintai desa dan mengetahui adanya segel Raja Vampir, duduk di singgasana kayu tinggi di tengah hutan yang gelap. Tubuhnya besar, otot-ototnya tegang, dan mata kuningnya berkilat penuh kemarahan. Bau darah yang berasal dari medan pertempuran sebelumnya masih menempel di udara, membuat amarahnya semakin membara.

“Kalian gagal!” teriak Raja Serigala dengan suara yang dalam, bergema hingga ke pepohonan sekeliling. Suara itu bukan hanya perintah, tetapi juga ancaman. Para bawahannya, yang berkumpul di sekitarnya, menunduk takut.

“Yang Mulia… kami berusaha…” suara salah satu serigala muda terputus karena gemetar, takut menghadapi kemarahan raja mereka.

“Berusaha? Kalian malah membiarkan manusia itu—Edward—mendekati mereka!” Raja Serigala melompat dari singgasananya, cakar besar menghancurkan batang pohon di dekatnya. “Apakah kalian tahu siapa yang kalian hadapi? Edward adalah Raja Vampir! Raja Vampir! Dan kalian membiarkan dia melindungi gadis itu dan anak laki-laki itu tanpa sedikit pun perlawanan!”

Para bawahan menunduk lebih dalam, takut melihat amarah yang tidak terkendali. Namun Raja Serigala tidak berhenti. Ia menatap tajam ke arah anak buahnya, matanya menyala kuning keemasan. “Kalian akan membayar harga kegagalan ini! Tidak ada ruang untuk kesalahan selanjutnya!”

Ia menarik napas panjang, mencoba menenangkan dirinya, namun amarahnya masih terasa berdenyut di setiap otot tubuhnya. Raja Serigala tahu bahwa ini bukan hanya kegagalan taktis. Desa itu telah dikuasai oleh perlindungan Raja Vampir. Setiap usaha menyerang tanpa strategi matang akan sia-sia, dan ini membuatnya merasa hina.

Sementara itu, di desa, suasana berbeda. Udara siang yang hangat membawa aroma obat-obatan yang sedang direbus oleh kakek Alana. Arlan telah dibawa kembali ke rumah mereka, namun luka-lukanya cukup parah. Darah masih mengalir dari beberapa goresan di lengan dan bahunya, serta bekas cakaran di punggungnya.

Kakek berdiri di meja kayu besar di ruang tamu, dengan konsentrasi penuh. Tangannya cekatan menyiapkan ramuan dari bahan-bahan alami—daun obat, akar, dan beberapa cairan yang ia racik sendiri. Setiap langkahnya dilakukan dengan teliti, memastikan dosis dan campuran tepat untuk menyembuhkan Arlan.

“Taruh di sini,” perintah kakek sambil meletakkan mangkuk ramuan di samping tempat tidur Arlan. Tangannya yang berkerut memindahkan kain bersih, membersihkan luka-luka segar dengan kelembutan seorang ahli yang telah berpengalaman bertahun-tahun.

Arlan menahan rasa sakit, matanya menatap kakek dengan rasa kagum. “Aku… aku akan baik-baik saja, bukan?” suaranya berat karena napas tersengal.

“Tenang,” kata kakek sambil menepuk bahunya perlahan. “Luka-lukamu akan sembuh. Tapi kau harus tetap diam. Tubuhmu butuh waktu untuk menerima obat ini.”

Di ruangan lain, Alana berjalan mendekati Edward, yang sedang berdiri dekat jendela rumah mereka. Mata Edward menatap Alana dengan serius, penuh perhatian, namun tetap menjaga ketenangan.

“Edward…” suara Alana terdengar lembut namun tegang. “Apa kau baik-baik saja?”

Edward menatapnya sebentar sebelum berkata, “Aku baik. Tapi… dimana kalungmu?” Matanya sedikit menyipit, penuh kekhawatiran. “Aku tidak merasakan aura-mu seperti biasanya. Kau melepasnya?”

Alana menunduk, jemarinya memainkan ujung gaun. “Aku… aku melepasnya sebelum keluar. Aku tahu kita akan ke tepi hutan. Aku tidak ingin kalung itu hilang atau jatuh di hutan.”

Edward menghela napas panjang. Ia tahu, tanpa kalung itu, ikatan mereka sedikit terganggu. Kemampuannya untuk merasakan keberadaan Alana sangat terbatas, dan itu membuatnya merasa lebih waspada. Namun ia menahan dirinya untuk tidak menunjukkan kepanikan. “Baiklah… kau melakukan yang benar. Tapi… kau harus berhati-hati.”

Di sisi lain, paman dan bibi Alana mulai menunjukkan rasa penasaran mereka terhadap Edward. Mereka berdiri di teras rumah, memandangi Edward dengan tatapan bertanya.

“Kakek,” paman memulai dengan nada serius, “kau benar-benar yakin dengan orang ini? Selama ini dia tampak seperti tamu biasa. Tapi… sesuatu membuatku tidak percaya.”

Bibi menambahkan, “Iya. Ada sesuatu yang berbeda tentangnya. Kau tahu lebih banyak tentang dia daripada yang kau katakan, bukan?”

Kakek menatap mereka dengan pandangan penuh arti. Ia menutup buku tua yang sedang dibacanya, lalu menoleh. “Sudah saatnya kalian mengetahui kebenaran.” Suaranya rendah namun tegas, membuat keduanya menahan napas.

“Edward… bukan orang biasa,” kata kakek perlahan. “Dia adalah… Raja Vampir. Raja Vampir legenda yang telah ada puluhan tahun.”

Paman dan bibi saling bertatapan, raut wajah mereka tidak percaya. “Raja Vampir?” ucap paman sambil mengerutkan kening. “Kau bercanda, kan? Bagaimana mungkin…?”

Kakek mengangguk. “Tidak ada yang bisa berbohong di hadapanku. Edward adalah makhluk yang kuat, yang telah hidup jauh lebih lama daripada yang bisa kalian bayangkan. Dan… Alana bukan sembarang gadis. Dia adalah reinkarnasi dari Ratu Vampir, dan kalung itu… kalung itu adalah miliknya, simbol darah sucinya.”

Bibi menatap mata kakek, matanya membesar. “Jadi… semua ini—Edward, Alana… keduanya terkait dengan legenda itu?”

Kakek mengangguk pelan. “Ya. Dan inilah alasan mengapa kita harus menjaga mereka. Desa ini dilindungi oleh segel, tapi bahaya di luar sana… tidak bisa dianggap remeh.”

Paman menelan ludah, masih sulit mempercayai apa yang baru saja didengar. “Jadi selama ini kita tidak tahu… dan mereka… mereka berdua…” Suaranya terhenti, tidak bisa menyelesaikan kalimatnya.

Kakek menatapnya dengan tenang. “Tidak semua hal harus kalian ketahui sekaligus. Untuk saat ini, yang penting adalah kalian memahami satu hal: Edward adalah pelindung mereka. Dan Alana… adalah bagian dari sesuatu yang jauh lebih besar daripada yang bisa kalian pahami sekarang.”

Edward berdiri di dekat Alana, tatapannya menenangkan. Ia tidak mengucapkan sepatah kata pun, hanya menatap kedua orang dewasa itu dengan ketenangan penuh kewibawaan. Aura yang terpancar darinya cukup untuk membuat paman dan bibi merasa respek, sekaligus takut sedikit terhadap kekuatan yang belum sepenuhnya mereka mengerti.

Alana menatap Edward, matanya bertanya tanpa kata. Ia tahu sesuatu telah terungkap, namun ia masih terlalu muda untuk memahami sepenuhnya. Edward hanya tersenyum tipis, menundukkan kepala, dan membiarkannya tetap berada dalam ketidaktahuan untuk saat ini.

Sementara itu, Arlan yang terluka berbaring di tempat tidur, menatap mereka dari kejauhan. Ia tidak mengerti sepenuhnya apa yang sedang terjadi, namun ia merasakan ketenangan yang datang dari keberadaan Edward. Meskipun ia curiga, ada rasa aman yang tak bisa ia jelaskan.

Di luar rumah, angin membawa kabar dari hutan. Raja Serigala masih berada di sana, merencanakan langkah berikutnya. Kekalahan bawahannya membuatnya murka, dan ia tidak akan membiarkan desa ini tetap aman terlalu lama. Mata kuningnya terus menatap arah desa, merasakan setiap perubahan energi yang ada.

Namun di dalam desa, ketegangan mulai mereda. Kakek terus merawat Arlan, memastikan setiap luka dibersihkan dan diberi ramuan dengan tepat. Edward tetap berada di sisi Alana, menjaga gadis itu dengan penuh perhatian.

Paman dan bibi, meski masih tercengang dengan pengakuan kakek, mulai memahami situasi. Mereka menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi selama ini—kedekatan Edward dengan Alana, aura misterius yang dimilikinya, bahkan cara ia melindungi desa—semua kini masuk akal.

Kakek menatap mereka dengan serius. “Ingat, rahasia ini tetap harus dijaga. Alana dan Arlan belum saatnya tahu semuanya. Edward akan melindungi mereka. Dan tugas kita adalah memastikan desa tetap aman hingga saat itu tiba.”

Paman dan bibi mengangguk, rasa kagum dan takut bercampur menjadi satu. Mereka mulai memahami bahwa dunia yang selama ini mereka anggap biasa ternyata penuh rahasia dan kekuatan yang jauh melampaui pemahaman manusia biasa.

Di ruang yang sama, Edward menatap Alana, memastikan ia tetap aman, sementara kakek menyelesaikan perawatan Arlan. Mata Edward penuh tekad. Ia tahu, ancaman dari Raja Serigala tidak akan berhenti begitu saja. Tetapi untuk saat ini, ia telah melindungi orang-orang yang penting bagi dirinya, dan itu sudah cukup.

Di tepi jendela, sinar matahari sore menembus dedaunan, menciptakan bayangan yang menari di lantai rumah. Suasana tenang itu hanyalah sementara—kedamaian yang rapuh sebelum badai baru datang menghampiri.

Edward menundukkan kepala sejenak, menghirup udara hangat. Ia tahu, tidak lama lagi, pertempuran berikutnya akan datang. Raja Serigala tidak akan diam, dan desa ini—bersama Alana dan Arlan—akan menjadi pusat dari konflik yang lebih besar.

Namun untuk saat ini, ketegangan mereda. Luka Arlan mulai diperbaiki, rahasia sebagian terungkap, dan Edward tetap menjaga Alana dengan perhatian yang sama, meskipun identitasnya sebagai Raja Vampir hanya diketahui oleh kakek dan beberapa orang dewasa.

Kakek menatap ke arah hutan, pikirannya tetap waspada. “Ancaman itu belum selesai,” gumamnya pelan. “Tapi hari ini… kita bertahan. Dan dengan Edward di sisi mereka, mereka akan aman—setidaknya untuk sekarang.”

Dan desa kecil itu, yang selama ini terlihat damai, tetap berdiri di tepi ketegangan yang belum berakhir. Bayangan di hutan, mata-mata Raja Serigala, dan masa depan yang tak pasti… semua menunggu untuk menguji keberanian, kekuatan, dan kesetiaan mereka.

Namun satu hal sudah pasti: Edward, Raja Vampir legendaris, tetap akan menjaga Alana. Dan kakek, dengan pengetahuan dan pengalaman puluhan tahun, akan memastikan bahwa rahasia itu tetap terlindungi—hingga saat yang tepat tiba.

1
Naomi🌸
😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!