NovelToon NovelToon
BUKAN RUMAH BIASA

BUKAN RUMAH BIASA

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Komedi
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Budiarto Consultant

Sebuah rumah kontrakan tua di pinggiran kota terlihat seperti rumah biasa.

Catnya kusam, halamannya sepi, dan harganya sangat murah. Terlalu murah untuk ukuran rumah sebesar itu.
Karena kebutuhan dan kondisi keuangan, tiga sahabat Raka, Bima, dan Siska memutuskan untuk menempatinya tanpa banyak bertanya.

Namun sejak malam pertama, mereka mulai menyadari bahwa rumah itu menyimpan sesuatu yang tidak biasa.
Pintu sering terbuka sendiri.

Kursi goyang bergerak tanpa ada yang menyentuh. Terdengar suara langkah dari loteng setiap tengah malam.

Dan yang paling mengejutkan… rumah itu ternyata sudah lama dihuni oleh makhluk tak kasat mata.
Pocong yang suka memasak mie di dapur. Kuntilanak yang gemar menonton sinetron.

Hingga sosok misterius dari kamar belakang yang jarang muncul, namun selalu membuat bulu kuduk berdiri.

Di rumah itu, manusia dan hantu hidup berdampingan… meski tidak selalu damai.
Karena satu per satu rahasia rumah tersebut mulai terungkap.

ini bukan rumah biasa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Budiarto Consultant, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah Kontrakan yang Terlalu Murah

Rumah Kontrakan yang Terlalu Murah

Hujan turun deras di sebuah gang kecil di pinggiran kota Yogyakarta malam itu. Lampu jalan berkedip redup, memantulkan cahaya kuning pucat di genangan air yang memenuhi jalanan sempit. Suasana terasa dingin dan sedikit menyeramkan.

Di depan sebuah rumah tua bercat kusam, tiga orang berdiri sambil memandangi bangunan itu dengan berbagai ekspresi.

Raka, yang memegang kunci kontrakan di tangannya, terlihat paling bersemangat.

“Gila… rumah segede ini cuma segitu harganya,” katanya sambil tersenyum puas.

Di sampingnya, Bima mengangkat alis sambil menyorotkan senter dari ponselnya ke arah rumah.

“Justru itu yang bikin gue curiga,” jawab Bima. “Mana ada rumah sebesar ini disewakan murah banget?”

Siska yang berdiri di belakang mereka menyilangkan tangan. Ia menatap rumah itu dengan tatapan ragu.

Rumah itu memang terlihat aneh. Halamannya dipenuhi daun kering. Pagar besinya berkarat. Jendela-jendelanya tampak gelap seperti mata yang sedang memperhatikan mereka.

“Aku punya firasat nggak enak,” kata Siska pelan.

Raka langsung tertawa.

“Firasat kamu kebanyakan nonton film horor.”

“Serius, Rak. Rumahnya kayak… lama banget nggak ditempati.”

Bima menambahkan sambil melihat ke sekeliling,

“Gangnya juga sepi banget. Dari tadi kita datang nggak ada orang lewat.”

Hujan mulai semakin deras.

Raka mengangkat kunci.

“Udah lah. Kita masuk aja dulu. Kalau ternyata jelek, besok kita cari tempat lain.”

Ia melangkah ke pintu dan memasukkan kunci ke lubang kunci.

Klik.

Pintu terbuka dengan suara panjang.

KREEEEET…

Ketiganya langsung terdiam.

“Pintu horor banget bunyinya,” gumam Bima.

“Namanya juga rumah lama,” jawab Raka sambil mendorong pintu.

Begitu mereka masuk, ruangan terasa dingin. Bau lembap bercampur debu memenuhi udara.

Tiba-tiba…

Klik!

Lampu ruang tamu menyala sendiri.

Bima langsung meloncat mundur.

“ANJIR!”

Siska memegang lengan Raka.

“Kok lampunya nyala sendiri?”

Raka mencoba terlihat santai walaupun wajahnya mulai tegang.

“Mungkin… sensor otomatis?”

Padahal mereka semua tahu… rumah tua seperti ini jelas tidak punya lampu sensor.

Di sudut ruangan, ada kursi goyang kayu tua.

Awalnya diam.

Lalu perlahan…

KREEEK…

Kursi itu bergerak sendiri.

Siska langsung berbisik panik.

“Rak… kursinya…”

Raka menoleh.

Kursi itu berhenti.

Semua terdiam.

Bima menghela napas panjang.

“Cuma ilusi.”

Namun tepat saat ia selesai bicara…

Kursi itu bergerak lagi.

Lebih cepat.

KREEEK… KREEEK… KREEEK…

Bima langsung memegang bahu Raka.

“Rak… kita keluar aja yuk.”

Sebelum Raka menjawab, tiba-tiba terdengar suara dari arah dapur.

Suara seseorang… sedang mengaduk sesuatu.

Cek… cek… cek…

Ketiganya saling berpandangan.

“Di rumah ini… ada orang?” bisik Siska.

Raka menggeleng.

“Pemilik rumah bilang kosong.”

Bima mulai panik.

“Jangan-jangan maling.”

Dengan hati-hati mereka berjalan menuju dapur.

Setiap langkah terasa berat. Lantai kayu berderit di bawah kaki mereka.

KREEET… KREEET…

Saat mereka sampai di pintu dapur…

Raka perlahan mendorongnya.

KREEET…

Apa yang mereka lihat membuat ketiganya membeku.

Di depan kompor berdiri… pocong.

Ya. Pocong.

Tapi bukan pocong menakutkan seperti di film horor.

Pocong itu sedang… memasak mie instan.

Ia memegang sendok sayur dan mengaduk panci dengan santai.

Ketika menyadari ada yang melihatnya, pocong itu menoleh.

“Eh… ada tamu.”

Raka, Bima, dan Siska langsung menjerit bersamaan.

“AAAAAAA!”

Pocong itu terlihat bingung.

“Lho kenapa teriak?”

Bima hampir pingsan.

“HANTU MASAK MIE?!”

Pocong itu menggaruk kepalanya yang terbungkus kain kafan.

“Ya… lapar.”

Ketiganya hanya bisa menatap dengan mulut terbuka.

Pocong itu melanjutkan dengan santai.

“Sudah lama rumah ini kosong. Jarang ada yang datang. Kalian penghuni baru ya?”

Raka akhirnya berani bicara.

“I… iya.”

Pocong tersenyum lebar.

“Wah bagus. Jadi ada teman ngobrol.”

Belum sempat mereka mencerna kejadian itu…

Tiba-tiba terdengar suara dari loteng.

DUK!

DUK!

DUK!

Siska langsung memegang kepala.

“Masih ada lagi?!”

Sebuah suara perempuan terdengar dari atas.

“Hei pocong! TV-nya nyala nggak?”

Beberapa detik kemudian…

Seorang kuntilanak turun dari tangga loteng sambil membawa remote televisi.

Rambut panjangnya terurai, tapi wajahnya terlihat santai seperti orang baru bangun tidur.

Ia melihat tiga manusia itu dan melambaikan tangan.

“Oh… penghuni baru ya.”

Bima langsung duduk di lantai.

“Gue salah kontrak rumah…”

Pocong mengangguk santai.

“Tenang saja. Kita semua ramah di sini.”

Raka menatap mereka dengan wajah pasrah.

“Ini bukan rumah biasa…”

Pocong tersenyum.

“Iya. Ini rumah campuran.”

“Campuran apa?” tanya Bima lemah.

“Manusia dan hantu.”

Tiba-tiba dari lorong gelap di belakang rumah terdengar suara pintu terbuka.

KREEEEEEET…

Pocong dan kuntilanak langsung diam.

Wajah mereka berubah serius.

Raka memperhatikan.

“Kenapa?”

Pocong berbisik pelan.

“Itu kamar belakang.”

Bima menelan ludah.

“Kenapa dengan kamar belakang?”

Pocong menjawab pelan.

“Di situ… penghuni paling lama tinggal.”

Dari dalam kamar itu terdengar suara berat dan serak.

“Kalian… penghuni baru?”

Lampu rumah tiba-tiba mati.

Gelap total.

Siska berteriak panik.

“RAKAAAA!”

Dan di dalam kegelapan…

sesuatu mulai berjalan keluar dari kamar belakang.

Langkahnya… pelan.

Tapi berat.

DUK…

DUK…

DUK…

1
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
bengek tegang amat aing baca nya 🤣
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔: kesorodotan atuh 🤣
total 2 replies
Budiarto99
Petualangan di Session 3 sepertinya cukup mendebarkan, ikuti selalu jalan cerita dan jangan lupa berikan komentar dan masukkan mu untuk petualangan selanjutnya ya👍
Budiarto99
Setelah menutup kisah penuh intrik di session 2, petualangan kita kini melangkah ke session 3 yang sama sekali di luar dugaan. Misteri, tantangan, dan kejutan menanti di setiap cerita.

Jika rasa penasaran kalian sudah tak tertahan, pastikan kalian terus mengikuti perjalanan ini… dan jangan lupa mampir untuk membaca, karena setiap halaman menyimpan rahasia yang tak akan kalian lihat sebelumnya. 🙏
Yati Susilawati
menarik.. bikin penasaran, selanjutnya, seru nggak ya🤣🤣
Budiarto99: Terimakasih sudah mampir, episode selanjutnya akan hadir dengan cerita-cerita yang lebih seru diluar imajinasi kak 🤭
total 2 replies
Budiarto99
Kalau kalian terjebak di alam lain seperti mereka… apa yang akan kalian lakukan?

Tulis di komentar ya 👇 Jangan lupa like dan vote supaya cerita ini terus lanjut ke session 2 ya...👍
Nn F
baru ini setan bersahabat bgt yekan , fix cong lu bestie gue 😄😄
Budiarto99: Bisa dicoba kak sobatan sama ocong kak 😄
Terimakasih sudah mampir kak 🙏
total 1 replies
Nn F
yuhuuuuu, baru mampir nih thor . ninggalin jejak aaah
Budiarto99: Terimakasih sudah mampir kak 🙏
total 2 replies
Budiarto99
Salam kenal kembali🙏
💙Woo_Hye💛
Duh baru episode pertama aja udah di buat penasaran👍👍👍 Salam kenal Thor.
Budiarto99: Terima kasih untuk semua yang sudah membaca, memberi vote, dan komentar. Dukungan kalian sangat berarti bagi saya sebagai penulis. Semoga kalian selalu menikmati setiap episode cerita ini.🙏
total 1 replies
Dania
semangat tor
Budiarto99: Terimakasih kembali
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!