NovelToon NovelToon
Ghaffar Si Penakluk Arwah

Ghaffar Si Penakluk Arwah

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Mata Batin
Popularitas:68.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nike Julianti

Seorang anak lelaki, yang harus menyaksikan kematian ibunya di ulang tahunnya yang ke 9. Tumbuh dengan hati yang dingin, seolah tak tersentuh. Tetapi ia sudah terbiasa, dengan sahabatnya. Petualangan bersama para roh, kuy kita baca🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Keluarga Baru Ghaffar

"Nak Ghaffar, mungkin ini mengejutkan buat nak Ghaffar. Tapi... Bila boleh, apakah tante... bisa mengangkat kamu jadi anak?? Anak tante hanya satu, Theresia. Tapi dia harus pergi lebih dulu, dan kami harus berpisah untuk selamanya. Dengan melalui kamu, untuk menemukan putri tante. Tuhan seolah menunjukkan, kalo nak Ghaffar dikirim olehNya untuk menggantikan Theresia. Tak mengapa agama kita tak sama, tante dan om takkan memaksakan keyakinan. Tante hanya ingin, nak Ghaffar menjadi anak tante." ucap tante Grace

"Eeehhh.... Kamu mau rebut anak aku, ga bisa.. ga bisa... Ghaffar udah jadi anak angkat aku, iyakan sayang." sela tante Hesti, yang langsung memeluk Ghaffar dari samping. Karena kebetulan, tante Hesti duduk di samping Ghaffar.

"Hei... Kalian pikir, hanya kalian yang menginginkan Ghaffar jadi putra?? Aku juga ingin, Ghaffar... kamu jadi anak tante aja ya sayang." sambung tante Santi

"Eeehh... Ga bisa.. anak aku ini." tante Grace menarik Ghaffar, ketiga ibu itu tak mau kalah. Mereka ingin mengangkat Ghaffar, menjadi anak mereka.

Ghaffar menjadi serba salah, ia di tarik ke sana dan ke sini.

"TANTE" teriak Akbar, membuat mereka langsung berhenti dan serentak menatap Akbar.

"Ada Akbar ma Damar di sini, kenapa harus rebutan Ghaffar. Jadi anak angkat mah, kita juga mau atuh." ucap Akbar

Membuat ketiga ibu terdiam, mereka saling tatap. Tak lama mereka tertawa, lalu kembali menatap Akbar.

"Kamu bener Bar, kalian juga jadi anak angkat kami. Kalo gitu, kita punya tiga anak angkat sekaligus. Gimana??" ucap tante Hesti, di setujui ibu lainnya.

"Terima kasih.... Ibu" ucap Ghaffar, dengan suara bergetar.

"Nak...

"Ibu Hesti, ibu Santi dan ibu Grace... Ghaffar mau jadi anak angkat kalian, terima kasih sudah menerima Ghaffar, Akbar dan Damar. Kami sangat menghargainya, kami menerimanya." ucap Ghaffar

Ketiga ibu langsung memeluk Ghaffar, bang Abraham ternyata sudah menceritakan masa lalu Ghaffar. Dan itu membuat hati para ibu, merasa sangat tercubit.

"Nanti sering-sering ke rumah ya, nginep juga. Jangan cuma mampir, terus pulang. Ibu pasti sediain kamar buat kalian, rumah pasti rame nanti." ucap ibu Grace, Ghaffar mengangguk

"Setiap seminggu sekali, di hari weekend. Ghaffar dan yang lain, bergantian ke rumah ibu. Minggu ini, kami nginep di rumah ibu Hesti. Lanjut rumah ibu Grace, lalu ibu Santi. Ga papa kan?" semuanya mengangguk setuju, serentak mereka menatap bu Asih.

Terlihat bu Asih, sedang mengusap pipinya yang basah. Ghaffar bangun, ia pindah ke samping bu Asih.

"Ibu kenapa? Apa keputusan Ghaffar, membuat ibu sedih?" tanya Ghaffar, bu Asih menggelengkan kepalanya.

"Ga nak, ibu justru sangat bahagia sekarang. Allah Maha Baik nak, sekarang kamu punya keluarga baru. Bukan hanya satu, tapi tiga keluarga yang begitu menerima kamu. Ibu bahagia sayang, hati ibu tenang." jawab bu Asih, Akbar memeluk sang ibu.

"Semua baik-baik aja bu, ibu bisa tenang sekarang." ucap Akbar, bu Asih mengangguk.

Ghaffar sudah mempertemukan semuanya, dengan arwah Theresia, Diki dan Arkana. Pertemuan terakhir, sungguh mengharu biru seperti biasa. Perpisahan yang begitu menyayat hati, menggores sanubari.

Orang tua mana, yang rela di tinggalkan oleh permata hati mereka. Ibu mana yang rela, anak yang di kandungnya selama hampir 10 bulan. Harus pergi meninggalkan mereka lebih dulu, bahkan dalam mimpi pun tak pernah mereka inginkan.

Namun, mereka tetap harus rela melepaskan anak-anak. Agar jalan menuju dunia baru yang kekal, lebih mudah dan di tempatkan di tempat yang lebih baik.

.

.

Waktu pun berlalu, ujian tengah semester akhir sedang berlangsung.

"Baik anak-anak, soal akan di bagikan. Bapak minta, baca soalnya baik-baik. Jawab dengan pilihan yang menurut kalian tepat, jangan merasa terbebani. Kerjakan saja seperti ulangan seperti biasanya, ingat masa depan kalian tidak di tentukan oleh nilai pelajaran umum. Namun dengan kejujuran, amanah, adab dan akhlak yang baik." ucap pak Gumilar, guru Agama

"IYAAAA PAAAKKK" pak Gumilar meletakkan soal-soal di meja paling depan, dan murid akan meng estafet kan soal tersebut ke belakang.

"Okee, waktu kalian 90 menit. Silahkan kerjakan.." suasana kelas langsung hening, pak Gumilar berkeliling kelas, mengecek anak-anak mengerjakan soal.

Ada yang menggaruk kepala, ada yang menghitung kancing, ada pula yang hanya meletakkan kening di atas meja.

"Kenapa sulit sekali soal ini, pak... Apa bisa di kerjakan dengan baca ayat Kursi?" tanya salah satu murid lelaki, membuat teman sekelasnya hampir tertawa.

"Coba kamu kerjakan pake surat Yasin, siapa tau lebih paten." jawab pak Gumilar

"Saya cuma hafal ayat pertama nya aja pak, kalo surat Yasin. YAAAAASSSIIIIINN.... langsung mentok di E, iya kali semuanya jawaban E pak." balas murid itu lagi, tawa pun tak terelakan.

"Jon,... Kerjakan sesuai kemampuan saja" ucap pak Gumilar menasehati, murid yang bernama Joni mengangguk. Pak Gumilar hanya bisa menggelengkan kepalanya, muridnya memang punya sifat yang aneh-aneh.

"Selesai pak" serentak semua murid melihat ke arah Ghaffar, serentak pula mereka melihat ke arah jam dinding.

"Baru 15 menit, Ghaff." gerutu Joni

"Siapa juga, yang bisa ngalahin juara umum?" sekretaris kelas, Naomi

"Hahhh... Aku mah apa atuh, baru liat soal aja. Jantung langsung berdebar, jangan-jangan aku jatuh cinta sama ini soal." ucap bendahara kelas, Yanti

"SINTING" ucap satu kelas

"Ya sudah, kamu bisa istirahat lebih dulu." Ghaffar mengangguk

"Gue duluan ya, gue tunggu di perpus." Akbar mengangguk, ia juga sebentar lagi selesai. Ghaffar melangkahkan kakinya keluar kelas, berjalan ke arah perpustakaan.

.

Saat baru menginjakkan kaki di perpus, penanggung jawab perpus langsung berjalan ke arahnya.

"GHAFFAR" panggilnya, Ghaffar menghentikan langkahnya dan menunggu si pemanggil menghampirinya.

"Kenapa bu Ane?" tanya Ghaffar

"Ghaffar, ibu tau kalo kamu bisa melihat MEREKA." Ghaffar terdiam, ia tak mengiyakan atau pun menjawab tidak.

"Ibu... Ada yang ingin meminta bantuanmu, apa kamu bisa?" Ghaffar menghembuskan nafas panjang

"Tidak enak kalo di bicarakan di sekolah bu, kalo mau... Saya tunggu di kafe ZAYYAS, sepulang sekolah." jawab Ghaffar, bu Ane mengangguk cepat.

"Baik baik, kamu benar. Memang tidak enak, bila harus membicarakan hal ini di sekolah. Kalo gitu, nanti sepulang sekolah ibu dan teman ibu ke kafe. Apa ibu harus memesan tempat, agar kita lebih leluasa membicarakan hal ini?" Ghaffar menggelengkan kepala

"Ibu bilang saja, mau bertemu Ghaffar. Nanti akan ada yang mengantar ibu, ke tempat Ghaffar menunggu." jawab Ghaffar, membuat bu Ane cukup terkejut

"Apa... Kafe itu...

"Bisnis kecil-kecilan bu, mengisi kekosongan." jawab Ghaffar, ia pun pamit untuk duduk di tempat biasa.

"Bisnis kecil-kecilan?? Kafe besar dan viral, dia bilang bisnis kecil-kecilan?? Terus... yang buka kafe ngopi, yang luasnya dua petak. Di sebut apa? Bisnis-bisnis an?" gumam bu Ane, ia menggelengkan kepalanya. Seraya duduk di tempatnya, melakukan pekerjaan seperti biasa.

"Ternyata... Pemilik kafe itu, murid di sini. Ga heran sih, anak pinter kaya Ghaffar punya usaha." ucap bu Ane, seraya tangannya fokus pada pekerjaan.

"Apa aku bisa, buka butik sendiri nanti?"

...****************...

Alhamdulillah, bisa double neeeehhh.

Jangan lupa like, komen, gift dan vote nyaaaa.....🥰

1
Kristal Offical
widih tambah banyak aja personilnya
Hasnawiyah Ansar
kendaraan umur apaan itu teh🤔🤔🤔
ule_keke (IG: ule_keke26): typo, harusnya umum
total 1 replies
Hasnawiyah Ansar
aku juga HADIIIRRRR 🤭
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
akhirnya Ghaffar punya temen buat membantu hal-hal yang baik
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
cover baru ya thor🫶
ule_keke (IG: ule_keke26): betuuuullll😌
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Waah namana lucu 🤗 Mingyu
Zahbid Inonk
ah Mak othor gantung turuyeun 🤭🙏
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Mingyu? panggilan na Aming nya mak 🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
ule_keke (IG: ule_keke26): ngajak ribut sih, tapi ok lah
total 1 replies
vania larasati
lanjut kak
Ayuk Witanto
kendaraan umum maksudnya mak
ule_keke (IG: ule_keke26): iya kaaaaakkkk
total 1 replies
Ayuk Witanto
namanya unik ya bulan
Eliermswati
kirain slh satu keluarga zandra eh bukan pdhl q kangen bngt sm aa sama dede🤣🤣🤣🤣
Aquarius26
kirang thoooorrrr,,, sikik kalee
Aquarius26
keren lah author 1 ini,,kendaraan ada umurnya jg ya👏👏
Aquarius26: aq gk nyindir thor,tp ngmng lngsung itu🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
nisa
makk lanjutttt,,,,
☕️nya emak😘
mama_im
anjaaayy si gapura desa nyasar kesini, mana indihome pula 🤣🤣🤣
ismi🌹🌹
mingyu namanya kayak cewek gk taunya cowok
mama_im
kirain cowok mak 🤣🤣🤣
ule_keke (IG: ule_keke26): blm kepikiran
total 4 replies
mama_im
nu kumaha kendaraan umur mak? di pisah kitu anak anak jeung kolot? 🤣🤣🤣🤣
Ambu Rinddiany Thea: /Shhh//Shhh/
total 8 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
wah seru nih tpi pasti mak gk akan nambah lagi kan🫠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!