seorang anak kecil yang baru berusia 5tahun, ia ingin melakukan dendam akibat tantenya meninggal karna menyelamat kan nya. setelah ia beranjak remaja ia memulai melakukan dendam tersebut, dan rencananya ia akan bikin anak dari sang pembunuh jatuh cinta padanya dan meninggalkan nya. tetapi ia malah jatuh cinta pada gadis itu, dan siapa sangka ia tidak bisa melanjutkan balas dendam tersebut. tetapi karna permintaan sang mamah dan tidak akan membuat mamahnya kecewa ia akan melakukan balas dendam itu, walaupun harus merelakan orang yang ia cintai. namun ia tidak bisa untuk menyakiti hati orang yang ia cintai tapi apalah dayanya mamahnya selalu memaksa ia untuk melakukan balas dendam. dan ia semakin di buat bingung oleh keadaan, ia harus memilih salah satu ANTARA CINTA ATAU BALAS DENDAM.
penasaran sama ceritanya? sini dibacaa
jangan lupa follow dan vote di setiap bab nya ya gayss
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20 | Sama - sama rindu
happy reading
karna sejatinya cinta gue itu hanya untuk lo, Serly devia artika
Kalimat itu terus bergema dalam pikirannya, membuatnya semakin merindukan kehadiran Afan. Setiap kata terasa seperti pisau yang menusuk hatinya, membuatnya bertanya-tanya kapan bisa bersatu kembali. ia rindu dengan kebersamaannya dengan afan, dan ia juga rindu dengan pelukan hangat dari afan.
Devi menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan pikirannya yang bergejolak. Ia tidak bisa terus-menerus terjebak dalam perasaan sedih dan kerinduan. Ia harus kuat, untuk dirinya sendiri dan untuk Afan.
Dengan tekad baru, Devi membuka pintu kamarnya dan berjalan menuju ruang tamu. bundanya sedang duduk di sofa, membaca buku. Devi menghampiri bundanya dan memeluknya erat.
"bundaa, aku baik-baik aja kok, gausah khawatir yaa, aku cuman menenangkan pikiran aku," kata Devi, mencoba menyembunyikan perasaannya.
bunda Salma memandanginya dengan penuh kasih sayang. "Aku tahu, sayang. Tapi jika kamu butuh bicara, bunda selalu ada untukmu."
Devi tersenyum lembut, merasa bersyukur memiliki bunda yang begitu peduli.
"makasih bundaa,"
bunda salma mengangguk "iya devv, kalo ada apa apa cerita aja sama bunda"
devi hanya mengangguk
Setelah berbincang sejenak, Devi memutuskan untuk keluar dari rumah. Ia membutuhkan udara segar dan waktu untuk berpikir. Devi berjalan-jalan di taman dekat rumahnya, menikmati suasana alam yang tenang.
Saat berjalan, pikirannya kembali melayang ke Afan. Ia bertanya-tanya apa yang sedang Afan lakukan sekarang, dan apakah Afan juga memikirkanannya seperti dia memikirkan Afan.
"ah devi mengapa kau sangat memikirkan Afan?" gumamnya
"jujur gue kangen" gumamnya semakin lirih
harusnya, devi keluar untuk mencari udara segar. dan berhenti memikirkan afan, namun semakin ia berjalan pikiran nya justru malah semakin tertuju ke arah afan.
"afann, gue kangen"batinnya
Devi tersenyum lembut pada dirinya sendiri, memikirkan Afan, saat itu dia melihat sosok yang tidak asing lagi. Afan sedang berjalan bersama seorang wanita cantik, Clarissa. Devi merasa seperti terhenti waktu, jantungnya berdegup kencang, saat melihat Afan berjalan berdua dengan Clarissa.
"Afan..." gumam Devi, tanpa sadar.
Afan yang tadinya tidak memperhatikan sekitar, tiba-tiba menoleh ke arah Devi. Mata mereka bertemu, dan untuk sejenak, waktu terasa seperti berhenti. Afan terlihat terkejut, sementara Devi berusaha untuk tetap tenang meskipun hatinya sedang berantakan.
Afan berlari menuju Devi, dan tanpa ragu, ia memeluk devi Dengan sangat erat. "dev, gue rindu sama Lo"katanya dengan suara yang penuh keharuan.
Devi terkejut dengan tindakan Afan, tapi ia tidak bisa menyangkal perasaan hangat yang muncul saat berada dalam pelukan Afan. Ia membalas pelukan Afan, merasa seperti telah menemukan tempat yang aman.
Clarissa yang berdiri di belakang Afan, menatap pemandangan itu dengan rasa yang membakar hatinya. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa cemburu yang membara, mengapa ada devi disini? fikir Clarissa. lalu tanpa aba aba Clarissa menarik afan agar melepaskan pelukannya dari devi. "Afan, Kenapa sih Lo belum juga mov'on dari dia?" tanya Clarissa, suaranya sedikit menahan emosi.
"itu urusan gue. mau gue muvon apa enggak, jadi terserah gue. gue saranin ke Lo, Lo gausah ikut campur"
"kasian deh lo, gabisa dapetin afan yaa?"ejek devi
"apa yang terjadi? harusnya devi kecewa dengan apa yang Afan perbuat"batin Clarissa
"kenapa? kaget?"tanya devi
"gak"
"dan satu hal yang harus Lo tau, devi. gue sebentar lagi bakal nikah dengan Afan"
"lalu? gua harus bilang wau gitu? enggak kan?"
"afan, kenapa Lo cuman diam aja si?"
"gua udh muak dengan kebusukan lo, Clarissa."jawab afan
"maksud Lo apa?"tanya Clarissa
"Lo tau? gue gak akan pernah cinta sama Lo, tapi Lo selalu cari cara buat kita deket dan bikin orang yang gua cinta gak pernah percaya lagi sama gue"ucap afan
"dan sekarang gua percaya sama Lo, Afan" jawab devi
afan menatap manik mata devi, "gue harap kita bisa bersama"ucap afan
devi tersenyum, tersenyum bahagia.
sementara Clarissa, ia tengah menahan semua emosi yang akan meledak detik ini juga. tapi ia tak boleh terbawa emosi, ia akan mengasih tau voke tentang ini terlebih dahulu. Clarissa memutuskan untuk pergi dari sana, padahal rencana nya ia akan pergi jalan jalan di sekitar taman dengan Afan. namun di tengah tengah ia malah bertemu dengan devi? sial.
"dev? gimana kalo kita jalan jalan berdua" ucap afan, kemudian ia menggandeng tangan devi
devi mengangguk, seraya tersenyum senang.
kemudian mereka berjalan beriringan sambil bercanda satu sama lain.
"fan ada es krim, beli yuk"ajak devi dengan semangatnya
"boleh"
Mereka menuju ke penjual es krim
"mau rasa apa dev? rasa vanilla atau udah berubah?"
"hah?"
"maksud gue Lo masih suka rasa vanilla?"
"sukaa!"
"dan gue juga masih suka sama Lo"ucap devi
Afan hanya terkekeh kecil
setelah membeli es krim mereka duduk di bangku taman, dan memakan es krim.
"fan, Lo beneran mau nikah ya?"tanya devi tiba tiba
Afan sontak terkejut dengan pertanyaan tiba tiba itu
"iya dev"jawabnya lesu
"gue terpaksa"
"apa Lo gaada niatan buka hati buat Clarissa?"tanya devi
"gue gak akan cinta sama cewek licik kek dia"
"karna yang gua cinta itu cuman Lo, dev."
"oh ya? Lo masih cinta sama gue?"
Afan menatap devi, dan menggenggam tangan nya. "iya dev gue cinta sama Lo, cinta, sangat cinta. tapi gue juga gatau seberapa lama kita bertahan dalam cinta ini"ucap afan
"kalo misalkan ada cowok yang lebih baik dari gue, gimana reaksi Lo? apa Lo bakal cinta sama cowok itu?"tanya afan
devi menggeleng keras
"enggak! Lo itu yang lebih baik dari yang gue duga, jangan bilang gitu, Afan." tangis devi pecah
Afan memeluk erat tubuh devi, yang menangis tersedu-sedu.
"cowok yang gue cinta itu Lo, Afan. gaada yang lain"ucap devi
"gue juga dev, gue gak akan pernah cinta sama cewe lain selain Lo"jawab afan
"I love you dev"ucap afan
"I love you too"jawab devi
mereka melepaskan pelukannya, afan mengusap sisa sisa air mata devi.
"pasti keluarga Lo benci sama keluarga gue, dev."ucap afan
"biarin mereka yang benci, asalkan gue enggak"
Afan terkekeh
"oke abis dari sini Lo mau kemana?"tanya afan
"eumm, kemana yaa?"
"fan, ntar males ke bioskop yuk"ajak nya
"bolehh"
"ntar malem jemput gue yaa"
"oke"
"Lo gausah hiraukan ucapan kedua orang tua gue, kalo mereka ngusir Lo dan gaboleh ketemu gue"
"iya devi iya"
"oke ayo let's goooo"ucapnya penuh semangat
Afan hanya geleng geleng, akhirnya ia bisa melihat tingkah random devi lagi.