(🌶️🌶️🌶️🌶️🌶️)
"Aku tidak mau menceraikan Alexa Ma!" pekik Stevan, suaranya menggelegar memenuhi ruang tamu.
"Mama tidak meminta kamu untuk menceraikan Alexa! Tapi kamu harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan, Stevan! Karena saat ini, Emily tengah mengandung anak kamu!"
Duar!
Perkataan Nyonya Eta Raven, ibu kandung Stevan sekaligus ibu mertua Alexa bagaikan petir yang menyambar Alexa di pagi hari. Alexa mematung di tempat menatap pertengkaran mereka tanpa mengeluarkan suara. Jantungnya terus berdetak kencang tanpa henti, membuat Alexa tiba-tiba merasakan sesak nafas. Pandangannya pun perlahan kabur dan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon medusa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab~20.
...🔥🔥🔥🔥...
...(Malam harinya)...
...Seharian penuh Alexa mencari sang ibu mengelilingi ibu kota hingga meminta bantuan polisi. Tetapi polisi mengatakan kalau kasus korban hilang harus mencapai 24 jam, kalau tidak, maka polisi tidak akan turun tangan....
"Astaga... aku harus mencari Mama dimana lagi?" gumam Alexa berjalan dengan langkah lemas sambil memegang foto sang ibu.
Biur.
...Tiba-tiba turun hujan deras, memaksa Alexa harus mempercepat langkahnya ke sebuah halte bus untuk untuk berteduh....
Cit!
...Sebuah mobil yang begitu familiar tiba-tiba berhenti tepat di halte bus, dan turunlah Aletta dari dalam mobil....
"Mau apa kamu kemari?" tanya Alexa menatap Aletta dengan tatapan tak suka.
Aletta tersenyum smirk berjalan mendekati Alexa."Kakak, sebenarnya aku juga malas kesini, tetapi ini demi keselamatan Tante, jadi terpaksa aku kemari," ucap Aletta memutar bola mata malas.
"Apa maksudmu?"
"Cih." Aletta mendesis kesal, lalu menyerahkan ponselnya sedang tersambung panggilan ke arah Alexa."Dari tadi penculik ibumu terus menelfonku, katanya dia minta uan tebusan sebesar 100 juta. Kalau tidak, dia akan menghabisi ibumu."
"Apa?" Alexa segera merebut ponsel itu dari tangan Aletta."Halo."
"Halo, apakah kamu Putrinya?" tanya penculik dari seberang ponsel.
"I-iya," jawab Alexa cemas.
"Kalau begitu siapkan uangnya, lalu bawa kesini sendirian. Kalau sampai kamu membawa orang atau polisi, maka bersiaplah untuk menerima potongan tubuh ibumu satu persatu," perintah sang penculik.
"Jangan! A-aku akan menyiapkan uangnya, aku janji," pinta Alexa panik.
"Hahaha bagus. Kau hanya punya waktu sampai besok pagi, jangan sampai membuatku menunggu."
Tut, tut, tut.
...Panggilan pun berakhir. Alexa segera mengembalikan ponsel itu kepada Aletta, kemudian berlari pergi dari sana menerobos hujan deras tanpa pamit. Melihat kepergian Alexa yang sedang panik, Aletta pun tersenyum puas sambil menelfon seseorang....
"Bagaimana?" tanya suara seorang wanita paru baya dari seberang ponsel.
"Nyonya Eta, semuanya sudah selesai," jawab Aletta.
"Bagus."
Tut, tut, tut.
*
*
...(Di rumah mewah keluarga Raven)...
"Bagaimana Ma?" tanya Emily penasaran.
"Sudah selesai. Sekarang kita tinggal menunggu jawabannya," jawab Nyonya Eta tersenyum puas.
"Wah... Mama hebat," puji Emily.
"Tentu saja. Mama tau keluarga mereka itu tidak akan menolak yang namanya uang, jadi..." Nyonya Eta tersenyum puas membayangkan bagaimana bahagianya Tuan Viktor dan Nyonya Nadine saat menerima cek berisi uang sebesar 1M demi melancarkan rencana."Saat Alexa tersingkirkan, maka kita akan dengan gampang menyingkirkan Tristan," lanjut Nyonya Eta mengepal kuat kedua tangannya.
"Bagus sekali Ma."
...Keduanya pun tertawa bahagia penuh kemenangan, walaupun ada keraguan di hati Emily yang sudah terlanjur menyimpan rasa kepada Tristan dalam diam....
*
*
...(Di jalanan menuju rumah)...
...Alexa terus berlari sambil menangis memikirkan cara untuk meminjam uang, dan orang pertama yang muncul dalam benaknya adalah Tristan....
"Bagaimana caranya aku akan memohon agar Tristan mau memberiku uang supaya aku bisa menyelamatkan Mama," gumam Alexa terus berlari menelusuri tepi jalan menuju rumah.
...Dari belakang, Elian yang sedang fokus menyetir mobil tak sengaja melihat keberadaan Alexa, segera memberitahu Tristan....
"Tuan, itu Nyonya."
"Mana?"
"Itu."
...Kedua mata Tristan membulat sempurna melihat Alexa berlarian di bawa hujan deras tanpa memakai alas kaki, dan segera memerintah Elian mempercepat laju mobil dan berhenti tepat di samping Alexa....
...Mengenali siapa pemilik mobil yang saat ini berhenti tepat di sampingnya, Alexa pun berhenti berlari, lalu berdiri terdiam dengan tubuh menggigil kedinginan menatap pintu belakang mobil....
Ceklek.
...Pintu mobil belakang terbuka lebar, turunlah Tristan dari dalam mobil berjalan ke arah Alexa sambil memegang sebuah payung hitam di tangannya....
"Apa yang kamu lakukan di bawa hujan deras seperti ini?" tanya Tristan berdiri tegap di hadapan Alexa.
...Alexa pun mendongak perlahan menatap kedua mata Tristan dengan mata berkaca-kaca....
"Aku akan patuh melayani kamu sesuai apa yang kamu inginkan, asalkan kamu mau memberiku uang 100 juta. Aku janji akan mengembalikannya suatu saat nanti," pinta Alexa menahan air mata.
...Kening Tristan berkerut, ia langsung tau ada sesuatu yang tak beres hingga membuat Alexa tak berdaya seperti ini....
"Tanda tangani surat nikah, dan jadilah milikku untuk selamanya, bagaimana?" tawar Tristan mengulurkan tangannya mengusap lembut pipi Alexa.
...Alexa terdiam mempertimbangkan tawaran Tristan. Dalam hati ia sangat ingin menolak, tetapi ia juga tak ada pilihan lain. Apalagi penculik itu hanya memberinya waktu satu malam....
"Baik, aku mau," jawab Alexa.
"Apa kamu yakin tidak akan menyesal?" tanya Tristan memastikan.
Alexa mengangguk dengan cepat tanpa ragu."Iya. Aku tidak akan menyesal," jawab Alexa.
"Bagus."
...Tristan segera meraih lengan Alexa, menariknya pergi masuk ke dalam mobil, lalu memerintah Elian membawa mereka menuju sebuah mall untuk membeli sepasang gaun dan setelan pengantin, kemudian keduanya segera menuju gereja untuk melakukan pernikahan mendadak tanpa tamu undangan....
...(Bersambung)...