NovelToon NovelToon
Tante Sasa

Tante Sasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Tante / Fantasi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dutta Story_

Tentang Sasa yang jatuh cinta dengan Arif Wiguna,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dutta Story_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

-

Sasa berdiri dari kursi, perlahan melangkah keluar meninggalkan acara pernikahan itu.

Setelah keluar dari gedung, dia menuju pinggir jalan menunggu Kania yang sedang dalam perjalanan.

Karena lelah berdiri, dia menghampiri tembok dan duduk di pinggir jalan itu.

Sasa mengambil telepon genggamnya, menyalakan, dan membuka sosial media agar tidak bosan.

Tak lama, sebuah mobil mewah berhenti di depan Sasa. Kaca mobil terbuka, lalu Kania berbicara, "Sa, ayo naik." Kania tersenyum dari dalam mobil menatap Sasa yang fokus memainkan telepon genggamnya.

Sasa berdiri, melangkah, dan membuka pintu mobil, lalu masuk.

"Sudah lama menunggu?" tanya Kania sambil memperhatikan Sasa.

"Iya, lama banget."

"Soalnya macet, Sa, di jalan. Eh, nanti malam temani ya, biar aku tidak sendirian, datang ke acaranya," Kania menyalakan dan melajukan kendaraannya.

"Boleh sih, lagian di rumah juga tidak ada tugas."

Kania tersenyum karena Sasa bersedia menemaninya ke acara keponakannya malam ini.

Sedangkan Arif masih berada di kafe bersama Abdul. Saat mereka sibuk mengobrol, seorang wanita muda mendekat dan berdiri di meja mereka.

"Mas, boleh duduk di sini?" tanya wanita itu menatap Arif.

Arif menatap sekeliling karena heran dengan wanita yang berdiri di depan mejanya. Ternyata wanita itu memilih untuk ikut duduk karena semua kursi di restoran penuh.

"Boleh kan, Mas? Soalnya tidak bisa lama-lama. Kalau begitu, saya mau mencari restoran lain," ucapnya kembali sambil menoleh ke arah Abdul.

"Ehh, jangan. Boleh kok duduk, lagian kita tidak menunggu siapa-siapa lagi," Arif tersenyum menatap wanita itu.

"Terima kasih, Mas," ucapnya lalu duduk di kursi sambil kembali berbicara, "Oh, iya, Mas, nama saya Laras, salam kenal." Ucapnya sambil menatap Arif.

"Salam kenal juga, Mbak, nama saya Arif Wiguna," Arif tersenyum menatap ke arahnya.

"Kalau saya Abdul," Abdul tersenyum dan menaikkan kedua alisnya.

"Nama kalian keren-keren ya, selain keren kalian juga cakep-cakep. Omong-omong, sudah pada punya pasangan belum?" tanya Laras menatap Arif, dan mengalihkan ke arah Abdul.

"Saya belum ada pasangan," Arif dan Abdul menjawab bersamaan.

Laras menatap ke arah Arif dan mengalihkan ke Abdul, beberapa kali dia mengulangi tatapan itu.

Arif menatap tajam ke Abdul, dia tahu kalau Abdul memiliki seorang wanita bernama Zahra.

"Bukannya lo sudah punya ya, Dul?" Arif menatap tajam.

Abdul tersenyum lalu berbicara, "Hehe, lagian pacar gue selingkuh, cuy. Di depan doang manis, di belakang diam-diam menghapus status," Abdul tak lepas menatapnya.

"Eh, kok malah pada ribut sih, kan cuma nanya doang," Laras menatapnya dengan lekat.

"Hehe, Mbaknya jomlo apa gimana?" tanya Arif sambil menatap ke arahnya.

"Kalau saya sudah nikah," jawab Laras sambil tersenyum.

Arif dan Abdul langsung bertatapan, dengan wajah yang begitu kecewa, mereka berdua terdiam.

Tatapan Laras ke arah mereka berdua yang saling bertatapan dengan serius, lalu Laras pun kembali berbicara sambil tertawa, "Haha, kalian kenapa seperti itu? Lagian saya masih sekolah, belum nikah," ucapnya.

"Yakin, belum nikah?" Arif menatap begitu serius.

"Iya, lagian aku baru pindah ke SMA 4 Mar," ucapnya sambil menaikkan satu alisnya.

"Ha, yang benar? Berarti kita satu sekolah dong," Arif sambil menatap ke arahnya, lalu Abdul ikut berbicara.

"Benar tuh, berarti kita satu sekolah, ngomong-ngomong Mbak kelas berapa?" Abdul sambil tersenyum menatap ke arahnya.

"Kalau enggak salah masuk ke kelas 11A," ucap Laras sambil menatap arah Abdul.

Arif tersenyum ketika mendengar kata dari Laras, sedangkan Abdul dia menatap Arif karena Abdul tahu jika Arif menduduki kelas 11A.

"Berarti satu kelas dong, Mbak," Arif sambil menatap Laras.

"Kamu kelas 11A?" Laras bertanya, karena dia masih belum menyangka bisa bertemu dengan teman sekelas.

Laras hanya baru mengurus surat dan lainnya untuk pindah sekolah, dan dia belum sempat untuk masuk kelas, dan mengenal orang-orang yang berada di sekolah itu.

"Iya, jadi kamu baru pindahan apa gimana?" tanya Arif.

"Baru pindah sih, soalnya Mama pindah ke sini, jadi aku harus pindah sekolah juga, biar enggak jauh," Laras sambil tersenyum.

"Eum, begitu ya."

Abdul terdiam, tanpa berbicara sama sekali, dia terus memperhatikan bahkan dia sama sekali tak berbicara.

Di sisi lain, Sasa sedang melangkah bersama Kania, di dalam mal yang besar mereka sedang mencari tempat penjual baju.

Sasa yang mengikuti dari samping berbicara, "Mau beli apa lagi sih?" Sasa menatapnya.

"Aku mau beli pakaian, tapi nyari yang lebih bagus."

"Eumm, terus mau di mana?"

"Kita ke toko yang di atas ya, aku sering ke sana, di sana bagus-bagus bajunya, kamu enggak sekalian juga kah?" Kania terhenti langkahnya dan menatap Sasa.

"Enggak deh, lagian di rumah juga masih banyak pakaian yang belum aku pakai."

"Yaudah, ayok, temani aku belanja aja," Kania langsung melangkah pergi sambil menarik tangan Sasa.

Mereka pun naik ke eskalator untuk naik ke lantai atas. Sampai ke lantai atas, mereka langsung melangkah untuk menuju ke toko yang dituju Kania.

Sampai ke depan toko, mereka pun masuk dan melihat-lihat sekeliling yang dipenuhi pakaian yang bagus dan mewah.

Kania langsung melangkah sendiri mencari baju, sedangkan Sasa dia berdiri dan menatap sekeliling.

Awalnya dia memang tak ingin berbelanja, tapi saat melihat pakaian yang menggantung, tatapannya terus tertuju ke pakaian itu.

Sasa melangkah mendekat menuju ke pakaian itu, lalu dia melihat dan memegangnya, hatinya mulai merasa, dia ingin membeli pakaian itu.

"Bagus banget," Sasa memegang lalu dia mengambil dan membawanya ke kasir.

Di depan kasir, Sasa menaruh pakaian di atas etalase, dia pun berbicara, "Mbak, ini berapa?" tanya Sasa menatap ke arah kasir.

"Ini 750 ribu, Mbak," jawabnya sambil tersenyum.

Sasa terdiam, dia memperhatikan pakaian yang di atas etalase itu, walaupun harganya lumayan besar, tapi dia merasa jika pakaian itu sangat dia sukai.

"Mbak, jadi diambil pakaian ini?" tanya penunggu kasir.

"Jadi, Mbak, yaudah kalau gitu, saya bayar lewat ATM ya, Mbak," ucap Sasa sambil membuka tas untuk mengambil telepon genggam.

Kania yang membawa pakaian melangkah menuju kasir, saat dia terhenti di samping Sasa dia langsung berbicara, "Katanya enggak mau belanja, kok malah belanja?" Kania sambil menatap dan tersenyum.

"Hehe, lagian bagus banget pakaiannya," Sasa sambil tersenyum menatap ke arahnya.

"iya Bagus banget sih," Kania memperhatikan pakaian yang dipegang oleh kasir itu, dan dimasukkan ke dalam kantong.

Kania pun menaruh beberapa pakaian dan celana jeans yang dia ambil untuk dibelinya, dia kembali berbicara, "Semuanya jadi berapa, Mbak?" tanya Kania.

"Sebentar ya, Mbak," jawabnya, lalu memberikan pakaian yang sudah dibayar oleh Sasa.

Setelah pelayan memberikan pakaian milik Sasa, dia pun mengambil dan menghitung pakaian yang mau dibeli oleh Kania, sampai dia selesai menjumlahkan, dia pun berbicara, "Semuanya jadi 600 ribu, Mbak," jawabnya.

Kania langsung mengambil uang, dan membayar pakaian yang dibelinya itu.

1
sitanggang
sahabatnya me inggal malah pergi kencan dan hak ada mellow2nya, ini jalan ceritanya kok jelek bgt yaa🤣🤣🤣👎👎
DuttaStory_: Banyak ke Potong, 😭😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!