NovelToon NovelToon
Pria Titisan Raja

Pria Titisan Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:32.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Kalandra Wiranata adalah seorang Petugas Pemadam Kebakaran yang bertugas di sebuah Kota kecil.
Kota tempat tinggalnya itu terletak cukup strategis karena tepat berada di tengah - tengah dari lima Kabupaten di Provinsi itu.
Karena tempatnya yang strategis, Timnya kerap kali di perbantukan di luar dari Kotanya.
Timnya, bukan hanya sekedar rekan kerja. Mereka sudah seperti keluarga kedua yang di miliki oleh Kalandra.
Karna sebuah kejadian, Kalandra pun di pertemukan dengan seorang wanita yang ternyata merupakan jodohnya.
Selain perjalanan karir dan cinta, ada sebuah rahasia yang akhirnya terungkap setelah selama ini selalu membuatnya penasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Mendaki Gunung

"Heh! Ketempelan kamu, Kal? Senyum - senyum sendiri dari tadi." Kata Wildan yang menghampiri Kalandra.

Pria itu sedang duduk sendirian sambil menatap bulan dan bintang di langit. Sesekali ia tersenyum sendiri, entah apa yang sedang ia bayangkan hingga membuatnya senyum - senyum begitu.

"Kamu ngapain sih, Kal? Kesurupan?" Tanya Oji.

"Enggak lah! Sembarangan banget kalo ngomong." kata Kalandra.

"Libur tiga hari, mau kemana, Kal?" Tanya Oji kemudian.

"Rencana mau tracking." Jawab Kalandra.

"Tiap libur, pasti tracking. Gak bosen kamu, Kal?" Cicit Wildan.

"Yang ada, Gunungnya yang bosen sama dia." Sahut Oji yang membuat mereka bertiga tertawa.

"Sekali - kali nyoba yang lain gitu, Kal. Diving kah, snorkling, atau surfing gitu. Emang kamu gak bosen, dari kecil naik turun gunung dan keluar masuk hutan?" Cerocos Wildan.

"Kalau cinta, memang bisa bosen? Yang ada rindu kalau lama gak di lakukan." Kekeh Kalandra.

"Lagian, aku udah coba semua kegiatan itu. Tapi, gak ada yang senyaman mendaki. Suasana tenang dan damai dari gunung itu, selalu bikin candu." Imbuh Kalandra kemudian.

"Padahal capek loh, Kal. Aku sekalinya ikut kamu dulu, abis itu sampe izin kerja dua hari. Padahal itu gunung gak tinggi - tinggi banget." Kata Oji yang cukup kapok mendaki gunung.

"Biasanya aku tek-tok kalau ke sana. Cuma sama kamu aja, yang sampe nginep di puncak." Sahut Kalandra.

"Ya gimana? Dari pada aku mati kehabisan nafas di tengah trek." Kekeh Oji.

"Terus, kamu mau ke Gunung mana, Kal? Sama siapa?" Tanya Wildan.

"Kemananya belum tau. lihat nanti aja, pingin ke mana." Kekeh Kalandra.

"Kayaknya sendirian sih. Kamu mau nemenin, Wil? Kalo Oji, udah pasti gak mau." Kata Kalandra.

"Ah, terima kasih banyak, tawarannya, Kal. Aku lebih suka main game di rumah." Jawab Wildan.

Mereka bertiga pun asyik mengobrol sambil bersantai. Di musim penghujan seperti ini, pekerjaan mereka menjadi lebih santai karena tak banyak terjadi kasus kebakaran. Namun, saat sedang asyik mengobrol, mereka di kejutkan dengan kedatangan seorang ibu yang terus memegangi tangannya.

"Mas."

"Heh!"

"Astaghfirullah!"

Kalandra, Wildan dan Oji sampai terjingkat karena kaget saat si Ibu yang tiba - tiba ada di belakang mereka itu memanggil.

"Ibu, bikin kaget aja." Kata Oji sambil mengusap - usap dadanya.

"Ada perlu apa, Bu?" Tanya Kalandra.

"Mas, bisa tolong lepasin cincin saya? Cincin saya nyangkut, gak bisa lepas. Udah saya coba pake berbagai macam cara, tapi gak bisa. Sakit banget rasanya jari saya." Kata si Ibu.

"Coba saya lihat, Bu." Kata Kalandra.

Si ibu pun menunjukkan jarinya yang membengkak kebiruan karena cincin yang seperti mencekik jarinya.

"Ya Allah, sampe kayak gini." Lirih Kalandra.

"Wil, tolong ambilin lampu senter sama peralatan. Kamu, Ji, ambil sarung tangan, P tiga K sama air hangat di wadah." Titah Kalandra sambil mengamati jari Si Ibu. Ia berusaha mencari celah agar bisa memotong cincin di jari si Ibu yang sudah membengkak itu.

Tak lama, Oji dan Wildan sudah kembali dengan membawa barang - barang yang di minta oleh Kalandra.

Kalandra dan Wildan kemudian memakai sarung tangan karet untuk mengeksekusi cincin yang tersangkut di jari itu.

"Tahan ya, Bu. Mungkin sedikit sakit karena jarinya bengkak." Kata Kalandra.

"Iya, Mas." Lirih si Ibu yang nampak sedikit gugup.

"Tahan, Wil. Aku potong cincinnya." Ujar Kalandra setelah berhasil membuat selah antara cincin dan kulit.

Tak perlu waktu lama, Kalandra pun berhasil memotong cincin. Untungnya cincin itu tak terlalu tebal hingga mudah untuk di potong. Perlahan, Kalandra melebarkan selah cincin itu dan melepaskannya dengan hati - hati. Setelah berhasil di lepas, Kalandra pun merendam jari si Ibu dengan air hangat yang di bawa Oji.

"Alhamdulillah." Seru si Ibu yang nampak lega.

"Makasih banyak ya, Mas." Ucap si Ibu dengan senang.

"Sama - sama, Bu. Lain kali cincin cucunya jangan di pake ya, Bu." Gurau Kalandra yang membuat si Ibu dan dua rekannya tertawa.

...****************...

Kalandra membuka ponselnya setelah melaksanakan sholat subuh. Senyuman tipis pun terlukis di bibirnya ketika membaca chat yang masuk beberapa menit lalu.

[Abang ada waktu hari ini? Aku mau kembalikan powerbank Abang. Maaf baru sempat kembalikan.] Isi pesan yang masuk dari Naina.

[Bisa nanti, sekitar jam sepuluh.] Balas Kalandra.

[Kita ketemu di Taman Kota ya, Bang.] Pesan yang kembali masuk dari Naina.

[Ok!] balas Kalandra.

Tepat pukul sepuluh, Kalandra sampai di Taman Kota, tempat dimana ia dan Naina berjanji untuk bertemu. Kalandra melepas helm dan mengirim pesan pada Naina, dimana ia menunggu.

"Udah dari tadi, Bang?" Sapa Naina tak lama setelah kalandra mengirim pesan.

"Enggak, barusan." Jawab Kalandra.

"Makasih ya, Bang." Ucap Naina sambil memberikan powerbank yang ia pinjam beberapa hari lalu.

"Hm'm sama - sama." Jawab kalandra.

"Abang mau kemana? Mau tracking?" Tanya Naina saat melihat Kalandra membawa tas besar yang biasa di bawa oleh pendaki.

"Iya." Jawab Kalandra.

"Mau ke gunung mana?" Tanya Naina.

"Gunung S." Jawab kalandra.

"Mau ikut?" Tawar Kalandra yang tentu hanya iseng saja.

"Boleh ikutan, Bang?" Tanya Naina dengan mata berbinar. Gadis cantik itu pun memiliki hobi yang sama dengan Kalandra, yaitu mendaki gunung.

"Emang gak ada kegiatan di Kampus?" Tanya kalandra yang langsung di jawab gelengan oleh Naina.

"Sudah selesai semesternya." Kata Naina kemudian.

"Yakin mau ikut? Oke kalau mau. Kita berangkat jam satu siang nanti." Kata kalandra.

"Yeey! Makasih, Bang. Kalau gitu aku siap - siap." Kata Naina yang kemudian menaiki motornya.

"Kirim lokasi rumahmu, nanti aku jemput aja. Sekalian aku juga izin dengan orang tuamu." Kata Kalandra.

"Abang mau izin sama Ayah dan Bunda juga?" Tanya Naina dengan tatapan tak percaya.

"Aku aja yang izin, gak apa - apa kok, Bang. Ayah dan Bunda juga udah biasa kalau aku izin mau mendaki." Imbuh Naina kemudian.

"Iyalah. Aku yang bawa kamu, jadi aku juga harus izin sama orang tuamu. Biar mereka gak khawatir karena ada yang bertanggung jawab kalau kamu kenapa - napa." Jawab Kalandra.

"Oke. Nanti aku kirim lokasi rumahku, Bang." Kata Naina sambil tersenyum. Gadis itu tampak sangat bersemangat.

"See you, Bang. Aku duluan." Pamit Naina sambil melambaikan tangannya.

Kalandra sendiri hanya bisa tersenyum sambil geleng - geleng kepala melihat tingkah Naina. Gadis yang berusia empat tahun lebih muda dari Kalandra itu, memang sangat humble dan ramah.ia juga nampak selalu ceria hingga bisa menularkan vibes positif pada orang - orang di sekitarnya.

Kalandra yang semula memang hendak berangkat sembari mengambil powerbanknya, akhirnya kembali lagi ke Apartemennya untuk menunggu Naina bersiap. Pukul dua belas siang, Naina mengirimkan foto tas berisi perlengkapannya yang sudah rapi.

[Ready, Boss!] pesan yang masuk dari Naina setelah mengirim foto.

[Sudah izin Ayah dan Bundamu?] Tanya Kalandra.

[Aman, Bang.] Jawab Naina.

[Sip! Setelah sholat dzuhur, aku jemput.] Kalandra membalas pesan Naina.

1
Ita Xiaomi
Kalandra kalimat terakhir tlg direvisi bs bikin emosi nih😁
Ita Xiaomi
Daddy berkelit aja tuh 🤣
Nurlaila Elahsb
fans ya😀di maklumi aja na😊
Dewi kunti
mengantar yaaa
Nuri 73749473729
ada2 aja kamu kal... lanjut💪
Esther
bagi coklatnya Naina, jangan dihabiskan sendiri nanti sakit gigi😄😂
Nifatul Masruro Hikari Masaru
duh kal. bikin orang bete aja kata terakhir nya
Mulyani Asti
seru
Ita Rcwt
ga sabar ini nunggu lanjutannya😊
Nifatul Masruro Hikari Masaru
langsung dapat gelar mommy aja nih
Atik Kiswati
semoga langgeng sampe nikah ya....
Nuri 73749473729
lanjut thor💪
Dewi kunti
pacarnya boleh Nemu dihutan itu🤭🤭🤭🤭
Kristiana Subekti
semangat up nya thor 🥰
Faqisa Sakila
yg dsni happy2..
yg crita stunya ko serem sih thor..
doble up donk
Nifatul Masruro Hikari Masaru
wiiiih langsung gercep
Priyatin
mau .... ayo bang 🥰🥰🥰🥰
Priyatin
hah. ek kok aku yg kaget bang 😄😄😄
Atik Kiswati
lnjt..
Nuri 73749473729
nah tu na... mau dikenalin sama camer lanjut💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!