NovelToon NovelToon
Perjuangan Ahli Kungfu Terlemah?

Perjuangan Ahli Kungfu Terlemah?

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Epik Petualangan / Komedi
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: djase

Kisah dari seorang pemuda yang di hina karena gaya kungfunya yang unik. Apakah dia bisa menjadi legenda di masa depan, atau justru menjadi aib . Mari masuk ke novel ku yuk.😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon djase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 : "FINAL TURNAMEN DAN PERNYATAAN CINTA"

 

Hari final telah tiba! Arena dipenuhi hingga penuh oleh ribuan penonton dari berbagai penjuru benua Wu Xia. Bendera semua klan berkibar dengan gagah di atas arena, dan musik tradisional yang meriah memenuhi udara pagi yang cerah.

Luan bangun lebih awal dari biasanya. Dia berlatih gerakan Wu Wei Shen Quan nya dengan tenang di halaman belakang asrama, merenungkan teknik yang akan dia gunakan serta kata-kata yang ingin dia ucapkan kepada Lin Mei setelah pertandingan.

"Semoga hari ini berjalan dengan baik..." bisiknya sambil mengikuti aliran energi alam di sekitarnya.

Tak lama kemudian, Lin Mei datang membawa makanan pagi dan ramuan khusus. "Kamu sudah berlatih cukup lama ya Luan. Mari makan dulu agar kamu punya energi yang cukup untuk bertanding." ujarnya dengan senyum lembut, meskipun wajahnya tampak sedikit merah dan tidak tega melihat mata Luan langsung.

"Terima kasih kak Lin Mei. Ada sesuatu yang ingin kubicarakan setelah pertandingan nanti ya..." ujar Luan dengan suara pelan tapi tegas. Lin Mei hanya mengangguk dengan hati yang berdebar kencang.

Saat mereka sampai di arena, Zhao Tian sudah menunggu dengan pakaian latihannya yang rapi dan wajah penuh semangat. "Siap untuk duel terbaik kita ya Luan?" tanya dia dengan tangan terbuka untuk berpelukan.

"Siap saja kakak Tian! Mari kita berikan pertandingan yang tak terlupakan bagi semua orang!" jawab Luan dengan senyum lebar saat mereka saling berpelukan erat.

Master Qing Long naik ke atas panggung utama bersama dengan para pemimpin klan tamu. Suara lonceng besar berbunyi tiga kali, menandakan dimulainya final turnamen tahun ini.

"Selamat datang pada final Turnamen Kungfu Tahunan Akademi Qinglong!" teriak pengumum dengan suara yang menggema di seluruh arena. "Hari ini kita akan menyaksikan duel epik antara dua siswa terbaik akademi – Zhao Tian melawan Zhao Luan!"

Seluruh penonton bersorak riuh dengan suara yang sangat keras. Lin Mei duduk di tribun depan bersama Chen Hao dan Guru Yan, tangan nya terlipat erat karena rasa khawatir dan harapan yang besar.

Mereka berdua naik ke arena dan berdiri berhadapan di tengahnya. Matahari mulai tinggi menyinari arena, membuat kedua peserta itu tampak seperti memiliki kilau khusus di tubuh mereka.

"Aku tidak akan menahan diri ya Luan!" ujar Zhao Tian sambil mengumpulkan qi nya ke seluruh tubuhnya.

"Saya juga sama kakak Tian! Mari kita berikan yang terbaik!" jawab Luan dengan tenang sambil menyelaraskan diri dengan energi alam sekitarnya.

Lonceng berbunyi – pertandingan final dimulai!

Zhao Tian langsung menyerang dengan gaya kungfu nya yang kuat dan cepat – "Serangan Singa Berdarah!" Setiap gerakannya penuh dengan kekuatan dan kecepatan yang luar biasa, membuat tanah arena bergoyang setiap kali tinjunya menyentuh tanah.

Luan menghadapinya dengan gaya Wu Wei Shen Quan nya yang mengalir seperti sungai. Dia menghindari setiap serangan dengan gerakan yang lembut namun presisi, terkadang menyerap kekuatan serangan Zhao Tian dan mengembalikannya dengan arah yang berbeda.

Pertandingan mereka benar-benar epik – setiap gerakan membuat penonton terpana dan tidak bisa berkedip. Zhao Tian menggunakan semua teknik yang dia pelajari selama bertahun-tahun, sementara Luan menunjukkan kemampuan baru dari buku kuno yang diberikan Master Qing Long.

Setelah bertarung selama hampir dua puluh menit, kedua peserta mulai merasa lelah tapi tetap tidak mau menyerah. Zhao Tian menggunakan teknik terakhir dan terkuatnya – "Pukulan Raja Singa!" Dia melompat tinggi ke udara, tubuhnya bersinar dengan cahaya emas yang kuat saat akan menghantam Luan dengan kekuatan penuhnya.

Luan tahu bahwa ini adalah momen penting. Dia tidak menghindar atau menyerap kekuatan lawannya – malah dia membuka kedua tangannya dan menggunakan teknik penyembuhan serta penguatan yang baru dia kuasai. Saat tangan Zhao Tian menyentuh dadanya, energi hangat menyebar ke seluruh tubuh kedua mereka.

"Kita sama-sama kuat, kakak Tian!" ujar Luan dengan suara yang tenang tapi jelas terdengar di seluruh arena. "Kekuatan sejati bukanlah tentang mengalahkan orang lain, tapi tentang saling membantu dan tumbuh bersama!"

Zhao Tian mendarat dengan aman dan berdiri dengan tenang, matanya penuh dengan kagum dan pemahaman. Dia mengangguk dengan senyum puas dan mengangkat tangan nya ke atas – menyerah dengan penuh rasa hormat.

"Aku kalah, Luan! Kamu benar-benar layak menjadi juara!" ujar Zhao Tian dengan suara yang jelas terdengar oleh semua orang.

"JUARA TURNAMEN KUNGFU TAHUNAN – ZHAO LUAN!" teriak pengumum dengan suara yang menggema. Seluruh arena bergemuruh dengan sorak sorai yang sangat keras, bahkan beberapa pemimpin klan ikut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah.

Master Qing Long datang ke tengah arena dengan piala emas yang indah dan medali juara. "Zhao Luan, kamu telah menunjukkan bahwa kekuatan kungfu yang sesungguhnya berasal dari hati yang baik dan kemauan untuk membantu orang lain. Selamat atas kemenanganmu!" ujarnya dengan suara penuh bangga saat memberikan piala kepada Luan.

Setelah upacara penyerahan hadiah selesai, Luan langsung mencari Lin Mei di tengah kerumunan. Dia menemukan gadis itu sedang berdiri di tepi arena bersama Chen Hao dan Zhao Tian. Tanpa berpikir panjang, Luan berlari ke arahnya dan menariknya pergi ke taman bunga yang sunyi di belakang arena.

"Kak Lin Mei... aku ingin menyelesaikan kalimat yang tidak kubisa ucapkan kemarin malam." ujar Luan dengan suara gemetar tapi penuh keyakinan. Dia melihat langsung ke mata Lin Mei yang sedang berkaca-kaca dengan emosi. "Kamu adalah orang yang paling berarti bagiku. Selama kita bersama, aku merasa kuat dan bahagia. Kak Lin Mei... aku mencintaimu!"

Lin Mei menangis dengan senyum bahagia dan langsung memeluk Luan erat-erat. "Aku juga mencintaimu Luan! Aku sudah mencintaimu sejak pertama kali melihatmu berlatih dengan gaya kungfu yang unik itu!" ujarnya dengan suara penuh emosi.

Mereka saling memandang dengan penuh cinta dan perlahan-lahan mendekatkan wajah mereka. Saat bibir mereka hampir bersentuhan, suara tangan ketuk bahu membuat mereka kaget dan langsung menjauh dengan wajah yang sangat merah.

"Maaf ya mengganggu momen romantis kalian..." ujar Zhao Tian dengan senyum nakal bersama Chen Hao yang sedang tertawa di belakangnya. "Tapi kita semua sedang mencari kalian untuk merayakan kemenanganmu lho!"

Luan dan Lin Mei langsung tersipu sampai telinga dan mengangguk dengan malu. Namun mereka tetap menyimpan tangan satu sama lain saat berjalan kembali ke arena bersama teman-teman baik mereka.

Di kejauhan, sosok tua yang selalu menyaksikan Luan tersenyum puas dan mengangguk-angguk sebelum menghilang ke dalam alam semesta. "Semoga kamu selalu menjaga hati yang baik dan cinta yang tulus ini, Zhao Luan. Jalanmu masih panjang dan penuh dengan harapan."

 

..."AWAL PERJALANAN BARU"...

 

Kemenangan Luan di turnamen diabadikan sebagai salah satu momen paling bersejarah di Akademi Qinglong. Malam itu, seluruh akademi mengadakan pesta besar dengan makanan lezat, musik tradisional, dan tarian rakyat yang meriah.

"Mari kita rayakan kemenangan kita!" teriak Zhao Tian sambil mengangkat gelas jus buah yang penuh. Seluruh ruangan kantin akademi yang diubah jadi aula pesta langsung bersorak riuh.

Luan duduk di tengah teman-temannya dengan Lin Mei di sebelahnya. Tangan mereka terkadang menyentuh satu sama lain secara tidak sengaja, membuat keduanya langsung tersipu dan saling memandang dengan senyum manis.

"Kamu sudah pantas mendapatkan kemenangan ini Luan." ujar Chen Hao sambil memberikan irisan ayam bakar padanya. "Gaya kungfu mu benar-benar luar biasa, terutama saat kamu menggunakan teknik penyembuhan itu."

"Ya dong! Aku bahkan tidak merasa sakit sama sekali setelah pertandingan!" tambah Zhao Tian dengan penuh semangat. "Dan kamu juga sudah punya pacar yang cantik dan cerdas lho!"

Kata-kata itu membuat Luan dan Lin Mei semakin malu. "Kakak Tian jangan begitu dong!" ujar Luan dengan wajah merah seperti apel matang. Lin Mei hanya bisa menutup wajahnya dengan kedua tangan sambil tertawa kecil.

Master Qing Long datang dengan beberapa tamu penting dari berbagai klan untuk bergabung dalam perayaan. "Anak muda muda yang luar biasa! Kemenangan ini bukan hanya untukmu Luan, tapi juga untuk seluruh Akademi Qinglong dan dunia kungfu yang lebih damai!" ujarnya dengan suara yang penuh semangat.

Pemimpin Klan Naga Emas juga datang mendekati mereka. "Zhao Luan, aku ingin mengundangmu untuk belajar di Klan Naga Emas selama beberapa bulan. Kita bisa saling bertukang ilmu kungfu dan memperkuat hubungan antar klan."

"Tentu saja! Aku sangat senang bisa belajar dari klan yang hebat seperti kalian." jawab Luan dengan penuh senyum.

Setelah pesta selesai, Luan dan Lin Mei keluar ke taman bunga untuk menikmati kedamaian malam hari. Bulan penuh bersinar terang di langit, memberikan cahaya lembut pada mereka berdua.

"Kamu benar-benar ingin pergi ke Klan Naga Emas ya Luan?" tanya Lin Mei dengan suara pelan, sedikit khawatir akan berpisah dengan nya.

"Aku harus pergi kak. Ini adalah kesempatan besar untuk belajar lebih banyak lagi dan mempererat hubungan antar klan. Tapi kamu bisa ikut bareng kan?" ujar Luan sambil memegang tangan Lin Mei dengan lembut.

"Tentu saja aku akan ikut! Aku juga bisa belajar tentang tumbuhan obat yang ada di daerah mereka lho." jawab Lin Mei dengan senyum cerah. "Dan aku tidak ingin jauh dari kamu lagi."

Mereka duduk bersama di atas batu besar yang sudah biasa mereka gunakan untuk berbicara. Luan mengambil sesuatu dari dalam saku nya – itu adalah permen manis yang diberikan Lin Mei sebelum final, yang masih tersisa satu buah.

"Ingat permen ini? Saat aku memakannya sebelum pertandingan, aku merasa sangat kuat karena tahu kamu ada untukku." ujar Luan sambil memberikan permen itu kepada Lin Mei.

"Kamu yang harus memakannya Luan. Untuk memberikan kekuatan pada perjalanan baru kamu." jawab Lin Mei sambil memberikan kembali permen itu. Akhirnya mereka memutuskan untuk memakannya bersama-sama, dengan senyum yang penuh cinta.

Pada hari berikutnya, Master Qing Long memanggil Luan ke ruang kerjanya. Dia memberikan sebuah amplop merah yang sudah disegel dengan baik. "Ini adalah surat dari leluhur akademi yang dulu menguasai Wu Wei Shen Quan. Dia menyuruh agar surat ini diberikan kepada orang yang bisa menguasai gaya tersebut dengan benar."

Luan dengan hati-hati membuka amplop dan membaca surat yang tertulis dengan karakter kuno. Isinya memberitahu tentang sebuah tempat tersembunyi di Hutan Terlarang yang menyimpan rahasia besar tentang gaya Wu Wei Shen Quan dan juga tentang masa depan dunia kungfu.

"Kamu harus pergi ke sana setelah kamu selesai belajar di Klan Naga Emas." ujar Master Qing Long dengan suara serius. "Rahasia yang disimpan di sana sangat penting dan hanya bisa dipegang oleh orang dengan hati yang baik."

"Aku akan pergi Tuan Master. Aku akan menggunakan ilmu yang aku dapatkan untuk kebaikan dan menjaga kedamaian dunia kungfu." jawab Luan dengan penuh tekad.

Saat Luan keluar dari ruangan, dia melihat Zhao Tian dan Chen Hao sudah menunggu dengan tas yang sudah siap pakai. "Kita akan ikut bareng kamu ke Klan Naga Emas ya Luan!" ujar Zhao Tian dengan senyum lebar. "Kita juga ingin belajar lebih banyak lagi dan menjadi lebih kuat!"

"Benar! Selain itu, kita juga harus menjaga kamu dan kakak Lin Mei dari bahaya." tambah Chen Hao dengan tatapan yang serius tapi tetap ramah.

Lin Mei datang membawa tas obat yang lebih besar dari biasanya dan juga beberapa bunga yang dia petik dari taman. "Saya sudah siap! Sudah ada ramuan untuk segala jenis kondisi – dari sakit kepala sampai luka dalam!" ujarnya dengan penuh semangat.

Beberapa hari kemudian, mereka semua berangkat dari Akademi Qinglong dengan kereta yang disediakan oleh Klan Naga Emas. Seluruh siswa dan guru akademi datang mengantar mereka dengan penuh rasa sayang dan harapan.

"Jangan lupa untuk kembali ya anak-anak!" teriak Guru Yan dengan tangan yang mengibas-ibaskan sapu tangan putih.

"Kita akan kembali dengan ilmu yang lebih banyak!" jawab Luan dengan suara yang kuat dan jelas. Dia melihat ke arah pelukan yang semakin jauh, merasa sangat bersyukur bisa belajar di akademi yang luar biasa dan memiliki teman-teman serta orang yang dicintai yang selalu mendukungnya.

Di tengah perjalanan, Luan melihat ke luar jendela kereta dan melihat pemandangan alam yang indah. Dia berpikir tentang surat yang diberikan Master Qing Long, tentang rahasia yang akan dia temukan, dan tentang masa depan yang penuh dengan harapan.

"Awal perjalanan baru yang benar-benar menyenangkan..." bisiknya sambil melihat ke arah Lin Mei yang sedang tertidur dengan kepalanya bersandar di bahunya. Zhao Tian dan Chen Hao sedang tertawa riang sambil bermain catur di sisi lain kereta.

Luan tersenyum puas dan berbisik sendiri: "Semoga kita semua selalu selamat dan bisa mencapai tujuan kita masing-masing. Aku akan selalu melindungi orang-orang yang kubenci dan menggunakan kekuatanku untuk kebaikan."

1
pinguin
semangat kk💪🤗
djase: maacih kak💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!