NovelToon NovelToon
BABY-NYA OM GALAK

BABY-NYA OM GALAK

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Sugar daddy / Cinta Seiring Waktu / Duda / Konflik etika
Popularitas:12.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda SB

Ketika gadis SMA memilih kerja sampingan sebagai seorang sugar baby.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda SB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cedera pinggang

Berkat bantuan Bastian, berita viral tentang Hasya langsung menghilang dalam sekejap. Di semua media sosial apapun, sudah tidak ada ada lagi berita tersebut. Yuna senang melihatnya, tapi sebagai bayaran... keesokan harinya ia tidak bisa sekolah karena cedera pinggang yang ia rasakan.

"Kanapa cemberut, hmm?" Bastian menghampiri Yuna, yang sedang berbaring di ranjang.

Yuna mengerucutkan bibirnya. "Gara-gara Om nih ganas banget! Jadi gak bisa sekolah aku kan?"

Bastian terkekeh. "Maaf-maaf. Tapi siapa suruh kamu sangat menggoda!" bisiknya.

Plak!

"Om aja yang mesum!" Yuna memukul lengan Bastian yang masih tertawa.

"Tapi enak kan?" goda Bastian menaik turunkan kedua alisnya.

Yuna menatap ke arah lain. Ia masih kesal, tapi juga tidak bisa bohong.

"Enak gak?" goda Bastian lagi.

Yuna menahan diri mati-matian. Ia berusaha untuk tidak tersenyum, tidak merona, dan tidak menunjukkan jika aktivitas mereka tadi malam memang super enak sekali.

"Enak gak?" bisiknya lagi, pelan, lembut sampai buat Yuna merinding.

"Iya-iya enak!" ucapnya ketus, tapi rona di pipinya terlihat sangat jelas.

Hahaha!

Tawa Bastian terdengar renyah, memenuhi ruang kamar yang sebelumnya sepi. Yuna kembali cemberut, bibirnya mengerucut melihat pria dewasa itu bukannya prihatin dengan cedera pinggang yang ia alami, malah ia di tertawakan seperti itu.

"Jangan ketawa terus dong Om! Om gak kasihan sama aku? Om gak ada niatan untuk ngobatin cedera pinggangku? Kalau aku gini terus, nanti gak ada yang melayani Om di ranjang lagi loh!" cerocos Yuna, bicara tanpa henti.

Bastian menutup bibirnya pakai tangan. "Sudah aku panggilkan tukang pijat. Mana mungkin aku biarkan sumber kenikmatanku cedera!"

Yuna kembali melotot. "Jadi Om manggilin tukang pijat bukan karena kasihan sama aku? tapi karena takut gak ada yang kasih jatah?"

Bastian tak menjawab, ia hanya tersenyum saja. Padahal sebenarnya ia memanggil tukang urut karena tak tega melihat Yuna menderita. Dan mau bagaimanapun, itu juga kesalahannya yang tidak bisa menahan diri dan memang terlalu berlebihan semalam.

"Oh iya, om tumben gak ke kantor?" tanya Yuna, setelah mak tukang urutnya sudah pergi.

"Sengaja. Gak tega ninggalin kamu yang lagi sakit begini!" kata Bastian tulus, dari lubuk hatinya yang terdalam.

Yuna diam, terpaku sambil menatap wajah Bastian yang sekarang lebih banyak tersenyum. Entah senyum hanya untuk dirinya, atau memang pribadinya yang sudah berubah gak jadi galak lagi.

"Memangnya semua sugar Daddy seperhatian ini ya?" batin Yuna, bertanya pada dirinya sendiri.

"Kenapa melamun?" Bastian mengusap lembut puncak kepala Yuna.

"Makasih ya Om?" kata Yuna tiba-tiba.

Bastian mengerutkan kening. "Terima kasih untuk apa?"

Yuna tak menjawabnya. Ia sendiri juga tidak tahu, kenapa ia bisa mengucapkan terima kasih. Karena kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutnya.

"Yuna," Bastian melambaikan tangan tepat di depan wajah Yuna yang masih terus menatapnya sejak tadi.

"Ya... pokoknya terima kasih aja untuk semuanya!" jelas Yuna, balik mengusap rahang tegas Bastian.

Tidak bisa dipungkiri. Jika Yuna bersyukur dan beruntung bisa bertemu dengan Bastian. Meskipun apa yang mereka jalani salah dan tidak bisa dibenarkan dalam segi apapun. Tetapi tidak semua orang mengerti dengan masalah yang orang lain. Dan jikapun mereka mengerti... mereka tidak akan ada yang berniat untuk membantu. Karena kebanyakan manusia, hanya tau mencemooh, menghina, dan melihat manusia dari sisi negatif. Tanpa benar-benar melihat mereka yang sebenarnya.

"Lebih baik sekarang kamu istirahat. Aku mau ke ruang kerja dulu!" Bastian mencium kening Yuna. Seperti seorang suami yang mencium kening istrinya.

Setelah itu Bastian keluar dari kamar. Meninggalkan Yuna yang masih berbaring di ranjang, sambil menatap pintu kamar yang tertutup.

"Kenapa makin lama... kenapa aku merasa seperti jalani rumah tangga ya? lebih kaya istri daripada Sugar baby!" gumam Yuna.

Tapi kemudian ia mengenyahkan pikiran itu. Karena baginya, seorang Bastian hanya butuh tubuhnya. Tidak mungkin mencintai dirinya.

 

Disisi lain...

Saat ini Hasya sedang berbaring di ranjang rumah sakit. Tidak ada yang menemaninya. Karena sahabatnya sedang sekolah. Sedangkan keluarganya....

Ceklek!

Pintu kamarnya terbuka. Hasya tersenyum melihat Ibunya datang. Tapi senyum Hasya menghilang, saat melihat mata sembab dan wajah datar yang ditunjukkan oleh Ibunya.

"Ma!" panggil Hasya pelan. tangannya terulur ingin menyentuh tangan Ibunya yang langsung menghindar.

"Aku gak mau basa-basi. Mulai hari ini kamu bukan anakku lagi. Aku malu punya anak murahan seperti kamu!" kata Ibu Hasya.

Hasya terdiam. Air matanya kembali jatuh. "Jangan tinggalin aku Ma? Maafin aku?" Hasya ingin meraih tangan Ibunya. Tapi wanita paruh baya itu kembali menjauh.

"Gak usah banyak bicara. Sejak awal sudah aku katakan, kamu fokus sekolah, jangan pacaran, jangan dekat-dekat dengan pria. Kejar karir dulu, kalau kamu sukses, apapun yang kamu inginkan bisa kamu dapatkan!" Ibu Hasya juga menangis. Hatinya terasa sakit bukan main.

Hasya ingin bicara. Tapi ibunya mengangkat tangan, memberi isyarat pada Hasya untuk tidak bicara.

"Tapi semua yang aku katakan tidak ada yang kamu dengar. Kamu bukan cuma pacaran, tapi kamu jadi simpanan suami orang! Mana om-om lagi! Hasya... Hasya... AKU MALU PUNYA ANAK SEPERTI KAMU!" bentak Ibu Hasya.

Air mata Hasya kembali mengalir. Ia menyesal, sangat-sangat menyesal. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Ia yang sudah menghancurkan hidup dan masa depannya sendiri.

"Aku minta maaf Ma? Aku menyesal? jangan tinggalin aku? Aku gak mau sendirian?" raung Hasya, berusaha untuk mendekati Ibunya. Tapi karena kurang hati-hati, ia malah jatuh dari ranjang.

Bruuuk!

Suara jatuhnya terdengar nyaring, selang infusan terlepas hingga mengeluarkan darah. Tapi tidak ada sedikitpun rasa iba dalam tatapan Ibunya. Yang terlihat hanya rasa kecewa, yang tidak bisa diungkapkan seberapa besarnya.

"Jaga dirimu baik-baik! mulai sekarang aku bukan ibumu!"

"Ayo Ma?" Kakak Hasya, masuk ke dalam. Ia meraih tangan ibunya. Tapi matanya sama sekali tidak mau menatap adiknya. Adik satu-satunya yang ia miliki.

"Kak, Ma, jangan tinggalin aku? Maafin aku?" teriaknya.

Hasya berdiri. Berusaha untuk mengejar keluarganya. Tapi kondisinya yang lemah, membuat ia kembali jatuh di depan ruangannya.

"Ma, Kak jangan tinggalin aku?" teriak Hasya.

Hasya menangis histeris. Ia meraung-raung memanggil mereka. Tapi Ibu dan Kakaknya sama sekali tidak mau menoleh. Karena apa yang Hasya lakukan sudah sangat mengecewakan mereka.

"Ya Allah Mbak kenapa bisa gini?" seorang suster menghampiri Hasya. Membantunya kembali masuk ke dalam.

Hasya tak bersuara. Ia hanya menangis, dan menangis. Penyesalan tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Tapi semua yang terjadi, tidak bisa lagi diperbaiki. Karena Hasya sudah mengancurkan hidupnya sendiri...

1
Aisyah Aisyah
cerita nya menarik
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
geli sih sama si Edo ...gak mau nabokin aja gitu kalo deketin kamu lagi Yuna ...

duh2 gimana ya kalo Bastian mau Nina ninu kan yuna lagi di rumah mama nya
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
seru juga cerita nya 🤣
Ira Janah Zaenal
Yuna kamu terlalu menggoda... jangan salahkan Bastian yg menempel terus padamu😍
Dew666
👍👍👍👍👍
Erita Simanjuntak
ceritanya bagus
Bunda SB: terima kasih
total 1 replies
Erita Simanjuntak
sangat bagus
Dew666
🪸🪸🪸🪸🪸
Dew666
🪻🪻🪻🪻🪻
Dew666
💎💎💎💎
Dew666
❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹
Nurhartiningsih
lanjut
Nurhartiningsih
yuk lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!