NovelToon NovelToon
Suami Penggantiku Seorang Miliarder

Suami Penggantiku Seorang Miliarder

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Lulaaaa

Delaney Harper ditinggalkan oleh tunangannya tepat di hari pernikahan mereka. Rumor perselingkuhannya menyebar dengan cepat, membuat ayah Delaney murka. Namun, ibu tirinya memiliki rencana lain.
Ia memaksa Delaney menikah dengan seorang pria yang bahkan tak pernah terlintas dalam pikirannya.
Seorang pria bernama Callum Westwood.
Callum Westwood, CEO Westwood Corp, adalah sosok yang hampir tidak Delaney kenal, tetapi reputasinya dikenal oleh semua orang. Dingin. Kejam. Tak pernah dekat dengan perempuan mana pun. Dan ironisnya… dia adalah tetangga Delaney, hanya dua blok dari rumahnya—meski mereka belum pernah sekalipun berbicara.
Selain menyelamatkan Delaney dari skandal kehamilan di luar nikah, pernikahan itu ternyata merupakan cara Callum untuk membayar sebuah hutang besar dari masa lalu. Hutang yang ia tanggung sejak sepuluh tahun lalu dan ia simpan rapat-rapat sebagai rahasia.
Namun, apa sebenarnya yang terjadi sepuluh tahun lalu?
Dan bagaimana nasib pernikahan tanpa cinta ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lulaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Acaranya sungguh mewah.

Pesta yang diadakan di salah satu hotel Narayanan itu sangat memukau para tamu undangan.

Selain karena view barang branded di mana-mana, semua orang yang datang hampir kebanyakan adalah konglomerat atau orang-orang terkenal. Yah, anggap saja pesta ini ajang untuk saling pamer.

Siapa yang tak kenal Narayanan?

Sepak terjangnya di dunia bisnis bisa membuat siapa saja takluk. Jadi tak heran kalau yang datang, seolah ingin titip nama sebagai pamor.

Acara baru dibuka ketika Callum dan Delanay memasuki hall. Sudah banyak wartawan berkumpul. Mengabadikan kedatangan CEO Westwood Group bersama istrinya itu. Westwood dan Harper, selalu ada di daftar pencarian setelah Krisna Narayanan Konglomerat No 1 di Asia.

Begitu mereka masuk, orang-orang menunduk hormat. Menyapa pasangan tersebut.

“Selamat malam, Tuan dan Nyonya Westwood."

Krisna Narayanan, si pemilik pesta juga menyambut Callum dan Delanay. Bahasanya terkesan formal, namun sebenarnya baik Callum maupun Narayanan lebih suka berbahasa santai jika tidak di depan publik.

“Malam juga, Tuan. Selamat atas pertunangan Anda."

Ketiganya lantas bersalaman.

Yap. Pesta ini adalah pesta pertunangan Krisna Narayanan dengan Jingga Bening Tanner, gadis yang dengar-dengar adalah staf keuangan di K Group, tempat Krisna memimpin perusahaan.

“Terima kasih. Dan salam kenal, Nyonya Westwood," sapa Krisna ramah.

"Salam kenal juga, Tuan."

Delanay yang sebenarnya agak berkeringat dingin, menyaksikan betapa banyaknya tamu yang hadir, tersenyum kikuk.

Namun Krisna tidak begitu peduli. Dia tetap membalas senyuman itu.

“Kalau begitu, selamat menikmati pesta.”

Krisna berpamitan karena dipanggil sang calon tunangan. Mereka akan segera masuk ke acara inti.

Sepeninggal Krisna, senyum di bibir Callum lenyap. Tak bersisa. Dia memandang tajam para pria menatap Delanay secara sembunyi-sembunyi. Tatapan kagum akan kecantikan istri Callum itu. Lagian, kenapa sih Delanay mengenakan gaun yang bahkan tidak menutupi bahunya? Mau pamer karena mulus?

“Kak?”

“Hm,” gumam Callum tidak niat.

Delanay mengeratkan pegangan di lengan Callum. “Kenapa semua orang ngeliat kita?” bisik wanita itu. Risih.

Callum menatap sekeliling. Memang benar yang dikatakan Delanay. Tak sedikit orang menatap penasaran ke arah mereka. Dan kebanyakan yang Callum lihat adalah mata-mata lapar para lelaki.

Sialan!

“Biarkan saja," balas Callum enteng. Memilih mengajak Delanay mendekati meja.

“Tapi, Kak? Apa ada yang salah, ya?” tanya wanita hamil itu. Takut dandanannya kelihatan aneh.

Akan tetapi, yang makin membuat Delanay merinding, saat dia merasakan tatapan tajam para wanita. Apakah ini yang dinamakan intimidasi karena Delanay berani merebut suami impian para gadis?

Jujur saja, sejak tadi ia kesal. Para tamu undangan yang Delanay taksir adalah gadis-gadis itu menatap Callum lekat.

Delanay tahu Callum tampan. Kelewat tampan malah.

Tapi tidakkah mereka melihat kalau pria ini sudah menjadi gandengannya? Yah, meskipun Delanay tahu Callum tidak mengenakan cincin pernikahan gara-gara kekecilan.

"Tidak ada,” jawab Callum. Pria itu menyesap wine-nya dan memandang Delanay yang juga memandangnya. “Mereka hanya penasaran dengan kita. Pernikahan ini membuat semua orang kaget sekaligus ingin tahu. Lagipula itu wajar. Mereka menatap ke sini, karena kamu... cantik.”

Triple kill.

Kalau Delanay seorang tokoh games, dia sudah terkapar pingsan. Setelah tadi Callum memakai kata kita, untuk menggambarkan mereka berdua. Callum memujinya dengan kata cantik.

Astaga, pipi Delanay memanas. Jantungnya melompat senang. Dan yang terpenting, hatinya merasa berbunga-bunga.

Rasanya tubuh Delanay lumer, meleleh. Ibarat mentega di atas wajan yang dipanaskan oleh api. Api asmara.

Tidak sia-sia dia menuruti Clara, berdandan selama 4 jam. Walaupun sampai dilanda rasa bosan. Dibilang cantik oleh Callum seperti mendapat penghargaan.

Sementara itu, usai memuji istrinya, Callum meraih segelas jus. Karena memang di meja prasmanan sering dipisahkan antara wine dan minuman lain. Dia mengulurkan gelas itu sambil berkata, “Minumlah."

Delanay meraih gelas itu. “M-makasih.”

Callum menoleh, berniat membalas ucapan Delanay. Tetapi yang dia lakukan hanya diam. Terpaku oleh bibir semerah darah yang tersenyum untuknya itu, seolah-olah memanggil Callum untuk melumatnya habis.

Hati Callum mulai resah. Dia berdeham dengan mata kembali memandang sekeliling.

Sayangnya, di tengah acara yang terus berjalan, mata Callum menemukan seseorang yang juga tersenyum ke arahnya. Senyum yang membuat Callum muak. Rasanya dia ingin meninju pria itu, Jonathan.

Kenapa dia tersenyum coba? Sudah gila?

Seketika Callum memasang wajah datar. Gantian memeluk pinggang istrinya setelah dirasa tangan Delanay tak lagi menggandengnya.

Delanay tersenyum, malu. Ternyata di balik sikap datar dan dingin Callum, pria ini memiliki sejuta pesona. Seperti sikap gentle dan romantisnya. Bisakah Delanay menyebut pria yang memeluk tubuhnya, bahkan memberikan jasnya untuk menutupi bahu Delanay yang memang terasa dingin, sebagai pria romantis? Of course, yes.

“Kak,” panggil Delanay lagi. Membuat Callum menunduk, menatap wanita itu.

“Apa? Kamu ingin ke toilet?”

Delanay menggeleng. Dia justru berjinjit, mendekatkan bibirnya ke telinga Callum dan berkata, “Terima kasih karena Kakak sudah mengabulkan permintaanku."

Permintaan agar Callum bersikap baik.

Bulu roma Callum menegak. Deru napas Delanay yang menerpa telinganya, berhasil membuat darahnya berdesir.

“Hm,” balasnya datar.

Delanay sepertinya lupa bahwa setengah jam lalu, di mobil, Callum mengatakan hal kasar padanya. Wanita itu terlalu senang sudah dipuji sang suami hingga melupakan ancaman sang suami.

Setelah pertunangan, semua orang makan malam. Selama makan, Callum dan Delanay duduk satu meja dengan Ethan dan Clara, juga Maxmilian dan Elara. Kedua pasangan itu tampak serasi. Klop.

“Gimana gaunnya? Bagus nggak?” tanya Elara pada Delanay di sela-sela makan.

Delanay mengacungkan jempol. “Bagus banget."

“Bagus. Sampai dia kedinginan," ejek Callum. Pria itu membiarkan dirinya hanya memakai vest di bagian luar.

Elara lantas menatap jas di bahu Delanay. Lalu menampilkan mimik muka menyesal. “Astaga, sori banget, Del. Gue lupa kalau lo nggak tahan AC.”

Buru-buru kepala Delanay menggeleng. “Nggak papa kok. Gue suka gaunnya. Cantik.”

Di sebelah Delanay, Callum mendengkus. Wanita memang selalu di luar nalar. Padahal sudah dua kali Callum melihat Delanay mengelus lengannya kedinginan. Dan itu karena gaun sialan pemberian Elara. Tapi apa katanya tadi? Bagus? Benar-benar sulit dipahami.

“Iya, Sayang. Lagian Mama juga setuju. Gaunnya cantik, cocok buat Delanay yang juga cantik.” Lagi-lagi Clara ikut andil memuji. “Mungkin cuma Callum yang bilang kalau itu lumayan.”

“Apa? Lumayan?” tanya Ethan dan Maxmilian bebarengan.

“Menurut Papa, Delanay cantik banget malah."

“Terima kasih, Pa.” Delanay melempar senyum ke arah ayah mertuanya yang kata orang menakutkan, tapi aslinya malah asyik. Ramah dan baik. Mertua idaman sekali.

“Setuju. Kakak ipar luar biasa." Maxmilian ikut-ikutan memuji Delanay, membuat Callum melotot. Apa-apaan adik iparnya itu?

“Kau memuji wanita lain di depan istrimu? Hebat sekali." Callum berdecak tak habis pikir.

Elara menaikkan alis. “Lho, apa salahnya Kak? Maxmilian juga cowok yang bisa lihat cewek cantik. Aku nggak cemburu kok. Toh, tiap malem yang dia peluk itu aku, bukan cewek lain," katanya santai.

Tak tahu malu, wanita satu anak itu mengecup bibir Maxmilian.

Sang suami pun tak lupa membalasnya dengan cara melumat bibir Elara, yang malam ini dihias lipstik dark red. “Tentu saja hanya kamu yang aku peluk, Sayang. Karena cuma kamu yang aku cinta.”

Callum memutar mata malas.

Sedangkan yang lain tampak tersenyum.

Usai acara makan malam, acara hiburan dimulai. Seakan ini adalah acara pernikahan dan bukannya pertunangan, Narayanan menambahkan acara hiburan. Pembukaan acara diawali dengan dansa kedua pasangan yang berbahagia, lalu diikuti pasangan yang lain.

“Ayo, pulang.”

Hah? Pulang?

Delanay yang melihat Clara dan Elara sudah ditarik oleh pasangan masing-masing ke lantai dansa, tentu saja melongo. Mereka malah langsung pulang? Yang benar saja Callum Westwood?

“K-kakak nggak dansa dulu?” Sebenarnya ada harapan, Delanay ingin ikutan dansa. Apalagi teringat film-film romantis yang sering dia tonton. Setidaknya, dia ingin sekali saja merasakannya.

“Malas."

Callum malas berada di keramaian. Toh, sejak tadi yang terlihat hanya wajah-wajah itu saja. Termasuk ketiga teman kampretnya.

Delanay menatap lurus pada Callum yang mulai berdiri. Jadi ini beneran langsung pulang?

Delanay terdiam. Apakah tidak bisa dia berdansa dengan Callum? Hanya sebentar.

“Kalau kamu ingin dansa, silakan," ucap Callum saat merasakan Delanay tidak ikhlas pergi. Matanya terus mengikuti para pedansa. “Aku akan pulang lebih dulu. Nanti biarkan sopir kembali menjemputmu.”

Sigap, Delanay berdiri. Dia tidak mau pulang nanti. Rasanya seolah dicampakkan.

“Aku masih punya banyak pekerjaan, selain dansa." Callum dengan cepat meraih tangan Delanay dan menggandengnya ke pintu keluar. Tak perlu berpamitan, karena si pemilik pesta sedang asyik sendiri.

Kepergian Callum dan Delanay, diikuti oleh dua pasang mata. Mata pertama melihat mereka dengan tatapan tajam, cemburu, dan marah. Tatapan itu adalah milik Silvy Harper, adik tiri Delanay.

Sedangkan satu pasang mata lagi, menatap Callum dan Delanay dengan kilat remeh. Dalam hatinya dia bertekad akan menghancurkan mereka.

Merogoh ponselnya, pria itu—Jonathan berkata, “Buatkan berita eksklusifnya. Kalau perlu pasang di beberapa media. Aku akan bayar dengan harga tinggi." Nada suaranya amat sangat ambisius.

1
Mia Camelia
kak ayo update lgi🤣
Mia Camelia
ayo up date lgi thor☺
Mia Camelia
lanjut thor, 😄😄😄
jadi pingin cepet2 ngliat mereka ke pesta🥰
Mia Camelia
so sweet banget deh 🥰🥰🥰
Mia Camelia
callum udh mulai posesif kalii yaa🤣🤣🤣
Mia Camelia
sean jdi terlibat terus yaa😔
Mia Camelia
hahaaa callum jdi suka iseng yaa🤣🤣🤣🤣
Mia Camelia
wah...wah...calum udh mulaj kebakaran jenggot nih😂😂😂
makin seeruuu nih🥰
Mia Camelia
waduh 🤣🤣🤣calum akting nya mantapp👍👍👍
Mia Camelia
thor ayo up lagi, ya ampun cerita nya bagus banget😄
Mia Camelia
ini kenapa callum yg jdi bucin yaa??🤣🤣🤣
Mia Camelia
kaget ternyata callum bisa marah juga denger delanay ada yg jelek2iin🤣🤣🤣
seruuu banget thor😄
Mia Camelia
wah callum sikap nya berubah mulu ya, kadang dingin, kadang manis, kadang nyeremiin🤣🤣🤣🤣
Mia Camelia
siapa sih yg perkosa delanay??? ayoo thor kasih tau napa ?🤣🤣🤣
Mia Camelia
lanjut thor😄😄😄
callum kok dingin ky es balok banget sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!