NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Wali : Jatuh Dalam Jerat Gairah

Obsesi Sang Wali : Jatuh Dalam Jerat Gairah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Terlarang / Anak Yatim Piatu / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh
Popularitas:12.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mul_yaa

Dia amanah yang harus dijaga, sekaligus godaan neraka!.

12 tahun yang lalu sebuah insiden kecelakaan yang merenggut nyawa sepasang suami istri , namun sebelum kepergian nya presiden direktur menitipkan putrinya sekaligus semua harta warisan untuk nya pada Hans yang berstatus sebagai asisten pribadi .

Sebagai balas budi Hans menerima tanggungjawab itu mengingat jasa Pak Bobby yang sudah membesarkan dan menyekolahkan nya hingga bisa seperti sekarang.

" Iya Pak, Saya akan menjaga dan Melindungi Ayra seperti bapak menjaga nya " ucap Hans ketika Pak Bobby menggenggam tangan nya dengan nafas tersengal.

" Sa, sayangi , dia , " pesan terakhirnya presiden direktur mengelus kepala putri kecilnya yang sudah menangis sesenggukan memeluk nya sementara sang ibu sudah pergi lebih dulu .

" Papa" teriak Ayra ketika Papa nya juga pergi meninggalkan nya .

" Tenang kamu masih punya Om " ucap Hans memeluk gadis kecil itu.

Tapi bagaimana jika gairah Hans muncul disaat gadis itu menginjak dewasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mul_yaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20 Kembalikan calon istriku

"Ya untuk apa marah, kamu kan cuma tidur dikamar Om bukan ngacak-ngacak kayak pas masih kecil " ucap Hans mencoba bersikap biasa pada Ayra .

" Tapi begitu bangun Om langsung masuk kekamar mandi, Aku pikir Om marah " kata Ayra yang merasa begitu .

" Tidak, Om buru-buru masuk kedalam kamar mandi karena ingin pipis " alasan logis Hans .

" Mmmh, begitu " kata Ayra tersenyum senang karena ternyata Hans tidak marah padanya .

" Kenapa bisa mikir Om marah sih ?" tanya Hans mengelus kepala Ayra dengan lembut .

" Om kan pemarah, buat kesalahan dikit aja Om marah " cemberut Ayra.

" Mana ada Om marah sama kamu , nggak pernah ya " ucap Hans yang sangat menyayangi Ayra .

" Mana ada marah Om bilang?, tiap hari Om marahin aku " komplen Ayra .

" Perasaan kamu aja itu , Om nggak pernah marah " pernyataan Hans .

" Hmmm, Om nggak pernah marah, sama sekali tidak pernah , Om penyabar, hangat dan tidak pernah cuekin aku " pernyataan Ayra membaca semua kebalikan dari sikap Hans .

" Kamu memuji tapi wajahnya nggak ikhlas gitu " tawa Hans .

" Om boleh deh menyatakan diri Om sebagai orang tampan, kaya, konglomerat, sixpack, tinggi, putih bahkan mirip keturunan Eropa yang penting jangan bilang sabar karena itu sama sekali nggak ada dalam diri Om " ucap Ayra membaca semua kelebihan Hans kecuali sabar .

" Kamu ya segitu banget menilai Om " ketus Hans memangku tangan nya .

" Hehehehe , Om harus belajar sabar, ayo sarapan Om " kata Ayra memberikan roti yang baru dia oles pada Hans .

" Baiklah" kata Hans menerima roti yang diberikan Ayra lalu mulai sarapan.

" Sebelum nya Om mau bilang terimakasih, karena sudah bantu pekerjaan Om semalam sampai kamu ketiduran" ucap Hans mengelus kepala Ayra dengan sayang.

" Sama-sama, Aku kan sayang sama Om makanya aku kerjakan" ucap Ayra sebagai bentuk pembuktian dari rasa sayang nya pada Hans .

" Seandainya kamu mencintai Om?" batin Hans menatap Ayra dengan lirih .

" Om ganteng banget hari ini, aku lihat-lihat beberapa hari ini style Om jauh berubah, lagi mengincar seseorang ya ?" pendapat Ayra bertanya yang membuat Hans langsung tersenyum lebar .

" Apa kamu suka style Om seperti ini?" tanya Hans yang diangguki Ayra .

" Om jadi tampan banget kayak beberapa tahun lebih muda" komentar Ayra dan tiba-tiba membantu Hans merapikan dasinya.

" Nah udah Perfect, ayo berangkat Om semoga saja kekasih pujaan hati Om takluk" doa Ayra menggenggam tangan Hans dan mengajaknya keluar rumah .

" Seandainya kamu tau bahwa wanita itu adalah kamu Ay" batin Hans berjalan sambil terus memikirkan cara bagaimana menaklukkan hati Ayra .

Sesampai di mobil Ayra duduk disebelah Hans dan bersandar manja di lengan nya seperti biasa .

Perlahan Hans mulai bernafas panjang saal tubuh Ayra bergesekan beberapa kali dengan lengan nya .

" Ay, kenapa kamu begitu manja pada Om?" pertanyaan Hans yang merasa kalau dia perlahan mencintai Ayra karena bisa di katakan hampir semua waktu dalam hidupnya Hans habiskan bersama Ayra .

" Kalau bukan sama Om , aku manja sama siapa lagi kan aku nggak punya siapa-siapa selain Om " pernyataan Ayra yang membuat hati Hans serasa di cabik-cabik mendengarnya.

" Ayra berhenti mengatakan kamu tidak punya siapa-siapa" marah Hans yang benar-benar tidak suka jika Ayra mengatakan hal itu .

" Ya kan emang kenyataan nya begitu Om " ucap Ayra mendongak menatap Hans yang terlihat marah .

" Cukup, semuanya mungkin udah pergi ninggalin kamu tapi Om enggak , Om akan selalu ada untuk kamu sampai kapanpun, berhenti bilang kalau kamu sendirian di dunia ini " marah Hans yang selalu saja sesak setiap kali Ayra mengatakan hal itu .

" Tapikan nanti kalau Om udah nikah tetap aja Om bakalan ninggalin aku dan hidup bersama keluarga baru Om, aku manja sama Om cuma memanfaatkan sisa waktu karena nanti kalau Om udah nikah aku tidak bisa manja lagi " pernyataan Ayra .

" Ayra katakan pada Om sejak kapan kamu berpikir seperti itu?" pertanyaan Hans memegang bahu Ayra .

" Se, sejak , 5 tahun terakhir " jujur Ayra dengan gelagapan dan takut-takut.

" Ayra kenapa bisa kamu berpikir seperti itu hahhh, bahkan Om tidak bisa menikah dengan wanita yang tidak bisa menerima kehadiran kamu, lalu mengapa bisa kamu berpikir seperti itu" sekarang Hans punya jawaban atas semua pertanyaan nya.

" Jangan bilang dulu kamu jauhi Om beberapa waktu juga karena kamu mencoba membiasakan diri tanpa Om?" pertanyaan Hans yang masih belum dapat jawaban atas sikap Ayra beberapa waktu lalu .

" Jawab Om " tegas Hans memegang kedua lengan Ayra bahkan masih tidak turun sekalipun mereka sudah sampai di lobby perusahaan.

" Keluar kalian?" perintah Hans pada sopir dan Bodyguard penjaga .

" Ayra jawab Om " tegas Hans memegang dagu Ayra yang menunduk agar menatap nya .

" Ta, tapikan, aku, aku ," gelagapan Ayra jadi takut menjawab .

" Yaudah kamu nggak perlu jauhi Om biar Om yang jauhi kamu jika memang itu yang kamu inginkan " ucap Hans segera turun dari mobil .

" Om" Ayra langsung menangis memeluk Hans tau kalau dia merasa sangat kecewa .

" Nggak , lepas " ucap Hans .

" Dengerin aku dulu Om " mohon Ayra .

" Apa? Kamu sendiri tau kalau Om hanya akan menerima seseorang yang mau menerima kamu juga sedangkan kamu ingin menjauh dari Om " ucap Hans yang merasa sangat marah .

" Tidak begitu Om, aku hanya ingin Om bahagia dan tidak merasa terbebani oleh aku " pernyataan Ayra yang kadang merasa menjadi penghalang kebahagiaan Hans .

" Apa kamu bilang? Terbebani? Apa yang kamu bilang Ayra , apa hubungan kita selama ini tidak cukup untuk menjelaskan ikatan kita ? atau kamu yang merasa terbebani dengan kehadiran Om " kata Hans yang semakin emosi saja mendengar perkataan Ayra .

" Tidak, tidak , begitu Om " ucap Ayra karena Hans langsung tersinggung.

" Dengar baik-baik, selama ini Om sayang sama kamu bahkan menganggap kamu berharga dalam hidup Om , kamu satu-satunya orang yang Om punya dalam hidup Om , bisa-bisanya kamu mikir bahwa Om terbebani dengan kehadiran kamu " ucap Hans yang merasa kecewa sekali dengan pikiran Ayra .

" Om menyayangi kamu dengan tulus sepenuh hati Om, bukan cuma karena Papa menitipkan kamu pada Om , selama ini Om sangat menyayangi kamu bahkan sejak masih bayi " pernyataan Hans .

" Kamu tidak perlu mencemaskan apapun , sampai kapanpun sayang Om sama kamu tetap sama tidak pernah berubah , karena Om menyayangi kamu tulus dari hati Om tanpa alasan apapun " pernyataan Hans .

" Tapi Om , cuma masih nggak menyangka kamu berpikir seperti itu tentang Om " ucap Hans dengan kecewa bahkan Hans merasa jika dia terus membiarkan pikiran Ayra seperti ini seseorang bisa dengan mudah menghasut nya suatu hari nanti .

" Om , maafin aku , aku janji nggak mikir gitu lagi , Om " panggil Ayra berlari mengejar Hans yang keluar mobil dengan perasaan emosi .

" Om " panggil Ayra berlari ditengah keramaian mengejar Hans .

" Ehhhhh, hati-hati" ucap seorang pria langsung memerah pinggang Ayra yang oleng hingga kehilangan keseimbangannya.

Ayra yang jatuh kedalam pelukan pria itu terdiam cukup lama menatap wajah pria yang menatapnya dengan tatapan teduh .

" Hati-hati cantik , nanti jatuh " ucap pria itu membelai rambut Ayra dalam pelukannya dengan lembut .

Semua orang terdiam menatap Ayra yang berada dalam pelukan pria tampan itu namun hal yang lebih mengejutkan sampai semua orang menutup mulut melihat Hans yang mengambil Ayra dalam pelukan pria itu secara langsung.

Tanpa berkata sepatah katapun Hans menggendong Ayra dan membawanya masuk kedalam lift .

" Masa pak Hans cemburu sih?" ucap karyawan bertanya-tanya melihat ekspresi wajah Hans yang benar-benar terselip kecemburuan dalam kekhawatiran nya.

" Om berhenti, aku belum sempat ucapkan terima kasih pada pria itu " ucap Ayra meminta pada Hans .

" Yaudah , pergi kamu sana nggak usah deket-deket sama Om lagi " Hans menurunkan Ayra dan berdiri menjauh darinya .

" Om kenapa sih kok marah terus dari tadi " kata Ayra memegang Hans yang berdiri menjauh darinya namun saat Lift akan tertutup pria tadi kembali menghampiri hingga lift kembali terbuka .

" Kamu Ayra?" pertanyaan pria itu begitu sampai didalam lift menatap Ayra penuh kelegaan.

" Iy,"

" Tidak , namanya Nayra" jawab Hans dengan cepat menyembunyikan Ayra dibelakangnya dan berdiri menghadang pria itu .

Ayra terdiam dibelakang Hans tidak bicara sepatah katapun, Ayra tidak ingin Hans semakin marah dan juga Ayra tidak tau alasan Hans menyembunyikan identitas nya .

" Om pasti menyembunyikan identitas aku karena suatu alasan penting, aku percaya itu " batin Ayra yang berdiri dibelakang Hans memeluk sebelah lengan nya .

" Hai dengar, benar kamu bukan Ayra?" tanya pria itu memastikan.

" Kamu Ayra kan ?" tanya Pria itu dengan excited tetap saja menatap dan berusaha melihat Ayra sekalipun Hans sudah menghadang nya .

" Tidak , namaku Nayra" jawab Ayra bersembunyi dibalik lengan Hans yang sudah diam seribu bahasa.

" Mmmh, Maaf aku membuatmu takut aku tidak berniat jahat hanya mencari tunang,".

" Lalu apa urusan kau dengan istri kecilku , pergilah jangan membuatnya takut " tegas Hans tidak membiarkan pria itu melanjutkan ucapan nya .

Hans tau itu adalah pria yang di jodohkan dengan Ayra!.

" Aku bilang pergi jangan menatapnya" tegas Hans memeluk Ayra yang berdiri dibelakang nya .

" Apa kau Hans asisten pak Bobby , kembalikan calon istriku" ucap pria itu curiga dan langsung meraih Ayra dalam pelukan Hans .

" Sakit " tangis Ayra ketika pria itu menariknya dalam pelukan Hans .

" Kau berani menyentuh nya " marah Hans dalam sekejap saja mencekam tangan pria itu dan langsung menghantam nya keluar begitu lift terbuka .

" Om sakit, tolong aku " ketakutan Ayra yang malah berpikir pria itu musuh Papa yang akan datang membunuhnya .

" Iya, tenanglah " ucap Hans memeluk Ayra lebih erat begitu lift kembali tertutup sementara pria itu tidak sempat mengejar .

1
D_wiwied
hmmm mau modusin Ay pasti, ya kan om 😁🤭
Widia Aldiev
sepolos tisu kamu Ayra 🤣🤣🤣
Widia Aldiev
ajak Ayra ke tempat yg indah Hans,piknik misalnya di pinggir danau dan ungkapkan semua perasaan kamu yg sebenarnya biar dia merasakan cintamu yg sesungguhnya sebagian seorang pria bukan om yg merawatnya sedari kecil
Widia Aldiev
harusnya Hans jujur apa adanya sama Ayra soal perasaanya dan juga soal perjodohan itu,biarkan Ayra memilih siapa yg akan dia jadikan pendamping hidup,daripada di kemudian hari Ayra tahu jika Hans sudah membohonginya dia pasti akan sangat kecewa meski tak dipungkiri jika Ayra sangat menyayangi Hans 😌 dan jika Hans memang sangat mencintai Ayra dia akan menghargai dan menerima semua keputusan Ayra terhadapnya
Miss Typo
cemburu gpp Ayra 🫢
D_wiwied
senjata makan tuan ya Hans, makin cenut2 gak tuh 🤣🤣
Miss Typo
awas gak tahan bisa berabe Hans 🤣
Miss Typo
aku mlh takut obsesi mu itu suatu saat akan membuat mu dlm masalah besar Hans, selalu deg²an bacanya
D_wiwied
yakin om ga ada yg bakalan bangun tuh 🤭😆
Miss Typo
awas Hans tegang kebablasan bisa bahaya nanti 😁
yg dijodohkan dgn Ayra dah nongol, gmn tuh tindakan Hans selanjutnya ya
Nanik Nanik
thor ceritanya jangan d buat kayak sinetron ayra jgan d buat benci sama hans
Miss Typo
waduh, orang yg dijodohkan dgn Ayra dah nongol dan Hans blm bisa membuat Ayra jatuh cinta padanya. atau mungkin Ayra juga dah jatuh cinta dgn Hans tapi dia berusaha memendam perasaan itu, karna menganggap Hans walinya
Cristella Tella
tentu om hans gk marah ayra
D_wiwied
bener Hans ini salah, salah besar.. salah kenapa cm sebentar 😆🤭🤭
Miss Typo
harusnya Hans yg minta maaf sama kamu Ayra, karna dia dah berani mengecup bibir mu saat tidur 😁
Miss Typo
apa tidur disamping Hans, nyari guling pasti yg dipeluk Hans. Ayra biasa aja serang bisa Anas dingin 😁
Miss Typo
sabar Hans sabar, kamu harus lebih giat berusaha 😁
Ayra gak sengaja dengerin gak ya saat Hans ngomong mencintainya, mungkin dengerin dan sikapnya berubah 🤔
Widia Aldiev
PR BESAR buat kamu Hans gaman caranya kamu bisa ungkapin perasaan kamu yg sesungguhnya sama Ayra 😄 tetap semangat ya Hans 😘😘😘
Nanik Nanik
thor jangan buat ayra membenci Hans, ceritanya jangan d rumit
Widia Aldiev
apakah jalur yg tempuh olah Hans akan mulus tanpa hambatan dan apakah Ayra akan menerima cintanya Hans
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!