NovelToon NovelToon
The Librarian'S Midnight Guest

The Librarian'S Midnight Guest

Status: sedang berlangsung
Genre:Vampir / Fantasi Wanita / Harem
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: treezz

Di balik rak-rak kayu ek yang menjulang tinggi, Genevieve Isolde Clara adalah cahaya yang tak pernah padam. Sebagai pustakawan, ia dikenal karena senyumnya yang merekah bagi siapa saja dan keramahannya yang membuat siapa pun merasa diterima. Namun, keceriaan itu hanyalah tirai tipis yang menutupi luka batin yang sangat dalam. Genevieve adalah ahli dalam berpura-pura—ia membalut rasa sakitnya dengan tawa, memastikan dunia melihatnya sebagai gadis yang paling bahagia, meski hatinya perlahan hancur dalam kesunyian.
Kehidupan Genevieve yang penuh kepura-puraan terusik ketika Valerius Theodore Lucien muncul. Valerius adalah seorang pria dengan aura bangsawan kuno, pucat, dan memiliki tatapan yang seolah bisa menembus waktu—ia adalah seorang vampir yang telah hidup berabad-abad. Sejak pertama kali melihat Genevieve, Valerius merasakan sesuatu yang janggal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon treezz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Genevieve

Matahari sore menyelinap masuk melalui sela-sela tirai renda di kelas taman kanak-kanak, menciptakan garis-garis emas yang menari di atas lantai kayu.

Di tengah ruangan, Genevieve Isolde Clara sedang berlutut, membiarkan dua anak kecil menggelantung di pundaknya sementara ia tertawa lepas.

"Satu cerita lagi, Miss Genevieve! Tolong!" pinta seorang anak laki-laki dengan mata membulat.

Genevieve menyisipkan helaian rambut cokelatnya ke belakang telinga, memberikan senyuman paling cerah yang ia miliki. "Hanya satu, ya? Setelah itu kalian harus pulang dan berjanji akan memimpikan naga yang suka makan biskuit cokelat!"

Tawanya meledak, menular ke seluruh ruangan.

Di mata rekan-rekannya dan para orang tua murid, Genevieve adalah definisi dari kebahagiaan. Ia adalah guru yang tidak pernah kehabisan energi, yang selalu punya kata-kata penyemangat, dan yang senyumnya seolah bisa menyembuhkan luka apa pun.

Namun, saat jam dinding berdentang angka lima dan anak terakhir telah dijemput, keheningan mulai merayap masuk.

Genevieve berdiri perlahan.

Begitu pintu kelas tertutup rapat, senyum itu perlahan memudar, seperti lilin yang ditiup paksa. Ia menyandarkan punggungnya ke pintu, memejamkan mata erat-hadir rasa sesak yang familiar di dadanya.

Rasa sakit itu—sebuah duka lama yang tak pernah ia beri izin untuk keluar—berdenyut kembali. Ia menarik napas panjang, memaksa otot wajahnya untuk tetap tenang.

Baginya, kebahagiaan adalah tugas, dan kesedihan adalah rahasia yang ia kunci rapat di ruang bawah tanah jiwanya.

"Kau baik-baik saja, Clara," bisiknya pada diri sendiri sambil merapikan gaun klasiknya yang sedikit berdebu terkena kapur tulis.

Untuk mengalihkan pikirannya, ia memutuskan untuk pergi ke tempat favoritnya sebelum pulang ke rumah yang sepi: Perpustakaan Kota. Tempat di mana ia bekerja paruh waktu sebagai pustakawan malam.

Di seberang jalan, di balik bayangan pohon ek yang rimbun, sepasang mata mengamati setiap gerak-geriknya.

Valerius Theodore Lucien berdiri mematung. Jubah panjangnya yang gelap seolah menyatu dengan kegelapan yang mulai turun. Ia telah berada di sana selama satu jam, memperhatikan Genevieve melalui jendela kelas.

Bagi manusia biasa, tawa Genevieve terdengar murni. Namun bagi Valerius, tawa itu terdengar seperti pecahan kaca yang gemerincing—indah, namun tajam dan hancur.

Ia bisa mendengar detak jantung Genevieve yang tidak sinkron dengan ekspresinya. Ada melodi kesedihan yang sangat kuat memancar dari gadis itu, sebuah frekuensi yang hanya bisa ditangkap oleh makhluk yang telah hidup dalam kegelapan selama berabad-abad.

Valerius tidak mengerti mengapa, tapi setiap kali gadis itu tersenyum palsu, ada rasa protektif sekaligus rasa lapar yang muncul di dalam dirinya. Ia merasa seolah-olah ia mengenal setiap lekuk kesedihan itu.

"Tersenyumlah semaumu, Genevieve," gumam Valerius dengan suara rendah yang bergetar seperti gesekan biola tua.

"Tapi malam ini, di antara rak buku yang sunyi, aku akan membuatmu berhenti berpura-pura."

Dengan satu kedipan mata, bayangan Valerius menghilang, meninggalkan hembusan angin dingin yang membuat Genevieve merapatkan syalnya saat ia melangkah menuju perpustakaan.

"lelah, tapi harus melakukan nya karena aku membutuhkan uang." gumam Genevieve dengan langkah yang berat.

Di bawah jingga nya langit sore, Genevieve berharap perpustakaan kota tak akan terlalu ramai, karena ia ingin membaca hingga tertidur disana.

Langkah kaki Genevieve terdengar berat di atas lantai marmer perpustakaan yang dingin. Setelah seharian menjadi "Miss Genevieve" yang ceria untuk anak-anak, energi di tubuhnya terasa terkuras habis.

Ia mulai mematikan satu per satu lampu di area depan, membiarkan perpustakaan tenggelam dalam temaram cahaya lilin dan lampu dinding yang redup.

Di sini, di antara ribuan buku yang tidak bisa menghakimi, Genevieve akhirnya menyerah.

Ia berjalan menuju sebuah meja kayu besar di sudut ruangan yang paling gelap. Ia tidak duduk di kursi; ia justru duduk di atas meja itu, membiarkan kakinya menjuntai lemas. Bahunya yang biasanya tegak kini merosot.

Ia menunduk, menatap jemarinya yang gemetar, dan perlahan, senyum yang ia pertahankan mati-matian sejak pagi tadi runtuh sepenuhnya.

"Aku lelah..." bisiknya pada keheningan. "Tuhan, aku sangat lelah."

Setitik air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya jatuh, membasahi permukaan kayu meja yang kasar. Genevieve tidak terisak keras; ia hanya membiarkan rasa sakit itu mengalir keluar dalam diam.

Ia merasa seperti sebuah vas bunga yang retak, yang terus dipaksa untuk menampung air agar bunga di dalamnya tetap terlihat segar di mata orang lain.

Namun, ia tidak menyadari bahwa ia tidak sendirian.

1
Yusry Ajay
semangat trus kk Thor 🤗
May Maya
lanjut Thor
May Maya
baru kali ini aku baca novel ada kata2 kiasan sekuat batu nisan biasanya kan sekeras n sekuat baja atau beton 🤭
May Maya
kacian velerius 😄
Afri
alur cerita nya bagus. . tidak buru buru .. mengalir dgn perlahan
keren
Afri
aku suka karya mu thor ..
cerita nya manis
May Maya
suka dgn genre ini
May Maya
vieve di dekati vampir tampan tp namanya makhluk gaib pasti takut jg ya vie🤭
May Maya
mulai baca Thor
treezz: semoga suka kakak🤭
total 1 replies
Afri
bagus
Afri
cerita nya bagus thor
fe
mantapp
anggita
👍👆 sip.,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!