NovelToon NovelToon
OFF SCRIPT LOVE

OFF SCRIPT LOVE

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst / Teen School/College / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:17.8k
Nilai: 5
Nama Author: Net Profit

Tama datang dengan satu tujuan: menjaga Lengkara.
Bukan untuk dimiliki, apalagi diperebutkan—cukup memastikan gadis itu baik-baik saja.

Namun mendekati Lengkara tak sesederhana rencananya.
Saat Tama sibuk mencari cara supaya selalu ada di dekat Lengkara, justru Sasa muncul tanpa aba-aba. Terlalu berisik, terlalu berani, dan terlalu sering menyebut namanya seolah mereka sudah sedekat itu.

Ironisnya, Sasa adalah adik dari laki-laki yang terang-terangan disukai Lengkara.

“Bang, 831 gimana? Yes or no?” Sasa menatapnya penuh harap.

Tama mendengus, menahan senyum yang tak seharusnya ada. “Apaan sih, nggak jelas banget!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Net Profit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ngawur

"Ririd! jangan belajar korupsi dong! kita disuruh bawa 12 batang kayu, kurang 2." protes Sasa sambil menambah 2 batang kayu pada tumpukan yang hampir diikat oleh Ridwan. Sore itu ia sedang berada di rumah Kara, seperti biasa membuat Ridwan sibuk.

"Kagak bakal diitung juga, Sa. Kebanyakan ntar lo keberatan bawanya." jawab Ridwan yang memindahkan mengeluakan dua batang kayu itu dari tumpukan.

Keduanya menoleh sekilas saat Kara datang dan masuk rumah dengan mengambaikan mereka begitu saja.

“Ririd, mami kemana?” teriak Kara dari dekat pintu setelah mendapati mami nya tak di rumah.

“Di rumah calon mertua lo.” Balas Ridwan tak kalah teriak.

“Susulin gih. Minta uang buat bayar ojeg, gue nggak ada uang.”

“Lo susulin sendiri aja, Kak. Kagak liat apa gue lagi sibuk nih.” Ridwan menunjuk kayu-kayu yang sedang ia ikat. Mana tugasnya jadi double pula gara-gara si micin minta dibikinin juga. Kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah sudah berakhir tepat hari ini, besok keduanya diharuskan membawa barang-barang yang sudah di list oleh senior untuk mengikuti kegiatan pramuka selama dua hari satu malam. Banyak barang yang harus mereka bawa dari mulai kayu bakar untuk api unggun, aneka makanan hingga barang-barang yang membuatnya harus putar otak mengartikan barang yang dimaksud seniornya karena namanya aneh-aneh.

“Iya, Kaleng. Kita lagi sibuk nih, Kaleng bantuin dong kan udah pengalaman. Ini namanya aneh-aneh dah, kita baru bisa ngartiin setengahnya.” Imbuh Sasa.

“Gue lagi nggak mood, lo berdua kerjain sendiri aja. Pokoknya bayarin itu ojeg yah.” Pungkas Kara yang kemudian berlalu masuk kembali ke rumah.

Pada akhirnya Sasa yang membayar ongkos ojeg Kara. “Rid, Kaleng kenapa yah? Tumben banget kayak gitu. Mana pulang nyeker, nggak bawa tas juga.”

Ridwan hanya menggelengkan kepala masa bodoh.

“Apa jangan-jangan Kaleng abis kerampokan yah?” tebak Sasa.

“Paling juga ribut sama bang Dirga. Udah sih biarin aja, bantuin ngiket ngapa, Sa! Lo tuh malah ngeliatin doang dari tadi.” Ucap Ridwan.

“Kan Sasa bantu do’a Rid.” Kilah gadis itu.

“Dasar!” cibir Ridwan.

“Eh kayaknya bener deh ribut sama Kak Dirga. Tuh kak Dirga bawa sepatu sama tas nya Kaleng.” Sasa menunjuk Dirga yang baru saja masuk ke dalam rumah.

“Gue bilang juga apa. Udah biarin aja, mereka itu aneh.” Ucap Ridwan.

Sasa mengangguk. "iya aneh banget. Padahal udah dijodohin dari lama tapi gitu-gitu aja nggak ada perkembangan."

"Abang lo sih menolak sadar."

"Kakak lo sih ngejar mulu jadi Kak Dirga nggak sadar-sadar." balas Sasa. Meskipun apa yang dikatakan Ridwan itu benar adanya, tapi ia tak rela jika kakaknya disalahkan begitu saja. Hubungan itu kan dua orang jadi harus sama-sama usaha.

"Dah lah nggak usah ngomongin mereka. Cape doang." Tegas Ridwan. Ia memang sesimple itu hidupnya, tak perlu ambil pusing yang bukan menjadi urusannya. Toh mereka berdua sudah cukup dewasa, nanti kalo jodoh juga nggak akan kemana.

"Iya sih. Tapi Sasa takut kalo mereka nggak nikah ntar mommy sama mami Jesi nggak jadi keluarga dong. Mereka pasti sedih banget deh, secara udah dijodohin dari sejak dalam kandungan." Sasa nampak berfikir.

"Gimana kalo kita aja yang nikah ntar Rid? gantiin mereka. Sasa siap nerima lo apa adanya kok. Biarpun jadi yang kedua nggak apa-apa, karena Sasa tau yang nomor satu selalu game." lanjutnya so dewasa.

Pletak! Sasa langsung menerima toyoran.

"Sakit ih!" keluh Sasa.

"Abisnya lo ngawur!" ucap Ridwan, "pegangin yang bener, mau gue iket nih kayunya."

"Tapi Sasa serius, Rid. Nggak masalah sumpah, lagian kita juga kenal dari kecil."

"Lo nggak masalah tapi gue yang masalah banget. Punya kakak satu aja udah mumet masa harus ketambahan punya bini kayak lo? runyam hidup gue dah." balas Ridwan.

Sasa manyun, "ini serius nih Sasa ditolak?"

"Iya lah, gue masih waras." tegas Ridwan.

Sasa sejenak menghela nafas panjang kemudian kembali tersenyum, "ya udah deh kalo gitu ntar Sasa pertimbangin ketua OSIS sekolah kita aja."

"Gitu?"

"Iya lah. Ririd udah nolak, saatnya nyari yang lain." jawabnya enteng. Keseringan ditolak rasanya udah biasa saja. Ridwan bukan yang pertama tentunya, dari mulai teman Dirga yang dibawa ke rumah sampai anak magang di Bank milik daddy nya saja pernah Sasa tembak.

Ridwan menggelengkan kepala, "jadi lo kayaknya enak Sa, nggak pernah pusing."

"Iya dong, hidup cuma sekali ya nikmatin aja. Emang kak Dirga-" Sasa menggantung kalimatnya, baru saja disebut namanya, si kakak keluar dengan wajah masam.

"Mereka pasti makin ribut tuh." tebaknya kemudian.

"Udah biasa." balas Ridwan.

"Yups." timpal Sasa, "beresin sisanya yah, Rid. Sasa mau pulang packing baju buat besok. Ntar kalo susah bantuin yah."

Ridwan menghela nafas panjang. "sebenernya lo adek gue apa adeknya Bang Dirga sih? perasaan gue mulu yang direpotin." batin Ridwan.

1
Rita
emang😂
Rita
awas hbs mkn tenaga lbh2 😂
Rita
😂😂😂😂😂😜
Rita
abang ktmu gede Kara k2😜😂😂😂
Dwisya Aurizra
si micin tuh biang rusuh, nyebelin tp ngangenin awas loh tam sebentar LG Lo bakal kecintaan sama si micin
Ummah Intan
boong banget si micin
Ummah Intan
cie cie ..jutek jutek perhatian
Ummah Intan
Dirga emang bucin brutal ma kara
Septi
cieee.. manis katanya 🤭
Septi
kalau inget Dirga inget di ledekin papa Rama, soal minum susu tiap hari. beda konsep yang diomongin papa mertua sama yang dialamin Dirga 😂😂🤭
Septi
siapa lagi yang nyuekin Sasa kalau bukan Tamarin🤣🤣
Septi
orang kayak Sasa nggak bakalan punya keruwetan hidup🤭
Septi
kok kita samaan Sa, cita-citanya 🤣🤣
👑yosha💣
semangat mengejar cinta y micin ......
aku jadi penasaran kayak apa ya Tama bucin sama Sasa🤔🤣🤣🤣
Defvi Vlog
bagus. ceritanya aku suka🥰👍
MACA
abang2 yg di tipu bocil🤭🤭
MACA
drama ini...turunan kaleng
MACA
tatap terus bang...tayap...
MACA
pokknya pepet terus cin...jangan kasih kendor si tamarin
MACA
kagetlah...g jualan bakso...koq tiba2 ada yg manggil abang🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!