Keheningan malam yang gemuruh memeluk kota Topaz. Sinar gelap menerobos kegelapan dalam penantian panjang. Sunyi riuh memeluk hati yang gaduh merenung diri. Dhona, wanita berusia 22 tahun, dikurung di dalam ruangan sempit di salah satu rumah sakit jiwa.
Apakah dia gila? Tentu saja tidak. Dhona sengaja dibuat gila oleh saudara angkatnya agar dia bisa diusir dari rumah orang tuanya.
Semenjak kehadiran saudara angkatnya, kehidupan Dhona berubah. Dhona yang berhati bak malaikat, dimanfaatkan kebaikannya oleh Alia, anak angkat yang ditemukan ayahnya di sebuah panti asuhan.
Dhona dijadikan pembantu, difitnah, dibully.
Dalam keputusasaan, Dhona lelah menjadi orang baik. Dhona mematahkan julukan malaikat yang selama ini melekat. Dhona dipengaruhi ilmu hitam.
Apakah Dhona benar-benar terjebak dalam lingkaran kebencian?
Terus ikuti jalan ceritanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenny Een, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Sejak kejadian di hotel hari itu, Elvano sering menghabiskan waktu bersama Alia. Elvano hanya ingin menyalurkan hasrat birahinya. Alia tidak mempermasalahkan. Selama Elvano masih ingin bersamanya.
Dhona juga sudah menyerahkan surat pengunduran dirinya. Elvano masih belum memprosesnya. Elvano memberikan cuti sepanjang Dhona mau. Kapanpun Dhona ingin kembali bekerja, Elvano akan menerimanya.
Bagaimana dengan Dhona? Zayyan menawarkan pekerjaan kepada Dhona. Zayyan puas dengan hasil laporan Dhona. Dhona ingin sekali menolak dengan alasan Dhona untuk sementara tidak ingin bertemu Zayyan. Karena Devi terus memaksa, akhirnya Dhona menerima tawaran kerja dari Zayyan.
"Dhona, manfaatkan kesempatan ini. Buktikan kepada Alia, lu mampu bekerja di mana saja," kata Devi.
Dan setelah Dhona berhenti kerja di dealer Yabangga, penjualan unit motor mengalami penurunan. Elvano terus berusaha mencari Devi. Elvano sangat yakin, Devi adalah pembawa keberuntungan bagi perusahaannya.
Elvano menerima undangan makan siang dari Kepala Dealer Onda. Semua perwakilan kantor pembiayaan akan hadir. Elvano tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk menambah relasi bisnisnya.
Elvano hadir sendirian mewakili perusahaan. Elvano disambut tuan rumah di restoran terkenal di kota Garnet. Elvano mendapatkan sovenir. Elvano duduk bersama tamu undangan yang lain.
Acarapun dimulai. Elvano mendengarkan kata sambutan dari Kepala Dealer Onda. Acara hari ini diselenggarakan sebagai ucapan rasa syukur karena penjualan unit motor Onda meningkat.
Kepala Dealer mengucapkan terima kasih kepada semua karyawan yang selama ini bekerja keras untuk kemajuan perusahaan. Semua yang hadir bertepuk tangan.
Perhatian Elvano tertuju pada karyawan Onda yang naik ke atas podium. Elvano melihat Devi di antara mereka. Devi juga memberikan sambutan.
Elvano berdiri setelah Devi turun dari podium. Elvano berjalan ke arah Devi. Elvano duduk di sebelah Devi yang sedang duduk sendirian.
"Devi, apa kamu kerja di sini?"
Dhona kaget dan menoleh ke sebelahnya. Elvano menaruh tangannya di kursi Dhona.
"Pak Elvano, iya, saya kerja di sini," Dhona dengan santainya menjawab.
"Devi, surat pengunduranmu belum saya proses. Kamu masih berstatus karyawan di perusahaan saya. Kembalilah. Berapapun gaji yang kamu minta akan saya berikan."
"Maaf Pak El. Saya sudah memilih bekerja di sini."
"Devi, please. Penjualan turun sejak kamu gak ada."
"Pak El, harus memikirkan bagaimana caranya penjualan bisa meningkat. Waktunya makan siang. Silakan, Pak El."
Dhona bangkit dari tempat duduknya. Dhona meninggalkan Elvano. Dhona bergabung dengan teman-temannya. Dhona terlihat sibuk.
Elvano mengambil makanan prasmanan. Elvano bergabung dengan tamu undangan lain. Dari pembicaraan mereka, penjualan Dealer Onda meningkat semenjak kehadiran Devi.
"Pak El, maaf lho sebelumnya. Bukannya dulu Devi bekerja di tempat Anda ya?" tanya salah satu tamu undangan.
"Iya," jawab Elvano.
"Kok dilepas?" tanyanya lagi.
"Katanya, ada cinta segitiga," sahut tamu undangan lain.
Elvano sedikit emosi memandangi kedua wanita tamu undangan itu. Mereka setelah melihat ekspresi Elvano, segera menjauh. Elvano sempat melihat name tag mereka, Alia sering nongkrong bersama mereka.
"Rupanya, mata-mata yang dikirim Alia," gumam Elvano.
Elvano terus mencari kesempatan bicara dengan Devi. Elvano rela menunggu. Elvano meminta waktu kepada Kepala Dealer Onda untuk bicara empat mata.
Pak Han, Kepala Dealer Onda mendengarkan curahan hati Elvano. Devi sekarang masih berstatus karyawan di perusahaannya. Elvano ingin menarik Devi kembali.
Pak Han, memanggil Devi. Pak Han bertanya apakah Devi sebelumnya bekerja di perusahaan Elvano. Apakah Devi sudah secara resmi keluar dari perusahaan Elvano.
Dhona mengakui dulu pernah bekerja di dealer milik Elvano. Dhona sudah mengirimkan surat pengunduran diri lewat email. Surat pengunduran diri Dhona sudah disetujui. Dhona juga mendapatkan Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK).
Selain itu Dhona juga menunjukkan Surat Keterangan Kerja (Paklaring). Surat referensi yang menyatakan pengalaman dan posisi terakhir yang dia terima lewat emailnya.
"Pak El, saya sudah bukan karyawan Pak El lagi. Semua buktinya ada. Silakan cek kembali," kata Dhona.
Elvano kaget setelah mendengar penjelasan Dhona yang dia kenal sebagai Devi. Elvano mengucapkan maaf kepada Devi dan juga kepada Pak Han atas ketidaktahuannya.
Elvano mencari tempat sepi. Elvano menelpon HRD Yabangga. Elvano mencari tahu apa benar Devi sudah resmi keluar dari perusahaan. Dan ternyata semua itu benar. Surat pengunduran diri Devi sudah disetujui oleh Elvano sendiri.
"Kapan gue setujui? Bukannya gue yang selama ini mempertahankan Devi," Elvano dengan perasaan malu, meninggalkan restoran kembali ke kantornya.
...----------------...
Zayyan juga menghadiri undangan makan dari Dealer Onda. Kepala Dealer Onda menemani Zayyan makan siang. Pak Han berterima kasih kepada Zayyan karena sudah mengenalkannya kepada Devi. Berkat Devi, penjualan unit motor semakin tinggi.
Zayyan hanya tersenyum. Sewaktu Zayyan berada di kawasan puncak, Pak Han dalam keadaan stres curhat mengenai penjualan unit motornya yang kalah bersaing di pasaran. Pak Han meminta bantuan Zayyan untuk mencarikan solusi.
Zayyan pada saat itu teringat Devi yang juga bekerja di sebuah dealer. Devi merasa tidak nyaman dan ingin resign dari perusahaannya. Zayyan mencoba menawarkan Devi pekerjaan di dealer dan Devi menerimanya.
Zayyan memperhatikan Devi yang sedang bicara dengan seorang wanita di meja saji prasmanan. Zayyan memperhatikan wanita yang bersama Devi. Zayyan dengan cepat berdiri, mempercepat langkah kaki, menghampiri wanita yang bersama Devi.
Zayyan berdiri di samping wanita itu. Wanita itu sontak kaget melihat Zayyan. Wanita itu seolah menghindari Zayyan. Zayyan menarik tangan wanita itu dan membawanya ke tempat yang sepi di belakang restoran.
Zayyan melempar wanita itu ke dinding. Wanita itu berteriak kesakitan sambil memegangi pundak dan tangannya yang sakit.
"Akhirnya, gue nemuin lu. Jelasin! Apa yang terjadi di hotel!" Zayyan melayangkan pukulannya ke dinding di belakang Arina.
Arina gemetar melihat kemurkaan Zayyan. Arina takut sampai tidak bisa mengeluarkan suara. Arina hanya menundukkan wajahnya.
Zayyan sudah memeriksa CCTV kamar hotel pada malam itu. Tidak terjadi apa-apa. Arina hanya membuka pakaian atas Zayyan dan membuat mereka berpelukan di atas tempat tidur.
Zayyan masih dalam keadaan marah meminta penjelasan Arina. Arina masih diam. Zayyan akhirnya membuat ancaman kepada Arina. Jika Arina tetap diam tanpa penjelasan, Zayyan akan mengirim rekam CCTV itu kepada kedua orang tua Arina.
Dengan berderai air mata, Arina akhirnya mengakui perbuatannya. Arina mendengar pernikahan Zayyan. Arina yang sebelumnya tidak diundang ke pernikahan Zayyan, pergi ke kota Opal. Ternyata Zayyan berada di kota Garnet. Arina mendengar Zayyan akan memberi kejutan untuk istrinya di hotel dari asisten Zayyan di kantor.
Arina masih belum menerima Zayyan menikah dengan orang lain. Arina sejak kecil sudah jatuh cinta kepada Zayyan yang tidak lain adalah kakak sepupunya.
Arina meminta pelayan hotel memasukkan obat tidur ke dalam minuman Zayyan. Dan malam itu, Zayyan tertidur pulas setelah minum di kamarnya.
Arina langsung menjalankan rencananya dan berhasil membuat Dhona menyaksikan kemesraan Arina dan Zayyan di atas tempat tidur.
Zayyan memerintahkan Arina untuk meminta maaf dan menjelaskan semuanya lewat video yang dia rekam dengan ponselnya. Arina melakukannya. Setelah permintaan maaf, Arina juga mengakui perasaannya kepada Zayyan.
"Arina, gue sayang lu, karena lu adalah adik gue. Gak lebih. Tanggung jawab! Cari Dhona sampai dapat!" Zayyan kembali melayangkan pukulannya ke dinding belakang Arina.
Arina melihat kepalan tangan Zayyan mengeluarkan darah. Zayyan meninggalkan Arina dalam keadaan marah.
"Semoga saja, istri lu mati!" Teriak Arina.
...----------------...
Dhona mengepalkan tangannya ketika melihat Zayyan kembali ke dalam restoran dan berpamitan kepada Pak Han. Beberapa menit kemudian, Arina masuk ke dalam restoran mengambil makanan prasmanan.
Dhona perlahan menghampiri Arina. Dengan ramah Dhona bertanya apakah Arina mengenal Zayyan.
"Zayyan adalah kekasihku," jawab Arina.
"Bukannya Pak Zayyan sudah menikah?"
"Zayyan tidak mencintai istrinya. Zayyan hanya mencintai aku," Arina dengan angkuhnya.
Dalam sekejap, jantung Dhona berdetak sangat cepat. Tekanan darahnya semakin meningkat. Hati Dhona sesak, napasnya dangkal. Entah keberanian dari mana, Dhona mengangkat tangannya dan memberikan pukulan keras ke wajah Arina.
PLAK!
CRAAANG!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...