NovelToon NovelToon
Selir Centil Untuk Kaisar Impoten

Selir Centil Untuk Kaisar Impoten

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Harem / Masuk ke dalam novel / Fantasi Wanita / Rebirth For Love / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sri Wulandari

Zhen Nuo editor di salah satu platform novel online. Secara tidak sengaja terjebak di dalam dunia novel yang penuh intrik pernikahan. Dengan semua kemampuannya ia berusaha merubah takdirnya sebagai pemeran pendukung. Yang akan terbunuh di bab kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengadilan akhir

"Selir Yu, anda harus tahu tempat saat berbicara. Bahkan kebohongan seperti ini bisa kau ungkapkan kepada Yang Mulia. Hanya karena Nona kedua tidak bersedia menikah. Kau memfitnah putra ku yang sangat polos itu." Tuan Heng An membuat perlawanan.

"Polos?" Selir Yu bangkit sembari mengibaskan gaun indahnya. "Sepolos apa putra kedua mu sehingga bisa memiliki belasan selir di kediamannya. Saat mengatakan ini apa hati nurani mu tidak malu, Tuan Heng!"

Kedua mata yang awalnya tegas itu tidak lagi menatap kedua mata wanita di depannya. "Hanya karena memiliki belasan selir. Kau menuduh putraku dengan kelakuan menjijikkan seperti itu." Tuan Heng An masih mencoba membantah.

Selir Yu melihat kearah Tuan muda Heng Zhan. "Tuan muda kedua, bukan hanya aku saja yang menganggap kelakuan mu menjijikan. Tapi juga Ayah mu. Benar-benar sangat menjijikan." Suaranya menekan. "Yang Mulia, semua orang tidak akan percaya jika hanya ucapan sepihak dari ku. Aku memiliki saksi yang dapat meyakinkan semua orang jika ucapan ku benar adanya."

"Biarkan saksi kunci masuk," ujar Kaisar Xiao Chen.

"Saksi kunci bisa masuk." Kasim kepala Gu berteriak kuat. Agar penjaga di luar bisa mendengar suaranya.

Dari arah pintu masuk, Kepala prajurit pengawal Kekaisaran datang. "Yang Mulia." Berlutut sembari memberikan hormatnya.

"Katakan semua yang kau ketahui," kata Kaisar Xiao Chen.

"Baik." Mengangguk mengerti. "Semua yang di katakan Selir Yu adalah kenyataannya. Hamba mendengarnya sendiri."

"Kau bisa mempertanggungjawabkan ucapan mu?" Kaisar Xiao Chen menatap tegas.

"Hamba mampu mempertanggungjawabkan ucapan hamba," jawab Ketua prajurit pengawal Kekaisaran.

"Yang Mulia, hamba terbuai nafsu sesaat. Mohon ampuni hamba." Tuan muda kedua Heng Zhan bersujud dengan tubuh bergetar.

Tuan Heng An juga langsung berlutut dengan keringat sudah membasahi seluruh wajahnya. "Yang Mulia, hamba tidak tahu jika putra hamba telah melakukan hal yang tidak pantas kepada calon istrinya. Didikan hamba yang kurang tegas sehingga membuatnya bertindak terlalu jauh."

Kaisar Xiao Chen menatap tenang. "Untuk bukti, aku juga tidak akan mempermasalahkannya karena telah ada saksi kunci." Menatap kearah pria paruh baya yang hanya diam tanpa perlawanan. "Pejabat Yu, sejak sidang di lakukan. Kau bahkan tidak membela putri mu. Atau pun meminta keadilan untuknya. Apa hati mu sekeras itu?"

Tuan Yu Wangyi berlutut. "Yang Mulia, putri pertama hamba telah menjelaskan semuanya dengan sejelas mungkin. Tidak ada lagi ruang untuk hamba ikut serta." Menundukkan kepalanya.

Kaisar Xiao Chen menyeringai mendengar ucapan Tuan Yu Wangyi. Dengan tatapan dingin pria di atas tahtanya itu menatap pasti kearah terdakwa. "Tuan muda kedua Heng Zhan berusaha bertindak tidak senonoh kepada calon istrinya. Dengan ini aku nyatakan, dia akan mendapatkan hukuman sepuluh cambukan dengan tiga bulan masa kurungan penjara. Dan pernikahan yang akan menyatukan dua keluarga Yu dan Heng. Resmi di batalkan."

Selir Yu menatap tajam. "Yang Mulia, hukuman ini terlalu ringan."

"Selir Yu, kau telah melampau batas mu." Kaisar Xiao Chen menatap wanita yang penuh amarah di hatinya.

Nona kedua Yu Jian langsung menarik kuat tangan kakak perempuannya. "Kakak." Menggelengkan kepalanya.

Tangan yang mengepal kuat itu bergetar hebat karena harus menahan emosi yang tidak dapat di bendung. "Terima kasih telah memberikan keadilan untuk adik perempuan ku," ujar Selir Yu dengan gertakan gigi. Dia pergi dengan amarah menggebu dalam hatinya.

Tuan muda kedua Heng Zhan dan Tuan Heng An saling berpandangan dengan perasaan lega.

Satu lambaian tangan Kaisar Xiao Chen. Membuat dua prajurit penjaga di luar masuk ke dalam membawa tahanan. Untuk segera mendapatkan hukuman.

Nona kedua Yu Jian juga bangkit dan berlari mengejar kakak perempuannya.

Tuan Yu Wangyi bersama Tuan Heng An memberikan hormat lalu pergi.

Pengawal Zhu Wan masuk ke dalam ruangan pengadilan Kekaisaran. "Yang Mulia."

Pria di atas tahta bangkit. Dia melangkah perlahan membiarkan jubah naganya menjuntai mengikuti setiap langkahnya. Napas tertahannya ia keluarkan.

"Jika bukan karena Ibu Suri Agung. Tuan muda kedua Heng Zhan pasti telah kehilangan kedua tangannya. Dan di asingkan ke Utara sepanjang hidupnya," ujar Pengawal Zhu Wan.

Kaisar Xiao Chen menatap kearah tahta yang ada di belakangnya. "Kekuasaan sesungguhnya tidak ada dalam kendaliku." Mengepalkan kedua tangannya. "Hanya dengan diam dan menunggu. Suatu saat aku pasti akan menggambil semua hal yang seharusnya ada dalam kendaliku." Menatap kearah pintu masuk. Dia melangkah di ikuti pengawal setianya.

...~ Istana Persik~...

Suara alunan musik mengalun lembut. Setiap petikan senar membaut nada yang indah dan menyentuh.

Hembusan angin yang masuk membawa bunga persik menuju pintu dalam. Pintu yang langsung terhubung dengan halaman belakang. Suara derit juga terdengar cukup nyaring bersautan dengan suara dari Guqin (alat musik).

Tangan lentik dan halus menengadah. Membiarkan kelopak-kelopak bunga berjatuhan di atas telapak tangannya.

Seorang pelayan masuk. Dia mendekatkan tubuhnya berbisik pelan kearah wanita mulia yang tengah menikmati waktunya.

Senyuman indah mengembang sempurna di wajah cantik wanita yang usianya telah memasuki enam puluh tahun. Wajah terawatnya membuat semua orang yang melihatnya tidak akan percaya dengan usia aslinya. Kebanyakan orang akan mengira jika dia baru berusia empat puluh tahunan.

"Dia cukup patuh. Tapi kepatuhan yang terlalu lama juga akan menimbulkan kecurigaan." Seringaian halus melintas di wajah Ibu Suri Agung Bao Yu. "Tetap awasi. Aku ingin tahu setiap pergerakannya."

"Baik." Pelayan wanita itu pergi kembali.

Musik berhenti di saat Ibu Suri Agung Bao Yu mengangkat tangan kanannya.

Tuan muda yang memainkan alat musik berjalan mendekat. Dia berlutut di hadapan wanita paruh baya itu. "Yang Mulia." Menundukkan kepalanya.

"Sangat patuh." Ibu Suri Agung Bao Yu mengelus lembut kepala Tuan muda itu. "Beri hadiah."

"Baik." Salah satu pelayan wanita mendekat membawa kepingan emas murni di nampan kecil.

"Terima kasih atas kemurahan hati Yang Mulia." Tuan muda itu semakin bersemangat. Namun dia masih tetap menahan dirinya. Karena sebagai pria peliharaan, dirinya harus tetap patuh dan dapat mengendalikan emosinya. Saat berhadapan dengan Ibu Suri Agung Bao Yu. Wanita yang ada di belakang tahta dengan kepribadian yang sangat menyimpang.

Tapi karena sebagian kekuasaan pemerintahan ada di tangannya. Kaisar Xiao Chen sendiri tidak pernah mempermasalahkan setiap tindakan dari wanita paruh baya itu.

Dari luar dua pria muda datang membawa kue.

"Yang Mulia pasti akan menyukainya." Mendekat dengan merendahkan pandangan matanya.

Lambaian lembut membuat perintah.

Pria muda itu membawa piring berisi kue persik lebih dekat.

Ibu Suri Agung mengambil satu potong kue lalu membuat satu gigitan. Kedua matanya terpejam di saat dia mulai merasakan kenikmatan dari kue persik.

Kue di jatuhkan, kedua matanya terbuka. "Penggal." Ucapannya sangat tenang.

"Yang Mulia, ampuni hamba." Pria muda yang telah hidup di istana persik selama dua tahun itu. Memohon ampun, dia terus bersujud dengan menghantamkan kepalanya ke lantai cukup kuat. Tidak lama luka lecet terlihat bahkan telah mengalirkan darah segar.

Dua penjaga yang ada di luar ruangan masuk. Mereka menyeret pria muda itu dengan paksa. Sesampainya di luar ruangan.

Sreeeetttt...

Pedang di sayatkan tepat pada urat syaraf utama di leher pria muda itu.

Darah menyembur habis dari tubuh pria itu. Dia mati di detik setelahnya.

Wanita paruh baya yang masih duduk tenang di ruangan. Justru menatap tanpa rasa bersalah. Dia membaringkan tubuhnya di atas kursi panjang. Lalu memiringkan tubuhnya membiarkan tangannya sebagai sandaran kepalanya.

Dua pria mendekat memberikan pijatan lembut di kaki dan lengannya.

1
Ai
crazy up donk thor😄
Susilawati
lanjut thor
Susilawati
tahan tahan diri mu selir Yu
Susilawati
selir Yu kenapa pingsan nya sebentar aja, seharusnya di lama2in sampai besok paginya baru sadar
Susilawati
seharusnya kaisar dan selir Yu bersatu utk menggulingkan ibu Suri agung
Susilawati
jgn lemah Yu Jian, keadilan harus di tegak kan
Susilawati
mantap selir Yu, kamu harus berani melawan ketidakadilan walaupun itu ayahmu sendiri
Susilawati
ckckck ternyata ayahnya selir Yu selain gila jabatan juga gila uang
Susilawati
yahhh kenapa gosip nya harus di hentikan padahal lagi seru2 nya
Ai
up nya yang banyak kak author, semangatttt💪
Susilawati
pantas saja selir Yu yg asli sangat kejam, krn dia terus di tekan oleh ayahnya.
mungkin sebenarnya selir Yu ingin melindungi adiknya makanya dia melarang ayahnya mengirim adiknya ke istana krn selir Yu tahu bagaimana sulit dan bahaya nya tinggal di istana
Susilawati
pantas saja kaisar masih membiarkan selir Yu hidup, rupanya ada yg dia ingin kan.
Susilawati
kebencian yg akan berubah menjadi kecintaan yg mendalam
Susilawati
jahat bangt sih kalo benar selir Zhang membunuh pelayan nya sendiri hanya utk memfitnah selir Yu.
Susilawati
tidak apa2 Zhen Nuo, ini hanya dunia novel, itu yg harus kamu ingat
Susilawati
dasar gila si selir Yu 😄😄😄
Susilawati
Untung aja Zhen Nuo atau selir Yu ingat adegan selanjutnya dan langsung berbalik ke kamar nya kaisar, tapi kok bisa pembunuh masuk ke kediaman kaisar, pasti ada pengkhianat nih dlm istana
Susilawati
hahaha saking takut nya si selir Yu, sampai sembunyi dikolong ranjang, ngejar katak lah sampai mau lompat ke danau segala,
Susilawati
bagus selir Yu, bikin kaisar penasaran dgn perubahan sikap mu biar dia yg ngejar2 kamu
Susilawati
apa sejahat itu selir Yu, hingga adik nya sendiri pun terlihat takut kepada nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!