NovelToon NovelToon
Dibalik Tirani Pernikahan

Dibalik Tirani Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Tukar Pasangan / Balas Dendam / Teen / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:25.1k
Nilai: 5
Nama Author: Septi.sari

Rama dan Ayana dulunya adalah sahabat sejak kecil. Namun karena insiden kecelakaan yang menewaskan Kakaknya-Arsayd, membuat Rama pada saat itu memutuskan untuk membenci keluarga Ayana, karena kesalahpahaman.

Dalih membenci, rupanya Rama malah di jodohkan sang Ayah dengan Ayana sendiri.

Sering mendapat perlakuan buruk, bahkan tidak di akui, membuat Ayana harus menerima getirnya hidup, ketika sang buah hati lahir kedunia.

"Ibu... Dimana Ayah Zeva? Kenapa Zeva tidak pelnah beltemu Ayah?"

Zeva Arfana-bocah kecil berusia 3 tahun itu tidak pernah tahu siapa Ayah kandungnya sendiri. Bahkan, Rama selalu menunjukan sikap dinginya pada sang buah hati.

Ayana yang sudah lelah karena tahu suaminya secara terbuka menjalin hubungan dengan Mawar, justru memutuskan menerima tawaran Devan-untuk menjadi pacar sewaan Dokter tampan itu.

"Kamu berkhianat-aku juga bisa berkhianat, Mas! Jadi kita impas!"

Mampukah Ayana melewati prahara rumah tangganya? Atau dia dihadapkan pada pilihan sulit nantinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septi.sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20

Setelah sesi perkenalan itu, Devan meminta Anisa untuk menunjukan koleksi dress mewahnya.

"Ayo, masuk sini Mas, Mbak...." Anisa mempersilahkan Customernya masuk lebih dalam dibagian dress mewah yang bergantung rapi.

Ayana-ia sejak tadi menatap kagum dengan Butik milik Anisa. Di usianya yang masih cukup muda, gadis itu sudah bisa membangun butik megah, dengan beberapa koleksi gaun yang cukup mengikuti model.

"Ya Allah... Semoga saja kelak aku bisa memiliki butik seperti ini," batin Ayana penuh harap, masih sambil mengedarkan pandanganya keseluruh tempat.

Devan menoleh. Wajahnya tampak damai menatap kearah Ayana. Dari sorot mata itu, seolah Devan tengah masuk lebih dalam, dan tahu apa yang di rasakan Ayana saat ini.

Dan memang baru kali itu, Ayana masuk ke Butik besar nan terkenal.

"Kamu pasti bahagia 'kan, Ayana? Apa suamimu tidak pernah mengajakmu ke butik seperti ini? Jika pun iya, mungkin aku dapat memaklumi sebab ekonomi rumah tangga kalian." Batin Devan merasa iba.

Di dalam ruangan itu disisi sudut kanan, gaun pengantin mulai dari casual, longdress, hingga model hijab, semua berjejer rapi bak menyambut kedatangan Ayana.

Dan di sisi kiri, beberapa jas pria, mulai dari kemeja, celana kain, jeans, dan semua perlengkapan menikah juga tak kalah banyak dari wanita. Semuanya tertata dengan rapi.

Dari busana bayi hingga dewasa pun, sejak tadi menyamai langkah Ayana masuk. Semuanya tidak ada yang tidak bagus. Dan semua yang ada di butik itu, hasil desain dari tangan Anisa sendiri. Gadis itu juga sudah memiliki konfeksi sendiri, hingga mampu menciptakan lapangan kerja untuk orang-orang.

Ayana sungguh terpukau.

"Ini, aku punya dress keluaran terbaru Mas. Kayaknya cocok deh buat Mbak Ayana." Anisa mengambil salah satu koleksi dress miliknya, dan di tunjukan kearah pasangan di depannya.

Ayana menerima dress itu. Di sisi kiri, ada bandrol harga yang menunjukan harga 5 juta rupiah. Harga yang menurut Aya sangat mahal sekali untuk sebuah dress.

"Ayana, kamu coba-coba aja dulu, biar saya pilihkan lainnya," Anisa segera pergi dari hadapan kedua pasangan itu.

Aya melirik Devan sejenak. Suaranya begitu lirih, nyaris menjadi bisikan.

"Ada apa, Ayana?" Devan menatap dengan antusias.

"Dok, ini harganya mahal sekali! 5 juta loh?! Apa nggak sayang uangnya?"

Devan malah terkekeh. Ia berpindah posisi menghadap wanita cantik itu. Lalu berkata, "Jangankan cuma 5 juta, jika kamu mau, saya dapat membelikan butik ini untukmu! Kamu nggak usah berpikir yang nggak-nggak, sekarang tugas kamu cobain dulu. Kalau suka, ambil!"

Ayana mengangguk kaku. Ia segera berjalan kearah ruang ganti, dan segera mencoba dress mewah itu.

Di dalam ruangan, Ayana sempat termenung sejenak. Ia angkat dress itu, hingga memenuhi pandangannya. Namun, dadanya terasa sesak.

"Apa seperti ini ya, rasanya menjadi Mbak Mawar?! Pasti Mas Rama selalu kasih apapun yang Mbak Mawar mau."

Tak ingin berlarut lebih dalam, Ayana segera mengganti dress tadi.

Meninggalkan Ayana mencoba dressnya. Di luar, Devan tidak sengaja menyenggol gelas air minum yang berada diatas meja. Hingga, air itu membasahi satu lembar desain yang tadi di buat oleh Anisa.

"Yah, Nis... Maaf, Mas nggak sengaja," ucap Devan merasa bersalah.

Meskipun ia tahu sepupunya tidak akan marah, namun tetap saja butuh effort kuat dalam mendesain itu.

Anisa segera mendekat, dan hanya mendesah dalam dengan senyum pasrahnya.

"It's okey, Mas...."

Tap!

Tap!

"Dokter Devan, ada apa ya?"

Mendengar suara Ayana, Devan reflek menoleh. Dan betapa terkagumnya ia, melihat Ayana tampak lebih cantik memakai dress pas body sebetis bewarna marun.

Mata Devan sampai tak berkedip.

"Cantik!" gumanya.

"Mbak Anisa, ada apa ya?" karena tidak mendapat jawaban dari sang Dokter, Ayana beralih menatap Anisa.

Anisa tersenyum, "Bukan masalah besar, Ayana. Ini... Tadi Mas Devan nggak sengaja numpahin air di kertas desainku."

Ayana juga ikut merasa bersalah. Lalu ia menarik kertas yang masih di pegang oleh Devan. Dan salah satu sisi gambar itu memang basah terkena air.

"Mbak Anisa, saya akan bertanggung jawab atas kerusakan desain ini."

Anisa sedikit mengernyit, "Bertanggung jawab? Maksud kamu, Ayana?"

"Mbak Anisa, apa bisa berikan saya selembar kertas sama alat menggambar. Kasih saya waktu 10 menit saja!" saking merasa bersalahnya, sampai Aya tidak mempedulikan dengan penampilannya saat ini.

Anisa hanya mengangguk. Ia berjalan ke arah meja, dan segera mengambilkan peralatan desain untuk Ayana.

"Ayana... Kamu mau ngapain?" tegur Devan setelah tersadar.

"Ini, Ayana!" seru Anisa menyerahkan peralatan desain tadi.

Ayana menerimanya. Ia lalu menatap Devan sejenak, "Dokter Devan tunggu saja sebentar, ya! Saya akan bertanggung jawab dan memperbaiki desainnya Mbak Anisa!"

Setelah itu Ayana duduk diatas kursi, dan segera mengaplikasikan pena itu pada kertas putih tadi.

Sementara Devan dan Anisa tampak saling tatap merasa bingung dengan tindakan Ayana barusan.

10 menit sudah berlalu.

Ayana bangkit. Ia berjalan kearah Anisa, dan menyerahkan hasil desainnya pada pemilik butik itu.

"Mbak Anisa, ini... Maaf kalau hasilnya tidak sebagus milik Mbak Anisa," kata Ayana sambil menatap Devan sekilas.

Kedua mata Anisa bak terlepas dari sangkarnya. Sorot mata itu bagaikan pena yang menari diatas kertas putih, dan tak menemukan sedikit kesalahan pada desain Ayana.

"Ayana... Kamu Desainer?" tanya Anisa terpukau. "Mas Devan, lihat ini... Desain Ayana bagus sekali. Desainku mah lewat kalau ini," rengeknya penuh bangga.

Devan juga ikut melihat. Ia juga begitu kagum dengan hasil desain dari tangan Ayana. 'Jadi... Ayana bisa mendesain? Pantas saja dia begitu bahagia saat masuk dalam butik ini.'

"Saya bukan desainer, Mbak! Tapi saya memang suka mendesain beberapa busana." Kata Ayana tersenyum segan.

"Ayana... Tolong berikan aku kontak ponselmu sekarang! Nggak, ini nggak bisa lepas. Ayana kamu harus bekerja sama dengan saya!" kekeh Anisa sembari menerima nomor ponsel dari Ayana. "Mas Devan... Makasih banget udah temuin aku sama Ayana! Pokoknya, selain kalian berdua harus berjodoh... Aku mau Ayana jadi partner bisnisku, juga partner saudara."

Devan tersenyum bangga menatap Ayana.

"Ayana... Kamu cantik sekali! Kamu cocok pakai dress ini. Jika kamu mau lagi... Kamu boleh ambil yang mana kamu suka."

Ayana menolak itu dengan senyuman, "Maaf Dokter Devan, tapi ini sudah lebih dari cukup! Lagian... Pestanya hanya 2 jam saja."

"Wah-wah... Roman-romannya ini mau dateng ke pesta bersama ya. Duh... Kalian serasi banget, sumpah!" Anisa menyahut.

Ayana hanya mampu menyembunyikan senyum simpulnya.

"Ah udah, ah! Mas ambil yang drees ini, Nis! Tolong bungkus ya!" ucap Devan.

"Okay, siap Mas!"

Ayana kembali berganti, dan menyerahkan dress tadi kepada Anisa. Disana, ia dan Devan juga membeli topeng mata sebagai pelengkap drescodenya nanti.

"Dokter... Terimakasih banyak, ya! Seharusnya anda nggak perlu repot-repot membelikan baju Zeva segala," kata Ayana segan.

Devan menoleh sekilas, lalu kembali fokus pada setir mobilnya. "Nggak seberapa, Ayana! Saya yang seharusnya berterimakasih sama kamu, karena udah mau bertanggung jawab dengan desain Anisa tadi."

"Kebetulan juga saya suka menggambar, Dokter! Jadi, nggak papa kok."

Devan menoleh kembali, "Oh ya... Kamu punya bakat loh, Ayana! Jika Anisa mengajak kamu sebagai partnernya, tolong ambil saja! Hitung-hitung sambil belajar bersama. Dan... Siapa tahu banyak orang yang tertarik dengan hasil desain busanamu itu."

Ayana melipat kedua bibirnya dalam-dalam. "Saya akan mempertimbangkannya, Dok!"

"Ayana...." lirih Devan kembali.

Ayana sampai menolehkan wajahnya antusias, "Ada apa, Dok?"

"Saya... Orang kedua setelah suami kamu, yang akan mendukung apapun hal yang kamu kerjakan. Apalagi menyangkut masa depan putramu."

Dada Ayana bergemuruh kuat. Nggak! Ayana nggak ingin lebih dalam jatuh dalam lingkaran yang sama. Ia dan Dokter Devan hanyalah dua insan yang bertemu tanpa putaran waktu. Semuanya harus mengalir sebagai rekan, dan akan berakhir sesuai fitrahnya.

"Terimakasih atas dukungan Dokter."

Devan tak mampu menyimpan rasa bahagianya. Ia penuh semangat melajukan kembali mobilnya, dan mengantarkan Ayana sampai depan Cafe semula.

** **

Hampir pukul 11.00 wib.

Dan sesuai ucapannya itu, Rama akan segera pulang setelah mengantarkan Mawar ke rumah.

Begitu masuk pos depan, Rama sunguh di buat tak percaya melihat Istrinya berjalan sambil menenteng 3 paperbag ukuran tanggung.

Wajah Rama sudah menegang. Ia segera melajukan mobilnya, hingga...

Dint!

Dint!

Ayana tersentak. Reflek ia berjalan meminggir, hingga menolehkan wajahnya ke belakang.

"Perasaan itu mobilnya Mas Rama? Ngapain dia?" lirih Ayana mengernyit, menunggu Rama turun dari mobilnya.

Brak!

Rama agak keras menutup pintu mobil itu, saat melihat penampilan Ayana yang tak seperti biasanya.

Cantik, tidak dapat Rama pungkiri. Tanpa make-up pun, wajah Ayana sudah cantik. Apalagi siang ini Ayana memakai pakaian sederhana cukup rapi, dan make up tipis. Sungguh membuat emosi Rama hampir meledak.

"Dari mana saja kamu, Ayana?"

"Hah," Ayana mendesah lirih. Wajahnya begitu malas mendapat tatapan curiga seperti itu. "Mas Rama nggak lihat? Nih," ia mengangkat beberapa belanjaanya tadi. "Saya habis belanja lah, masak habis dari pasar penampilan kaya gini."

Rama semakin menajamkan matanya. Wajahnya sudah menggeram, berjalan selangkah, lalu mencengkram kuat pergelangan tangan Istrinya.

"Jawab! Kamu dari mana?" tekan Rama.

Ayana juga tak kalah kesal. Sorot mata kecoklatannya juga ikut melotot, "Mas Rama tuli, ya?! Saya habis belanja! Be...lan...ja!"

"Butik?" tatapan Rama jatuh pada paperbag dengan cap butik milik Anisa tadi. Lalu ia menatap Ayana kembali. "Darimana kamu dapat uang untuk belanja di butik ternama itu?"

Ayana menarik lengannya dengan cepat. Wajahnya masih sedikit menekuk kesal.

"Ya bekerja lah, Mas! Memangnya, selain jadi PELAYAN di rumah SUAMI SENDIRI, saya hanya ongkang-ongkang kaki gitu? Saya juga bekerja lah," jawab malas Ayana.

1
Dini Anggraini
Alhamdulillah akhirnya karina terbebas dari Arash si jahat dan neraka itu semoga karina bisa hidup bahagia dengan Arsyad. 👍👍😍😍
Daulat Pasaribu
kenapa jodoh similya harus dika si thor.gk sukalah thor.wanita gk baik yah jodohnya sama yg gk baik
Septi.sari: nggak jadi kak, keduanya saling tentang🤭
total 1 replies
Dew666
🪸🪸🪸🪸
Daulat Pasaribu
bisa bisa wanita kotor macam milya dpt nya dika,berzinah ma org lai tapi si dika yg tanggung jawab.gk adil itu thor namanya.uda jahat perangainya.klo baik tadi gk papa
Septi.sari: ia nih kak, dika si lugu kasian jadi korban😭🔥
total 1 replies
Dini Anggraini
Enak banget milya habis yang senang2 dika kena imbasnya Q gak setuju milya menikah dengan dika Thor biarkan anaknya hidup dengan milya sendiri saja agar milya merasakan bagaimana rasanya jadi ayana hidup sendiri mengurus ibu sakit suami gak peduli. 🙏
Dini Anggraini: belum bunda karena banyak yang masih jahat banget anita, mawar dan milya kapan mereka jadi baik masih saja jahat meskipun di penjara. 🙏😭😭
total 2 replies
Dew666
💎💎💎💎
اختی وحی
typo nya thor, imelda jdi anita sampe bingung bacanya
Septi.sari: oh iya kak, maapken😭
total 2 replies
Dini Anggraini
Alhamdulillah kakak author mendengar nasihat kami para pembaca dengan Arsyad balik sama karina agar karina hidupnya gak menderita lagi bila mawar dan keluarganya menderita biarkan saja karena mereka jahat banget tapi kalau karina kan baik kasihan. Makasih kakak author yang baik. 👍👍😍😍😍
Dini Anggraini: ya kak
total 3 replies
Daulat Pasaribu
uda hamil pun ditinggalkan cowoknya gk mau bertanggung jawab,malah tetap jahat.dasar milya perempuan bodoh
Septi.sari: kesel banget ya kak🤭
total 1 replies
Elly Irawati
ditunggu episode selanjutnya kak, gas up lagiiiii biar ndx penisirin😅😅.. critanya loh masyaallah bikin greget.. ternyata si mawar dalang dari semuanya😡
Septi.sari: masya allah, tersayang, macihhhhh❤❤❤❤🤭🤭🤭
total 1 replies
Daulat Pasaribu
itulah balasan buat si milya karena uda jahat sama kaka iparnya ayana
Septi.sari: biar kapok kak🔥
total 1 replies
Daulat Pasaribu
si pak arman apa gk syok kalao tau anaknya otak dari pelaku pembunuhan berencana arsyad
Septi.sari: ntar di penjara dua2nya kak🤭🔥
total 1 replies
Dew666
🍡🍡🍡🍡🍡
Dini Anggraini
Benar rama kamu sudah putuskan yang terbaik kamu tidak tahu saja yang mencoba membunuh Arsyad bukan anita saja tapi juga mawar malah mawar dalang dari semua ini. Semoga pak Ibrahim segera menemukan video rekaman percakapan mawar dan anita tentang perencanaan pembunuhan Arsyad dan menguasai kekayaan pak ibrahim ya bunda. 😍😍
Septi.sari: apa di buatin novel buat Karina ya kak, 🤭
total 3 replies
اختی وحی
gk rela klw ayana balik sama rama. sama devam aja biar rama kapok
اختی وحی
males bngt rama msih ketemu² ayana, jrs ny cerai aja beres
اختی وحی
suka bngt karakter pak ibrahim jos👍👍
Septi.sari: bijaksana banget kak🔥
total 1 replies
Daulat Pasaribu
smoga rama dan ayana serta zeva keluarganya hidup bahagia.
Daulat Pasaribu
jgn sampai ada masalah lagi,smoga aja rama betul betul berjuang untuk ayana dan zeva
Septi.sari: iya kak, setelah bahagia, mau lanjutin kisahnya Arsyad🔥
total 1 replies
kalea rizuky
novel terburuk yg pernah q baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!