Kisah perjalanan cinta gadis tomboy yang di jodohkan dengan seorang pria yang ternyata seorang ketua mafia bernama Leonathan Nugroho. Dia adalah putra pertama dari pasangan Shandy Nugroho dan Merlin Syafira. Nathan itu terkenal dengan kekejamannya di dunia hitam. Bahkan dia juga sering di juluki dengan sebutan king dragon.
Gadis tomboy itu bernama Seinara horison dia adalah anak kedua dari Ardi horison dan Adelia Rasya. Seinara mempunyai seorang kakak laki-laki bernama Abraham horison. Abraham lebih memilih untuk membangun bisnisnya sendiri di luar negeri. Sehingga dia jarang punya waktu untuk keluarganya, namun dia sangat menyayangi adik semata wayangnya yaitu Seinara. Apapun akan dia lakukan untuk kebahagiaan sang adik, sepeti saat mendengar Seinara akan di jodohkan. Abraham adalah orang pertama yang menentang keras rencana tersebut. Namun apalah dayanya, dia tidak bisa mengubah keputusan kedua orang tuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intan Wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jujur
"Hah...!! Loe itu sudah gila atau gimana sih Sein?! Kenapa loe menyuruh gue untuk memukul loe?! Dan loe juga nggak menghindar saat gue pukul tadi!" bentak Firly pada Seinara sambil berlinang air mata.
"Luka ini tak ada artinya di banding dengan persahabatan kita. Gue akan lakukan apapun untuk persahabatan kita" jawab Seinara sambil tersenyum kearah tiga sahabatnya.
Tanpa berkata apapun lagi, ketiga sahabat Seinara pun segera menghambur memeluk Seinara sambil menangis. Hingga akhirnya keempatnya pun menangis bersama. Persahabatan mereka memang sekuat itu, diantara keempatnya, Seinara adalah yang selalu bersikap dewasa dan mengalah. Bukan hanya mereka yang bersahabat, tapi para orang tua mereka juga bersahabat.
"Maafin gue Sein, gue sudah keterlaluan sama loe" ucap Firly dengan penuh penyesalan.
"Gue juga minta maaf Sein, harusnya gue bisa mencegah Firly tadi" ucap Jessy.
"Iya Sein, gue juga ikut bersalah karena mudah terhasut oleh berita seperti itu" tambah Valen.
"Ssssttt... kalian bertiga nggak perlu minta maaf sama gue. Karena ini memang salah gue, harsnya gue lebih tegas sama pak Juna. Tapi sumpah tadi siang tuh di luar dugaan gue" jawab Seinara menghentikan tangis ketiga sahabatnya.
"Disini gue yang paling bersalah Sein, loe bisa kok balas gue" ucap Firly.
"Nggak perlu kok, yang penting sekarang loe sudah mau maafin gue dan percaya sama gue lagi. Masalah foto-foto itu, gue akan coba mengklarifikasinya besok. Oh iya Fir, ini hadiah yang di berikan oleh pak Juna. tolong terima ya, gue nggak mau menyimpannya" ucap Seinara sambil mengambil sebuah paperbag yang tadi tergeletak di lantai.
"Apa isinya ini Sein?!" tanya Firly segera sambil langsung memeriksa paperbag tersebut.
"Gue sendiri juga nggak tau, mending loe langsung buka saja. Gue nggak minat sama hadiah seperti itu" jawab Seinara sambil menggelengkan kepalanya.
Firly pun membuka paperbag itu dan betapa terkejutnya mereka saat melihat isinya.
"Oh my God...!!" seru keempatnya bersamaan setelah melihat isi hadiah tersebut.
"Astaga... ternyata pak Arjuna memberikan sebuah gaun!" Seru Valen lagi.
"Eh, tapi gaunnya bagus juga Sein" ucap Jessy.
"Bagus apanya, itu bukan selera gue" jawab Seinara tegas.
"Hahahaha... Kayaknya kok lucu banget Sein, jika loe mau pakai gaun ini" ucap Firly sambil tertawa karena membayangkan Seinara yang memakai gaun.
"Sorry ya, gue mending nggak usah pakai baju jika hanya ada gaun itu!" tegas Seinara.
HAHAHAHA...
Mereka pun tertawa bersama, akhirnya mereka pun berbaikan dan bercanda bersama lagi. Hingga hari mulai larut, dan Seinara pun memutuskan untuk berpamitan pulang. Namun sebelum pulang Seinara, ingin memberitahu pada tiga sahabatnya tentang status barunya.
"Girls, gue ingin memberitahu kalian tentang sebuah rahasia. Sebelum gue kasih tau kalian tentang Rahasia itu, gue ingin kalian janji nggak akan marah lagi sama gue" ucap Seinara mulai serius.
"Rahasia apa Sein?" tanya Jessy segera.
"Iya jangan menyimpan rahasia begitu dong!" tambah Firly yang langsung memasang wajah cemberut.
"Eeeh... Jangan pada ribut begitu dong, mending kita dengar aja apa rahasia yang akan Sein katakan pada kita" ucap Valen.
"Baiklah... Gue nggak akan marah sama loe Sein" jawab Firly.
"Gue juga nggak akan marah sama loe" tambah Jessy.
"Oke Sein, kita janji nggak akan marah sama loe. Sekarang loe bisa katakan sama kita, dan kita juga janji akan jaga rahasia ini. Iya kan girls?!" tambah Valen sambil meminta dukungan dari dua sahabatnya.
"Iya gue janji" jawab Firly.
"Gue juga janji!" tambah Jessy juga.
Ketiganya pun kompak mengangguk untuk meyakinkan Seinara. Akhirnya Seinara pun mengutarakan rahasia yang dia sembunyikan selama beberapa hari ini.
"Huft... Sebenarnya gue udah nikah" ucap Seinara setelah menghela nafas beratnya.
Sebenarnya dia masih belum siap untuk mengungkapkan semuanya. Namun Seinara tidak ingin kejadian malam ini terulang kembali. Sehingga mau tak mau Seinara harus jujur pada ketiga sahabatnya.
"WHAT'S...!" seru ketiga sahabat Seinara terkejut.
"Loe jangan bercanda gitu dong Sein!" ucap Jessy segera yang belum percaya begitu saja.
"Iya Sein, loe jangan bercanda deh" tambah Valen juga.
"He'em kita nggak bisa percaya begitu saja sama loe Sein. Bercanda loe nggak lucu!" tambah Firly dengan kesal.
"Gue nggak sedang bercanda girls, memang wajah gue terlihat sedang bercanda ya? Sehingga kalian nggak melihat keseriusan gue!" tegas Seinara.
"Loe serius?!" tanya Jessy memastikan lagi.
"Iya, gue serius. Kalian lihat cincin ini? Ini adalah cincin pernikahan gue sama dia" jawab Seinara sambil menunjukkan cicin yang tersemat di jari manisnya.
Sontak ketiga sahabatnya langsung menarik tangan Seinara, dan ingin melihat cincin tersebut lebih dekat.
"Iiiih... Cincin ini bagus banget Sein! Selama ini gue belum pernah lihat cincin sebagus ini!" seru Firly.
"Iya Sein, cincin ini model dan desainnya sangat unik. Gue juga belum pernah lihat cincin seperti ini" tambah Jessy.
"Ini ada sepasang dong Sein?" tanya Firly lagi.
"He'em ini satu pasang, dan yang satunya sudah di pakai suami gue" jawab Seinara jujur.
"Memang suami loe seperti apa sih Sein? Gue jadi penasaran nih" tanya Firly lagi.
"Gue juga penasaran Fir, gimana kalau besok loe minta suami loe untuk anterin ke kampus? Biar kita bisa kenalan sama dia" tanya Jessy sekalian memberikan ide.
"Sorry gaes, sepertinya gue belum bisa ngenalin kalian pada suami gue. Karena dia akhir-akhir ini sangat sibuk, jadi gue nggak bisa mengganggu dia" jawab Seinara sedikit berbohong.
Padahal dia hanya tidak mau kalau sahabatnya itu kecewa pada dirinya. Sudah cukup perselisihan hari ini membuat Seinara babak belur.
"Baiklah... Kita akan tunggu sampai suami loe nggak sibuk lagi" jawab Jessy dengan penuh kekecewaan.
"Iya Sein, kita akan siap kapan pun jika suami Loe punya waktu luang" tambah Firly.
"Oke terimakasih atas perhatian kalian, kalian memang sahabat terbaik gue" ucap Seinara yang langsung memeluk ketiga sahabatnya erat.
Mereka kembali berpelukan, setelah itu Seinara pun berpamitan pada sahabatnya. Karena memang hari juga sudah larut.
"Gaes udah malam gue pamit pulang ya, ngobrolnya sambung besok lagi, Assalamualaikum..." pamit Seinara.
"Iya Fir, gue juga pamit pulang ya, Assalamualaikum...!"