NovelToon NovelToon
TIRAKAT

TIRAKAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

Novel ini berdasarkan kisah nyata.

Nama tokoh, nama tempat, atau nama daerah sudah diganti demi menjaga kerahasiaan identitas asli.

Apabila terdapat kesamaan nama tokoh, tempat, laku tirakat tertentu, profesi tertentu, atau latar daerah tertentu dengan para pembaca semua, mohon dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DALAM MIMPI ITU AKU BERTEMU KAKEK

Beberapa jauhnya aku melangkah, aku sampai di sebuah tempat yang tidak asing. Tempat itu berupa sebuah area mata air yang ada di bawah tebing pendek dari tempatku berjalan. Aku bisa menuruni tebing itu karena tidak curam. Sekelilingnya terdapat semak-semak yang tidak terlalu lebat.

Meski dalam mimpi, aku merasa benar-benar hadir di tempat itu. Rasanya seperti nyata. Tempat itu adalah "Sendang Putri"

Sendang Putri itu setahuku memang tempat almarhum kakek dari almarhumah ibuku bersemedi (berdiam diri untuk melakukan tirakat tertentu). Dan aku juga beberapa kali pernah diajak ke Sendang Putri ini oleh almarhumah ibu.

Selanjutnya, ketika aku sampai disebuah batu cukup besar yang pipih (batu dengan permukaan datar), tanpa ada perintah atau bisikan apapun aku langsung duduk di atasnya, menghadap ke arah mata air.

Dan tak lama, aku melihat sesosok bayangan hitam dari balik pohon beringin di seberang Sendang Putri itu. Semakin lama, bayangan hitam itu mendekat perlahan. Dan semakin jelas. Tapi dalam diriku tak ada rasa takut sama sekali.

Dan saat sosok bayangan hitam itu sampai di dekatku, di bawah sinar bulan purnama, nampak dengan sangat jelas bahwa sosok bayangan hitam itu adalah almarhum kakekku.

"Mbah? Mbah Wiryo?" Tanyaku dalam mimpi itu.

Kakekku tersenyum lembut sambil menatapku. "Nggeh Nduk... Iki Mbahmu..." (Iya cucuku... Ini Mbahmu...") Jawab Kakek.

Dia berpenampilan khas seperti masih hidup dahulu, dengan baju lurik jawa tradisional, dan pakai celana panjang hitam, dengan ikat kepalanya. Sontak entah mengapa dalam mimpi itu, saat melihat almarhum kakek, aku merasakan rindu yang tertahan. Aku berdiri, dan segera memeluk almarhum kakek. Sampai aku terisak menangis dalam pelukannya.

Selanjutanya tanpa banyak ucap, almarhum kakek memintaku untuk duduk lagi di atas batu pipih tersebut. "Nduk, ndang lungguho..." ("Cucuku, ayok duduk...")

Dan almarhumah kakek, dari tangan kanannya, memberikan aku bunga yang masih kuncup (belum mekar). Dan aku tahu bunga apa itu. BUNGA KANTIL.

Namun bunga kantil itu ada enam kuncup. Tiga berwarna putih, dan tiga lagi berwarna merah. Entah kenapa, meski almarhum kakek tak berbicara sedikitpun aku langsung bisa mengerti, aku disuruh memakan bunga kantil itu.

Aku memakan tiga kuncup bunga kantil berwarna putih dahulu. Dan almarhum kakek nampak tersenyum lembut saat melihatku memilih yang putih dahulu. Tak terjadi apa-apa juga pada diriku atau tubuhku saat menelannya.

Setelah itu aku lanjut memakan tiga kuncup bunga kantil yang berwarna merah. Dan kali ini, seketika aku langsung merasa mual saat menelannya. Aku seperti orang yang sudah memakan sesuatu yang salah.

Dalam perutku saat itu terasa panas, seperti ada yang bergerak juga di dalam perutku. Lalu tiba-tiba...

"Hooeeeekkkk!! Hooeeeekkkk!!"

Aku memuntahkan banyak darah. Darah yang nampak merah pekat agak kehitaman. Saking banyaknya darah yang keluar dari mulutku, sampai membentuk aliran. Namun anehnya aliran darah yang begitu banyak itu tak ada setetes pun yang masuk ke dalam genangan mata air Sendang Putri di hadapanku.

Aliran darah itu kulihat justru mengelilingi genangan mata air. Mengalir pelan melewatinya seolah ada sesuatu yang tak kasat mata, menjaga agar mata air dan genangannya tidak tercampur dengan darahku.

Aku memperhatikan kemana arah aliran darah yang kumuntahkan itu. Dan itu sampai di seberang Sendang Putri, tepat di bawah pohon beringin yang cukup besar.

Dan tiba-tiba, aku mendengar suara geraman yang membuatku mulai merasa takut. Disertai suara gemericik rantai besi. Seolah akan ada sesuatu yang datang dari balik pohon beringin itu.

1
CADAS JALARAMBANG
betul
Kristiana Subekti
thor kau gantungkan ceritamu thor😭😭
Deni Komarullah: 🤭🤭🤭 Biar penasaran Kak... 🙏🙏🙏
total 1 replies
👣Sandaria🦋
wah. berarti memang ada ya yg begitu begitu Thor? ini kisah nyata kan? gen millenial kurang percaya ini😀
Deni Komarullah: Iya Kak... Dan ini cerita dari teman saya yang memang menggeluti dunia semacam ini...
total 1 replies
👣Sandaria🦋
gegara hobby melamun ini si Nissa, makanya hantu pengen ngajak main😅
👣Sandaria🦋
Tirakat di sini artinya apa, Thor? apakah sama dengan kelompok tarekat yg puasa dan hari raya idul fitri beda waktu?🤔 soalnya itu yg kuingat😅
👣Sandaria🦋: oh iya. berarti beda kalau gitu. aku belum paham ini cerita. ntar lanjut baca dulu. yg aku maksud tadi kelompok aliran tarekat yg biasanya puasa dan lebaran ada selisih waktu.
total 2 replies
👣Sandaria🦋
komen pertama nih, author. menarik judulnya☺️
Deni Komarullah: 😍😍😍 Terima kasih ya... Semoga suka sama ceritanya...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!