NovelToon NovelToon
Luka Di Balik Janji Semu

Luka Di Balik Janji Semu

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Persahabatan / Cinta Murni / Romansa / Cinta Karena Taruhan / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:39k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Sheila Adalah Gadis Cantik Dengan Kepribadian Bar-Bar Dan Ceria Yang Menjalani Kehidupan Remajanya Dengan Penuh Warna. Namun, Warna Itu Memudar Sejak Ia Mengenal Devano, Seorang Laki-Laki Tampan Bertangan Dingin Yang Memiliki Kendali Penuh Atas Hati Sheila. Selama Dua Tahun Menjalin Hubungan, Sheila Selalu Menjadi Pihak Yang Mengalah Dan Menuruti Segala Keinginan Liar Devano, Meskipun Cara Berpacaran Mereka Sudah Jauh Melampaui Batas Kewajaran Remaja Pada Umumnya.​Selama Itu Pula, Sheila Mati-Matian Menjaga Satu Benteng Terakhir Dalam Dirinya, Yaitu Kehormatan Dan Keperawanannya. Namun, Devano Yang Manipulatif Mulai Menggunakan Senjata Janji Suci Dan Masa Depan Untuk Meruntuhkan Pertahanan Tersebut. Devano Memberikan Pilihan Sulit Menyerahkan Segalanya Sebagai Bukti Cinta Atau Kehilangan Dirinya Selamanya.​

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Matahari pagi mulai membakar aspal di depan gerbang megah SMA International Bima Karya School. Suara deru mesin mobil mewah para siswa mulai mereda, menandakan bel masuk akan segera berbunyi. Di tengah keheningan itu, seorang gadis cantik dengan seragam yang sedikit berantakan dan rambut terurai berlari terengah-engah menuju gerbang.

​Sheila! Si gadis bar-bar yang terkenal dengan kecantikannya namun memiliki kedisiplinan yang buruk, kembali melakukan kebiasaan lamanya. Langkah kakinya yang cepat menimbulkan suara berisik di sepanjang trotoar sekolah.

​Di depan gerbang kayu yang kokoh, Risma berdiri dengan wajah yang sudah menekuk masam. Sahabat karib Sheila itu terus melirik jam tangan digitalnya dengan gelisah.

​Hosh... hosh... hosh...

​Sheila berhenti tepat di depan Risma, memegangi kedua lututnya sambil mencoba mengatur napas yang memburu. Keringat kecil tampak di pelipisnya, namun senyum bar-bar-nya tetap terkembang luas.

​"Kebiasaan banget deh! Selalu terlambat. Kapan sih bisa tepat waktunya?" gerutu Risma dengan nada kesal, matanya menatap tajam ke arah Sheila.

​"Hehehe... santai dong bestinya aku. Kamu tahu sendiri kan aku habis malmingan sama Devano." jawab Sheila sambil memperbaiki posisi tasnya dan tersenyum manis seolah tanpa beban. Nama Devano selalu menjadi alasan utama di balik segala kekacauan jadwalnya.

​Risma menghentakkan kakinya ke lantai, semakin merasa geram. Sebagai sahabat, ia tahu betapa Sheila sangat memuja Devano, namun ia juga lelah menanggung akibat dari ketidakteraturan Sheila.

​"Hari ini upacara tahu! Aku gak mau ya pokoknya, setiap hari Senin selalu dihukum gara-gara menunggu kamu!" seru Risma sambil menunjuk ke arah lapangan yang sudah mulai dipenuhi barisan siswa.

​Sheila yang tadi terlihat santai kini mulai merasa tidak enak hati. Ia melihat sahabatnya benar-benar berada di ambang kemarahan. Sifatnya yang bar-bar seketika melembut jika itu menyangkut perasaan Risma.

​"Iya deh, iya... aku minta maaf. Jangan marah dong Ris." kata Sheila sambil merangkul pundak Risma dengan manja.

​"Ya sudah, kita ke lapangan upacara sekarang sebelum Pak Bambang mengunci gerbang barisan!" ajak Risma sambil menarik lengan Sheila dengan cepat.

​Sambil berjalan setengah berlari menuju lapangan, pikiran Sheila tidak benar-benar berada di sana. Bayangan pertemuannya dengan Devano semalam masih menari-nari di benaknya. Ia merasa menjadi gadis paling beruntung di dunia karena memiliki kekasih setampan dan sehebat Devano.

​Sheila tidak pernah menyangka bahwa di balik seragam mewah dan lingkungan sekolah internasional ini, ia sedang melangkah menuju sebuah jeratan yang akan mengubah hidupnya selamanya. Ia hanya tahu bahwa cinta itu indah, dan Devano adalah segalanya.

​Suasana lapangan upacara yang tadinya mulai tertib seketika berubah menjadi riuh rendah. Suara bisikan dan pekikan kagum mulai terdengar dari barisan siswi di barisan belakang. Sheila, yang tadi sedang berusaha merapikan topi upacaranya, langsung menoleh dengan mata yang berbinar saat mendengar nama itu disebut.

​Di tengah keriuhan itu, segerombolan anak laki-laki berjalan memasuki area lapangan dengan gaya yang sangat menyilaukan. Mereka adalah Devano Narendra, sang pangeran sekolah yang tampan dan dingin, diikuti oleh dua sahabat setianya, Indra Setiawan dan Bayu Saputra.

​Kini ketiganya berjalan dengan aura yang begitu dominan, seolah lapangan upacara itu adalah panggung pribadi milik mereka. Kulit yang bersih, postur tubuh yang tinggi atletis, dan seragam yang dikenakan dengan gaya rebel namun berkelas, membuat mereka terlihat bagai pahatan sempurna bak dewa Yunani. Tidak heran jika mereka menjadi most wanted di SMA International Bima Karya School.

​Devano Narendra, sang ketua geng, melangkah paling depan dengan tatapan mata yang tajam namun datar. Langkah kakinya gagah dan tegas, mencerminkan kekuasaan yang ia miliki di sekolah ini. Setiap ayunan langkahnya membuat para siswi yang memujanya berteriak histeris tertahan, takut terkena teguran guru namun tak kuasa menahan kekaguman.

​Sheila menatap Devano tanpa berkedip. Rasa bangga menyelimuti hatinya. Laki-laki yang sedang menjadi pusat perhatian seluruh sekolah itu adalah kekasihnya. Ia merasa menjadi wanita paling istimewa karena hanya ia yang bisa menyentuh sisi dingin seorang Devano.

​"Lihat deh Ris, cowok aku ganteng banget kan?" bisik Sheila sambil menyenggol lengan Risma, wajahnya memerah karena gairah dan rasa bangga.

​Risma hanya bisa menghela napas sambil menggelengkan kepala."Ganteng sih ganteng Sheil, tapi lihat tuh mukanya. Dingin banget kayak es kutub. Aku masih gak habis pikir kenapa kamu bisa cinta mati banget sama dia."

​Saat Devano melewati barisan kelas Sheila, ia sempat memberhentikan langkahnya sejenak. Matanya yang dingin bertemu dengan tatapan antusias Sheila. Namun, bukannya memberikan senyum manis atau kedipan mata, Devano hanya menatap Sheila dengan tatapan misterius yang sulit diartikan, sebelum akhirnya melanjutkan langkah menuju barisan kelasnya.

​Sheila tidak merasa kecewa, ia justru menganggap itu adalah cara keren Devano untuk menyapanya di depan umum. Ia tidak menyadari bahwa di balik tatapan dingin itu, Devano sedang merencanakan sesuatu yang akan merenggut kebahagiaan Sheila dalam waktu dekat.

​"Dia tadi melihat aku, Ris! Dia pasti kangen karena semalam kita cuma sebentar." racau Sheila dengan senyum yang tak pernah luntur.

​Setelah upacara berakhir, Devano, Indra, dan Bayu tidak langsung menuju kelas. Mereka memilih berbelok ke arah rooftop sekolah, tempat tersembunyi di mana mereka biasa berkumpul tanpa gangguan guru. Angin sepoi-sepoi menerpa wajah tampan Devano, namun ekspresinya tetap dingin dan datar seolah tidak tersentuh oleh apa pun.

​Indra bersandar pada pembatas dak beton sambil menyalakan pemantik api, menatap Devano dengan senyum meremehkan."Sudah dua tahun bos! Tapi lo gak pernah bisa sentuh dia sepenuhnya." cibir Indra mengingatkan tentang waktu yang terbuang.

​Bayu ikut melangkah maju, memberikan tekanan yang lebih berat pada sahabatnya itu.

​"Tantangan kita masih berlaku sampai lo bisa check-in sama cewek bar-bar dan sok cantik itu..." Bayu terdiam beberapa saat, menatap mata Devano dengan tajam." Atau lo bener-bener cinta sama dia? Sampai gak berani merusak mahkotanya?"

​Mendengar kata cinta, Devano terkekeh sinis. Suara tawanya terdengar begitu kering dan menakutkan. Ia membuang pandangannya ke arah lapangan sekolah di mana siswa-siswi terlihat seperti semut dari ketinggian itu.

​"Cinta? Jangan bercanda." ucap Devano, dengan suara rendah yang penuh manipulasi." Sheila itu cuma gadis bodoh yang terlalu gampang disetir. Gue cuma menunggu waktu yang tepat sampai dia benar-benar berlutut dan menyerahkan segalanya tanpa gue paksa."

​Indra dan Bayu saling melirik, tersenyum puas mendengar jawaban sang ketua geng. Mereka tahu bahwa bagi Devano, wanita hanyalah sebuah piala kemenangan yang harus ditaklukkan.

​"Jadi, kapan lo bakal selesaikan taruhan ini? Motor sport keluaran terbaru sudah menunggu lo di dealer kalau lo berhasil." ucap Indra sambil menepuk bahu Devano.

​Devano mematikan rokoknya di tembok, matanya berkilat penuh tekad yang gelap. "Segera. Gue sudah mulai memberi kode semalam. Sedikit tekanan tentang 'jenjang serius' bakal bikin dia menyerah. Gadis seperti Sheila sangat haus akan kepastian, dan gue bakal kasih 'kepastian' itu malam ini."

​Kini tanpa Sheila sadari, dirinya hanyalah objek dari sebuah taruhan menjijikkan di antara tiga laki-laki yang ia anggap sebagai idola. Cinta tulus yang ia miliki kini berada di ujung tanduk, menunggu waktu untuk dihancurkan oleh sosok yang paling ia puja.

1
🇮🇩 NaYaNiKa 🇵🇸
Pelajaran buat perempuan kalo jatuh cinta seadanya aja. Jgn tllu buta apalg ngoyo. Krna kalo Qt jatuh ujung2nya playing victim. Pdhal salah diri sdri, jatuh buta2. Ok....
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸
Sheila : Carilah AQ...

Vano : Ogah. Bidadari surga jauh LBH cantik darimu.


Diriku: Justice Prevail... 😅😅😅🤣🤣🤣
Jing_Jing22: orang mah melow dong kak🤧 bab terakhir ini🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸
Bnr2 dah buta smua...
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸
AQ perempuan ya. Tapi kadang suka Amazed sama perempuan modelan Sheila ini. Kalo dr awal dia gak menyerahkan dirinya ke Vano, kan gak bklan kejadian kek gini ya. Sekalipun ada tipu daya taruhan dll. Kalo mmg dia kuat pendiriannya dan sllu mau dgrin pendapat Risma, belajar dr pengalaman perempuan lain, gak akan kejadian jg kan. Tapi kan egonya sbnrnya yg menjatuhkan dia. Dan ujung2nya sibuk menyalahkan Vano. Mmg Vano salah dgn taruhannya dll. Tapi tetep aja, gak akan kejadian kalo dr awal Sheila kukuh bertahan gak ngikutin kemauan si Vano. Logisnya gitu lho. Cm kalo jalan pake rasa tanpa logika ya pasti buta2 kek gitu. Ujung2nya Denial, sibuk menyalahkan org lain tanpa berkaca. Agak kesel sbnre sama tokoh Sheila ini.
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸
Sheila terlalu buta mata & hati. Vano tllu larut dlm ego remaja yg buta segalanya.
🇮🇩 SaNTy 🇵🇸
Cinta & Luka susah utk berjalan bersama.
Melepas LBH baik drpd terluka dlm diam.
Kadang kesel sama keBegoan karakternya.
Kadang benci sama egoisnya pra karakternya.
Tapi kembali LG, semoga kisah sprti ini gak ada didunia nyata.
Semangat terus menulisnyaaaaa...
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸
Bagus banget asli.
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸
Bagus banget ceritanya. Kata2nya jg tersusun rapi. Kok sepi ya. Semangat lah Thor. Maafkan diriku yg terbiasa membaca tanpa ngeLike. Semoga ada waktunya membaca ulang & ngeLike.
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸: Semangat...!!! AQ merinding excited bc Arjuna dr bbrp akunku.
Jgn down. Asli tulisanmu bagus.
total 4 replies
Jingle☘️
luar biasa
☕︎⃝❥Haikal Mengare
😭 Kasian banget 🤧, Wanita pelecehan tetap gak bisa lolos padahal dia korban😭
CACASTAR
sweet banget dengan memberikan surat pada ibunya.
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
berontak ajaa bapakmu biar kapok semua
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
nah harus tegas sheila udah ada arkan ini
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
kan dia cuma obsesi ke sheila
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
siapa iya yang ditlfn smaa arkan
penasaran saya🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
kasian nuga diana jadi batu loncatan wkwkwk😭🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
untung aada arkan kalau ga da celaka kamu sheila
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
terllau egois si sheila ga mikir mateng dlu mau pergi
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
wkwkwk belum tau ajaa kehebatan arkan 🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
astag jadi kelakuan si bayu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!