Seorang Dokter Jenius dari masa depan bereinkarnasi kembali ke dalam raga seorang putri bangsawan, yang menikah dengan pria yang sangat membenci dirinya. Hingga pada suatu hari yang nahas, dia pun diasingkan ke sebuah wilayah terkutuk bersama pelayannya, karena tuduhan.yang keji.
*
"Aku tidak akan menyerah! Sudah diberi kehidupan dan kesempatan kedua, masa harus aku sia-siakan?"
*
Jadilah saksinya, wahai langit! Jika aku, akan mengguncang dunia kuno ini dengan semua keahlianku!"
*
"Nona, tapi Anda tidak bisa apa-apa, loh!"
*
"Tenang saja ... Dewa memberkatiku dalam komaku kemarin, dan aku akan menunjukkan keahlianku!"
*
Bagaimana kisah si Dokter Jenius ini di dunia kuno yang tidak terdapat di dalam sejarah Kekaisaran?
*
Apakah dia mampu membangun kekuatannya sendiri di sana?
*
Ikuti kisah si Dokter Bar-bar hanya di sini ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 26: Perjalanan Ke Wilayah Selatan!
***
Tiga hari setelah pertemuan Anlian dan Putra Mahkota Zhang Liang di Paviliun Bambu Giok, seorang utusan kepercayaan Putra Mahkota tiba di Kediaman Duxi.
Kali ini, bukan kasim biasa yang datang, melainkan Pengawal Istana Berpakaian Hitam, membawa gulungan dekrit bersegel naga emas.
Pengawal Istana itu memberikan dekrit tersebut kepada Anlian, dan Anlian membacanya dalam diam.
*Atas permintaan khusus Yang Mulia Putra Mahkota Zhang Liang kepada Yang Mulia Kaisar Agung—Wilayah Selatan diserahkan sebagai wilayah otonom pribadi kepada Tabib Anlian. Dan pihak Istana tidak akan ikut campur dalam pengelolaan internal wilayah tersebut.*
Saat Yaoyao ikut membaca isi dekrit tersebut, dia tidak bisa menahan kekagumannya kepada majikannya itu.
"Apakah isi dekrit ini bisa dipercaya, Nyonya? Sepertinya mereka mudah sekali memberikan sebuah wilayah utuh kepada Anda, sangat mencurigakan ..." bisik Yaoyao ditelinga Anlian.
Anlian menatap dekrit tersebut, dia merasa bimbang sekarang.
Apakah ini artinya dia sudah menjadi orangnya Putra Mahkota sekarang?
Kenapa Kaisar Agung menyetujuinya begitu saja?
Apakah Putra Mahkota adalah kandidat terbesar untuk menjadi Kaisar selanjutnya?
Anlian menghela napas berat ...
"Haaah! Seperti dugaanku sebelumnya, dia bergerak sangat cepat dan efisien ..." gumam Anlian.
Shen Luo menyilangkan kedua tangannya di depan dada, sambil melihat isi dekrit tersebut.
"Dekrit ini sah. Segel Naga dan tulisan tangan Pejabat Agung itu tidak dipalsukan," ujar Shen Luo.
"Apakah kita akan pindah ke wilayah Selatan, Nyonya?" tanya Yaoyao.
"Tidak semua. Sepuluh anggota akan mengikuti kita kesana, dan sembilan anggota tetap disini untuk mengawasi keadaan. Tutup Balai pengobatan, dan berikan pengumuman kepada mereka, jika kita akan pindah ke wilayah Selatan." jawab Anlian.
"Bagaimana jika mereka ingin ikut dengan kita?" tanya Yaoyao.
"Mereka bisa menyusul enam bulan lagi, saat wilayah Selatan sudah kita bereskan ..." jawab Anlian.
"Baik, Nyonya! Saya akan membereskan semua barang-barang si kembar sekarang," ujar Yaoyao dengan nada lugas.
Mingye dan Yuexin yang sedang digendong oleh kedua pelayan khususnya berseru kegirangan di dalam benak Anlian.
"Yeeeay! Wilayah baru dan lingkungan baru, kami datang! Bersiaplah untuk menerima kemajuan di era ratusan ribu tahun, dan berkembang bersama kami!" ujar Yuexin sambil menggerakkan tangan dan kaki kecilnya dengan aktif.
"Wilayah Selatan ini terkenal subur, namun kacau. Banyak fraksi kecil, bandit, dan mantan tentara yang pensiun dini akibat kehilangan anggota tubuhnya disana. Ibu dan Ayah harus lebih berhati-hati ..." ujar Mingye sambil terus menggali informasi tentang keadaan di sana.
Anlian menyeringai tipis ...
"Itulah sebabnya, kenapa kita harus segera pindah kesana, sebelum ada pihak lain yang menyadarinya ..." gumam Anlian.
"Mingye ... Yuexin ... Bantu Ibu mencari letak tambang emas dan bijih besi disana! Dengan kedua tambang itu, kita bisa hidup makmur! Hahahaha!" gumam Anlian kepada kedua bayi mungilnya.
"Ah! Ah! Siap Ibu cantik! Kami akan mencarinya! Hahahaha!"
♨
Seminggu kemudian, dua buah kereta kuda sederhana yang besar dan tertutup keluar beriringan dari dalam Kediaman Duxi.
Sepuluh anggota Ashura Neraka mengendarai kuda yang gagah di sekitar kereta itu, dan lima pengawal bayangan milik Putra Mahkota mengawal dalam kegelapan.
Satu kereta kuda berisi Anlian, Shen Luo, Yaoyao, kedua bayi mungil, dan pelayan khusus mereka.
Dan satu kereta lagi berisi barang-barang seadanya dan para pelayan yang Anlian beli di pasar budak.
Sebelum berangkat, Anlian sudah mengatur semuanya. Dari pesan dan ramuan untuk Nyonya Wang, sampai pelelangan terakhir ramuan langka mereka.
Selama perjalanan, kedua bayi itu tidak bisa diam di dalam benak Anlian. Ada saja yang mereka perdebatkan, dari soal susu sampai ingin tinggal di dalam ruang ajaib Anlian selama perjalanan.
"Aduh, Ibuuu! Aku sepertinya mabuk darat, nih! Aku ingin masuk ke dalam ruang ajaib Ibuu!" seru Yuexin dalam benak Anlian dengan wajah memelas.
"Hey, diam! Jangan manja! Wakil Komandan di masa depan masa lemah?! Jangan ganggu Ibu!" bentak Mingye dengan mata melotot ke arah Yuexin.
"Ini kereta kuda, oke? Bukan mobil mewah kita yang ada di masa depan! Tentu saja aku merasa mabuk, ini adalah pertama kalinya naik kereta kuda begini dalam perjalanan jauh pula! Dasar gak punya hati, Hmp!" sahut Yuexin dengan wajah cemberut.
"Kalau mau masuk kesana, minimal harus bisa jalan dulu! Siapa yang mau ngurus kamu disana? Hanya Bibi Yaoyao yang tahu rahasia Ibu, Ayah kita tidak tahu!" ujar Mingye dengan wajah galak.
"Baiklah ... Baiklah! Aku nyerah, oke? Bawel amat! Pokoknya, sesampainya disana, kita harus belajar berdiri sendiri, oke Kak? Gak enak digendong terus begini ..." jawab Yuexin dengan wajah memelas.
"Oke!"
♨
Di hari ketiga perjalanan mereka, kereta kuda itu berguncang pelan saat melewati jalur pegunungan yang terjal.
Shen Luo membuka tirai jendela kereta kuda itu, sambil mengamati situasi di sekelilingnya.
"Azun! Apakah ini adalah jalan satu-satunya untuk ke wilayah Selatan?" tanya Shen Luo kepada salah satu anggotanya.
"Benar, Tuan S!" jawab Azun singkat.
"Jalanan ini terlalu sepi dan mencurigakan, Nyonya ... Bersiaplah! Lindungi kedua anak-anak kita!" ujar Shen Luo memperingatkan.
"Tenang saja, Tuan. Sudah lama tidak bertarung, dan ini adalah saatnya berlatih kembali! Hahahaha!" sahut Anlian sambil menyiapkan pi-sau lipat kesayangannya.
"Saya akan jaga anak-anak, Nyonya ..." ujar Yaoyao sambil mengeluarkan pedang kesayangannya.
"Wow! Ibu dan Ayah akan bertarung! Keren sekali! Kapan kita besar, sih?! Tanganku gatal ingin bertarung juga!" seru Yuexin bersemangat.
Anlian hanya bisa menggelengkan kepalanya, mendengar ocehan si bayi bau susu itu di benaknya.
Tiba-tiba ...
BRAAK!
Sebuah pohon besar tumbang, tepat di depan rombongan mereka.
Anggota Ashura Neraka langsung menarik pedang mereka, dan Shen Luo melesat keluar dari dalam kereta kuda dengan senjata ditangannya.
"Bersiaplah! Mereka datang dari segala arah!" teriak Tan sambil menghunus pedangnya ke arah depan.
Dan benar saja, sekelompok pria bertopeng serigala melompat turun dari atas tebing.
"Hey! Serahkan semua barang-barang berharga kalian atau ... Mati!" teriak pemimpin kelompok itu.
"Ibu, hati-hati! Mereka ini bukan perampok biasa! Formasi pengepungan dan gerakan kaki mereka sangat rapi. Sepertinya mereka ini adalah mantan tentara atau seorang Kultivator tingkat rendah!" peringat Mingye di benak Anlian.
"Ibu tahu ..."
Setelah menjawab Mingye, Anlian turun perlahan dari dalam kereta kuda itu sambil menggendong Mingye.
"Lancang!! Berani-beraninya kalian menghentikan kereta kudaku hanya untuk merampok, apa kalian sudah siap bertemu dengan Dewa Yamma, hah?!" ujar Anlian dengan wajah datar.
"Haaah! Wanita cantik yang pemberani! Ini adalah wanita kesukaanku! Hahahaha! Ambil wanita itu dan singkirkan bayinya!" teriak pemimpin itu sambil tertawa mesum.
Anlian menoleh ke arah Shen Luo ...
"Hajar mereka sampai setengah nyawa, namun jangan sampai mati ..." perintah Anlian dengan nada dingin.
"Baik, Nyonya!"
"Zain, Min, Tan! Kalian dengar perintah Nyonya, kan? Laksanakan!" perintah Shen Luo kepada tiga anggotanya.
"Siap!"
Dalam waktu setengah batang dupa, hampir seluruh kelompok perampok itu sudah terkapar diatas tanah dengan tubuh penuh da-rah.
Sang pemimpin kelompok itu tercengang tidak percaya, saat melihat semuanya.
Dia langsung berlutut dengan tubuh gemetar ketakutan di depan Anlian, kesombongannya pun runtuh dalam sekejap.
"Tolong, ampuni kami Nyonya Bangsawan! Ampuni nyawa kami!' pinta si pemimpin dengan suara bergetar.
Anlian menaikkan alisnya, saat melihat pemimpin perampok itu gemetar ketakutan.
"Apa alasan kalian merampok rombongan saya, hmm?" tanya Anlian dengan wajah datar.
"Ka--kami hanya ingin makan, Nyonya! Wilayah Selatan sangat kacau! Pajak mencekik kami, dan Pejabatnya korupsi ..." jawab si pemimpin dengan suara bergetar.
"Tsk! Alasan klasik! Tapi, informasi yang dia berikan benar, Bu ... Rakyat wilayah Selatan menderita, karena Pejabatnya korupsi ..." ujar Mingye dibenak Anlian sambil mendecakkan lidahnya.
Anlian berjalan perlahan mendekati pria itu.
"Ma--mau apa? Ja--jangan mendekat!" seru pria itu ketakutan.
"Tsk! Saya hanya ingin memberikan Anda pilihan ... Ikut dengan saya ke wilayah Selatan, atau tetap disini dan mati secara perlahan?" tanya Anlian dengan nada rendah.
"S---saya mengikuti Anda? Ke wilayah Selatan?" tanya pria itu terkejut.
"Benar! Saya butuh orang-orang yang mengenal wilayah itu, dan tidak gratis ... Saya akan membayar kamu dan orang-orangmu satu tael emas per-orang, asal kalian tidak curang ..." jawab Anlian dengan wajah tegas.
Pemimpin itu mendongakkan kepalanya, lalu menoleh ke arah Yaoyao yang sedang menggendong bayi Yuexin.
Dia menunduk sebentar, lalu menjawab ...
"Baik! Kami akan mengikuti Anda, Nyonya Bangsawan!"
Anlian tersenyum puas.
"Keputusan yang tepat! Panggil saya Tabib Anlian!"
♨
Perjalanan berlanjut tanpa hambatan yang berarti, sampai masuk ke dalam wilayah Selatan.
Pemandangan pegunungan itu berganti dengan sebuah dataran luas dan sawah terbengkalai, serta desa yang terlihat suram.
"Itu adalah wilayah Selatan, Tabib Anlian. Subur, namun terbengkalai ..." ujar si pemimpin kelompok itu menjelaskan.
Anak buahnya sudah disembuhkan dalam sekejap oleh Anlian dengan ramuan ajaibnya, karena itu dia semakin menghormati Anlian.
Anlian menatap daerah itu dengan mata berbinar.
"Jika sudah ditinggalkan, maka kita akan membangun ulang tatanan kehidupan disana. Yang paling utama adalah membangun kediaman kita, sama seperti bangunan yang ada di ibukota ..." sahut Anlian sambil menatap ke arah Shen Luo dan Yaoyao.
"Ibu tenang saja, Mingye akan memberikan cetak biru bangunan terkuat dari masa depan! Bahan-bahan bisa ibu keluarkan dari dalam ruang ajaib itu, hanya dibutuhkan orang-orang terpercaya untuk membuatnya!" seru Mingye dalam benak Anlian.
"Benar! Sekalian bangun laboratorium dan gudang senjata, Bu! Untuk menara satelitnya nanti saja, saat kita sudah bisa jalan dan bicara! Aduh, sungguh mengesalkan jadi bayi begini ..." sahut Yuexin sambil mengeluh.
Anlian memijat pelipisnya pelan, dia kadang lupa, jika kedua jiwa bayinya ini adalah mantan pasukan elit dari masa depan.
♨
Pada hari ke tiga puluh perjalanan mereka, akhirnya mereka sampai di depan gerbang masuk wilayah Selatan.
Para penduduk desa mengintip mereka dengan tatapan waspada.
Shen Luo keluar dari dalam kereta dengan santai, baru setelah itu Anlian keluar menggendong Yuexin dan Yaoyao keluar menggendong Mingye.
"Kenapa kalian semua memandang kami dengan tatapan seperti itu? Dimana kepala desa kalian? Kami datang sebagai penguasa baru wilayah Selatan ini atas dekrit dari Yang Mulia Kaisar Agung!" seru Shen Luo dengan lantang.
Riuh suara mereka terdengar, saat Shen Luo mengatakan hal tersebut.
"Apaaa??!! Penguasa baru?! Dengan penguasa lama saja kita menderita, bagaimana penguasa baru ini mau menjalankan tugasnya?"
"Benar! Yang ada saja sudah kejam, apalagi mereka?! Tampangnya saja menyeramkan begitu!"
Shen Luo melihat dirinya sendiri, apa iya dia se-menyeramkan itu?
Bukankah dia tampan dan kuat?
"Whuahahahaha! Ayah sambung dibilang seram, para hantu pasti sedang tersinggung sekarang, karena Ayah lebih menyeramkan dari mereka! Hahahaha!" seru Yuexin yang 'Ngabrut' dibenak Anlian, sambil mengisap jempol tangannya.
"Jangan takut ... Nama saya adalah Anlian. Saya Tabib Ajaib dari Ibukota Kekaisaran. Dan sekarang, saya dan keluargalah pemilik sah wilayah ini!" ujar Anlian dengan nada mendominasi.
"Saya dan keluarga besar saya akan membangun kembali kehidupan di wilayah Selatan ini, untuk menjadikan wilayah ini menjadi wilayah yang makmur kedepannya!"
"Saya juga akan memberikan pengobatan gratis untuk kalian semua, agar kalian bisa sehat dan kuat dalam bekerja! Jika kita tidak bisa bekerja sama, bagaimana kalian ingin hidup sejahtera? Pikirkan kembali!" ujar Anlian kepada para penduduk disana.
"Bagaimana jika kami menolak kehadiran Anda?" tanya salah satu pria tua disana dengan berani.
Anlian menyeringai, saat mendengar pertanyaan itu.
"Jika kalian menolaknya, maka enyahlah dari wilayah saya ini!" jawab Anlian dengan wajah tegas.
"Saya adalah hukum di wilayah ini! Jika kalian patuh, maka saya pun tidak akan sayang dengan uang saya!"
"Jika kalian tidak patuh dan keluar dari wilayah saya, maka tidak akan ada kata 'kembali' suatu hari nanti, saat melihat perkembangan dibawah aturan saya!"
Pria tua itu saling tatap kepada warga yang lain, lalu dia maju untuk berlutut di depan Anlian.
Ya, benar ... Dia adalah kepala desa wilayah Selatan ini!
Keadaan mereka yang miskin dan mengenaskan, membuat mereka tidak mudah percaya dengan janji-janji muluk setiap penguasa baru yang datang.
"Jika perkataan Anda benar, maka wilayah Selatan menyambut kedatangan Anda dan keluarga ..." ujar Kepala desa itu sambil bersujud.
Anlian meminta Shen Luo untuk membantu pria tua berdiri.
"Mari bersama membangun wilayah ini, Pak Kepala desa. Saya akan memberikan makanan dan uang setiap bulan kepada kalian, jika kalian mau bekerja kepada saya!"
"Ini bukan hanya janji, namun sebuah 'Visi dan Misi' saya untuk memakmurkan wilayah Selatan ini!" ujar Anlian.
"Mulai saat ini, wilayah Selatan akan berganti nama menjadi wilayah 'MINGXIEN' yang akan membuat gebrakan baru di Dinasti Zhang ini!"
"Untuk pejabat korup yang masih menetap di wilayah ini, besok akan saya urus dengan baik ..."
"Baik, kami mengerti! Terima kasih penguasa Anlian!"
Anlian menatap langit Selatan yang mulai gelap, pikirannya mulai aktif dengan rencana-rencana jangka panjang untuk wilayah itu.
"Baiklah ... Semuanya akan berawal dari sini sekarang!"
♨♨♨
jgn lupa ninja hatori...nobita..
suneo...gian...chibi marukochan 😂
dendam membara 😂