Plakkkkkk
Suara tamparan tampak menggema di sebuah ruangan gelap dimana semua orang menatapnya dengan ekspresi terkejut diwajah mereka.
Daxia, Atau kini namanya telah berubah Yu Chaoyin, Gadis yang seharusnya melakukan rutinitas belanjanya di hari pekan kini berubah sempurna kala dirinya berada didunia yang dia anggap mengerikan.
"Ku perintahkan keluar, Atau ku hancurkan wajah sialanmu itu dengan kuku ku"
Ucapnya dengan kasar, Menatap marah pada sosok gadis muda di hadapannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pio21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perdebatan pagi
Mendapatkan undangan makan malam dari kaisar Yu membuat Chaoyin dengan terpaksa datang.
Begitu kakinya melangkah masuk kedalam ruangan, Sosok selir Rong dan Meiyin tampak berbalik menatap dirinya, Chaoyin bisa melihat senyum mengejek yang ditunjukkan selir Rong padanya, Namun apakah dia peduli? Tentu saja tidak sama sekali.
Chaoyin melangkah masuk, Gadis itu seolah tampak tidak peduli dengan siapapun yang ada di sana, Memilih langsung duduk dikursi miliknya dengan tenang.
Selir Rong menelisik wajah Chaoyin dalam waktu yang cukup lama, Dahinya langsung berkerut ketika menyadari Chaoyin tidak memiliki reaksi apapun melihat kehadirannya.
Mungkinkah gadis itu menyembunyikan perasaannya?
Begitu pikir selir Rong
Karna dalam tebakannya, Dia pikir Chaoyin akan mengamuk padanya, Memakinya atau bahkan menghina dirinya, Dan selir Rong pikir jika itu terjadi maka dia akan memanfaatkan keadaan dengan mengadukannya pada kaisar Yu. Dia yakin jika kaisar Yu akan memihaknya saat ini karna dirinya sedang hamil bayi dari pria paruh baya itu.
"Kau pasti merasa tidak senang dengan kehadiranku"
Suara selir Rong memecah keheningan, Meiyin tampak melebarkan senyumnya, Tentu saja gadis itu merasa bahagia, Sebab kembalinya selir Rong itu berarti orang yang ada dipihaknya juga ikut kembali. Apa lagi saat ini selir Rong hamil anak kaisar Yu bukankah ada kemungkinan besar jika kemenangan ada ditangannya.
Selir Rong berusaha memancing kemarahan gadis tersebut, Dia yakin Chaoyin hanya berpura-pura tenang saat ini.
Namun alih-alih melihat Chaoyin marah, Gadis itu yang mendengar perkataan selir Rong terkekeh pelan.
"Tentu saja aku senang, Dengan datangmu kembali bukankah akan sangat menyenangkan, Aku bisa membunuh atau mencelakaimu dengan bebas"
Sahut Chaoyin dengan santainya, Dia meletakkan sikunya di atas meja makan kemudian menopang wajahnya menggunakan kedua tangannya.
"Contohnya hmmm"
Gadis itu mengerutkan bibirnya, Seolah tampak berpikir akan sesuatu
"Seperti kau yang akan memakan sarapanmu dan aku menyaksikanmu tepat dihadapanku, Mana tau kau akan merenggang nyawa menyusul ibunda permaisuri, Ahh tidak kau dan bayimu"
Chaoyin mengatakannya dengan gamblangnya
"Kau"
Selir Rong menggeprak meja dihadapannya dengan emosi, Dia menunjuk wajah Chaoyin dengan amarah yang sudah menggebu-gebu.
Perkataan gadis itu seolah menyiratkan jika Chaoyin merasa lebih mudah membunuh dirinya saat ini, Terutama saat sarapan bersama.
Dia pikir, Apa maksud gadis itu, Apakah gadis itu berusaha meracuni dirinya agar mati bersama bayi dalam perutnya? Memikirkan hal tersebut membuat dada selir Rong kempas kempis menahan amarah.
"Kau begitu berani, Bayi yang aku kandung adalah anak yang mulia kaisar, Dan kau berfikir untuk mencelakainya?"
Tuduh selir Rong dengan cepat
"Aku bahkan baru merencanakannya tapi kenapa kau setakut itu"
Chaoyin berkata dengan santai, Mengendikkan bahunya acuh lantas bersandar pada punggung kursi.
"Kau pasti hanya iri bukan? Takut jika posisimu digantikan oleh bayi didalam perutku"
"Kau serius mengatakan itu padaku?"
Chaoyin tertawa sumbang mendengar perkataan selir Rong yang terdengar begitu percaya diri.
"Heii, perlu ku ingatkan, Dulu kau hanya seorang pelayan, Di angkat menjadi seorang selir, Dan kau berfikir dengan asal usulmu itu bayimu bisa menggantikanku?"
Tanya Chaoyin yang senyum mengejek menghiasi wajahnya.
"Dia akan tetap menjadi anak selir sama dengan status ibunya yang merupakan seorang selir meskipun ada darah kaisar disana. Berbeda denganku, Tidak perlu ku jelaskan asal usulku terlalu istimewa dan kau bagaikan seekor kuman yang tidak terlihat dimataku"
Lanjut Chaoyin yang kemudian tertawa renyah, Puas, Dia benar-benar puas menghina selir Rong hari ini, Seolah ini menjadi awal yang cukup bahagia untuk harinya.
"Putri Chaoyin kau sudah berani bersikap kurang ajar"
Meiyin yang sedari tadi berusaha diam kini tidak bisa lagi mengendalikan kemarahannya, Dia tentu saja tidak akan tinggal diam mendengar selir Rong dihina oleh Chaoyin didepan matanya.
Chaoyin yang tadinya tertawa langsung menghentikan tawanya, Melirik datar ke arah Meiyin kemudian berkata
"Dan kau juga sudah berani bersikap kurang ajar dengan ikut campur urusanku"
Ucap Chaoyin dengan dingin.
"Sadar diri, Kau hanya orang asing yang kini menjadi anak angkat seorang selir, Bahkan status pelayanku masih lebih tinggi dibandingkan dengan dirimu"
Lanjut Chaoyin yang benar-benar menghancurkan harga diri Meiyin saat ini.
pelayan yang menyaksikan perdebatan kali ini hanya bisa terdiam, dalam hati kini mereka merasa jika saat ini orang yang memegang kendali istana selain kaisar Yu adalah sang putri mahkota putri Chaoyin.
Meski mereka merasa perkataan putri Chaoyin terlalu kasar dan menyakitkan namun tidak mereka pungkiri jika yang dikatakan sang putri itu adalah sebuah fakta.
Fakta yang tentu saja menjadi hal yang paling menyakitkan bagi Meiyin.
Meiyin mengepalkan tangannya kuat, Membiarkan kuku kukunya menancap dipergelangannya dan berhasil melukainya. Rasa sakit itu tidak seberapa dengan rasa sakit yang dia rasakan setelah Chaoyin menghina dirinya terang-terangan kali ini.
Demi apapun, Dia bersumpah akan membalas gadis itu berkali kali lipat dari hari ini.
Chaoyin tentu saja tau apa yang ada dipikiran Meiyin dan Selir Rong saat ini. Tentu saja untuk membalas dirinya. Namun gadis itu memilih tidak ambil pusing, Sebab dia yakin sebelum mereka bertindak Chaoyin akan lebih dulu bergerak.
Hingga merasakan moodnya tidak lagi baik untuk sarapan diruangan ini, Chaoyin memilih berdiri dari posisinya dan hendak pergi dari sana.
"Putri Chaoyin, Kau ingin kemana?"
Tanya kaisar Yu yang baru saja memasuki ruangan, Pria paruh baya itu tampak heran menatap putrinya yang hendak pergi, Bukankah mereka akan makan bersama, Dan sarapan belum dimulai lalu kenapa putrinya sudah ingin pergi dari ruangan ini.
"Aku akan makan di paviliunku, Disini terlalu berisik untuk aku yang menyukai ketenangan"
Sahut Chaoyin yang melirik kearahnya selir Rong dan Meiyin yang tampak gelisah ditempat duduknya.
"Dan yah, Yang mulia kaisar, Aku harap kau mendisiplinkan selirmu, Demi apapun aku tidak akan memberikan toleransi padanya dikemudian hari jika dia berani menghina diriku"
Lanjut Chaoyin dengan datar yang kemudian segera pergi dari sana.
Selir Rong yang mendengar perkataan Chaoyin ingin menjerit histeris saat ini. Selir Rong pikir, Apa kata gadis itu? Menghina? Itu adalah sebuah kebohongan, Sebab pada faktanya Chaoyin yang sejak tadi menghina dirinya dengan Meiyin, Bahkan tidak sampai di situ saja. Chaoyin juga secara terang-terangan mengatakan berniat mencelakai dirinya dengan bayi yang ada dalam kandungannya.
Namun membantah saat ini adalah keputusan yang buruk, Karna dari penilaian selir Rong, Dia pikir saat ini kaisar Yu tampak begitu memperhatikan Chaoyin. Dan jika dia bertindak gegabah bisa saja dirinya kembali dihukum oleh kaisar Yu. Maka dari itu dia memutuskan untuk bermain cantik saat ini.
thanks teh 💪😍🙏
biasanya gua skip,tapi iseng2 baca dulu Ng tau bagus banget.
thanks teh 🙏💪😍
di tunggu double up ny thor