Seyna Darma, gadis yang dianggap bodoh karena trauma kematian kedua orang tuanya, hidup dalam siksaan paman dan bibi yang kejam.
Namun di balik tatapannya yang kosong, tersimpan dendam yang membara.
Hingga suatu hari ia bertemu Kael Adikara, mafia kejam yang ditakuti banyak orang.
Seyna mendekatinya bukan karena cinta, tapi karena satu tujuan yaitu menghancurkan keluarga Darma dan membalas kematian orang tuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadinachomilk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 ADA MASALAH
"Amar...kenapa diam saja?" tanya Alisha sambil tersenyum.
Amar yang masih menatap sekeliling mencoba mencari keberadaan Kael malah tambah gugup saat ditanya Alisha.
"Eh...itu...aku..aku," ucap Amar gugup.
"Ada apa Amar,cepat katakan," pinta Alisha sambil menggenggam tangan Amar.
Amar mencoba melepaskan genggaman itu, lalu buru buru menghela napas untuk menetralkan kegugupannya.
"Sejujurnya aku mau mengatakan sesuatu," ucap Amar cepat.
Alisha yang tidak sabar dengan perkataan Amar, segera menatapnya.
"Ayo Amar...cepat katakan kalau kau mencintaaiku dan segera mau menikahiku," ucap Alisha di dalam hatinya.
Amar buru buru menatap ke arah lain, ia masih menunggu kedatangan Kael untuk membantunya mengatakan sesuatu kepada Alisha.
"Kenapa diam Amar?cepat katakan," pinta Alisha yang tidak sabar.
Amar buru buru menghela napasnya lalu berkata pelan, "Sejujurnya aku tidak mau melanjutkan perjodohan ini."
Mendengar itu Alisha terkejut, di dalam hatinya ia merasa kesal bagaimana bisa Amar mau membatalkan pertunangannya.
"Apa?itu benar?"tanya Alisha pelan.
Amar buru buru menunduk ia takut melukai hati Alisha, tetapi keheningan sesaat itu berubah saat Kael datang dengan tatapan mata yang tajam.
"Itu memang benar, jadi kau bantu saja dia," ucap Kael datar
Amar refleks berdiri sedikit lebih tegak saat melihat Kael datang dengan langkah besar dan tatapan setajam pisau. Entah kenapa, walaupun Kael sering membuatnya kesal, saat ini Amar merasa punya tameng hidup yang bisa menyelamatkannya dari bencana yang bernama Alisha.
"Akhirnya monster ini datang juga," gumam Amar sambil menepuk nepuk dadanya.
Kael berhenti tepat di samping Amar, lalu menatap Alisha datar.
"Itu memang benar, semua yang dikatakan Amar benar," ucap Kael datar, nada suaranya tidak memberikan ruang untuk dibantah.
"Dia tidak mau melanjutkan pertunangan ini. Jadi tolong… bantu dia melepaskannya. Kalau kau mau membantu Amar akan memberikan mu 3% saham di perusahaannya."
Alisha menelan salivanya saat menatap Kael yang menatapnya datar, tetapi entah kenapa rasanya tatapan itu seolah mengancam.Keberanian samar di wajah gadis itu tampak goyah. Kael memang bukan pria yang mudah ditatap lama-lama tanpa merasa di intimidasi bagi yang melihatnya.
"T-tapi…" Alisha mencoba bicara, namun suaranya goyah.
"Ini perjodohan yang ditetapkan Kakek. Tidak mudah membatalkannya dan aku juga tidak masalah dengan perjodohan ini, masalah cinta akan berjalan saat kita melewati bersama."
Amar buru-buru memegang lengannya sendiri, gemetaran. "Tolong, Alisha… aku nggak mau. Aku sudah bilang jujur. Aku tidak bisa menikahimu dan melanjutkan pertunangan ini."
Alisha menengok ke arah Amar, sakit hati jelas tergambar, tapi ia tetap menggeleng mencoba mempertahankan harga diri dan gengsinya.
"Amar...ku mohon," pintanya.
Kael melirik Amar dari ekor matanya. Tatapan Amar memohon seperti anak kucing yang meminta diberi makan.
"Kael… ayo bantu aku… tolong buat dia ilfeel… tolong," bisiknya hanya terdengar oleh Kael.
Kael menghela napas panjang, lelah, lalu menatap Alisha dengan tatapan datar dan tajam tanpa rasa belas kasihan.
"Alisha," ucap Kael, suaranya pelan tapi tajam.
"Amar itu… bukan laki-laki yang cocok untukmu.Kau masih bisa cari pria yang lebih cocok dengan dirimu dibanding Amar."
Amar spontan menoleh.
"Woi Kael jangan jahat-jahat banget!" pikirnya panik.
Tapi pikiran itu seolah tidak terealisasikan. Kael melanjutkan dengan sangat santai, seolah membacakan laporan kerja dengan jelas dan tegas.
"Pertama, Amar itu playboy. Mantannya banyak, gebetannya lebih banyak lagi. Dia cepat bosan, cepat pindah ke yang lain. Kalau kamu menikah dengannya, kamu yang akan sakit hati duluan. Ditambah ia sering pergi ke club."
Amar yang mendengar Kael merasa syok berat, ia segera mundur beberapa langkah.
"Kael… terlalu jujur, tolong agak halus… aku mohon" gumamnya pelan.
Alisha menatap Amar penuh syok. "Benar begitu?"
Amar merasa ingin kabur. Ingin menanam dirinya di tanah. Tapi Kael belum selesai, ia segera melanjutkan perkataanya tanpa pikir panjang.
"Kedua," lanjut Kael dingin.
"Dia juga punya masalah… di bawah."
Amar langsung melotot ke arah Kael terkejut dan sangat sangat merasa malu dibuat Kael.
"KAEL!!" ucapnya sambil menginjak sepatu Kael.
Kael hanya menatapnya datar dan tanpa sedikit pun rasa bersalah.
"Apa? Aku hanya menjelaskan kekuranganmu. Bukannya itu yang kamu minta? Supaya dia ilfeel?" gumam Kael pelan.
Amar tidak bisa bicara. Mulutnya terbuka, tapi tak ada suara keluar. Ia sudah kepalang malu dibuat oleh Kael.
Alisha yang mendengar itu kaget bukan main. Tangannya menutupi mulutnya, lalu perlahan-lahan mundur beberapa langkah. Kael menambahkan perkataanya sambil melipat tangan.
"Kamu lebih baik mencari laki-laki lain. Amar bukan pilihan yang aman untuk keberlangsungan hidupmu."
Alisha menghela napas berat antara marah, malu, dan tersinggung habis-habisan. Lalu tanpa berkata apa-apa lagi, ia berbalik dan berlari menjauh dari mereka.
Namun sebelum ia berjalan jauh, Alisha menoleh sedikit dan berkata pelan.
"Aku… aku akan mempertimbangkan semuanya.Besok aku akan mengabarimu Amar, kalian boleh pergi saja," ucap Alisha dengan nada kecewa. Lalu ia pergi meninggalkan kedus pria itu. Suasana di taman itu kembali sunyi.
Amar menatap Kael dengan wajah campur antara syok, marah, dan sangat ingin menangis karena harga dirinya sudah rendah di hadapan Alisha.
"KAEL!"teriak Amar.
Amar memukul lengan Kael keras keras seolah semua yang di katakan Kael menjatuhkan harga dirinya.
"Apa-apaan itu!? Kenapa harus bilang masalah di bawah!? Itu tidak benar!"
Kael menatapnya datar. "Orang sepertimu perlu shock therapy. Tenang saja, dia akan membatalkannya, bukankah itu yang kau mau?"
"Ya… tapi… tapi…" Amar memegang kepalanya seperti stres tingkat internasional.
"Citra aku! Harga diriku!" ucapnya kesal.
Kael berjalan melewatinya sambil menepuk pundaknya pelan.
"Harga dirimu tidak pernah tinggi sejak awal."
Amar menatapnya kesal, lalu buru buru meninggalkan Kael disana. Kael hanya mengikutinya tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.
"Astaga rasanya aku mau menghilang dari muka bumi ini," gumamnya berjalan sambil mengehentak hentakan kakinya seolah ia melampiaskan amarahnya disana.
Seyna yang sedari tadi memperhatikan dari atas, hanya tersenyum puas. Ia akhirnya bisa melihat Alisha gagal masuk ke dalam keluarga orang kaya.
"Ini baru permulaan Alisha, kita lihat nama baik dan karir yang kau bangun akan aku hancurkan,"gumamnya.
Seyna segera menatap kepergian Kael, bahwa rencana balas dendamnya akan semakin dekat. Ia tidak sabar bahwa besok akan ada kejutan untuk keluarga Damar.
Alisha yang sedang terkejut,sedih dan kesal segera berlari menuju ke arah kamarnya, ia merasa bahwa dunia yang ia inginkan akan hancur seketika. Karena Amar sudah tidak mau menerimanya.
"Kenapa semua harus gagal," gumamnya sambil melempar bantal
.....
MOHON DUKUNGANNYA JANGAN LUPA VOTE,LIKE,KOMEN SEBANYAK BANYAKNYA TERIMAKASIHH
Jangan lupa follow buat tau kalau ada cerita baru dari othorrr!!