NovelToon NovelToon
Terobsesi Kamu

Terobsesi Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Kehidupan di Kantor / Obsesi / Duda
Popularitas:17.8k
Nilai: 5
Nama Author: Drezzlle

Vira, terkejut ketika kartu undangan pernikahan kekasihnya Alby (rekan kerja) tersebar di kantor. Setelah 4 tahun hubungan, Alby akan menikahi wanita lain—membuatnya tertekan, apalagi dengan tuntutan kerja ketat dari William, Art Director yang dijuluki "Duda Killer".

Vira membawa surat pengunduran diri ke ruangan William, tapi bosnya malah merobeknya dan tiba-tiba melamar, "Kita menikah."

Bos-nya yang mendesaknya untuk menerima lamarannya dan Alby yang meminta hubungan mereka kembali setelah di khianati istrinya. Membuat Vira terjebak dalam dua obsesi pria yang menginginkannya.

Lalu apakah Vira mau menerima lamaran William pada akhirnya? Ataukah ia akan kembali dengan Alby?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Drezzlle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiba-tiba Mau di Lamar

“Apa maksud kamu?”

​Suara William langsung memenuhi ruangan begitu Vira masuk.

​Laki-laki dengan setelan formal, rambut klimis rapi namun tetap menawan itu adalah Art Director Weiss Group—“duda killer” yang suka bicara soal loyalitas tak terbatas demi kenaikan jabatan. Tapi bagi Vira, dia cuma atasan yang menyebalkan.

​“Kamu mau resign?” ulang William. Kali ini suaranya tak setegas tadi.

“I-iyaa, Pak…” Vira menjawab ragu, kepala menunduk.

​“Kenapa? Karena si Alby mau menikah?”

​Deg!

​Vira mendongak, matanya menyipit.

‘Apa kelihatan banget kalau ia resign karena itu?’ batinnya gelisah.

Belum sempat Vira bereaksi, suara robekan menggema.

​Sreet… sreeet…

Mata Vira membesar saat William merobek surat resign yang ia susun dengan susah payah.

​“Kenapa dirobek, Pak?”

​“Karena saya nggak mau kamu resign,” jawab William santai sambil menyodorkan map berisi sketsa yang ia kerjakan semalam. “Revisi sketsa itu. Saya tunggu setelah jam makan siang.”

​“Ta-tapi Pak—” protes Vira.

​“Nggak ada tapi, Vira. Saya beri waktu sepuluh menit, sebelum jam makan siang, revisinya sudah harus kamu serahkan ke saya.”

​Wanita dengan blouse pink dipadukan blazer hitam itu hanya menatap William tak percaya. Namun tetap melangkah maju, meraih map merah itu. Dengan langkah berat, ia menuju pintu keluar.

Alby, pernikahan, dan sekarang penolakan resign dari William. Semua bercampur aduk menjadi satu kesatuan yang menyesakkan.

Pikirannya berkecamuk, rasanya ingin berteriak sekarang agar lega.

​“Hah! Ayo, move on, Vira!” ia menyemangati diri sendiri—padahal hatinya masih hancur.

​Lift berhenti dengan getaran kecil di lantai dua. Pintu terbuka, dan langkah Vira mendadak terhenti.

​​Seorang wanita dengan rambut curly ash brown—mengenakan blouse merah sedang berdiri di tengah ruangan open space. Sementara, pria dengan gaya rambut brushed up—dark brown berdiri di sampingnya. Alby dan Abella. Sepasang manusia yang menjadi pembicaraan di kantor.

Di tangan Abella ia memegang tumpukan kartu undangan berwarna merah muda—Wanita yang akan menjadi istri Alby.

​Abella melirik Vira yang baru keluar lift. Tatapannya sinis, mengamati Vira dari ujung kepala hingga ujung kaki.

​Dengan gerakan yang sengaja dibuat anggun namun meremehkan, Abella meletakkan sebuah undangan tepat di atas meja kerja Vira yang berantakan.

“Datang ya, Vira. Alby bilang dia ingin semua 'teman lama' hadir menyaksikan kebahagiaan kami,” ucap Abella dengan senyum tipis yang tampak menghina.

​Vira terdiam, tangannya mengepal di samping tubuh. Tanpa menunggu jawaban, Abella berbalik pergi.

“Huh… menyebalkan!” geramnya.

​Sepasang mata Vira memanas saat pandangannya jatuh pada kartu undangan itu—warna merah muda bermotif lace (anyaman) dengan benang sutra emas yang melintas diagonal.

“Abella Anastasia dan Alby Atmajaya,” gumamnya perih.

​“Bisa-bisanya kamu, Alby.” Vira menyentuh dadanya yang sesak. Dengan cepat, ia meremas kartu itu sampai lipatannya hancur, lalu melemparkannya ke tong sampah. “Dasar pecundang.”

​“Aku nggak boleh sedih, mereka hanya sampah. Dan aku harus buang pada tempatnya,” tekad Vira.

​Ia kembali duduk, jari-jarinya menyalakan laptop. Map di tangannya ia remas perlahan.

“Ih… nyebelin banget sih DudKill itu,” gerutunya, mengalihkan rasa sakit hatinya soal undangan itu ke William, atasannya yang sama-sama membuatnya sesak napas.

​Suara dari intercom memecah keheningan. “Perhatian kepada Savirani, harap segera menuju ruangan Art Director.” Suara Pak Zoni terdengar datar, menyiratkan sesuatu yang mendesak.

​Dengan enggan, Vira berdiri. Ia meraih map merah berisi sketsa yang baru saja direvisi dan melangkah kembali menuju lift ke lantai tiga.

Di balik dinding kaca, William seolah telah menunggu kehadiran Vira. Pria itu berdiri di samping meja kerja, tangannya bersilang di dada. Begitu Vira masuk, sudut bibirnya sedikit terangkat.

​“Ini Pak, hasil revisi,” ucap Vira, menyodorkan map merah itu.

​William duduk di kursi kulitnya, mendorong map revisi Vira ke samping seolah benda itu tak lagi penting. Ia menatap Vira dalam-dalam dan menarik kursinya mendekat.

​”Vir…” ucap William dengan nada rendah dan lembut.

​Vira tersentak, “I-iya, Pak?” Jarak mereka begitu dekat hingga jantung Vira berdebar tak terkendali. Ia segera mundur.

“Jika kamu keluar dari perusahaan ini, apa rencanamu? Mau bekerja di mana?” tanya William.

“Untuk sementara, saya mau istirahat, Pak,” jawab Vira jujur.

​William mengerutkan kening. “Apa ini semua karena Alby? Kamu mau mengundurkan diri karena dia?”

​Vira mengangguk pelan, pandangannya tertuju pada lantai. Meremas kedua tangannya.

“Daripada menganggur, bagaimana kalau saya lamar saja?” ucap William dengan nada datar, tanpa ekspresi, namun penuh ketegasan. “Menikahlah dengan saya.”

​Vira membatu. Seluruh saraf di tubuhnya seakan berhenti berfungsi. Ia mengangkat kepalanya perlahan, menatap pria berusia 35 tahun di depannya—seorang duda dengan dua anak yang baru saja mengucapkan kalimat paling tidak masuk akal di dunia.

“Ayo kita menikah, Vira?” kata William sekali lagi.

​Dunia di sekitar Vira mendadak berubah. Suara AC kantor yang berdengung lenyap, digantikan oleh kesunyian yang mencekam. Pandangannya mulai mengabur, seolah-olah lantai yang ia pijak runtuh dan ia tersedot ke dalam pusaran gravitasi yang hebat.

Ruangan itu berputar, wajah William tampak menjauh lalu mendekat secara bergantian, membuat kepalanya terasa sangat ringan hingga ia hampir kehilangan keseimbangan.

Apakah aku sedang berhalusinasi? Ataukah ini cara semesta mengejek kegagalan cintaku dengan Alby? Sial… aku sepertinya bermimpi… please… sadar… sadar… Vira.

​William, yang melihat ekspresi Vira yang pucat pasi dan tatapan matanya yang kosong, segera melangkah maju. Ia mengetuk meja dua kali dengan pelan, hingga mampu menarik Vira kembali dari pusaran imajinasinya.

​“Vira? Kamu dengar saya? Kamu setuju kan menikah dengan saya?”

​Vira mengerjapkan mata, napasnya tersengal seolah baru saja muncul dari permukaan air. Tatapannya tertuju pada tangan William di bahunya, lalu naik perlahan ke arah wajah pria itu.

“Kita menikah secepatnya,” kata William lagi. Memberi ketegasan tanpa menunggu jawaban Vira.

​Bersambung…

1
Ayank~Oma
baru ngomong mama baru aja, anaknya udah teriak kencang 🤣 mikir dulu Vira, jangan sampai kamu entar di teriakin pas udah narried🥴
Ayank~Oma
lagakmu,, nggak bisa melupakan tapi kamu malah bobo sama temannya 🥴
Icha sun
waduh, gak jadi nunggu 2 bulan ini mah, 6 Minggu langsung nikah
Icha sun
si Alby nih kayaknya udah sakit jiwa 😢 parah parah parah
Ramun🍓😈
Kasihan juga si Alby. Frustasi banget dia pasti. Semoga aja gak gila😩
Ramun🍓😈
mungkin Abella berpikir percuma dia hidup toh ujung ujungnya bakal meninggoy juga.🤭
Ramun🍓😈
tamatlah riwayatmu bella😩, mau kasihan tapi mengingat smua klakuan busukmj itu 🥲🥲🥲
Ramun🍓😈
mulai ada lampu hijau, semngat dudkil. Selamat berjuang mendapatkan restu🥹
Mira
si Abel maunnya apa sih dirimu ini meni ngusik hidup org mulu
Drezzlle: disuruh othornya /Curse/
total 1 replies
Icha sun
Abella mending dengerin apa kata Riko. blm tentu rencana kamu juga berhasil, yg ada menderita terooos. kok mau2nya siih
Drezzlle: namanya juga ogeb 🤣
total 1 replies
Icha sun
sebenernya aabela tuh kasian banget ya, apalagi sebelumnya karir dia cemerlang tapi jadi terpuruk gini gara2 satu lelaki. tp y mo gmn lg, akibat sendiri
NyonyaGala
busehhhh si dudkill malah flexing harta wkwkek nahh kan ospek calon mantu pak suryo dimulai🤭
NyonyaGala
dih jo emang suka celap celup berarti banyak selirnya gamauuu vira ama dia idiiih
Mira
Udah masuk berita ajaaa, tapi kaget inisial nya RK kek langsung keinget sesuatu haha
Ariany Sudjana
sudahlah Vira, kamu juga kan ragu, tinggalkan saja William, kamu cari laki-laki yang masih single
Drezzlle: Vira: Saya sudah trauma dengan single 🤭 single nggak ada yang bener
total 1 replies
suryani duriah
ketahuan khan dari mana sifat keras kepala dudkill n chika🤭mantap oma camer terfavorit🥰👍👍
Drezzlle: 🤣 nikah tinggal nikah juga di biki. ribet ya kan
total 1 replies
Aruna02
🤣🤣🤣di sebutin semua aset nya
Aruna02
ye nggak tau malu masih mau nikahi vira setelah terbongkar
mawar Cian
lagian Chika ini bebal amat, punya anak tiri kaya dia bikin stres
Bahri Ali: ciri2 anak sulit di atur ya mak
total 1 replies
Ayank~Oma
apa begini sosok temanmu vira? 🤣 entar kalo nyari teman jangan sembarangan ya, kalo yg begini mah bukan teman tapi musuh 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!