Pernikahan Aulia di uji melalui suami dan keluarganya. Hidup bahagia yang dia bayangkan kini sirna sejak hadirnya orang ketiga. Bahkan anak kandungnya sendiri pun tak pernah mendapat perhatian dan kasih sayang dari ayahnya. Perhatiannya hanya di tu jukan pada ponakan satu-satunya. Tanpa keluarga sang suami tau jika wanita yang seringkali mereka hina dan rendahkan, bukanlah wanita biasa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliyah Ramahdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamar untuk Kayla
" Apa??? Dia menceraikanmu demi wanita lain?" Ucap pak Rasyid
" Iya pa, maafkan aku. Aku terlalu bodoh karena lebih memilihnya dan meninggalkan keluargaku sendiri" ucap Aulia terisak
" Bukan kamu yang bodoh, nak. Tapi pria itu yang bodoh. karena telah menyia-nyiakanmu. Kamu wanita yang tulus tapi di tak pernah menghargaimu" ucap mamanya membelai rambut sang putri
" Sialan...!!! Berani sekali dia menyakiti dan mengkhianati anakku. Aku tidak akan tinggal diam. Lihat saja, akan aku hancurkan hidupnya" ucap pak Rasyid terlihat marah
" Apa saja yang mereka lakukan padamu, nak? katakan semua pada papa"
" Selama ini mereka tak peduli padaku. Mereka hanya menganggapku sebagai pembantu gratis mereka. bahkan, anakku yang tak bersalah sekalipun dan tak tahu apa-apa, tak pernah mereka akui"
" Aku tak masalah jika mereka membenciku. Tapi, untuk anakku? Apa salahnya sehingga mereka ikut membencinya? bahkan, Ayah kandungnya sendiri pun tak pernah peduli padanya. Aku ingin membuatnya menyesal karena telah meninggalkanku dan Kayla" ujar aulia
" Kurang ajar..!! katakan, apa yang harus papa lakukan untuk memberi pelajaran pada mantan suamimu itu?" Ucap papanya terlihat makin murka
" Pa, tenang dulu. anak kita baru saja kembali" ucap nyonya Ratna
" Iya Pa, benar yang dikatakan Mama. sebaiknya Papa tenang dulu, jangan gegabah" saran fahri
" Baiklah, maafkan papa. Papa hanya tak terima mereka memperlakukanmu seperti itu" ucapnya
Kreeek..
Felix membuka pintu, di sana ada Kayla yang berjalan memasuki ruangan itu sembari tertawa dan menghampiri ibunya
" Ibu.." ucapnya
" Sayang, ini Oma dan ini opa. Ayo salim dulu" pinta Aulia dan Kayla pun menuruti
" Ayo sayang, ikut opa mau gak?" Ucap pak Rasyid mengulurkan kedua tangannya dan seperti sebelumnya, Kayla pun menyambut dengan bahagia
" Bahkan anak secantik dan selucu ini pun mereka tega menyakitinya? Sayang, mulai sekarang kamu tidak akan sendirian. Di sini ada opa, Oma, paman Fahri dan paman Felix juga yang akan selalu bersamamu. Kamu tak perlu takut apapun sekarang" Ucap pak Rasyid mencium pipi cucunya
******
Sehari pun berlalu. Nyonya Ratna akhirnya di bolehkan untuk kembali pulang. Aulia pun telah bertemu dokter tami dan tak lupa dia pun meminta maaf karena telah membatalkan perjodohannya dengan Felix
Setelah tiga tahun meninggalkan rumah, kini Aulia kembali berdiri di depan rumah mewah itu. Ada rasa senang dan sedih bercampur jadi satu
" Sayang, ayo masuk. Ngapain kamu berdiri di situ?" Ucap nyonya Ratna mengejutkan Aulia
" I-i-iya ma" jawabnya segera ikut melangkah masuk Beberapa asisten rumah tangga pak Rasyid sangat terkejut melihat kedatangan nona mereka
" Nona Aulia? Benarkah nona Aulia sudah kembali?" Tanya mereka
" Iya, anak saya sudah kembali. Saya harap kalian melayani dia dan anaknya dengan baik" pinta mamanya
" Baik nyonya" jawab mereka
" Dan sekarang tolong kalian siapkan semua makanan yang enak, aku ingin putriku menikmati semuanya" ucapnya lagi
" Baik nyonya, kami permisi" jawab mereka serempak
" Betulkan dia putri mereka yang sudah lama pergi? Tapi kenapa penampilannya sangat sederhana? Bahkan jauh dari kata sederhana" bisik bisik para asisten yang terdengar hingga ke telinga aulia
" Sudah, jangan hiraukan mereka. Sebagian dari mereka memang belum mengenalmu, kan? Makanya mulai sekarang aku gak mau melihat adikku dengan gaya seperti ini. Aku gak mau adikku mengenakan pakaian ini lagi" ucap Fahri
" Dan.... untuk ponakanku yang cantik ini, paman sudah menyiapkan hadiah untukmu. Ayo kita ke sana" ajak Fahri menggenggam tangan mungil Kayla sembari melangkah bersama
Aulia sedikit penasaran hadiah apa yang telah Fahri siapkan untuk anaknya. Dia pun mengikuti langkah Fahri bersama mamanya
Matanya membulat sempurna melihat sebuah kamar kecil lengkap dengan isinya yang berwana pink. Ada banyak boneka dan mainan edukasi tersedia di sana
" Mas, ini apa?" Tanyanya
" Ini kamar untuk Kayla. Aku, mama dan papa segera menyiapkannya khusus untuk Kayla. Gimana sayang, kamu suka?" Tanya Fahri pada Kayla yang sedang melompat di kasur empuk miliknya
" Ma, pa, mas Fahri.. terima kasih karena masih mau menerimaku dan juga Kayla. Terimakasih karena kalian menyayangi anakku" ucap aulia terisak di pelukan mamanya
" Sudahlah sayang, itu memang pantas Kayla dapatkan. Karena dia adalah cucu pertama pemilik perusahaan horizon solutions" jawab mamanya
" Lebih baik sekarang kamu istirahat di kamar kamu ya, sayang. Kamu pasti lelah. Soal Kayla tidak usah kamu pikirkan. Mama akan mencarikan baby sitter terbaik untuknya" ucap mamanya lagi
" Iya ma"
" Setelah itu ikutlah dengan mama. Kita harus mengubah penampilanmu, kamu harus kembali dengan penampilan seperti dulu, penampilan yang memang layak untukmu" ucap papanya ikut bersuara
********
Sementara vino telah berada di kota yang sama dengan Astrid. Namun sudah sehari tapi dia belum juga menghubunginya, lantaran hari pertamanya di kantor, sangat padat Dan hari ini, dia akan memberikan kejutan untuk Astrid
Vino telah menyiapkan segalanya. Dia berharap Astrid akan bahagia melihat di sana Vino segera menghubungi Astrid. lama tak ada jawaban, membuat vino sedikit cemas. Sekali lagi dia pun mencoba menghubungi Astrid, tapi tetap saja dia tak menjawab panggilannya
Di tempat lain, Asti baru saja selesai menyelesaikan pekerjaannya. Dia pun pamit ke dalam kamar untuk beristirahat. Dia mengambil ponselnya dan melihat ada panggilan tak terjawab dari beberapa nomor dan juga nomor kekasihnya
" Halo sayang, kamu dimana?" Tanya kekasihnya terdengar bahagia
" Aku di rumah, sayang. Ada apa?" Jawab Asti
" Kamu ada waktu sekarang?"
" Kenapa memangnya?" " Aku sudah mengirimkan alamat melalui pesan, datanglah ke sana. Ada kejutan menanti untukmu" ucapnya
" Benarkah? Baiklah aku akan ke sana" jawabnya segera mengakhiri panggilan itu Asti bingung lantaran tak ada alasan lagi dia untuk keluar. Sedangkan di rumah kini ada nyonya tami dan Felix sedang duduk di ruang tamu
Kalo hanya nyonya tami, Asti tak masalah. Dia bisa cari alasan yang sedikit masuk akal. Tapi tidak untuk Felix, pria itu sangat kasar dan tidak berperasaan. Apalagi saat adiknya meninggal karena sakit yang dia derita
" Sialan, apa yang harus aku lakukan? Aku tak bisa keluar kalo begini. Padahal aku sangat ingin tau kejutan apa yang pria bodoh itu berikan padaku" ucapnya
Asti membuka sedikit pintu kamarnya untuk melihat keadaan di luar, namun dia tak melihat keberadaan kedua majikannya. Dia pun segera keluar dan mencari keduanya
" Mbok, dimana mereka?" Tanya Asti
" Saya dengar mereka ingin ke rumah tuan Fahri. Katanya mantan tunangan tuan Felix sudah kembali" jawab mbok
" Tuan Fahri? Siapa itu?" Tanyanya
" Mbok juga gak tau, tadi tuan hanya mengatakan seperti itu"
" Ternyata dia pernah gagal menikah karena tunangannya pergi. Hah! Pantas saja dia sangat kasar. Tapi aku penasaran seperti apa wajah wanita itu? Apa dia secantik aku?" Gumamnya
" Ya sudah mbok, kalo begitu aku mau keluar sebentar. Dan jangan bilang pada mereka kalo mbok gak mau di keluarkan dari sini" ancamnya