NovelToon NovelToon
Kesayangan Kakak Kedua

Kesayangan Kakak Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Fantasi Wanita / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Dhe vi

Leana putri tunggal seorang pengusaha yang tidak pernah terekspos, sehingga dia di kenal sebagai anak orang miskin yang masuk ke tempat elit demi menaikkan derajat. Menjadi pacar seorang anak miliyader membuatnya menjadi pusat perhatian, Reno putra ke tiga dari keluarga ternama di kotanya, Ketika berkunjung kerumah sang pacar dia mendapati teman baiknya sedang berduaan. Meminta pertanggung jawaban namun tak di hiraukan Reno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhe vi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31

Melinda sedang keluar dan Reno pergi bekerja dan tinggalan Adrian dengan bibi dirumah, kebetulan hari ini aku senggang dan Ray juga sudah kembali bekerja di perusahaannya, mama mertuaku sedang pergi dengan Isabella belanja bulanan.

Rasanya bosan juga berada di kamar terus.

“Hallo Bu”. Sapaku pada bibi yang sedang mengasuh Adrian.

“Eh iya non, ada yang bisa saya bantu”. Tanya bibi

“Bibi nggak capek kerja ganda begini? Kemana mamanya adrian bi?”.

“Non Melinda sedang jalan bersama teman-temannya non”. Jawab bibi

“Adrian dia tinggal?”.

“Iya non katanya ribet jika membawa adrian”.

Iya sih sekarang Adrian sudah 9 bulan ini adalah masa-masa aktif bagi seorang balita.

Aku lihat keadaannya tidak begitu baik ada beberapa memar di tubuh kecilnya, apa ini perbuatan bibi atau perbuatan orang tuannya sendiri, kulihat anaknya juga diam saja tidak begitu berisik ataupun rewel meminta apa yang dia mau.

“Adrian pintar banget bi Nggak rewel, padahal kan ini masa-masa nya dia dekat sama mamanya ya bi”.

“Iya non, dia juga biasanya jarang mau sama mamanya”.

“Loh kenapa bi”.

“Dia dari kecil sudah dekat sama saya non, makanya dia tidak begitu mau bersama mamanya”.

Aku mulai curiga pasti ada sesuatu, aku hanya tidak tega seorang anak menjadi korban kekerasan dari orang tuanya sendiri, kalau nggak mau punya anak kenapa harus memaksakan diri untuk memiliki anak sih.

Tiba-tiba Adrian menghampiriku dengan kaki kecilnya yang belum begitu stabil untuk berdiri.

“Eh Adrian ada apa?”. Bibi nampak gelisah

“Non, aduh Adrian sini sama bibi jangan ganggu nona Lea”.

“Nggak apa-apa bi. Loh Rian kenapa badan kamu panas begini, bibi bagaimana sih anaknya panas begini”.

Tidak lama setelahnya Isabella dan mama mertua datang.

“Loh Lea lagi santai rupanya, ini mama ada bawa cemilan kesukaan kamu”.

Mama mertuaku menyerahkan paperbag yang di dalamnya kue kesukaanku, tapi aku tidak mau fokus pada kue ini melihat kondisi Adrian yang sedang sakit begini membuatku merasa iba pada anak ini.

“Kenapa Adrian sama kamu Lea”. Tanya Isabella

“Kayaknya dia sakit”. Isabella dan mama mertua memeriksa keadaan Adrian secara bergantian.

“Kenapa anak sekecil ini ada memar di tubuhnya bi”. Tanya Isabella pada bibi

“Saya juga tidak tau non, saya cuma jaga dia pas mamanya nggak ada aja”. Bela bibi pada dirinya sendiri

Aku meminta Bella mengantarku kerumah sakit, setelah menelpon Ray aku Isabella dan Adrian segera kerumah sakit.

Setibanya kami dirumah sakit para perawat memberikan pelayan kepada Adrian dari pemeriksaan fisik hingga cek darah.

Adrian memiliki beberapa memar baru dan lama akibatnya dia harus menahan sakit yang dia derita dari memar tersebut, ketika ku tanya penyebabnya apa ini adalah kekerasan yang di lakukan dengan sengaja dan hanya di lakukan pada area-area tertutup agar tidak ketahuan.

“Apa yang di lakukan kedua orang itu pada anak sekecil ini sih”. Keluh Isabella karena dia sangat lemah dengan anak-anak.

“Entahlah Bella, tapi syukurlah kita cepat mengetahuinya kalau tidak aku tidak akan tau jika dia mengalami semua ini, setidaknya sukanya aku sama mereka aku juga tidak akan tega jika ada anak yang di perlakukan seperti ini”.

Isabella mengangguk setuju. Sebagai calon ibu tentunya aku merasa iba jika anakku kondisi begini bagaimana , tapi aku yakin Ray tidak akan seperti Itu pada anaknya sendiri.

(Gimana love?). Pesan Ray

Aku membalas dengan mengirimkan beberapa foto kondisi Adrian dan keterangan yang dokter berikan.

(Dengan anak saja mereka seperti itu, bukankah ini tindak kejahatan love, aku sebagai calon ayah juga tidak akan tega menyakiti anak sendiri). Balas Ray

Aku setuju dengan Ray, ini adalah tindak kejahatan yang di sengaja. tidak ada alasan tertentu untuk mnyakiti anak sendiri apapun itu, bukankah anak adalah anugerah untuk orang tuanya? Bagaimana bisa mereka tega menyakiti anak sendiri.

Kami meninggalkan Adrian kepada para perawat di ruang vip khusus keluarga Wilder.

Kulihat Melinda gelisah dengan aku membawa Adrian kerumah sakit. Tanpa kata apapun aku menampar wajahnya yang cantik itu setibanya kami dirumah.

“Apa-apaan sih Lea main tampar aja”. marah Melinda

“Kamu yang apaan kamu apain itu anak Hah? Nggak bisa kamu urusin anak kamu sendiri”.

“Kamu bawa kemana anakku? Bailikin nggak, sejak kamu balik lagi ke keluarga ini semuanya berantakan”.

“Mau aku balikin atau kamu yang ku laporin ke polisi?”. Ancamku padanya

“Laporin aku? Bercanda kamu Lea atas dasar apa kamu mau laporin aku”.

Aku menunjukkan semua yang terjadi pada Adrian pada Melinda, dia menunduk dan memalingkan wajahnya Rasa bersalah muncul dalam benaknya.

“Ini semua juga karena kamu Lea, kenapa sih kamu harus masuk ke keluarga ini”.

“Kalau salah aku kenapa Adrian yang menjadi pelampiasan amarah kalian padaku? Sekarang maunya kamu bagaimana, agar anak kecil itu tidak menjadi korban lagi”.

“Keluar kamu dari sini Lea, karena kamu itu nggak cocok denegan keluarga ini”. Marah Melinda padaku.

Aku hanya bisa tersenyum setelah mendengarkan perkataan nya itu.

Baiklah jika keinginannya begitu akan aku turuti, lagian rumah orang tuaku tidak kalah besar dari milik keluarga Ray ini.

“Baik aku pergi dari rumah ini, tapi jangan pernah lagi kamu sakiti anak kamu itu dia itu manusia yang punya nyawa dan ingin hidup dengan sehat juga, dia juga ingin punya keluarga yang utuh dan bahagia seperti anak lainnya”.

Tanpa fikir panjang aku keluar dari rumah keluarga Wilder tanpa pamit, jika keberadaanku hanya menjadi bumerang bagi orang lain sebaiknya aku mengalah.

[Pak jemput saya di rumah keluarga Wilder sekarang]. Telpon ku pada supir pribadi rumah orang tuaku.

Aku sebenarnya juga lelah, di satu sisi keluarga Ray sangat baik dan sayang padaku tapi di satu sisi aku menari masalah bagi keluarga ini juga, Karena harus mendengar pertengkaran Melinda dan Reno yang selalu melibatkan diriku yang nggak tau apa-apa dan tidak pernah ikut campur masalah pribadi mereka.

Selesai membereskan barang bawaan ku, supirku juga sudah datang menjemputku dia juga membantuku mengangkat koper bajuku ke dalam mobil.

“Nona Leana mau kemana?”. Tanya supirku

“Pulang kerumah utama”.

“Baik nona”.

Jika aku bilang kerumah utama itu artinya aku akan kembali kerumah orang tuaku di luar negeri.

“Tiket first class nona juga sudah di pesankan”.

“Makasih pak”.

Supirku menancapkan gas menuju bandara karena aku akan pulang hari ini juga. Isabella yang melihat kepergianku hanya diam saja dan melihat ke arah Melinda dengan tatapan tajamnya.

1
Yovi arine
😄😄
Suci Dava
klo kamu tahu asal-usul Melinda, pasti shock kamu Lea
Evelyn
masuk rak dulu, nunggu bab nya banyak baru baca🤭..
semangat ngetik thor sampe tamat..
Yovi arine: Iya terimakasih semangatnya 🥰🥰
total 1 replies
Yovi arine
Iya,, terimakasih 🥰🥰🥰
Muna Junaidi
Simpan dulu ya thor 🥰🥰
Yovi arine: Iya, terimakasih banyak kak 🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!