NovelToon NovelToon
Ultimate Gacha Pengubah Takdir

Ultimate Gacha Pengubah Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Ruang Ajaib
Popularitas:17k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Ye Xuan, pria berusia 35 tahun yang terjebak dalam kehidupan monoton dan menyedihkan sebagai pekerja minimarket, tewas mengenaskan akibat tabrak lari di tengah malam yang sedang hujan lebat. Di detik-detik terakhir hidupnya yang dipenuhi penyesalan atas takdir yang selalu menginjak-injaknya, ia memohon sebuah kehidupan yang tenang.

Namun, kesadarannya justru ditarik ke dalam Ruang Gacha raksasa yang membekukan waktu, memberinya satu tiket emas sebagai kompensasi anomali takdir, lalu melemparnya kembali ke masa SMA.

Kini, dibekali warisan Tabib Dewa kuno dan sebuah sistem Gacha, pria paruh baya di dalam tubuh remaja ini harus merancang ulang jalan hidupnya, siap memotong siapa saja yang berani menghalangi tujuannya di dunia kultivasi modern wuxia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 Kupu-kupu yang Terluka 2

Sebuah jarum perak menancap tepat di pangkal leher belakang pria itu, menembus celah tulang belakang dan memutuskan saraf pusat kendali motoriknya dalam hitungan milidetik.

Klak!

Tubuh pria pertama langsung lemas tak bertulang layaknya sebuah boneka yang tali pengikatnya dipotong. Pisau di tangannya nyaris jatuh ke lantai kayu, tapi ujung kaki Ye Xuan dengan cekatan menahan gagang pisau itu agar tidak menimbulkan suara berisik.

Ye Xuan menarik tubuh lumpuh itu ke dalam bayangan dengan satu tangan. Semuanya terjadi dalam waktu kurang dari dua detik.

"Hei, Kenapa kau berhenti?" bisik pria kedua yang baru saja menaiki anak tangga terakhir. Dia mengerutkan kening melihat lorong di depannya kosong. Temannya yang tadi berjalan lebih dulu tiba-tiba lenyap ditelan kegelapan.

Pria kedua maju selangkah dengan waspada, mengangkat belatinya setinggi dada.

"Kau mencari temanmu?"

Sebuah suara dingin dan parau tiba-tiba berbisik tepat di telinga kanannya.

Deg! Jantung pria kedua seolah berhenti berdetak. Dia memutar tubuhnya dengan kasar untuk menebaskan belatinya ke arah suara itu.

Namun Ye Xuan jauh lebih cepat. Menggunakan tubuh pria pertama yang sudah lumpuh sebagai tameng daging, Ye Xuan menahan tebasan belati itu. Di saat yang bersamaan, tangan kanan Ye Xuan yang memegang jarum perak kedua melesat ke depan.

Jleb!

Jarum perak itu menembus pelipis kanan pria kedua dengan sangat akurat, langsung menghentikan aliran darah ke otaknya. Pria kedua itu menegang kaku, matanya kehilangan fokus seketika, dan tubuhnya ambruk ke depan.

Ye Xuan menangkap tubuh pria kedua itu tanpa suara, menurunkan kedua tubuh yang sudah menjadi mayat itu ke lantai kayu lorong secara perlahan. Napasnya sedikit memburu. Kekuatan ototnya memang meningkat tajam, namun melakukan dua eksekusi mematikan berturut-turut dalam hitungan detik sangat menguras staminanya.

Kini, hanya tersisa sang pemimpin.

Sang pemimpin yang masih berada di pertengahan tangga tiba-tiba merasakan firasat buruk yang sangat kuat. Hawa membunuh yang sangat dingin merembes turun dari lantai dua. Dia adalah seorang kultivator tahap awal, intuisinya jauh lebih tajam dari kedua anak buahnya.

"Siapa di sana?!" bentak sang pemimpin dengan suara serak, mundur satu langkah ke bawah. Energi Qi berwarna putih tipis mulai menyelimuti belati di tangannya.

Dari atas puncak tangga, sesosok bayangan hitam berjubah perlahan melangkah maju, membiarkan dirinya terlihat oleh cahaya remang-remang dari jendela ujung lorong.

Ye Xuan menunduk menatap pemimpin pembunuh bayaran itu. Tangannya yang berlumuran sedikit darah mengayunkan sebuah jarum perak dengan gerakan santai. Tatapan matanya yang dingin terlihat jelas dari balik tudung jubahnya.

"Kau datang ke rumahku malam-malam, mencariku, dan sekarang kau bertanya siapa aku?" ucap Ye Xuan dengan nada datar dan penuh sarkasme. "Bawahan Keluarga Ji benar-benar tidak punya sopan santun."

"Kau... Tabib Tanpa Nama!" Pemimpin itu melebarkan matanya. Firasat buruknya benar. Target yang mereka buru bukanlah tabib tua yang lemah, melainkan iblis pencabut nyawa.

Tanpa ragu sedikit pun, pemimpin itu membalikkan badan dan bersiap melompat turun dari tangga untuk melarikan diri. Dia harus melaporkan kekuatan target ini kepada atasannya.

"Masuk tanpa diundang, dan pergi tanpa pamit?"

Suara Ye Xuan terdengar sangat dingin. Pria berusia 35 tahun ini tidak akan pernah membiarkan sekecil apa pun risiko lolos dari genggamannya.

Ye Xuan menendang dinding lorong dengan kaki kanannya, menggunakan daya tolak itu untuk melompat turun dari puncak tangga layaknya burung pemangsa yang menukik tajam. Jubah hitamnya berkibar menutupi pandangan sang pemimpin.

Brakkk!

Ye Xuan mendarat tepat di punggung sang pemimpin, menghantamkan lututnya dengan kekuatan penuh ke tulang belakang pria itu.

"Arggghh!"

Pemimpin itu menjerit tertahan saat tulang belakangnya retak. Tubuhnya terjerembap keras ke lantai dasar di depan tangga. Belatinya terlempar jauh.

Ye Xuan tidak memberinya kesempatan untuk bernapas. Dia mencengkeram rambut pemimpin itu dengan tangan kirinya, menarik kepalanya ke belakang hingga lehernya terekspos, lalu menodongkan jarum peraknya tepat di atas titik nadi leher.

"Hahhhhh..." Ye Xuan menghela napas panjang, menatap mata pria di bawahnya yang kini dipenuhi oleh teror mutlak.

"Tunggu! Ampuni aku! Jika kau membunuhku, Keluarga Ji akan memburumu sampai ke ujung dunia!" ancam pemimpin itu dengan suara gemetar, mencoba menggunakan nama besar faksi beladiri-nya sebagai tameng terakhir.

"Hahaha..." Ye Xuan tertawa pelan. Tawa yang sangat kering dan tanpa humor. "Ancaman yang sangat klise. Bukankah kalian sudah memburuku malam ini? Jika aku melepaskanmu, kalian hanya akan mengirim lebih banyak anjing kemari besok pagi."

Di kehidupan lalunya, Ye Xuan telah belajar satu aturan emas... jangan pernah meninggalkan akar masalah jika kau mencabut rumput liar. Belas kasihan hanya diperuntukkan bagi mereka yang memiliki kekuatan untuk menanggung konsekuensinya. Dan saat ini, dia belum cukup kuat.

"Selamat malam," bisik Ye Xuan.

Syuuu.

Jarum perak di tangannya menembus leher pemimpin itu. Seketika, pria itu kejang-kejang sesaat sebelum akhirnya terdiam selamanya. Matanya terbuka lebar, masih memancarkan ketakutan yang luar biasa.

Lorong bangunan kumuh itu kembali sunyi senyap. Tiga mayat tergeletak di lantai dalam hitungan kurang dari lima menit.

Ye Xuan bangkit berdiri. Dia mengusap sisa darah di tangannya menggunakan pakaian mayat di bawahnya. Jantungnya berdebar kencang, tapi bukan karena panik. Ini adalah pertama kalinya dia membunuh orang di kehidupan manapun, namun otaknya yang rasional menerima hal ini sebagai bentuk pertahanan diri mutlak.

"Hahhhhh... merepotkan," gumam Ye Xuan sambil menatap ketiga mayat itu. "Jika polisi atau kultivator lain menemukan mayat-mayat ini besok pagi, seluruh kawasan ini akan dikepung. Aku harus membereskan sampahnya."

Sebuah ide melintas di kepalanya. Dia mengangkat tangan kanannya dan membuka antarmuka holografik sistem. Matanya tertuju pada menu [ Inventory ].

Sistem gacha ini memiliki ruang penyimpanan berdimensi tak terbatas. Selama ini, dia hanya menggunakannya untuk menyimpan sampah hasil undian zonk dan pil-pil kecil.

"Sistem tidak pernah menyebutkan bahwa aku tidak bisa menyimpan benda organik," batin Ye Xuan.

Dia menempelkan telapak tangannya ke mayat sang pemimpin. Pikirannya memerintahkan sistem untuk menyimpan benda di bawah tangannya.

Sringgg!

Dalam sekejap mata, mayat pria berbadan besar itu lenyap tanpa sisa. Bahkan bercak darah di lantai kayu ikut tersedot bersih, seolah pria itu tidak pernah ada di sana.

Mata Ye Xuan sedikit melebar. Ujung bibirnya perlahan terangkat membentuk senyum menyeringai yang sangat mengerikan di balik kegelapan tudungnya.

"Luar biasa," bisiknya. "Fitur ini... ini adalah alat pembuangan mayat paling sempurna di dunia."

Ye Xuan berjalan menaiki tangga. Dia melakukan hal yang sama pada dua mayat lainnya. Dalam waktu kurang dari semenit, lorong berdarah itu kembali bersih seolah tidak terjadi apa-apa. Tidak ada bau darah, tidak ada jejak perkelahian. Ye Xuan bahkan memungut kompas perunggu pelacak Qi itu dan melemparkannya ke dalam inventory-nya.

Saat dia baru saja selesai membersihkan lantai, antarmuka sistem holografiknya tiba-tiba berkedip terang. Sebuah layar baru muncul di depannya dengan teks merah menyala.

[ Anomali Penyimpangan Takdir Terdeteksi: Membunuh Tiga Kultivator Tingkat Dasar. ]

[ Evaluasi Tindakan: Penghancuran Ancaman (Sempurna). ]

[ Misi Darurat Terselesaikan. ]

[ Hadiah Diberikan: 1 Tiket Gold telah dimasukkan ke dalam antarmuka. ]

Ye Xuan menatap notifikasi itu dengan napas tertahan.

Sebuah Tiket Gold. Hadiah tingkat tinggi yang biasanya membutuhkan penyelesaian misi mematikan. Ternyata, membunuh musuh yang secara teknis levelnya berada di atasnya memicu sistem untuk memberikan hadiah pencapaian.

Di balik ancaman kematian malam ini, dia justru panen besar.

Ye Xuan mengepalkan tangannya kuat-kuat. Darahnya mendidih oleh rasa haus akan kekuatan. Dunia beladiri ini sangat kejam, jauh lebih biadab dari kejamnya dunia korporat di masa lalunya. Orang-orang akan membunuhmu hanya karena kau menghalangi jalan mereka.

Jika dia ingin bertahan hidup dengan tenang, jika dia ingin berdiri di puncak dan menatap rendah pada orang-orang seperti Lin Xia, Zhao Wei, atau bahkan Song Yuyan, dia harus menjadi predator yang jauh lebih ganas dari mereka semua.

"Satu Tiket Gold," batin Ye Xuan sambil berjalan kembali masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu rapat-rapat. Dia menatap ikon emas yang berkilau di layar sistemnya.

"Mari kita lihat kejutan apa yang akan kauberikan padaku malam ini, Sistem."

1
Fei Si
next
Fei Si
good
moon light
ada haremnya gak?
Fei Si
Bro langsung paham apa yang harus di lakukan 😂
REY ASMODEUS
lanjut othor 10 bab🤭🤭🤭🤭
Who's? me?: kalo libur bisa kak, kalo lagi kerja gk bisa/Blush/
total 1 replies
variable of ancient
up. Thor plisss
Malingseng si Pecundang
i like this MC, sigma man
Malingseng si Pecundang
pick me bgtt sialan
Malingseng si Pecundang
jahat ternyata
Malingseng si Pecundang
cantik bgtt, pantes dibilang primadona
Malingseng si Pecundang
Kenapa judulnya ndak, Warisan Tabib Dewa? Kayak Penguasa Absolute itu jadi bagus
Who's? me?: fokusnya gak disitu kk
total 1 replies
sitanggang
sampah system👎👎
hahaahaha
Luar biasa
Gege
karya yang warbyasaah
Zahra: Betul sekali kak. Bunga meluncur/Moon//Moon//Moon/
total 1 replies
Gege
kereeen beuuud alur ceritanya lanjutkan Ling peng
Ironside (Hiatus)
🥶
Zahra: ✋🥶🤚 ......
total 1 replies
Sang_Imajinasi
semangat thor🙏
Ironside (Hiatus): /Scare/
total 7 replies
Naga Hitam
baguss
Zahra: Bungai meluncur untuk karya ini/Rose//Rose//Rose//Rose//Coffee/
total 1 replies
Katsumi
10 bab sehari🔥
Who's? me?: ini nyelesain 1 arc doang kak
total 4 replies
Naga Hitam
lanjutt
Who's? me?: kau juga kak, apa yang kau lakukan ini
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!