NovelToon NovelToon
Majikan Yang Lumpuh

Majikan Yang Lumpuh

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Beda Usia / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh
Popularitas:17.9k
Nilai: 5
Nama Author: NisfiDA

Bagas Pratama seorang pria lemah lembut serta penyayang.

Namun satu kejadian membuatnya berubah dalam sekejap saja, kecelakaan dua tahun lalu membuat dirinya menjadi pria dingin, kejam serta emosi.
Kecelakaan itu membuatnya dirinya menjadi lumpuh bahkan dia tidak ingin mendekat dengan siapapun, selama dia lumpuh dia hanya mengurung dirinya didalam kamar..

Dia tidak ingin bertemu siapapun, bahkan dia juga membenci wanita terkecuali Sang Ibunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisfiDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keseharian Masing-masing

Setelah satu minggu berlalu.

Bagas maupun Anna menjalani hidupnya masing-masing. Bagas masih melanjutkan terapinya namun pada akhirnya hasilnya sangat memuaskan sekali. 

Bagas dengan lancarnya berjalan, bisa dinyatakan dia sembuh dengan cepat.

Sedangkan Anna, dia menjadi sebagai karyawan Cafe milik Mitha dibagian kasir. Mitha sangat percaya kepada Anna bahwa dia bekerja sangat baik sekali.

Tetapi kadang dari kedua orang ini sering saling memikirkan satu sama lainnya. Bagas yang selalu mengirimkan tentang kegiatannya saat terapi.

Namun berbedanya dengan Anna, dia tidak pernah merespon ataupun membalas satupun pesan Bagas.

Anna tidak mau terlalu jauh menjalin hubungan itu bersama Bagas, walaupun hanya sebetas Majikan dan Pengasuh.

Tetapi bagi Anna status itu sudah tidak lagi terkaik dengan Anna, makanya dia sedikit mengabaikan Bagas.

Padahal Bagas sering sekali mengirimkan pesan serta menelpon Anna namun tetap saja Anna dengan pendiriannya.

Kadang Bagas frustasi sekali sehingga membuatnya ingin kembali ke Indonesia dan bertemu dengan Anna.

Untungnya saja Erico selalu menggagalkan rencananya Bagas agar dia tidak kembali ke Indonesia sebelum kakinya benar-benar bisa jalan dengan normal.

Kadang ingin menyerah, tetapi Erico dan Sara tidak pernah memberikan semangat kepada Bagas sehingga membuatnya bertahan sampai sekarang.

***** 

" Loh Anna" kata seseorang 

Betapa terkejutnya Anna saat mendengar suara yang sangat familiar baginya, Anna langsung menatap kearah wajah seseorang itu yang memanggil dirinya.

" S-shofie?" 

" Wah kebetulan ya kita bertemu disini" kata Shofie dengan nada mengejeknya 

Anna hanya menganggukkan kepalanya, sebenarnya dia sangat malas sekali bertemu dengan Shofie.

Kini Anna mencoba mengalihkan saja. 

" Mau pesan apa?" tanya Anna dengan nada ramahnya

" Ayolah jangan langsung menunjukkan bahwa kamu adalah pelayan disini Anna" 

Anna hanya bisa menghelakan nafasnya saja, selalu saja Shofie mengganggu dirinya.

" Maaf Shofie, jika kamu belum memikirkan apa yang ingin mau kamu pesan bisakah minggi sebentar? Karena para pelanggan lainnya sedang menunggu" 

Shofie yang merasa tidak terima atas apa yang dikatakan oleh Anna kini dia mulai melakukan aksinya.

Plak!

" Apa-apaan kamu ha? Beraninya kamu mengaturku, aku kemari untuk memesan minuman malah kamu menyuruhku minggir" teriak Shofie 

Semua pelanggan yang disana sangat terkejut dengan tingkahnya Shofie, padahal mereka sangat tau bahwa Anna menegurnya dengan baik.

Karena Shofie memang sengaja tidak memasan minuman namun dia malah mengganggu Anna.

Anna hanya bisa menghelakan nafasnya saja, dia sudah sangat tau bahwa Shofie pasti akan mencari masalah kepadanya.

" Baiklah maafkan aku, sekarang apa pesanmu aku akan membuatkannya?" 

" Aku sudah tidak mood lagi mau pesan gara-gara kamu tadi mengusirku" 

Anna benar-benar sudah tidak bisa lagi menahannya tetapi dia mencobanya, karena dia sudah sangat tau sifatnya Shofie bagaimana.

Tetapi bukan Anna yang membuka suaranya, kini para pelanggan dibelakangnya yang membuka suaranya.

" Mba, tolong jika anda tidak ingin memesannya maka mundurlah biarkan kami memesan" salah satu pelanggan wanita 

" Benar, anda dari tadi membuat kami menunggu lama tetapi tidak juga memesannya"

" Heh! Gara-gara dia moodku sudah hancur untuk memesannya, seharusnya kalian marah kepadanya" protesnya Shofie 

" Dia sudah menawarkannya dengan baik tadi, tetapi anda yang mulai duluan dan membuat semuanya jadi menunggu" 

" Mengapa kalian malah membelanya?" bentak Shofie 

" Karena kami pelanggan setia disini, jadi kami tau bagaimana sifat dia kepada kami saat menerima atau menawarkan"

Shofie hanya bisa mengepalkan tangannya, dia benar-benar sangat kesal sekali karena para pelanggan disana membela Anna.

Anna yang merasa tidak enak kini dia mencoba membuka suaranya kembali.

" Shofie, sekarang aku tunggu kamu mau pesan apa? Kasian yang lainnya sudah menunggu dari tadi" 

Wajah Shofie benar-benar sangat kesal, dengan terpaksanya dia memesan minuman.

" Vanilla Latte" 

" Baiklah totalnya Rp. 18.000, mau bayar cash atau lewat scan?" 

Tanpa menjawab apapun lagi, Shofie mengeluarkan ponselnya lalu dia melakukan pembayaran lewat scan.

" Sudah" kata Shofie sambil menunjukkan resi pembayarannya

" Baiklah, ditunggu sebentar pesanannya nomor meja 10" 

Shofie langsung pergi meninggalkan Anna yang dikasir, dimana Anna hanya bisa menggelengkan kepalanya saja. 

Kini Anna kembali melayani pelanggan lainnya karena sudah menunggu sangat lama sekali.

Untungnya saja Anna sangat sabar sekali jadi orang sehingga tidak membuat keributan.

******

Berbeda suasana di London. Tepatnya diruang terapi. 

Bagas sedari tadi mengecek ponselnya dia berharap bahwa Anna akan membalas pesannya.

Tetapi kenyataannya dia tidak ada sama sekali membalas pesannya, dimana Bagas mencoba membuka profilnya Anna terlihat jelas foto Anna dengan senyuman yang sangat dirindukan Bagas.

" Ada apa denganmu Anna? Mengapa kamu tidak membalas satupun pesan dariku?" kata Bagas sambil melihat fotonya Anna 

Bagas benar-benar sangat merindukan Anna, dia tidak tau harus bagaimana lagi caranya agar bisa mengetahui kabarnya Anna.

Kini Sara yang baru saja tiba dengan cepatnya mendekat kearah Bagas serta duduk disampingnya.

" Merindukan Anna?" tanya Sara saat melihat Bagas memandang foto Anna

Bagas hanya menghelankan nafasnya saja.

" Apa salah jika aku merindukannya?" tanya Bagas kepada Sara 

" Tentu saja tidak, Mama juga merindukan dia"

" Apa Mama menghubungi Anna?" 

" Minggu lalu Mama mengirimkan pesan kepada dia" 

" Sekarang apa dia memberikan kabar lagi kepada Mama?" 

Sara menggelengkan kepalanya.

" Tidak ada, jangankan ingin memberikan kabar tentangnya Mama mencoba mengirimkan pesan tetapi tidak dibalasnya sampai sekarang"

Bagas merasa sangat sedih sekali, dia sangat menantikan sekali balasan dari Anna.

" Ma, aku ingin cepat-cepat sembuh dan bisa bertemu Anna kembali"

Sara tersenyum sambil memegang tangannya Bagas.

" Kamu pasti akan sembuh dengan cepat jika kamu berusaha keras Bagas"

" Aku sudah berusaha keras ma" 

" Tanpa menyerah" 

Bagas menganggukkan kepalanya lalu kembali menatap kearah ponselnya, dia sangat merindukan sosok yang selalu perhatian dan peduli kepadanya walaupun selalu dimarah olehnya.

Sekarang saat Anna pergi, dia begitu merasakan kehilangan sekali dia selalu mengusap-usap fotonya Anna diponselnya.

******

Sementara Anna, dia sedang menghitung hasil pendapatan mereka hari ini. Karena mereka sudah tutup tepat dijam 11 malam.

Anna kadang pulang bekerja jam 12 malam, tetapi itu tidak membuatnya protes karena baginya jarak dari Cafe tersebut sangat dekat dengan rumahnya.

Sekali-kali Anna melihat kearah ponselnya, rasanya ingin sekali membalas pesannya Bagas namun hatinya sangat menahannya.

Kini Anna kembali menghitung hasil pendapatannya hari ini dia melupakan tentang ponselnya.

Lalu tiba-tiba.

Ting!

" Anna aku sangat merindukanmu, mengapa kamu benar-benar mengabaikanku Anna?"

Anna yang masih fokus dengan penghitungannya walaupun ponselnya mendapatkan notif.

Ting!

" Anna, aku sudah berusaha keras melakukan terapi ini agar aku bisa kembali ke Indonesia dan bertemu denganmu Anna, tetapi kau membuatku menjadi sangat ingin menyerah karena kau mengabaikanku seperti ini"

Pada akhrinya, 

Anna mengambil ponselnya lalu mencoba membaca semua pesan dari Bagas, hatinya benar-benar menahannya untuk membalas.

Tetapi dia juga tidak tega jika terus mengabaikan Bagas. Dengan berat hati Anna mencoba untuk membalasnya.

" Aku berharap kamu bisa cepat sembuh dan kembali berjalan sempurna, tetapi aku tidak berharap bisa bertemu kamu kembali Bagas, ku mohon mengertilah Bagas karena kehidupan kita sangat berbeda, jangan membawaku terdalam kedalam kehidupanmu Bagas"

Anna kembali menaruh ponselnya, dia berharap Bagas bisa mengerti apapun yanh yang dia katakan dipesan.

Ting!

" Akhirnya kamu membalas pesanku Anna, aku benar-benar merindukanmu Anna tolong jangan abaikan aku lagi" 

Ternyata Bagas benar-benar tidak membaca apapun yang Anna katakan, kini Anna hanya bisa terdiam saja dia tidak tau lagi harus bagaimana agar Bagas bisa mengerti semuanya tentang perbedaan kehidupannya.

1
jaran goyang
𝘢𝘯𝘬 𝘴𝘮 𝘣𝘱𝘬 𝘴𝘮 𝘻
Reni Anjarwani
lanjut thor
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
jaran goyang
𝙣𝙚𝙭𝙩......
Reni Anjarwani
lanjut thor
jaran goyang
𝙨𝙜𝙧 𝙡𝙝 𝙩𝙚𝙢𝙪𝙠𝙣... 𝙟𝙜𝙣 𝙡𝙢"... 𝙚𝙣𝙠 𝙭 𝙢𝙣𝙩 𝙙𝙮
Reni Anjarwani
doubel up thor
jaran goyang
𝙣𝙚𝙭𝙩 𝙠𝙠....
𝙖𝙠𝙝𝙧 𝙣𝙮...
𝙨𝙠𝙧𝙜 𝙩𝙜𝙡 𝙩𝙜𝙠𝙥 𝙡𝙞𝙡𝙞 𝙨𝙚𝙩𝙖𝙣
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up thor
jaran goyang
𝙣𝙚𝙭𝙩.... 𝙘𝙥𝙩 𝙩𝙢𝙪𝙠𝙣 𝙙𝙮... 𝙣𝙣𝙩 𝙠𝙗𝙪𝙧 𝙙𝙮
jaran goyang
𝙩𝙜𝙜 𝙝𝙣𝙘𝙧 𝙠𝙖𝙪 𝙮𝙖 𝙣𝙮𝙚𝙩
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up thor
Reni Anjarwani
lanjut doubel up thor
jaran goyang
𝙣𝙚𝙭𝙩 𝙠𝙠.... 𝙟𝙜𝙣 𝙥𝙟𝙜"
jaran goyang
𝙖𝙡𝙝𝙢𝙙𝙡𝙡𝙝
sunshine wings
Inilah peluangmu Pak Arion untuk tast DNA dengan Anna.. Semoga khabar baek ya..
sunshine wings
Luar biasa
Reni Anjarwani
lanjut
jaran goyang
𝙖𝙙𝙪𝙝𝙝𝙝 𝙠𝙖𝙨𝙞𝙖𝙣
jaran goyang
𝙝𝙤𝙤𝙝 𝙜𝙤𝙤𝙙 𝙖𝙣𝙖
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!