Amalia, Anak gadis yang bekerja di salah satu perusahaan ternama diKota itu, keberuntungan telah berpihak kepadanya karena dengan ini dia akan mampu membayar utang budi kepada Pamannya yang telah merawat dirinya selama dia kecil hingga sekarang, Amalia adalah sosok gadis cantik dan periang, senyuman indah akan melelehkan kaum hawa. Amalia telah bekerja keras selama beberapa tahun ini dan akhirnya bisa mencapai ke tahap ini, yaitu posisi sekretaris bos keduanya. Walau sekretaris kedua Amalia tetap bersyukur.
Hingga suatu hari Amalia di kagetkan kedatangan mamah yang tidak lain istri paman nya, mendorong Letizia agar mau menjadi istri pria kaya, agar bisa menolong, usaha mereka yang lagi di ambang kebangkrutan. Amalia menolak apa lagi dia tidak mengenal pria yang akan menjadi Suaminya. Jihan mamah Amalia, membujuk Amalia dan mengimingi perkataan yang meluluhkan hati Amalia. Dengan berat hati Amalia menerima dan pasrah.
APAKAH AMALIA BERHASIL MENJALANI RUMAH TANGGA BARUNYA ATAU TIDAK??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20. Indahnya
Amalia kembali menikmati teh hangatnya, Rafles sedari tadi memandangi Amalia tanpa kedip, Ibu Riana Jose tersenyum kali ini dalam pikiran Ibu Riana berhasil.
"Ehem...!", Amalia dan Rafles terkejut karena deheman Ibu Riana.
"Mommy...!", ucap Rafles pelan.
"Jika kamu suka Mommy dukung", bisiknya, Wajah Rafles mekar dan mengangguk paham, Rafles mendekati Amalia, dan membuka obrolan kecil-kecilan.
"Ehm Nona Amalia Bolehkah aku mengajak mu jalan-jalan malam ini?", Amalia terkejut dan memandangi Rafles dan Ibu Riana. Wajah Ibu Riana tersenyum.
"Aku...aku...?", ucapnya terbata-bata
"Apa kamu takut?"
"Tidak hanya saja aku harus kembali ke Kamar aku masih banyak pekerjaan Tuan", Amalia berdiri, wajah Ibu Riana sedih.
"Maaf Tuan Nyonya, terimakasih sudah menerima Amalia, maaf aku harus kembali Pak. Peter sedang menunggu ku"
"Baiklah, tapi lain kali boleh kan aku mengajak kamu Nona Amalia", tanya Rafles lagi sambil tersenyum Kecewa.
"Ah iya Tuan, maaf Nyonya". Ibu Riana berdiri dan memeluk Amalia. Amalia yang merasakan pelukan hangat seorang ibu yang tidak pernah di rasakannya.
"Baiklah, kamu pasti lelah, kamu santai saja Amalia", ucap Ibu Riana.
"Terimakasih Nyonya, maaf", ucapnya merendah
"Sudah kukatakan jangan Panggil Nyonya, Ibu"
"Eh maaf, Ibu", ucapnya kikuk, Rafles tersenyum dan hatinya sangat bahagia melihat Amalia yang sangat baik dan sopan walau baru di kenal Rafles yakin Amalia adalah sosok wanita yang sangat di idamkan para kaum Adam.
"Amalia bolehlah saya mengantar mu ke Kamar mu, hmm maksud aku hanya di depan pintunya saja", ucap Rafles kikuk, karena wajah Amalia dan ibu Riana tadi sempat berubah.
"Iya Tuan...!", Amalia tidak berani menolak karena Rafles dan Ibu Riana sangat baik kepada dirinya. Ibu Riana tersenyum dan merasa bahagia malam ini, Wajah ibu Riana sangat terlihat mekar memasuki kamar hotelnya.
Rafles dan Amalia perlahan menuju kamar Amalia, walau Amalia sangat gugup sekali, apa lagi Amalia sangat takut jika Peter nanti mendapati dirinya, bersama Rafles.
"Maaf sudah merepotkan anda Tuan", ucap Amalia ketika mereka sudah tiba di depan pintu kamar miliknya dan Peter.
"Sudah kamu jangan panggil aku Tuan, Rafles aku lebih suka dengan itu", ucap Rafles sambil tersenyum.
"Ah iya Maaf", Amalia menunduk.
"Hm kalau begitu, hem apa Amalia bolehkah aku meminta nomer ponsel mu", Amalia terkejut dan melihat wajah Rafles sangat serius.
"Ehm itu Tuan ahk maksud aku...Rafles maaf nomor Ponselku aku tidak hafal", ucapnya gugup. Terlihat sangat jelas wajah Amalia berbohong tidak mau memberikan nomer miliknya. Rafles mengangguk paham
"Baiklah, lagian kan kita akan masih bertemu", canda Rafles.
"Maafkan aku Tuan Rafles aku sebaiknya masuk", Amalia membuka pintu tanpa menunggu jawaban dari Rafles. Di luar Rafles sangat kecewa ini pertama wanita yang menolak dirinya memberikan nomer.
"Wanita menarik aku suka, tunggu aku Amalia Renata", ucapnya sambil tersenyum senang, Peter yang mendengar semua perbincangan mereka sangat kesal apa lagi Amalia tadi di antar Rafles hingga ke depan pintu kamar dia dan Amalia.
"Rafles anak dan Pewaris Grup Jose, pria yang sangat banyak sekali scandal, sial jangan-jangan dia ada Maunya dengan Amalia", gumam Peter.
Peter masuk dan melihat Amalia sedang duduk di balkon dan pandangannya kosong, Peter mendekat.
"Kau...!"