NovelToon NovelToon
Project Fate Breaker: Bangkitnya Putri Terbuang

Project Fate Breaker: Bangkitnya Putri Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Dunia Lain / Sistem / Cinta Seiring Waktu / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir
Popularitas:298
Nilai: 5
Nama Author: Lil Miyu

Ding! [Terdeteksi host dalam bahaya. Mengaktifkan skill utama memori Materialization. Memanggil Item]
​Dibuang dan difitnah hanya karena alur sebuah game VR? Itu bukan gaya Aruna. Terbangun di tubuh Auristela Vanya von Vance, seorang putri terbuang dengan Mana besar yang tersegel, Aruna memutuskan untuk mengacaukan skenario dunia ini.
​Bermodalkan Project: Fate Breaker—sebuah sistem aneh yang hobi error di saat kritis—ia justru asyik menciptakan kekacauan versinya sendiri. Namun, satu masalah muncul: Asher de Volland, sang Ksatria Agung sedingin es, kini terpaksa menjadi pelindungnya.
​Akankah petualangan ini mengungkap rahasia besar yang sengaja dikubur, atau justru membuat benua Xyloseria semakin kacau?
​Ding! [Terdeteksi kedekatan dengan Asher de Volland: 1%. Kesan ML: "Putri ini... sangat aneh."]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lil Miyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Pelarian di Lembah Kabut Abadi

Suasana di dalam ruangan terasa tegang dan berbeda dengan hangatnya sinar matahari yang mencoba menembus kabut. Di atas meja besar, sebuah peta kusam dari kulit binatang terbentang, menunjukkan jalur-jalur rahasia yang meliuk menuju perbatasan Kerajaan Vance.

​Aruna duduk diam, menggenggam cangkir teh herbal yang sudah mendingin. Di depannya, Asher berdiri tegak seperti komandan yang memberi arahan. Jari telunjuknya menunjuk ke sebuah titik di luar wilayah hutan. Di sekeliling meja, Luna, Verdy, Ellish, Aerlisto, Fenrir, dan Scwartz juga ikut mengamati dengan ekspresi serius.

​"Kita tidak bisa hanya menunggu di sini," suara Asher memecah kesunyian, rendah dan berwibawa. "Serangan Viper’s Fang kemarin membuktikan keberadaan kita sudah tercium. Kita harus menuju Oakhaven, kota mayoritas ras Half-Beast. Kota itu diluar pengaruh Kerajaan Vance, dan informasi pasar gelap lebih mudah didapat."

​Asher menatap mereka satu per satu, auranya begitu dominan hingga membuat api di perapian sedikit meredup. "Namun, perjalanan ini harus dilakukan dalam kelompok kecil. Jalur yang kita ambil adalah Lembah Kabut Abadi. Terlalu berisiko membawa rombongan besar. Luna, Aerlisto, Verdy, dan Scwartz... kalian tetaplah di sini. Selidiki sisa sihir pelacak musuh. Kita akan bergerak lebih cepat jika hanya berempat."

​Aruna ingin menyetujui rencana itu dengan bijak. Ia ingin menunjukkan bahwa ia adalah Putri Auristela yang bisa diandalkan, bukan beban yang cuma bisa merengek.

​"Aku setuju. Rencana ini sangat logis dan—"

​Ding!

​[Sistem Error: Terdeteksi upaya komunikasi formal yang membosankan. Mengaktifkan filter otomatis 'Sweet-Talk' untuk mempererat hubungan antar karakter...]

​"—dan rencana sayangku ini benar-benar membuat jantungku berdebar! Aku akan mengikutimu sampai ke ujung dunia, Asher cintaku! Muach!" seru Aruna dengan nada yang mendadak manja, ceria, dan sangat memalukan.

​Keheningan seketika menyelimuti ruangan. BRAK! Verdy menjatuhkan palu godamnya ke lantai hingga kayunya bergetar. Luna menutup mulutnya dengan tangan, matanya membelalak kaget. Scwartz yang biasanya santai, nyaris tersedak ludahnya sendiri sebelum tertawa terbahak-bahak hingga memegangi perut.

​Aerlisto tersenyum miring sambil menggeleng pelan, sementara Fenrir hanya mendengus kasar, seolah sedang menonton drama. Ellish hanya bisa melongo, telinga rubahnya tegak lurus menatap sahabatnya yang mendadak jadi "penggoda" itu.

​Asher membeku di tempatnya. Telinganya mendadak memerah hebat, dengan wajahnya yang dipaksakan sedatar mungkin.

​'SI4LAN! Sistem error ini benar-benar ingin membunuhku secara sosial!' teriak Aruna dalam hati. Wajahnya panas membara, dan ia ingin sekali menelan semua piring di meja agar bisa m4ti saat itu juga.

​"Putri..." Swish... Asher membuang muka ke arah jendela, mencoba menyembunyikan sudut bibirnya yang sedikit bergetar. "Ahem... Kita berangkat satu jam lagi. Fenrir, Ellish, siapkan perlengkapan kalian."

​Satu jam kemudian, rombongan kecil itu mulai menembus perbatasan hutan menuju Lembah Kabut Abadi. Si Oyen tidur dengan tenang di dalam tas pundak Aruna, sesekali mengeluarkan suara dengkuran halus seolah tidak peduli dengan kekacauan mental pemiliknya.

​"Jadi, 'Asher cintaku', ya?" bisik Ellish nakal sambil menyikut lengan Aruna. "Puuffh... Aku tidak tahu kau punya hobi merayu pria yang kaku itu, Auristela."

​"Ahhh... Itu salah sistemnya, Ellish! Mulutku ikut mengkhianatiku!" desis Aruna dengan frustrasi.

​Semakin dalam mereka memasuki lembah, kabut putih perlahan berganti menjadi Kabut Hitam yang pekat. hawa dingin yang menusuk tulang mulai menyelimuti mereka. Fenrir mendadak berhenti, bulu kuduknya berdiri tegak.

​"Ada yang tidak beres. Bau kabut ini... Sangat aneh. Ini jebakan!" geram Fenrir sambil menghunus Great Sword-nya.

​BOOM! Sebuah ledakan energi kegelapan meletus di tengah mereka. Asap hitam yang pekat menelan pandangan dalam sekejap.

​"Putri! Pegang tanganku!" teriak Asher.

​Aruna mencoba menggapai, namun ia merasakan aliran udara kuat menariknya. Saat kabut sedikit memudar, hanya ada mereka berdua di sebuah jalur tebing sempit. Fenrir dan Ellish hilang ditarik ilusi kabut ke dimensi berbeda.

​"Jangan menjauh, Putri," napas Asher terdengar tersenggal. Aruna menyadari perban di lengan Asher mulai merembes d4rah lagi. Uap dingin keluar dari luka itu, tanda mananya sedang bergejolak hebat melawan tekanan lembah.

​Tiba-tiba, sepuluh pembunuh Viper’s Fang muncul dari bayangan tebing, senjata mereka berdenyut dengan sihir hitam yang jahat. Pertempuran pecah dengan brutal. Asher bertarung seperti singa yang terpojok. Setiap tebasan Solis-Aeterna membelah kabut, namun gerakannya melambat seiring dengan racun yang mulai menyebar dari goresan kecil musuh.

​Salah satu pembunuh meluncur dari atas tebing, mengincar Aruna!

Aruna membayangkan alat pelumpuh saraf.

​Ding!

[Terdeteksi host dalam bahaya.

Memproses permintaan host.

Mengakses Memori Materialization.

Memanggil Item...]

​BLAPP! Sebuah Stun Gun modern muncul di tangannya. Begitu pembunuh itu mendekat, Aruna menghujamkan alat itu ke dada musuh.

​CRRZZTTT! Percikan listrik biru berderit hebat. Pembunuh itu kejang-kejang dengan mata melotot sebelum jatuh ke tanah. Para pembunuh lain tertegun melihat "sihir petir" aneh dari tangan Aruna.

​Namun, perhatian Aruna yang teralihkan membuat Asher menerima serangan fatal. Salah satu pembunuh berhasil menggores pundak Asher dengan belati beracun saraf tingkat tinggi.

​"Ugh!" Asher menebas musuh terakhir itu sebelum akhirnya berlutut lemas. Pedang emasnya meredup dan terjatuh dari genggamannya yang gemetar.

​"Asher!!" Aruna menangkap tubuh Asher yang mulai mendingin dengan cepat. Wajah sang Ksatria Agung itu sepucat salju. "Bangun!! Jangan tidur!!"

​Di tengah keputusasaan itu, sebuah langkah kaki berat mengguncang tanah. Suhu udara yang tadinya dingin mendadak berubah menjadi panas menyengat. Sosok pria bertubuh kekar dengan zirah bersisik naga dan rambut merah menyala muncul dari kabut. Di bahunya, ia memanggul kapak raksasa yang masih berlumuran d4rah.

​"Yah... lihat siapa ini..." Dranco tertawa keras, suaranya menggelegar seperti guntur. "Asher de Volland, sang Ksatria Agung, sekarang tergeletak seperti tumpukan sampah... Ck, memalukan sekali."

​Aruna berdiri, menghalangi tubuh Asher. Matanya berkilat penuh amarah. "Siapa kamu?! Pergi atau aku hancurkan kepalamu!"

​Dranco menaikkan alisnya, menatap Aruna dengan minat besar. "Aku? Aku Dranco Aerlouiz Ghiztor. Dan sepertinya, gadis kecil. Kau perlu membawa rongsokan ini ke Oakhaven sebelum dia membeku dalam satu jam."

​Aruna tahu pria ini berbahaya, tapi melihat Asher yang menggigil, ia tak punya pilihan. Pas aruna ingin mengucapkan "Bantu aku".

​Ding!

[Sistem Error: Terdeteksi kebutuhan akan bantuan dari karakter kuat.

Mengaktifkan filter otomatis 'Desperate Wife'...]

​"Tolong bantu suamiku yang tercinta ini, Naga Sombong! Jika kau membawanya, aku akan memberikan apa saja kepadamu!" teriak Aruna. Plung, wajahnya penuh horor tersadar akan kata yang ia ucap.

​"?! Hahahahha... Suami? Fuuhh... Asher benar-benar punya selera yang unik. Ahem... Baiklah, karena ini sangat menghibur, aku akan membantumu. Tapi ini tidak gratis."

​Dranco menyambar tubuh Asher dengan satu tangan dan melemparkannya ke bahu seperti karung beras. "Ayo, gadis kecil. Kita ke Oakhaven."

​Aruna mengepalkan tinjunya, mengikuti langkah besar Dranco menembus kabut sambil menahan rasa malu yang nyaris meledakkan jantungnya.

​Ding!

[Terdeteksi kedekatan dengan Asher de Volland: 50%.

Bonus/Catatan: Target mendengar kata 'suami' di tengah ketidaksadarannya.

Kesan ML: "Aku... suaminya? (Ingatan ini akan terus menghantuinya saat bangun nanti)."]

1
studibivalvia
asher ini tipe tsundere kah? haha lucu banget
Miyu: sedikit... 🤭
total 1 replies
studibivalvia
siap banget dah 😭
studibivalvia
lucu banget jirr 🤣 kucingnya lapar pengen minta makan tapi sombong mukanya 😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!