NovelToon NovelToon
Hanya Istri Pengganti

Hanya Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / Penyesalan Suami / Selingkuh / Cintapertama
Popularitas:80.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rini IR

"Selamanya masa lalu adalah pemenang, siapapun pengisi hati hari ini, akan kalah dengan masa lalu yang datang kembali."

Untuk Sheila, itu tidak berlaku, karna masa lalu yang dicintai suaminya setengah mati itu sudah tiada hampir sepuluh tahun yang lalu karna jatuh ke jurang.

Karna itu, suaminya hanya bisa mencintai dirinya yang masih hidup di dunia ini.

Lantas, bagaimana jika masa lalu yang dikatakan telah meninggal dunia, datang kembali seperti keajaiban dengan anak perempuan berusia sepuluh tahun?

Lantas, apakah benar masa lalu akan tetap menjadi pemenang setelah kembali?

Apakah Sheila hanya menjadi istri pengganti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini IR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu kembali

......................

Shei sudah sampai di sekolah Arthur, dia memang agak sibuk, tapi tidak masalah jika itu menyangkut putranya.

Dia baru saja melewati gerbang itu, perasaannya tidak enak ketika menerima panggilan itu. Arthur bertengkar? Shei tau anaknya bukan anak yang seperti itu, anaknya baik, pasti ada masalah yang cukup serius membuat Arthur bertengkar.

Dan lagi, jujur saja, Shei takut kalau sifat Arthur yang seperti ini adalah efek perceraiannya dengan Haren, dia takut Arthur berubah menjadi anak yang emosional dan gampang marah karna masalah kecil.

Shei berjalan terburu-buru, tapi tiba-tiba saja ada seseorang yang menghentikan tangannya. Shei refleks melihat ke arah kanan, arah tangannya digenggam.

Deg!

Shei terdiam saat itu juga, dia tidak menyangka bahwa dirinya akan bertemu orang ini lagi, disini, setelah sekian lama. Ini adalah tempat tak terduga untuk mereka bertemu.

"Eh, Mikhail? Ini bener kamu kan?" Shei kaget, saat ia bertemu dengan pria tampan seusianya yang memakai kemeja hitam polos.

Pria itu sangat tampan.

"Hey Shei? Kan bener ini kamu, sorry ya ga manggil dulu, main narik-narik aja, buruk banget sopan santun aku ternyata." Sahutnya lagi. Pria itu tersenyum manis, sambil melepas tangan Shei.

Dia adalah Mikhail, pria tampan seusia Shei saat ini. Dia adalah teman Shei sejak kecil, dia ini anak tunggal dari sopir Shei dulu. Tapi 20 tahun yang lalu, Shei kehilangan jejak sopirnya dan juga Mikhail--sahabatnya.

Tentu saja Shei sangat terkejut, dan dia juga sangat senang bertemu dengan sahabat masa kecilnya lagi setelah hampir 20 tahun. Sungguh pertemuan tak terduga di tempat yang tidak terduga pula.

Shei tidak menyangka akan bertemu dengan Mikhail lagi, mengingat lamanya waktu mereka berpisah, apalagi bertemu di sekolah ini. Sungguh, Shei sangat senang, seperti menemukan kembali bagian dirinya yang hilang, karna memang sedekat itu ia dengan Mikhail dulu, sangat dekat.

"Khal, apa kabar? Aku seneng banget liat kamu lagi, udah lamaa bangett, kamu kemana aja ngilang tiba-tiba ngga ada kabar gitu." Shei masih penasaran soal menghilangnya sahabatnya ini sejak lama.

"Sorry, waktu dulu tuh nenek aku meninggal, jadi harus balik ke kampung, eh pas udah sampai kampung suruh menetap aja disana ngurus kebun. Terus sekolah, dan ya, jadi pengusaha." Jawab Mikhail dengan tersenyum sederhana.

"Oh gitu, dulu tuh aku khawatir banget, aku, papa, sama mama cariin kamu sama om Jaka tapi ngga ketemu-ketemu."

"Sorry, asli dah maaf banget, itu dulu buru-buru, aduh jadi ngga enak sama ibu dan bapak. Sekarang kabar mereka gimana?"

"Baik, Alhamdulillah masih sehat. Eh bentar, kamu kesini ada urusan apa ya? Aneh banget diantara semua tempat, kita malah ketemu disini?" Shei sedikit mengernyit, dia kembali teringat masalah Arthur, dia ingin bergegas menemu kepala sekolah, tapi rasanya tidak enak meninggalkan Mikhail disini sendirian, bahkan setelah hampir 20 tahun perpisahan mereka.

"Oh iya! Anak aku! Anak aku berantem sama temennya, tuh anak emang nakal banget sih." Mikhail akhirnya mengingat tujuannya datang kesini.

"Bertengkar? Aku juga datang kesini karena anak aku katanya berantem sama temennya, jadi dipanggil kepala sekolah. Bentar, anak kamu kelas berapa?" Tampaknya Shei dan Mikhail sama-sama mencurigai hal yang sama.

"Kelas satu, kamu?"

"Sama ..."

"Duh, jangan-jangan ...!"

Shei dan Mikhail saling bertatapan tampak terkejut, keduanya sepertinya sudah memikirkan hal yang sama. Mikhail menarik tangan Shei untuk segera masuk, langkah mereka ia percepat untuk sampai di ruang kepala sekolah.

"Ini anak aku ini yang salah, dia pasti usil dan cari gara-gara, emang bandel anaknya, dia pasti gangguin anak kamu." Ujar Mikhail sambil menggelengkan kepalanya. Dia sudah hapal jelas kelakuan putranya.

"Kayaknya anak aku moodnya lagi buruk hari ini, makanya dia kepancing emosi mungkin." Jawab Shei, yang ia tau Arthur anak yang baik dan tidak suka keributan.

......................

Shei dan Mikhail sudah ada di ruang kepala sekolah. Mereka berdua duduk berhadapan dengan ibu kepala sekolah itu sendiri.

Benar dugaan keduanya, bahwa yang bertengkar adalah anak mereka, karna itu mereka dipanggil secara khusus sekarang. Dan Arthur ada disebelah kiri Shei, sementara anaknya Mikhail ada di sebelah kanannya.

"Sekarang, ibu mau kalian jelaskan kembali apa yang terjadi, dan alasan kenapa kalian bertengkar kepada masing-masing, orang tua kalian." Ucap kepala sekolah melirik Arthur dan anak Mikhail secara bergantian.

"Bu, biar Daniel dulu yang cerita." Celetuk Daniel--anak Mikhail. Bocah tujuh tahun itu adalah anak Mikhail, dan anak yang bertengkar dengan Arthur.

Bocah itu dengan bangganya mengacungkan tangan, seolah ingin presentasi paling pertama. Bahkan setelah dia ada di hadapan kepala sekolah, dia tak tampak gentar, setelah orang tuanya datang, senyumnya juga tak pudar.

"Jadi gimana boy?" Tanya Mikhail menaikkan sebelah alisnya. Wah tampaknya sudah jelas darah Daniel yang percaya diri itu dia dapatkan darimana.

"Jadi gini Papi, Papi kan duda, Daniel ngga punya mama. Nah terus Daniel dengar guru-guru bisik-bisik ngomongin Arthur, kalau orang tua Arthur udah cerai, Ayahnya Arthur punya istri baru, terus guru-guru itu kasihan sama Arthur. Jadi Daniel tanya sama Arthur, mama nya baik ngga?" Jelas Daniel menceritakan apa yang dia dengar dan maksud serta yang mungkin menjadi alasan perkelahian mereka.

Brak!

Mendengar itu, ibu kepala sekolah langsung menggebrak meja dan marah, tampak sorot matanya tajam menatap Daniel. Dia tampak sangat marah, dan luar biasanya anak Mikhail itu, dia tampak tenang dan santai tanpa beban. Seolah tidak peduli kepala sekolahnya sedang marah saat ini.

"Hey! Apa-apaan kamu! Tadi waktu kamu ceritakan pada saya, bukan seperti ini ceritanya! Kamu mengarang cerita sekarang! Kamu memfitnah kami guru-guru yang mulia, yang mendidik kamu! Arthur, jelasin sama orang tua kamu apa yang sebenarnya terjadi tadi, seperti yang kamu ceritakan pada saya!" Ibu kepala sekolah gantian menunjuk ke arah Arthur yang sejak tadi diam saja.

"Nak, sayang, ceritakan yang sejujurnya sama mama oke? Arthur mama anak yang jujur, kan?" Shei berbicara lembut pada putranya, membuat Arthur tersenyum manis di depan sang mama.

"Yang di bilang Daniel bener kok ma, guru-guru gosipin soal mama, terus Daniel nanya mama baik ngga, aku jawab mama perempuan dan mama yang paling baik di dunia ini." Jawab Arthur jujur, Shei ibunya, dia tau bagaimana pandangan sang anak ketika berbohong dan jujur, dia juga percaya Arthur bukan anak yang pembohong.

"Karna kata Arthur mamanya baik, dan aku ga punya mama ya udah aku bilang aja mama Arthur nikah aja sama papi aku, biar aku juga punya mama." Sambung Daniel dengan bangganya.

"Aku yang ngga mau punya saudara tiri kayak kamu." Sahut Arthur dengan jelas dan lugas.

"Nah, habis itu kita berantem deh, pukul-pukulan."

1
Pipit Aprilianti
Luar biasa
Kadek Bella
lanjut thoor
Setya
Phantom kah musuh detektif Derrick
anna nurliana
Kecewa
Fitri ainin Ainin
tidak salah lagi,si phantom
Fitri ainin Ainin
qapa vanha itu phantom
Fitri ainin Ainin
masih bodoh aja si haren
Fitri ainin Ainin
lebih baik tau diawal shei
Fitri ainin Ainin
lihatlah......kau akan mnyesal haren
Fitri ainin Ainin
tanggung jawab sih tanggung jawab,cunta sih cinta tapi apa sampai sgitunya,,,yakin hanya malam ini
Fitri ainin Ainin
apa haren lupa kalau sheu itu istrinya,laki macam apa itu
Osie
shei argument itu argument perempuan goblok..hadeeehhh mantan deteksi tp kok ngeblank gitu pola pikrmu...mending hijrah deh ke negara lain..cari suasana hdp baru berdua anakmu..jgn jd perempuan bodoh ya shei
Osie
shei gpp gak punya suami..hdp berdua dgn sang anak itu lbh itu..aku udah alami duluan lho..buktinya sp skrg sdh 17th aku hdp bahagia hy berdua dgn anak gadisku..dr usia anakku. dlm kandungan tuh laki selingkuh n aku gugat cerai malah dan aku buktikan pd dunia tanpa suami aku mampu mendidik anakku jd sosok yg baik..taat ibadah dan selalu berprestasi..jd semangaaatt ya
wahyuni
Arthur jujur aja sama mama, dia bakal lindungi kamu nak
wahyuni
sayang Arthur
wahyuni
kmu bisa shei, kmu wanita kuat
wahyuni
bisa yuk shei
ada kami yg mendukungmu
Elizabeth Zulfa
sungguh ... pengen ku ledakkan tuh kepalanya di haren zg sok benar itu ... 😤😤😤
dia bilang shei murahan tpi dia gak ngaca gitu saat dia ciuman & pelukan didepan istri sahnya dengn wanita lain... meski orang itu org zg prnah dicintainya tpi kn dia dah punya istri jdi dia hrusnya bs tahan kan nafsunya itu.... bahkan dia ceraikan shei krna jalang itu pula, skrg mlah berlagak sok benar dan sok suci ,cuiiihh... jijik liatnya 😤😤😤
Puputt24
lagi ka
Puputt24
lama up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!